Seorang anak yg diusir ortunya, krn di tuduh membunuh adiknya sendiri. Bagaimana bila ia dipertemukan dgn keluarganya lg
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syiff2707, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
Keesokan harinya nara dan angga bersiap untuk camping
Untuk peralatan angga sudah meminta anggotanya menyiapkan keperluannya dan nara
Jadi mereka hanya mempersiapkan pakaian yang di bawanya
Nara dan angga berangkat menuju ke sekolah
Nara dan angga keluar dari mobil dan langsung menuju tempat para siswa berkumpul
"Baiklah kita akan absen terlebih dahulu" ucap panitia camp
Para anggota osis pun mulai mengabsen siswa yang ikut serta dalam camp
Nara duduk bersama kesha dan angga duduk bersama rio di bus yang sama
"Baiklah semua sudah lengkap, mari kita berangkat pastikan jangan ada yang tertinggal" ucap panitia camp
"Sebelum kita berangkat mari kita berdoa terlebih dahulu, berdoa di mulai - berdoa selesai" ucap panitia camp tersebut
Bis berangkat menuju lokasi kamp
Angga bingung mengapa nara terlihat gelisah sejak tadi
Angga menghampiri bangku nara dan menyuruh kesha bertukar tempat duduk
Angga duduk di samping nara
"Ada apa" tanya angga
"Itu hewan peliharaan aku ada yang beberapa belum di amanin" jawab nara mengecil kan suaranya
Memang lokasi hutan terlarang itu adalah tempat salah satu markas nara, khusus untuk hewan peliharaannya, di sana hewan peliharaan nara di lepas liarkan di hutan.
sebab itu hutan tersebut dinyatakan terlarang karena terdapat hewan hewan buas disana
"Memang apa saja yang belum di amankan" tanya angga
"2 singa, 2 serigala, dan 1 elang kesayangan ku" ucap nara
"Kau jangan hawatir kita akan berusaha menjaga siswa disini" ucap angga meyakin kan nara
Nara mengangguk
Bus berhenti di pinggiran hutan, seluruh siswa di minta untuk turun dari bis
"Dari sini kita akan sedikit berjalan ke dalam hutan" ucap ketua osis
"Tapi kak ini kan hutan terlarang, kalo di dalamnya ada hewan buas gimana" ucap salah satu siswa
"Insyaallah kita akan di lindungi, kita masuk sedikit saja, tidak sampai ke tengah hutan" ucap waketos
Para siswa mulai masuk kedalam hutan terlarang
Beberapa menit kemudian
"Sepertinya kita berkemah di sini saja, ayo sekarang bangun tenda masing masing" ucap ketos
Nara dan kesha mulai membangun tenda nya
Begitu pula sarah dkk dan cecil dkk
Saat nara selesai membangun tenda, cecil dkk dan sarah dkk tenda mereka belum sama sekali berdiri
Memang saat masih bersama biasanya sarah dkk mengandalkan nara dan kesha
Cecil mencoba meminta pertolongan pada angga
"Angga tolong bikinin tendanya dong" ucap cecil dengan nada manja
"Bikin aja sendiri" ucap angga melengos pergi meninggalkan mereka
"Abaangg, bantuin cecil dong" rengek cecil
Ronald dan Renold memutar bola mata malas namun tak urung membantu adiknya itu
Sedangkan rio dan geo membantu sarah dkk
_________________________
Angga menghampiri nara yang berada di tendanya
"Loh kenapa disini" tanya nara
"Ada nenek lampir" jawab angga malas
Angga membaringkan kepalanya di pangkuan nara yang masih sibuk membereskan barang barangnya
"Nanti aku boleh tidur di sinikan" tanya angga
Baru saja ingin menjawab, ucapan nara terpotong oleh omelan kesha
"Enggak enggak, nanti kalo lo disini gue dimana, kalo kita bertiga disini gue yang bakal jadi nyamuk" omel kesha
