Bercerita tentang seorang pengangguran berumur 35 tahun yang tanpa sengaja berpindah kedunia lain pada saat dia terbangun dari tidurnya,
Di dunia itu dia terbangun dan menjadi raja iblis dengan kekuatan super over power karena kesalahan dari tutorial sistem yang membangunkannya,
Bagaimana kisah dari sang naga yang mencari harem di dunia barunya?
PERHATIAN : INI HANYA KHAYALAN AUTHOR, CERITA DI DALAMNYA MURNI HANYA IMAJINASI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shins, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch - 28. Half Phoenix
-Kota Town Hill
Beberapa hari berlalu, semenjak shins menyelesaikan quest desa aqua, seketika shins pun menjadi petualang baru yang terkenal, meskipun ada yang merasa iri, namun banyak juga yang ingin bergabung dalam party shins,
"Hah~ keributan ini tak ada habisnya, padahal aku sama sekali tak ingin mencolok" kata shins yang berada di jalan kota dengan tatapan para penghuni kota
"Haha~ itu tak bisa dihindari, karena quest tersebut memang sudah menelan banyak nyawa para petualang" kata curtish yang berjalan dibelakang shins,
Karena memang quest itu sudah di sebar ke seluruh benua ersland, kerajaan lain pun juga mencoba namun berakhir kegagalan,
"Ngomong - Ngomonh, kita mau kemana" kata curtish
"Ke tukang Blackmisth, tapi kenapa kau mengikuti ku" kata shins yang melihat curtish mengikutinya sejak kembali ke kota,
"Iyah~ Aku juga ingin ke tukang pembuat senjata untuk memperbaiki senjata ku" kata curtish beralasan
"Baiklah, aku akan ke laboratorium alkemis, sekalian ingin melihat cara pembuatan potion" kata shins mencoba berpisah dengan curtish
"Ah~ mendengar mu aku juga ingat harus membeli sebuah potion" kata curtish terus mencoba mengikuti shins
'Orang ini apa yang dia mau? aku sudah bersusah payah untuk meninggalkan lyfa di mansion agar bisa bebas, sekarang malah orang yang ku kenal terus mengikuti ku,' pikir shins kesal,
Tanpa memperdulikan curtish shins pun terus berjalan tanpa arah di dalam kota, namun curtish yang terus mengikuti shins pun semakin lama semakin membuat shins jengkel, hingga shins ingin sekali memukulnya sampai pingsan.
Dengan segala upaya shins pun mencari berbagai alasan dan berbagai cara untuk kabur dari curtish yang terlihat sama sekali tak ingin pergi dari sekitar shins,
Terpaksa shins pun menggunakan skill Stealth miliknya untuk kabur dari curtish,
"Huh~~ akhirnya aku bisa kabur darinya" kata shins yang telah menjauh dari curtish,
"Buk~~" Shin menabrak sesuatu saat berjalan di sebuah gang dalam kota,
"Klunting~" tanpa sengaja plat party shins pun jatuh, karena shins lupa menaruhnya ke dalam dimensi,
"Anak kecil? kenapa dia ada disini" kata shins melihat gadis perempuan kecil yang bertabrakan dengannya,
"Petualang, " kata gadis kecil itu langsung menatap tajam ke arah shins,
'Dia sebelumnya tenang, kenapa dia langsung marah? dan seolah membenciku? padahal ini pertama kali aku melihatnya?' pikir shin yang melihat perubahan sikap gadis kecil tersebut,
Shin pun membungkuk dan mencoba mengambil plat party miliknya yang jatuh ditanah, namun ketika shin membungkuk shin pun merasakan sihir yang kuat mengarah padanya,
"Swushh~~" shins pun menghindari sihir api yang mengarah padanya, Api itu pun membakar kotak kotak kayu yang berada dibelakang shins,
'Siapa anak kecil ini, dia bisa mengunakan sihir api dengan level seperti itu,' pikir shin melihat kotak kotak yang berada dibelakangnya,
[Ninvy Vermilion]
Age : 5 Tahun
Class : Soceres
Level : 90
Ras : Half Phoenix
'Tunggu apa itu half phoenix, aku baru pertama kali melihatnya' pikir shins terkejut melihat ras milik gadis kecil yang menatapnya penuh kebencian,
Shins pun mencari detail keterangan ras tersebut didalam status milik ninvy
Half Phoenix, Keturunan asli dari ras Phoenix yang lahir dari rahim manusia,
'Keturunan asli phoenix, apa mahkluk mitos itu memang masih ada?' pikir shins
Shins terus menatap ninvy karena rasa penasarannya, sedangkan ninvy terus menatap shins dengan penuh kebencian,
"Ada apa ini? apa ada yang mengunakan sihir dalam kota"
"Siapa saja yang ahli sihir air, cepat padamkan apinya sebelum menyebar"
