Menceritakan seorang gadis anak yatim piatu , tinggal bersama paman dan bibinya , ibu dan ayahku meninggal di saat usia ku masih 8thn,
Sonya di jodohkan dengan fasya pamungkas anaknya pak bagaskara , oleh pamannya untuk membayarkan utang² mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Nurlaela sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
"Jangan pernah sekali-kali kau berani mendekati istriku!! Jika sampai aku melihat kau masih berusaha mendekati istriku,ku pastikan kau akan habis di tanganku!!" ancamnya lalu segera menarik kuat tangan sonya menuju keluar caffe. Sebelum keluar,sonya mengambil tas nya yang tergeletak diatas kursi dan meminta maaf kepada Apriando "Ando,maaf." ucapnya lirih.
Apriando melihat kepergian sonya dan suaminya dengan pandangan sendu,tangannya memegang sudut bibirnya yang terasa perih dan nyeri. Orang² yang tadi berkerumun pun satu persatu mulai pergi dan kembali ke mejanya masing²,saat dirasa sudah tak ada lagi tontonan yang seru bagi mereka. Itulah warga +62 bukannya membantu,mereka malah asik menonton bahkan ada yang sampai memvideonya untuk di jadikan konten di sosial medianya. Hhh~ memang ya konten untuk menambah followers lebih penting daripada menolong seseorang yang membutuhkan bantuan. Rasa kepedulian yang mereka punya telah tergantikan oleh keegoisan yang mereka utamakan.
Fasya membuka pintu mobil sebelah kemudi lalu mendorong sonya masuk dengan sedikit kasar,membuat lutut kanan sonya terbentur dashboard mobilnya menimbulkan sedikit ruam merah di lututnya. Ia menutup pintu mobil itu kasar setelah memastikan sonya duduk dan telah memasang seatbeltnya dengan benar. Ia pun berlari kearah pintu kemudi lalu segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata²,setelah sebelumnya menutup pintu dan menyalakan mesin mobil.
Sesampainya mereka di rumah fasya segera menarik kuat pergelangan tangan sonya dan membawanya ke kamar mereka. Saat di perjalanan tadi pun tak ada di antara keduanya yang berbicara,sonya hanya diam sambil melihat perjalanan dari kaca mobil karena melihat fasya yang menyetir dengan rahang yang mengeras juga sorot mata tajam yang terus menatap ke arah depan,membuat sonya hanya diam karena takut.
Fasya membanting tubuh sonya lalu menindihnya dengan kedua tangan yang memegang erat tangan sonya agar tak berontak. Fasya menatap tajam sonya membuat sonya yang tadinya membuka mulut untuk protes langsung mengatupkan bibirnya rapat.
"Siapa lelaki tadi?" tanya fasya dengan nada lembut saat melihat sonya yang ketakutan karenanya. "Eumm~ dia hanya teman sekelasku,kami sedang belajar kelompok. Sebenarnya kami bertiga tetapi laras tadi izin ke toilet,hingga saat mas datang mas hanya melihat aku berdua dengannya. Mas salah paham" jelas sonya sambil menatap dalam mata fasya berusaha menyelami iris sehitam jelaga itu.
"Hhh~ tapi kenapa kau tak bilang dulu kepadaku? Kau tau? Aku khawatir saat tak menemukan keberadaan mu di sekolah" ucapnya dengan tangan yang mengelus lembut pipi kiri sonya dengan tangan kanannya. "Maaf telah membuat mas khawatir,tapikan mas juga tau ponselku rusak saat mas membantingnya. Ingin meminjam ponsel laras pun percuma karena aku tak ingat nomor mas" fasya yang mendengar alasan sonya pun hanya menghela napasnya lalu bangkit dari tubuh sonya dan berjalan menuju laci nakas di sebelah ranjang.
"Ini,untukmu" sonya menatap fasya dengan tatapan bertanya saat fasya menyodorkan sebuah paper bag ke hadapannya. "Apa ini?" tanya nya lalu menerima paper bag itu dan membukanya. Sonya terkejut saat melihat isi paper bag itu yang ternyata sebuah ponsel keluaran terbaru. "Mas,ini...untukku?" tanya sonya dengan pandangan tak percaya,fasya hanya menganggu kan kepalanya dan tersenyum dengan tangan yang mengelus lembut puncak kepala sonya. "Tapi mas,ini pasti mahal sekali" lanjutnya. "Tak apa. Kau membutuhkannya,dan maaf karena perbuatanku selama ini. Maaf karena telah merusak ponsel berharga mu,dan maaf karena telah berlaku kasar kepadamu tadi. Aku hanya tak ingin melihat kau dengan lelaki lain,kau hanya milikku. Milikku!" ujar fasya tegas. Entahlah tiba² perkataan itu terlontar begitu saja keluar dari mulutnya tanpa dipikirkan terlebih dahulu olehnya.
Sonya menatap fasya dengan mata yang berkaca-kaca,sungguh hatinya merasa senang dan terharu saat fasya meminta maaf kepadanya dan mengatakan bahwa ia hanya milik fasya seorang.
'Apakah perjuanganku selama ini tak sia²? Apa fasya sudah mulai menerima ku? Jika iya,aku sangat bersyukur sekali. Terimakasih ya allah kau telah menjawab semua do'a² ku selama ini' batin sonya. Tanpa disadarinya air matanya menetes lalu mengalir deras karena sangat terharu. Fasya yang melihat sonya menangis pun gelagapan. 'Kenapa sonya menangis? Apa kata² ku ada yang salah? Atau mungkin menyakitinya?' batinnya bertanya-tanya.
"Hey~ kenapa menangis hmm? Apa aku melukaimu? Atau kata²ku ada yang salah sampai menyakiti hatimu dan membuat kau menangis seperti ini?" tanya fasya bertubi-tubi. Sonya segera menggelengkan kepalanya lalu memeluk erat tubuh fasya,membuat fasya membalas pelukannya tak kalah erat. "Tidak,mas tidak menyakitiku. Aku hanya merasa senang karena sekarang mas sudah menganggap ku dan sangat² menyayangiku. Terimakasih karena telah menerima ku" ucap sonya sambil memper-erat pelukan keduanya. "Heyy~ aku yang seharusnya berterimakasih padamu. Karena kehadiran mu,membuat hidupku banyak berubah. Sudah tak usah menangis lagi,sekarang bersihkan badanmu lalu kita istirahat" ucap fasya lalu mengecup dalam kening sonya. Sonya yang dapat perlakuan seperti itu pun memejamkan matanya dengan senyuman yang tak luntur dari wajahnya,juga batinnya yang terus menerus mengucapkan rasa syukur dan terimakasih.
'Semoga kedepannya rumah tangga ku baik² saja,hanya ada kesenangan yang menghiasinya. Aminn~' do'anya dalam hati.
Ya semoga saja. Kita tak tau kedepannya seperti apa. Namun sepertinya kisah percintaan fasya dan sonya baru dimulai~.