"Di tenda gue sama rio" ucap angga santai
"Enak aja enggak enggak" bantah kesha
"Gak mau tau pokonya gue tidur di sini" ucap angga
"Engga enggak ma-" ucapan kesha terhenti
"Kalian kalo mau berantem, berantem di luar" ucap nara
Angga dan kesha langsung terdiam
Nara melanjutkan membereskan barang barangnya
"Panggilan pada seluruh siswa yang sudah membangun tendanya, harap berkumpul sebentar" ucap panitia camp
Nara, angga dan kesha pun segera berkumpul
"Baiklah disini kakak akan menjelaskan peraturan-peraturan yang berlaku
Pertama, kita disini selama 3 hari, hari ini dan 2 hari kedepan
Kedua, karena ini kawasan terlarang kalian jika ingin bepergian harus memberi tahu dan mendapat izin dari panitia atau anggota osis
Ketiga, ingat ini kawasan hutan jangan membuang atau meninggalkan sampah di mana pun
Keempat, jika kalian menemukan hewan berbisa seperti ular dan yg lainnya segera beritau kakak panitia
Kelima, untuk makan kita akan mencoba berburu burung atau kelinci
Keenam, jika ada yang sakit segera beritahu kakak panitia agar dapat di perbolehkan pulang
Untuk saat ini itu saja, jika ada yg lain akan kakak beritahukan" ucap panitia camp yang merupakan salah satu alumni siswa AIHS
Para siswa bubar ke tenda masing masing
Sore menjelang
"Untuk siswa laki laki ikut kami untuk berburu di hutan" ucap ketos
"Angga di panggil tuh sama ketos" ucap nara pada angga yang masih berbaring di pangkuannya
Angga menggeleng
"Cape, lagi pula gak usah jauh jauh di sini juga bisa" ucap angga
"Terserah deh" ucap nara
Nara memainkan rambut angga sedangkan angga terus memeluk nara
"Angga udah sore nanti keburu malem" ucap angga
"Sama kamu" rengek angga
"Iyah deh iyah" ucap nara lalu menarik angga keluar tenda dan memasuki hutan
Tak terlalu jauh angga dan nara langsung mengeluarkan pistol kedap suaranya
"Kita bersaing, siapa yang lebih banyak dapet hewan buruan" tantang nara
"Kalo aku menang, aku dapet apa" tanya angga
"Nanti aku masakin deh" jawab nara
"Kurang" ucap angga
"Terus kamu mau apa" tanya nara
Tangan angga menangkup wajah nara dan membelai bibir nara
"Mau ini" jawab angga
"I-iya deh, tapi kalo aku menang kamu yang harus masakin buat aku, gimana deal" ucap nara sambil mengulurkan tangannya
"Deal" ucap angga sambil menerima uluran tangan nara
Mereka mulai menembaki setiap burung dan kelinci yang lewat di sekitarnya
Hewan buruan mereka sekarang seri 25-25
"Kita seri, jadi tidak ada yang melaksanakan hukumannya" ucap nara
"Tidak kamu salah" ucap angga dengan senyumannya dan langsung menembak kedua arah (ke atas dan samping)
Burung yg terkena tembakan seketika terjatuh ke tanah
"Kau kalah 2 hewan buruan" ucap angga langsung berjalan mendekati nara
Nara melangkah mundur, namun sayangnya langkahnya terhalangi oleh pohon
Angga segera mengurung tubuh nara diantara kedua lengannya
"Jadi aku harus menciummu 2 kali" ucap angga disamping telinga nara
"Ta-tapi bukan begitu perjanjian uhmm-" ucapan nara terjenti karena ciuman tiba tiba dari angga
Bukan lagi ciuman yang lembut, namun ciuman yang lebih di dominasi oleh angga
Nara meremas baju angga dan angga semakin memperdalam ciumannya
Nara yang sudah kehabisan nafas memukul pelan dada angga
Angga yang mengerti melepaskan pangutannya
