NovelToon NovelToon
MY LITTLE HUSBAND

MY LITTLE HUSBAND

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: athania

Dijodohkan dengan lelaki yang lebih muda 5 tahun darimu, apa kamu mau?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon athania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemauan

Ekhem

Rey berdehem sambil membuang rambut ponynya ke belakang, satu sudut bibirnya terangkat naik sedikit demi sedikit, dia bahkan bersikap acuh ketika mendapat tatapan tidak suka dari Rico yang masih berdiri di hadapannya.

"Kalau begitu maaf ya Olivia jika aku mengganggu" lirih Rico pelan, lelaki dewasa itu memilih untuk kembali ke ruangannya tanpa mendengarkan ucapan balasan dari Olivia.

Sepeninggal Rico, Rey juga akhirnya berpamitan.

"Kau selesai bekerja jam berapa?"

"Jam 8 malam"

"Baiklah nanti aku jemput, aku akan kembali ke sekolah" Rey mengangkat tangannya, dia seperti akan melambaikan tangan namun gerakan tangannya kaku. "Jangan bekerja terlalu keras sayang" lanjutnya kemudian membalikkan tubuhnya dan berlari seperti salah tingkah.

"Cih! apa dia salah makan tadi kenapa memanggilku sayang!" ketus Olivia sambil membelalakan matanya, ia juga beralih untuk masuk menuju ke dalam ruangannya namun pandangannya bertemu dengan Rena yang ternyata memperhatikan kejadian barusan sejak awal mula. Wajah Olivia memerah ia malu dan tidak bisa lagi menutupi hubungannya dengan Rey.

"Apa kak Oliv baik-baik saja?" tanya Rena kemudian mengekor padanya.

"Aku baik-baik saja Rena" Olivia menundukkan kepalanya dan berjalan cepat.

"Wah senangnya tadi ka Oliv berada di antara dua lelaki tampan"

"Tampan? mereka berdua memang tampan sih" Olivia mendudukan dirinya dan mulai membuka-buka dokumen yang tergeletak di mejanya.

"Iya keduanya juga gagah meski terpaut usia yang cukup jauh, Rey itu umurnya berapa kak? apa dia benar-benar masih sekolah?" tanya Rena penasaran.

"Hhaaahhh, aku tidak bisa menyembunyikannya lagi darimu Rena" jawab Olivia sambil menghela napas.

"Kalau kak Oliv belum mau menceritakannya padaku juga tidak apa-apa, aku hanya sedikit kagum dengan sikap Rey tadi dia nampak jelas tidak suka saat kak Oliv di dekati oleh pria yang lain"

"Be-benarkah?" wajah Olivia menghangat.

"Iya, setidaknya itulah pendapatku"

"Baiklah Rena lebih baik aku menceritakan semuanya" jelas Olivia mantap, kegiatan bekerja itu pun tertunda karena sang bos memilih untuk mengumbar kisahnya. Rena terlihat sangat fokus menyimak kisah perjodohan sepasang kekasih yang sangat unik ini.

***

Gadis yang berprofesi sebagai manager perusahaan itu sedang membereskan berkas di dalam ruangannya dan bersiap pulang, seperti biasa ia telah menyuruh sekretarisnya untuk pulang duluan karena arah rumah yang jauh berbeda. Olivia berjalan santai menuju lobi dan berhenti di sana, ia mengedarkan pandangannya belum ada tanda-tanda mobil Rey yang akan menjemputnya. Di ambilnya ponsel dari dalam tas dan menatap sejenak nomor kontak yang bernama cebol.

Ceekkkiitt

Sebuah mobil sport berwarna silver nampak berhenti mendadak di depannya.

"Iiissshhh kenapa dia ganti mobil! apa dia mau pamer!" umpat Olivia menolehkan wajahnya ke lain sisi.

"Hai nona manager, apa butuh tumpangan?" tanya Rey setelah menurunkan kaca mobilnya.

Gadis yang di tanyainya tak menjawab, ia berjalan memutar dan langsung menduduki kursi di samping pengemudi.

