NovelToon NovelToon
My Perfect Husband

My Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Listri Amanda Putri

SELAMAT MEMBACA🤗🤗🤗





Tentang perjodohan konyol yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka membuat Raffa dan Kaila tumbuh dewasa lebih cepat

Raffa Arsenio mau tak mau menyetujui permintaan papanya untuk menikah karena terlibat janji dengan sahabatnya.

Kaila Leteshia diam-diam menyukai Raffa namun ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya kepada Raffa dan entah keberuntungan apa yang ia dapat hingga suatu hari orang tuanya menjodohkannya dengan laki-laki yang ia cintai.

Awal pernikahan mereka saling berusaha untuk terbiasa satu sama lain dan Raffa berusaha untuk mencintai Kaila dengan hatinya.

Namun apakah cinta keduanya akan berjalan mulus? apa saja masalah yang akan dihadapi oleh keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Listri Amanda Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sayang?

"Lo! kenapa jadi ikut-ikutan kaya Kailanya gue?" tanya Alvaro.

Elisa menganga mendengarnya, tak ayal para siswi disana juga memekik kaget mendengarnya.

Permainan basket di depan mereka sudah tak menarik lagi semenjak kehadiran Alvaro dan kata-katanya yang begitu aneh hari ini.

"Kailanya elo?" ulang Elisa dan Al menganggukkan kepalanya.

"Oh my god! Kaila, lo pake pelet apa sampai Al bisa gini sama elo?" pekik Elisa histeris.

Kaila mendengus kasar, menatap Al dengan tatapan tajam saja sepertinya tidak cukup untuk membuatnya berhenti mengganggu Kaila.

"Aduh udah deh, eh elo udah ya cukup-cukup jangan ganggu gue!" Kaila berdiri, ia langsung menarik tangan Elisa dan berjalan meninggalkan Al disana.

"Eh kita mau kemana La? itu kasian most wanted loh elo anggurin sendirin disana." ucap Elisa.

"Apaan sih Sa, mau most wanted kek mau artis kek mau idol kpop atau justin bieber sekali pun gue gak peduli Sa.." jawabnya.

Elisa menghela nafasnya, "Oke-oke... tapi pelan-pelan dong La.."

Sedangkan Al langsung tersenyum menang melihat Kaila yang begitu kesal dengan tingkahnya. Alvaro sendiri juga tidak tahu mengapa ia begitu terobsesi untuk membuat Kaila kesal saat mengetahui gadis itu tidak tergila-gila dengan dirinya.

"Sial! dia semakim memikat dimata gue." batin Al.

Al pergi dari sana, tidak ada Kaila untuk apa Al berada disana bersama dengan kerumunan siswi yang begitu berisik.

Berbeda dengan Raffa, ia tengah sibuk bermain game online bersama Ravi, Alex dan juga Aksa di dalam kelas.

"Ck, si*alan kalah lagi gue!" umpat Alex, sudah ketiga kalinya ia kalah melawan Raffa dan juga Aksa.

Ravi di samping Alex juga ikut memasang wajah masam miliknya, sedangkan Aksa tersenyum penuh kemenangan.

"Jangan lupa beliin kita berdua minuman plus makanan di kantin hari ini." ucap Raffa, ia juga tersenyum penuh kemenangan.

"Iya-iya! ayok Lex, gue mau beliin mereka sianida dulu elo beli kopinya." ajak Ravi.

Raffa dan Aksa membelalakkan matanya, "Enak aja lo kalo ngomong, ck." ucap Raffa.

"Sorry bro." ucap Alex, ia dan Ravi langsung pergi keluar kelas menuju ke kantin.

"Lo ada masalah apa sob akhir-akhir ini? susah banget mau ngumpul sama lo aja." tanya Aksa.

Raffa menatap sahabatnya itu tak bergeming, "Bukan masalah apa-apa." jawab Raffa cepat.

"Yakin? gue rasa ada sesuatu."

Raffa kembali diam, "Apa Aksa tahu kalau gue nyembunyiin pernikahan gue dan Kaila?" batinnya.