"Hahh,, haahh" sengal nafas mereka
Baru saja nafasnya normal kembali angga kembali menciumnya dengan angga yang mendominasi, nara hanya dapat menerimanya
"Apakah ini sifat asli angga, benar benar liar" pikir nara
Angga menggigit bibir bawah nara, sehingga menimbulkan luka
"Sttss" ringis nara saat angga menggigit bibir bawahnya
Angga mengulum bibir bawah nara hingga sedikit bengkak
Angga melepaskan pangutannya dan mengelap bibir nara yang sedikit bengkak dengan ibu jarinya
Nara menormalkan nafasnya
Angga mengecup puncak kepala nara dan berjalan mengambil hewan buruannya yang terakhir
Angga memasukkan buruannya dan nara kedalam kantung kresek
Angga memeluk pinggang nara dan berjalan kembali ke tenda
Di tenda para siswa yang berburu sudah kembali, 1 orang siswa mendapat 1 buruan, hanya beberapa yang mendapat lebih dari 1 buruan
Angga menarik tangan nara mendekati panitia memberikan hasil buruannya dan nara pada para panitia, lalu mereka langsung meninggalkan para panitia tersebut
Sebelumnya mereka sudah memisahkan sedikit buruannya untuk mereka dan sahabatnya makan
Panitia menerima kantung kresek tersebut dan membukanya. Betapa terkejutnya mereka melihat hasil buruan yg angga dapatkan
"Kalo gini seorang bisa kebagian satu ekor nih" ucap para anggota osis
"Hooh" ucap yg lain membenarkan
"Jadi kita tinggal cari kayu bakarnya" ucap waketos
Para panitia, anggota osis, dan siswa yg tadi ikut berburu kembali memasuki hutan untuk mencari kayu bakar
malam harinya, api unggun sudah di nyalakan, panitia mengumpulkan para siswi di sekitaran api unggun
"Kami sudah berburu ke hutan dan mencari kayu bakar, sekarang tugas kalian adalah memasak untuk semuanya, ingat 1 siswa mendapat 1 ekor daging" ucap ketos
Para siswi mengangguk mengerti, mereka mulai membersihkan daging hasil buruan tersebut
Berbeda dengan nara yang sedang sibuk di tendanya menyiapkan makanan yang iya janjikan pada angga
Nara keluar tenda melihat kesekeliling, para siswi yg lain ada yang sedang membakar daging dan ada yang masih memberi bumbu
Pandangan nara terhenti melihat angga yang sedang bersama sahabat sahabatnya
Nara menghampiri angga
"Angga tolong nyalain apinya, buat ngebakar ini" ucap nara
Angga nengangguk dan mulai menyalakan api
"Itu kok banyak banget sih, buat siapa aja" tanya rio
"Buat kalian sama kesha juga" ucap nara sambil menusuk daging kelinci tersebut dengan bambu
"Apinya udah nyala, inget yang enak yah" ucap angga sambil mengacak pelan rambut nara
Nara mengangguk mengiyakan dan mulai membakar daging kelinci tersebut
"Naraa lo kemana aja gue cariin" teriak kesha
"Gue disini, nah kebetulan lo disini, bantu gua bakar ni daging" ucap nara
Kesha mengangguk dan membantu nara membakar daging
Setelah beberapa menit daging tersebut matang
"Udah matang nih" ucap nara memindahkan daging tersebut di daun pisang
"Nasinya udah di sediain sama panitia, tinggal minta aja katanya" ucap kesha
"Gimana kalo makannya di tenda kita aja" ucap Renold
Mereka semuapun menyetujui perkataan renold dan berjalan ke arah tenda duo R yg cukup besar
Sedangkan rio dan geo meminta nasi pada panitia
Nara memberikan masakan yg dia janjikan pada angga
"Terima kasih" ucap angga di balas anggukan oleh nara
Tak lama rio dan geo datang membawa nasi