"Ingat mengemudikannya pelan-pelan!" ucap Olivia mengingatkan.

"Mobil ini di ciptakan untuk berlari" balas Rey kemudian melajukan mobilnya kencang.

"Rreeeyyyy!!" teriak Olivia beruntung ia sudah memastikan dirinya safety.

Sudah hampir setengah perjalanan menuju rumah Olivia, tak ada pembicaraan di antara mereka.

"Jangkung" panggil Rey memecah keheningan.

"Hem"

"Siapa si kumis itu?"

"Si kumis? siapa yang kau maksud si kumis?" tanya Olivia tak mengerti.

"Lelaki dewasa yang ingin mengantarmu pulang tadi siang"

"Dia tidak berkumis cebol! bisa-bisanya kau menyebutnya seperti itu"

"Dia sudah tua kalau tidak di cukur dia pasti sudah kumisan"

"Heeemmm, tapi saat ini di wajahnya bahkan tidak ada satu helai kumis pun yang tumbuh" bela Olivia.

"Terserah, aku mau memanggilnya seperti itu. Dia siapamu?" Rey bertanya sambil fokus menatap ke jalanan.

"Dia direktur di perusahaan ayahku, kebetulan dia juga adalah kakak seniorku sewaktu di Singapura dulu"

"Oh ternyata dia lebih tua dari pada yang aku duga"

"Usiaku dan usianya hanya berbeda satu tahun cebol!"

"Pokoknya sudah tua, aku ingin memperingatkanmu untuk jangan dekat-dekat dengannya"

"Aku dan kak Rico memang berteman secara normal, hubungan kami tidak ada yang spesial" jelas Olivia tak ingin Rey salah paham.

"Kenapa kau memanggilnya kakak sedangkan padaku kau memanggilku cebol?"

"Haha, pertanyaan aneh. Tentu saja karena dia lebih tua dariku sedangkan kau? memangnya kau mau ku panggil apa?" Olivia menatap Rey menunggu jawabannya.

"Panggil aku mas" jawabnya singkat membuat Olivia tidak bisa menahan tawanya.

"Apa? mas? Huahahahuahaha" perut Olivia terasa geli.

"Kenapa malah tertawa? kau harus belajar memanggilku seperti barusan"

"Kau tidak waras ya Rey, usia kita saja berbeda hampir 5 tahun lebih, kau lebih muda dariku"

"Dalam kehidupan pasangan hal itu tidak jadi masalah, lagipula nanti aku akan jadi kepala keluarga"

"Apa?" mendengar kata kepala keluarga cukup mengejutkan bagi Olivia, lagi-lagi Rey bersikap seperti orang dewasa. Gadis berambut panjang itu berhenti untuk menatapnya dan menoleh kembali ke depan.

Kriiittt

Kali ini Rey memberhentikan mobilnya pelan, mereka telah tiba di tempat tujuan.

"Kau tidak usah mampir ya, lebih baik cepat pulang. Kau harus beristirahat besok pagi sekolah" ucap Olivia seolah memberi wejangan, ia mendorong pintu dan menurunkan kakinya.

"Aku mau menyapa ayah dan ibu mertua" kilah Rey kemudian ikut turun.

"Sejak kapan kau memanggil kedua orangtuaku begitu? hampir setiap hari kau menyapanya, hari ini libur dulu" Olivia mendorong bahu Rey untuk masuk ke dalam mobil kembali.

"Tapi"

"Besok lagi saja ya, hari ini terima kasih sudah mengantar dan menjemputku" Olivia melangkahkan kakinya menuju rumah.

"Jangan lengah terhadap laki-laki lain dan jangan lupa memanggilku mas!!" teriak Rey kemudian dia tersenyum dan melajukan kendaraannya.

"Bocah itu banyak maunya!!" keluh Olivia memandang Rey pergi, lalu ia berjalan ke arah pintu masuk yang telah terbuka.

"Aku pulang ayah ibu" sapanya setelah melewati ruang tamu, kedua orangtuanya nampak tengah duduk bercengkrama.