Raffa tahu Aksa pandai dalam segala hal, ia cepat dalam mencari tahu segala hal karena itu Raffa merasa Aksa mulai mengendus sedikit demi sedikit mengenai pernikahannya.

Puk.

"Gue keluar dulu, mau cari udara segar." ucap Raffa, ia meninggalkan Aksa di dalam kelas sendirian.

Raffa berjalan keluar, bersamaan dengan Kaila yang akan masuk ke dalam kelasnya, ingat kan jika kelas mereka samping-sampingan?

Kaila diam berdiri menatap Raffa, Elisa yang dibelakangnya hanya diam memperhatikan dua insan tersebut.

Sampai akhirnya Raffa berjalan ke arah Kaila, dengan cepat ia mengatakan sesuatu kepada Kaila.

"Ikut gue." ucapnya dan segera berlalu.

Kaila menatap punggung lebar suaminya itu, Elisa langsung menepuk bahu Kaila dan mengatakan "Susul suami lo sekarang, gue tunggu lo dikelas." ucapnya.

Elisa berlalu dan masuk ke dalam kelas, langsung saja Kaila menyusul Raffa yang berjalan tak jauh di depannya.

"Kenapa ke gudang belakang?" tanya Kaila pada dirinya sendiri.

Raffa berjalan masuk ke dalam gudang, membukanya dengan kunci yang entah ia dapatkan dari mana.

"Masuk La." ucap Raffa.

Kaila masuk ke dalam gudang, ia melihat sekeliling ada banyak tumpukan kardus dan juga kursi dan meja rusak di pinggiran. Gudang tersebut juga lumayan berdebu.

"Ada apa Raff?" tanya Kaila.

Raffa berjalan mendekati Kaila mengikis jarak diantara keduanya namun Kaila malah merasa takut dengan Raffa, ia mundur selangkah.

Namun Raffa ikut melangkahkan kakinya ke depan selangkah, dengan begitu Kaila kembali mundur selangkah demi dan Raffa melangkahkan kakinya lagi.

"Raff? lo kenapa?" tanya Kaila.

Namun Raffa hanya diam, ia terus melangkahkan kakinya. Mau tak mau Kaila terus melangkah mundur hingga tubuhnya berbenturan dengan dinding dibelakangnya terhimpit oleh beberapa meja rusak yang ada disampingnya.

"Raff.." panggil Kaila lirih, ia menjadi takut dengan Raffa jika begini.

"Iya Kaila?"

"Kita mau ngapain disini? ada apa?" tanyanya.

"Gue mau diskusi tentang permintaan ayah dan bunda." jawabnya.

Kaila mengernyitkan dahinya, "Maksudnya?"

Tuk

"Lo pelupa ternyata."

"Gue gak pelupa Raff, no! lo kurang jelas kasih gue clue."

Raffa tertawa pelan mendengarnya, "Oke oke, gue mau diskusiin tentang panggilan baru kita?"

Kaila mengerjapkan matanya, pipinya terasa panas saat mendengar kata 'Kita' terucap dari bibir Raffa.

"La?" panggil Raffa.

"Iya?"

"Jadi gue harus manggil lo apa mulai sekarang?" tanyanya.

Kaila meletakkan kedua tangannya di dada, debaran jantungnya begitu terasa disana.

"Aduh La, begini aja kok elo bisa deg-degan sih..." batinnya.

"Sayang?"

Kaila mendongakkan wajahnya untuk melihat Raffa yang juga tengah menatapnya dalam, bahkan Kaila bisa melihat tatapan Raffa berbeda dari biasanya.

"Sa-sayang?" ulang Kaila.

"Gue salah denger kan? Raffa beneran manggil gue sayang? ini serius?" batinnya.

Raffa mengelus pelan rambut Kaila yang terasa halus tepat di dekat dahinya dan entah mengapa Kaila merasa seakan luluh dengan sentuhan Raffa.

"Ayo kita ubah panggilan kita berdua, mulai sekarang aku bakalan pakai aku-kamu kalau bicara sama kamu gimana?" tanya Raffa.

