Mila Hamid adalah seorang wanita cantik, lembut dan memiliki senyuman yang hangat. Ia juga seorang wanita yang sangat mencintai suaminya, Irsyad Mauza. Mila Hamid dan Irsyad Mauza menikah karena permintaan ibu dari Irsyad yang menderita kanker hati. Irsyad yang sebenarnya telah memiliki kekasih pun dengan patuh menuruti keinginan ibunya. Irsyad menceraikan Mila tepat setelah seminggu kematian ibunya. Pernikahan mereka hanya bertahan selama 6 bulan, dan selama itu Irsyad selalu memperlakukan Mila dengan sangat baik, namun Irsyad tidak pernah menyentuh istrinya itu.
Tepat di hari perceraiannya, Mila mengalami kecelakaan hingga membuat kaki kirinya lumpuh total. Setelah lima tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan keduanya.
Akankah mereka bersatu kembali atau justru mereka kembali berpisah untuk kedua kalinya?
Buat yang penasaran seperti apa ceritanya, yuk ikuti kisah mereka disini 💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragazza Belle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Siang Bersama
Tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan Mila saat ini ketika melihat Irsyad berjalan keluar dari dalam mobilnya sembari menenteng sebuah kantong plastik dari restoran terbaik yang Mila tahu. Wajah pria itu tampak berseri-seri seperti hubungan mereka dalam keadaan baik-baik saja. Padahal dua hari yang lalu ia baru saja melontarkan kata-kata pedas untuk pria itu dan sekarang Irsyad dengan santainya berjalan menuju tokonya.
" Apa kamu sudah makan? " Tanya Irsyad begitu dirinya sudah duduk di hadapan Mila. Wajah cantik itu selalu menatap dingin dan tajam padanya. Seulas senyum pun ia tidak pernah melihatnya dari wajah semanis gulali itu.
" Sudah " Jawab Mila dengan ketus
" Makanlah. Jangan lupa berdo'a " Irsyad tersenyum santai sembari meletakkan makanan yang dibawanya di hadapan Mila.
" Aku bilang, aku sudah makan. Apa kamu tidak mengerti maksud dari ucapanku? " Mila mendengus kesal.
" Aku mengerti, kamu selalu berkata sebaliknya bukan" Irsyad melempar senyum santai di hadapan Mila.
" Menyebalkan "
" Iya aku tahu "
" Berhenti menjawabku! " Seru Mila sambil perlahan bangkit dari kursinya. Irsyad yang tadinya duduk juga ikut berdiri.
" Kembalilah ke kantormu! " Usir Mila. Irsyad menggeleng pelan sembari tersenyum. Mila menarik nafas sembari memejamkan matanya. Ia sedang berusaha menahan diri agar tidak membentak Irsyad
" Apa yang ingin kamu lakukan berlama-lama di tokoku ? " Tanya Mila sambil membuka kedua matanya.Kembali Irsyad hanya tersenyum tipis. Mila merasa kesal melihat tingkah Irsyad yang sedari tadi hanya diam tanpa mau meresponnya.
" Kenapa kamu mendadak bisu? "
" Apa aku sudah boleh menjawab? " Irsyad tersenyum lebar sembari menatap Mila. Irsyad bisa melihat dengan jelas dari kedua manik indah itu rasa malu yang berusaha di sembunyikan oleh Mila.
" Aku ingin menemanimu makan siang "
" Sudah kukatakan padamu bahwa aku tidak ingin berdua-duaan denganmu. Apa ucapanku itu cukup sulit untuk dimengerti? "
" Aku mengerti. Tapi kita hanya perlu menunggu sebentar saja dan orang ketiganya akan datang sebentar lagi "
" Assalamu'alaikum tante ! " Seru Sha dengan suara cemprengnya sambil meloncat-loncat dengan sebelah tangannya menggenggam tangan Pak Wir. Gadis kecil itu masih berada di luar toko dan sudah memberikan salam dengan semangatnya yang luar biasa.
" Wa'alaikumsalam " Jawab Mila dan juga Irsyad bersamaan.
" Nah itu dia orang ketiganya. Malahan ada orang keempat juga " Irsyad terkekeh geli. Ia melirik sekilas ke arah Mila penasaran dengan ekspresi wanita itu. Ternyata wajah cantik yang berdiri disampingnya sedikit terkejut.
" Papa sudah duluan rupanya " Gadis kecil itu mengambil tempat duduk lebih dulu disusul oleh Pak Wir setelah itu. Sedangkan Irsyad dan juga Mila masih berdiri.