"Halo sayang" sapa kompak Danu dan Laras pada putri semata wayangnya.

"Duduklah kemari" pinta ayah yang menepuk-nepuk kursi di sampingnya.

Olivia berangsut menurut dan mendaratkan bokongnya di sana.

"Ada apa ayah ibu?"

"Begini sayang, kami tadi sudah membicarakan tentang masa depanmu" jelas ayah.

"Masa depanku?"

"Iya, ini tentang perjodohanmu dengan Rey, ayah dan ibu sudah memutuskan akan mempercepat hari penikahan kalian mungkin sekitar satu bulan lagi" ucap ibu dengan mimik wajah serius.

"A-apa satu bulan lagi? tapi si cebol, maksudku Rey masih berstatus pelajar SMA bu"

"Tidak masalah Oliv, Rey itu kan laki-laki dia berada di pihak yang hanya menanam benih yang hamil nanti adalah kamu, jelas tidak akan mengganggu sekolahnya" timpal ayah.

"Menanam benih? hamil?" Olivia menjambak rambutnya tak percaya dengan apa yang di katakan kedua orangtuanya.

"Lagipula ayah merasa tidak enak kepada Alex jika terus menunda perjodohan ini, bantuannya sangat berarti bagi keluarga kita dan perusahaan, jadi sekarang pernikahan kalian tidak akan di tunda-tunda lagi" lanjut ayah.

"Tunggu dulu, masalah menanam benih dan hamil barusan yang ayah katakan tidak bersungguh-sungguh kan? maksudku aku tidak masalah jika harus cepat menikah, hanya hanya saja Rey masih terlalu kecil untuk melakukan hubungan orang dewasa" ayah dan ibu malah terkikik mendengar ucapan Olivia.

"Hahaha, Oliv sayang lelaki kalau sudah akhil baligh tentu tidak ada masalah dengan keperkasaannya, entah itu dia masih kecil atau pun sudah dewasa, pokoknya kalian tidak usah repot-repot memikirkannya, urusan dan segala keperluan pernikahan biar ayah dan Alex yang akan mengaturnya"

"TIDAAAAKKKKKKKK" teriak Olivia tiba-tiba meracau tak bisa membayangkan.

1
Ninu3
novel lucu bagus lanjuuut baca
starchaser
Luar biasa
A&R
lumbis
Diana diana
kok aku ikutan malu sech . . wkwkwkwkwk
Diana diana
siapapun akan malu klo punya pacar masih pake seragam sekolah . .
Diana diana
cocok visualY . .
Diana diana
jangan bilang klo burung pipit kamu pake helm bogo yg klo d pake malah mengurangi kadar ketampanan pemakainya . . wkwkwk
Diana diana
cebol . . wkwkwkwk
Diana diana
balik lagiiiii . . wkwkwk
kangen sma pasangan ini
Thania: wah makasih byk kaka /Smile/
total 1 replies
Diana diana
kayak anakku , tiap demam emank gak pernh pergi berobat . cukup pake timun dan bawang merah yang d parut campur minyak herbal trus d balur k seluruh tubuh sambil d pijat pijat . .
Diana diana
jadi iklan tolak angin dah . .
Diana diana
Rey , kamu tuch pinter tapi masih banyak pengetahuan yang belum kamu fahami . .
Diana diana
wkwkwk . . kayak korban keroyokan
Elizabeth Zulfa
ku kira " Pipit " tuh tdi nama orang trnyata burungnya Rey 😅😅😅
Elizabeth Zulfa
mampiiirr...

keknya seru
🌹🪴eiv🪴🌹
aku disini 🤗
Diana diana
gak bisa memberikan komen apapun selain like & fav
seru soalnya
abdan syakura
Alhamdulillah.
senangnya..
see u Rey dan Oliv...🥰🥰🙏💪
abdan syakura
gak mau ah
cukup. Rey dan Oliv aza
Daniel di novel lain aj kak
abdan syakura
Miss u, kak Thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!