Kaila menganggukkan kepalanya, "I-iya.."

Ia menundukkan kepalanya menyembunyikan semburat kemerahan di pipinya yang sepertinya terlihat jelas sekarang.

"Tapi aku mau kita punya panggilan juga untuk masing-masing, gimana La kamu mau kan?" tanya Raffa lagi.

Kaila hanya menganggukkan kepalanya namun tidak mengangkat kepalanya membuat Raffa gemas sendiri dengannya.

"Jangan nunduk, aku gak bisa liat mata cantik kamu kalau begitu." ucapnya.

Kaila membelalakkan matanya dalam tundukannya, "Gue gak salah denger lagi? Raffa bilang mata gue cantik? AAAAAAA!!!!" Pekik Kaila dalam hatinya.

"Kaila sayang?" panggil Raffa, ia menangkup pipi Kaila dan mengangkat wajahnya agar Raffa bisa menatap lagi mata indah milik istrinya itu.

"Gimana? kamu suka kalau aku panggil sayang?" tanya Raffa.

"Suka! suka banget!" batin Kaila.

"I-iya.."

Raffa tersenyum manis mendengarnya, senyuman yang dulu jarang Kaila lihat namun sering ia nikmati semenjak menikah.

"La, aku boleh minta peluk sekarang?" tanya Raffa.

"Hah? apaan sih Raff."

"Raffa, ada apa sama kamu hari ini... apa gue salah kasih dia sarapan ya tadi pagi?" batin Kaila.

"Kenapa gue tiba-tiba minta peluk? astaga! gue pasti udah gila." batin Raffa.

"Bolehkan?" tanyanya lagi.

Kaila mengangguk lalu menundukkan kepalanya, langsung saja Raffa memeluknya dengan erat.

Pelukan dari Kaila benar-benar candu bagi Raffa, ada kenyamanan, ketenangan dan kehangatan tersendiri yang ia dapati saat memeluk tubuh istrinya.

"Peluk aku La, peluk aku..." gumam Raffa.

Kaila membalas pelukan Raffa, ia senang Raffa bisa sedekat ini dengannya sekarang dan lupakan untuk sementara dimana mereka berada sekarang.

1
Hasma Semma
.
Inaya irdina
ko ortunya bisa g tau kalo mereka satu sekolahan? kan kenal deket seperti sodara
Nurhayati
seru banget nih
Tuningsih
lanjut thooor makin seru ceritanya
Arif Nur Muhammad
kalo ngantuk TDR dulu thour jangan ngetik kan typo tulisannya, jadinya nggak bagus bacaannya kebanyakan typo tulisannya
Amelia Lia
wah ternyata si raffa msh limbung dg hati n perasaanx sm Kayla hmmmm.... mayak 😏
Amelia Lia
nie si alvaro yg punya sklh apa yyy...... gitu amet ngmongx 🤔🙄
Amelia Lia
wah siapa penguntit misterius itu yyyy 🤔🤔
Amelia Lia
si micin msh krg paham sm bahasa manusia 🤣🤣
Amelia Lia
so sweet.......
btw siapa yg d'pesan raffa TF uang yyyy 🤔
Amelia Lia
jungkir balik dunia raffa..... 😱😱🤪🤪
Amelia Lia
keren 😎😎😎😎
Amelia Lia
affa Iyah tu first kissx si raffa 🤔🤪
Amelia Lia
meleleh liat sikap raffa ke kaila.....
moga aja celine g'ada niatan n rencana jahat buat misah'in kaila n raffa 😏
Amelia Lia
jgn smpai si micin jd jahat sm kaila setelah d'putusin raffa 😟
Amelia Lia
klo cemburu yg bnr donk jgn semua d'pertahanin 🙄
Amelia Lia
woow ternyata kaila si juara umum 😱😱
Amelia Lia
jomblo berisik 🤣🤣
Amelia Lia
ntix ada hati yg tersakiti entah hati yg mana 🤪
Amelia Lia
tu para sahabat knp mrh segitux sm raffa.... saat tau raffa uda nikah 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!