Merekapun mengambil makanan mereka dan berdoa terlebih dahulu sebelum makan
"Gilaa, enak banget" ucap renold
"Emang gk terkalahkan deh" ucap geo
"Bikin nagih ini mah" ucap rio
"Kok punya lo dagingnya kayak beda dari kita" tanya rio pada angga
"Wah pasti di buatin khusus nih, gue mau coba" ucap renold mencoba menggapai daging angga
"Ayolah sedikit aja" ucap rio dengan mata puppy eyes nya
"Iyah sedikit aja" ucap geo ikutan memohon
"Gak mau, ini punya gua" ucap angga menyembunyikan dagingnya
"Ayolahh, pliiss" ucap renold, rio, dan geo
"No" ucap angga singkat
"Wah lebih enak punya si angga" ucap Ronald yg baru saja mencoba daging milik angga
"Beneran" ucap renold langsung merebut daging tersebut dari angga
"Gilleee, perfect banget dagingnya rasanya pas banget" ucap renold
"Mana mana gue mau coba" ucap geo dan rio
"Waahh sumpah enak banget, dagingnya lembut" ucap rio
"Gue mau makan yang ini pokonya" ucap geo
Dan jadilah 1 daging kelinci di perebutkan oleh 4 orang
Angga memandang dingin sahabat sahabatnya itu dan beranjak pergi menuju tendanya
"Angga" panggil nara
Semua pandangan tertuju pada angga yang keluar tenda
Nara bergegas mengambil makananya dan angga, lalu menyusul angga
Para sahabat angga memandang adegan tersebut sambil memakan daging yg telah di rebut tadi
Setelah tersadar bahwa daging tersebut ada di tangan rio, mereka kembali berebut daging tersebut dengan rio
_____________________
"Angga " panggil nara kepada angga yang baru saja masuk ke tendanya
Nara duduk di samping angga yg sedang memainkan ponselnya
"Nanti aku buatin lagi yah, kamu jangan marah gitu dong" ucap nara
"Nanti aku buatin yang lebih enak deh" lanjut nara
Angga mengangguk
"Sekarang makannya pake daging ini dulu, sama sama enak kok" ucap nara sambil menyuapkan nasi dan lauknya ke mulut angga
Nara dengan telaten menyuapi angga sesekali menyuapkan ke mulutnya
"Udah habis, aku cuci tangan dulu" ucap nara dan hendak berdiri namun dicekal oleh angga
Angga menjilat tangan nara yang dipakai menyuapinya
"Uhmm, angga jangan gini" ucap nara saat merasakan aliran listrik ditubuhnya saat angga menjilat tangannya
"Angga hentikan" ucap nara namun di acuhkan oleh angga yang terus menjilati tangan nara
Tubuh nara melemas
"Uhmm, angga lepasin" ucap nara dengan tubuh bergetar
"Tubuh mu benar benar sensitif" ucap angga sambil terus menjilati tangan nara
"Angga berhenti ak-aku, t-tubuhku lemas, uhhh,," ucap nara dengan muka yang sudah semerah tomat
"Kalian ngapain" teriak cecil
Nara langsung menarik tangannya dari genggaman angga dan berlari keluar tenda
"Kamu ngapain sama dia" tanya cecil
"Bukan urusan lo" ucap angga lalu pergi keluar tendanya
"Tapi aku udah bikin daging ini buat kamu" ucap cecil
"Gue udah makan, lo makan aja sendiri" jawab angga lalu pergi menghampiri sahabatnya
Setelah mencuci tangannya, nara langsung menuju tendanya dan menunggu kesha datang
Namun kesha tak kunjung datang, nara memutuskan untuk tidur terlebih dahulu
Nara merasakan tangan melingkar di perutnya
Nara berbalik dan mendapati angga yang sedang memejamkan matanya
"Keshanya mana ngga" tanya nara
"Dia sama rio" jawab angga
Nara mengangguk dan kembali memejamkan matanya menuju alam mimpi
Tp ini nikahannya anak2 sultan semuanya..... Pak penghulu dpt amplop tebel ini