" Tante, papa kenapa masih berdiri? " Sha mendongak menatap keduanya dengan wajah polosnya. Dengan cepat Mila mengulas senyum manis dan menatap Sha dengan lembut.
" Iya tante akan duduk sekarang " Mila kembali tersenyum. Irsyad yang melihatnya langsung tersenyum simpul sambil menarik kursi disampingnya
Irsyad benar-benar mengagumi keahlian Mila dalam merubah suasana hatinya. Lihat saja sekarang, Mila langsung tersenyum lembut di hadapan Sha. Tatapannya pun terlihat melembut persis seperti tatapan Mila yang dulu.
" Tante kapan menginap lagi? Sha rindu membaca dongeng bersama tante.
Sha, kamu memang anak papa yang paling pintar !
Batin Irsyad bersorak kegirangan. Ia hanya tersenyum sembari mendengarkan dengan seksama.
" Belum tahu Sha. Bagaimana kalau kita gantian saja, kali ini Sha yang menginap dirumah tante "
" Sha mau tante, bolehkan papa? "
" Boleh, papa setuju " Irsyad mencubit gemas pipi putrinya. Sha yang mendengarnya langsung meloncat turun dari kursinya. Ia melompat-lompat dengan begitu semangat.
" Nanti papa bisa tidur di ruang tamu menemani kalian " Irsyad tersenyum bahagia sama seperti putrinya.
" Siapa yang mengajakmu, aku hanya mengajak Sha saja" Sela Mila di tengah senyum kebahagian ayah dan putrinya. Irsyad menoleh dengan cepat sembari membuka mulutnya tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya
" Aku tidak bisa membiarkan kalian berdua sendirian di rumahmu " Irsyad beralasan. Ia harap caranya ini akan berhasil.
" Kenapa? "
" Karena akhir-akhir ini banyak penjahat yang berkeliaran di sekitar tempat tinggalmu Mila "
" Di sekitar tempat tinggalku tidak pernah terjadi kejahatan apapun " Mila menyipitkan matanya menatap Irsyad yang suka sekali beralasan. Merasa dipandangi, Irsyad tertawa kaku sembari mengggaruk tengkuknya.
" Aku akan menjaga Sha. Jangan khawatir " Sambung Mila lagi.
" Aku percaya kamu akan menjaganya. Tapi akan lebih baik dan aman jika aku ikut bersama kalian " Irsyad mencoba memberi Mila penjelasan agar wanita itu luluh lalu membiarkannya ikut.
" Jangan bermimpi Irsyad. Aku hanya ingin Sha saja yang menginap dirumahku " Mila mengabaikan tatapan Irsyad lalu kembali memandangi Sha yang selalu tersenyum.
" Sha, apa tidak apa-apa jika hanya kita berdua saja? " Tanya Mila
" Tidak apa tante, malahan lebih seru nantinya " Jawab Sha dengan bahagia. Senyum lucunya tak pernah luntur dari wajah kecil yang selalu membuat Mila rindu. Pak Wir menatap Irsyad begitu juga dengan pria itu lalu tak lama senyum geli terukir dari bibir tua itu.
Teganya kamu sweety !
Lalu setelah itu hanya ada pembicaraan antara Mila dan Sha yang tidak ada habisnya. Sedangkan Irsyad dan Pak Wir hanya bisa menikmati makanan mereka dalam diam.
Terkadang punya anak aktif tidak selalu menguntungkan. Lihatlah mereka terlihat asyik sendiri, mengabaikanku bersama pak tua.
Bersambung....
Happy reading, Love you guys😘
kok enK bgt hidupmu.... km cmpakn mila demi mnikahi kekasih sundalmu itu...
setelah perempuan idamanmu berhianat... km pungut lgi si mila.. buat mngobati luka hatimu...
km cmpakan... setelah km hncurkn hati & harapannya.... dgn entengnya km ingin mila kmbali....
laki" kucing garong km irsyad😅😅
bukankah kh km mncintai ibu dri ankmu.... 🤔🤔
Syarat dan ketentuan:
Sudah tamat dan Penulis belum di kontrak/sedang tidak terikat kontrak dengan penerbit manapun.
Jenis naskah yang dicari:
1. Novel;
2. Kumpulan Puisi;
3. Kumpulan Cerpen;
4. Naskah non Fiksi, dll.
Jika bersedia harap segera menghubungi saya via DM instagram (@dwafril) atau laman chat yang tersedia pada platform ini.
AE Publishing Cab. Gresik
*paling lambat 15 Agustus 2023
terimakasih author, ceritanya bagus , beda alur dgn yg lain 👍👍👍😍😍😍