"halo ma..."
"kakak dimana?kalau mau pergi itu bilang bukannya pergi aja...."pidato panjang lebar itu dimulai.
"kakak lagi nyari duda beranak tiga agar mama langsung dapat cucu."kata Kayana agar sang Kanjeng ratu menghentikan pidatonya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria ardila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29
Dari balik dinding yang dekat dengan taman itu Arvan mendengar semuanya yang Kayana katakan.
sebuah senyuman terbit di bibir nya saat mendengar nasihat yang Kayana berikat pada anak anaknya.
Arvan pikir karena Kayana menyukainya maka dia akan mengatakan hal hal yang buruk tentang ibu kandung anaknya dan ternyata tidak, dia malah memberikan nasihat bijak pada anak anaknya.
"ya sudah sekarang istirahat lah,dan ingat apa yang mama katakan tadi."kata Kayana berdiri dari duduknya.
"dan satu hal yang harus kakak ingat dari pada kakak berbicara yang membuat hati orang sakit lebih baik kakak diam."lanjut Kayana dan berlalu pergi setelah itu.
Gaura pun pergi ke kamarnya.
.
.
.
Tak terasa pagi pun datang dan seperti biasanya sekarang keluarga kecil Arvan telah berada di meja makan untuk memulai sarapan mereka.
tapi ada yang berbeda pada hari ini dan itu sangat terlihat di meja makan itu.
kursi di samping Arvan sekarang terisi oleh wanita yang kemarin.
Resya nama wanita itu, dia merupakan ibu kandung dari Gaura,Gauka dan Acha.
Rasya memiliki paras yang cantik dan seksi.
dan sekarang Rasya telah duduk di samping Arvan untuk sarapan.
Rasya telah datang pagi pagi sekali tadi dan dia membuatkan sarapan pagi.
semua orang hanya diam saja tanpa melarang atau pun menyapa.
saat kayana akan akan menyuapi Acha ,tiba tiba sendok dan mangkuk bubur Acha di rampas oleh Rasya yang entah kapan berjalan mendekati Kayana.
"biar aku saja yang menyuapi anak ku."katanya angkuh sambil tersenyum sinis.
tanpa bicara Kayana pun berjalan mendekati meja makan dan duduk di samping Arvan yang tadi di duduki oleh Rasya.
dengan santai Kayana mengambil makanan untuk sarapannya dan memulai sarapannya karena yang lain sudah sarapan.
sudut bibir Arvan tertarik melihat apa yang Kayana lakukan.
"mama Abang mau tambah."pinta Gauka.
"oke."Kayana pun mengambil makanan lagi untuk Gauka.
senyuman terbit di bibir orang yang ada di meja makan itu.
'sialan.'batin Rasya.
.
.
.
setelah Arvan,Gauka ,gaura pergi, sekarang tinggal Kayana dan Acha yang berada di gendongan nya dan juga wanita tadi yang masih memandang nya dengan tatapan penuh emosi.
saat kayana akan kembali masuk rumah ,Rasya mencengkram erat tangan nya sehingga kayana berhenti di hadapannya.
"dasar pelakor,berani raninya kau mendekati suamiku hah."kata Rasya sambil mencengkram tangan Kayana lebih kuat.
bukannya merasa kesakitan,Kayana malah menaikkan satu alisnya memandang wanita itu bingung.
"kau lupa atau pikun nyonya atau kau itu yang memang bodoh?dia itu cuma mantanmu,MANTAN SUAMIMU."ejek Kayana pada Rasya.
tangan Rasya Langsung melayang ingin menampar pipi wanita itu.
tapi…tangan itu ternyata hanya melayang di udara karena Kayana telah mundur beberapa langkah.
"eh nggak kenak,sini nyonya wajahnya disini masa nggak nampak sih,ternyata selain bodoh nyonya juga buta ya wajah saya saja jadi nggak nampak."kata kayana mununjuk wajah nya sendiri
emosi wanita itu semakin di ubun ubun.
"lihat saja nanti kau akan tau sedang bermain main dengan siapa."kata wanita itu dengan emosi berlalu pergi meninggalkan Kayana.
"dasar nenek lampir ,mau main main dengan ku."kata Kayana dengan senyuman Licik diwajahnya.
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya 😉😉
salam hangat dari author 😘😘
sukses selalu utk cerita2 selanjutnya ya kk☺