Teriakan penduduk dan penjaga kota yang panik melihat kotak kayu dalam sebuah gang terbakar pun membuat ninvy berbalik dan berlari menjauh dari shins,
Melihat itu shins pun mengunakan skill stealth miliknya untuk menghindari para penjaga yang semakin banyak berkumpul,
Shin yang dalam mode stealth nya pun mengikuti kearah mana ninvy pergi,
'Dilihat dari pakaiannya yang compang camping sepertinya dia bukan penduduk sini atau para bangsawan' pikir shins,
Setelah berapa lama shins pun menemukan gadis kecil itu berada, shin pun makin terkejut melihat tempat kumuh yang berada jauh di dalam kota,
"Hoi~ Berikan itu," kata seorang anak kecil dan kelompoknya yang mengelilingi ninvy,
"...." ninvy hanya diam saja, sambil menggenggam erat kantong kecil di tangannya
"Berikan itu cepat" kata bocah itu sambil memukul keras perut ninvy, ninvy pun terjatuh tersungkur di tanah,
Membuat bocah itu dengan mudah mengambil kantong kecil yang di pegang ninvy,
'Bukankah itu kantong milikku, apa dia mencurinya, aku bahkan tak menyadarinya, atau karena aku tak waspada padanya' pikir shins melihat kantong yang di bawa bocah laki laki,
"Woah~ isinya banyak, ayo kita pergi" kata pimpinan bocah tersebut setelah melihat isi kantong tersebut,
Setelah bocah itu pergi, ninvy yang tergeletak pun kini berusaha bangkit dan bersandar di dinding yang ada didekatnya,
"Krucuk~~" suara keras perut ninvy yang kosong membuatnya tertunduk diam dan memeluk lututnya tak bergerak,
'Kenapa dia tak melawan? padahal saat bertemu denganku bahkan aku merasakan aura membunuh yang kuat' pikir shins yang terus mengawasi
Shin pun terus mengawasi ninvy yang terdiam, hingga membuat shins sadar apakah dia sudah mati, memikirkan itu shin pun segera mendekat kearah ninvy,
"Apa kau masih hidup gadis kecil" kata shins berdiri dihadapan ninvy
Mendengar itu ninvy yang kaget pun segera mengarahkan tangannya kearah shins, ninvy pun mengeluarkan sihir api dari tangannya, namun api itu lenyap sebelum lepas dari tangannya,
'Bahkan dia tak merapal sebuah mantra' pikir shin yang melihat api di tangan ninvy yang keluar secara instan
"Apa kau lapar," kata shins
"....." ninvy hanya terdiam dan memalingkan wajah dari shins,
"Aku bisa memberimu makanan" kata shins, mencoba membujuk ninvy
"Pergi, petualang aku benci kalian, aku tak butuh bantuan kalian" kata ninvy dengan nada keras,
"......" shins pun terdiam, dan ingin berbalik pergi, namun gadis kecil yang berteriak padanya kini terjatuh ke tanah,
Shins pun jadi kebingungan melihat reaksi ninvy yang dingin, namun dia tak bisa meninggalkan ninvy, karena jika di biarkan ninvy akan mati kelaparan disana,
"Aku tak akan menyakitimu, tapi aku juga tak ingin menolong orang yang tak ingin di tolong" kata shins, mendekat kearah ninvy yang tergeletak lemah
"Jadi, apa kau mau di tolong atau tidak" tanya shins kembali,
"...." ninvy pun terdiam dalam pandangan lemahnya ke arah shins,
shins pun berfikir bahwa ninvy memang tak ingin di tolong,
Secara terpaksa shins pun berbalik dan ingin pergi, namun sebuah tarikan kecil di kaki celananya pun membuat shins berbalik melihat ninvy kembali,
"Sepertinya dia sudah pingsan, apa rasa ingin hidupnya membuat dia membuang rasa bencinya" keluh shins yang melihat ninvy pingsan
Shins pun segera mengangkat tubuh kecil ninvy dari atas tanah yang dingin,
'Lukanya parah juga, apa aku memiliki skill penyembuh atau semacamnya' pikir shins mencoba memberikan pertolongan pertama,
Shin yang tak bisa melihat skillnya karena terlalu banyak pun mencoba membayangkan skill penyembuh untuk menyembuhkan luka pada ninvy,
Setelah beberapa mencoba akhirnya shins pun bisa memulihkan kondisi ninvy kembali ke keadaan normal,
'Yah~ aku takut jika salah dan terjadi sesuatu, tapi syukurlah jika aku bisa menolongnya,' pikir shins yang merasa bersalah karena menjadikan ninvy sebagai media percobaan skill miliknya.
Setelah itu, shin pun melompat ke atas untuk mencari jalan tercepat menuju kearah mansion yang menjadi tempat tinggal barunya.
...••••••••••••••••••...
Tl : Gak seru yah ceritanya, banyak yang gak jelas, yah maklumin aja soalnya main langsung tulis,
Yah kalau gak suka ya jangan dibaca!