Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Keheningan yang mencekam kembali menyelimuti aula pesta setelah lampu utama menyala terang benderang. Pemandangan belasan pembunuh bayaran yang terkapar tak bernyawa di sekitar gue beneran membuat seluruh taipan bisnis dan sosialita elit yang tersisa menahan napas, menatap gue dengan pandangan mata yang dipenuhi rasa ngeri sekaligus kagum yang luar biasa mendalam. Gue berdiri tegap bagaikan seorang raja yang baru saja meratakan sebuah dinasti kecil.
Namun, kejutan sesungguhnya malam ini baru saja dimulai.
Tap! Tap! Tap!
Suara langkah kaki yang tergesa-gesa memecah keheningan. Sebelum para pengusaha kaya itu sempat bersuara, dua sosok wanita tercantik di dalam ruangan ini beneran sudah tidak bisa menahan gejolak perasaan mereka lagi. Bella dan Amanda langsung berlari kencang menerjang ke arah posisi gue berdiri.
Grep!
Dalam sekejap, tubuh tegap gue langsung didekap erat dari dua sisi yang berbeda. Bella memeluk pinggang gue dari sebelah kiri dengan sangat erat, menyandarkan wajah cantiknya yang masih agak pucat di bahu gue sambil terisak emosional. Aroma parfum melati miliknya yang lembut langsung menyeruak, berpadu dengan kehangatan tubuhnya yang beneran sedang mendambakan perlindungan mutlak dari pria impiannya.
"Raka... lu beneran selamat! Lu bodoh banget beneran bikin gue jantungan setengah mati tadi!" bisik Bella dengan suara serak yang sangat manja, menyembunyikan wajahnya yang mendadak memerah padam karena luapan rasa cinta yang beneran sudah tumpah ruah.
Tidak mau kalah, Amanda yang berada di sisi kanan gue langsung melingkarkan kedua lengan halusnya ke leher gue. Pengusaha wanita yang biasanya terkenal sangat dingin, tegas, dan anggun di dunia bisnis ini beneran sudah kehilangan seluruh gengsinya di depan mata ayah kandungnya sendiri. Tatapan matanya yang indah berair, menatap gue dengan binar kekaguman mutlak yang sangat mendalam.
"Raka... terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku dan ayahku. Mulai malam ini, aku beneran tidak peduli lagi apa kata orang... aku beneran cuma mau jadi milikmu," ucap Amanda dengan berani, suaranya yang lembut terdengar cukup jelas oleh beberapa taipan di sekitar kami, membuat suasana aula langsung gempar berbisik-bisik iri.
Dua singa betina tercantik dan paling berkuasa di jagat bisnis ini sekarang beneran sedang menempel pasrah di tubuh gue, saling memberikan kehangatan dan berebut untuk mendapatkan perhatian penuh dari gue. Dominasi gue sebagai pria alpha beneran sudah tidak bisa diganggu gugat lagi malam ini.
Gue hanya tersenyum sangat puas, merangkul pinggang ramping mereka berdua sekaligus dengan cengkeraman yang posesif dan mendominasi. Aura ketampanan dan kharisma dari sistem dewa gue beneran langsung memancar kuat, membuat wanita-wanita sosialita lain di kejauhan hanya bisa menggigit bibir mereka penuh rasa iri yang luar biasa parah karena tidak bisa berada di posisi Bella dan Amanda.
Tepat di saat gue sedang menikmati pelukan hangat dari kedua harem gue, layar hologram biru milik sistem mendadak muncul terang benderang di depan mata gue dengan suara notifikasi yang sangat mantap.
Tinggg!
"Peningkatan Status Hubungan Harem Terdeteksi! Poin kasih sayang Bella meningkat drastis sebesar Dua Puluh Persen (Status: Cinta Mati Mutlak). Poin kasih sayang Amanda meningkat sebesar Dua Puluh Lima Persen (Status: Penyerahan Jiwa dan Raga). Selamat, Tuan Rumah berhasil memicu efek Kharisma Raja Level Dua. Hadiah Bonus: Poin Sistem bertambah Empat Ratus Poin, dan Membuka Fitur Khusus: Sentuhan Dewa Asmara Level Satu!"
Gue membaca deskripsi fitur baru itu di dalam hati dengan senyuman yang makin penuh arti. Sambil mengusap rambut indah kedua wanita di pelukan gue, gue menatap tajam ke arah Kevin yang kini sudah merangkak di lantai seperti anjing gila yang kehilangan akal sehatnya.
"Bella, Amanda... pertunjukan utamanya beneran baru saja dimulai. Sekarang, mari kita urus sisa kecoa kurap ini sebelum kita pulang untuk bersenang-senang," bisik gue dengan nada suara rendah yang beneran bikin bulu kuduk mereka berdua meremang sensual.
Bagian awal Bab Dua Puluh Dua berhenti tepat saat status harem Raka naik drastis dan fitur asmara baru terbuka!
Gue menahan diri untuk tidak mengaktifkan fitur asmara baru itu sekarang, menyimpannya sebagai kartu as buat malam panjang nanti. Pandangan mata gue yang sedingin es kini beneran langsung mengunci tubuh Kevin yang masih merangkak di atas lantai marmer, meracau sendirian seperti anjing gila yang kehilangan seluruh harga dirinya.
Gue melangkah maju dengan santai, sementara Bella dan Amanda tetap setia mengekor di belakang gue sambil memegangi kedua lengan tegap gue dengan posesif.
Ayah Amanda, sang konglomerat sepuh, langsung melangkah mendekat ke arah gue dengan tubuh yang membungkuk penuh rasa hormat yang luar biasa mendalam. "Nak Raka... saya beneran berutang nyawa pada Anda malam ini. Tanpa kekuatan luar biasa Anda, keluarga besar saya beneran sudah punah di tangan bajingan ini!" ucapnya dengan suara bergetar sambil menunjuk Kevin kejam.
Gue cuma tersenyum tipis, memancarkan wibawa tenang seorang penguasa. "Tenang saja, Om. Masalah seperti ini beneran kecil bagi saya. Tapi untuk kecoa yang satu ini... saya rasa dia sudah tidak punya hak lagi untuk melihat matahari esok hari di dunia bisnis."
Mendengar ucapan gue, ayah Amanda langsung mengangguk tegap dengan sepasang mata yang berkilat dingin. Dia segera melambaikan tangannya ke arah puluhan pengawal pribadi keluarga yang baru saja berhasil merobos masuk ke dalam aula setelah situasi aman.
"Seret Kevin ke ruang bawah tanah! Hubungi seluruh koneksi hukum kita di tingkat tertinggi, cabut seluruh lisensi usaha Kevin Group yang tersisa, dan pastikan dia membusuk di penjara bawah tanah paling sadis seumur hidupnya tanpa ada kata jaminan!" perintah sang konglomerat sepuh dengan nada suara yang sangat kejam dan mutlak.
"Baik, Tuan Besar!"
Beberapa pengawal bertubuh kekar langsung menjambak rambut Kevin dan menyeret tubuhnya keluar dari aula pesta secara kasar. Kevin yang beneran sudah gila hanya bisa tertawa melengking histeris sambil berteriak-teriak tidak jelas, membuat seluruh tamu undangan bergidik ngeri menyaksikan akhir tragis dari seorang mantan pewaris kaya raya yang berani mengusik singa yang salah.
Bersamaan dengan hilangnya Kevin dari ruangan, ayah Amanda kembali menatap gue dengan pandangan mata yang dipenuhi rasa kagum dan keputusan bulat. Dia berdeham pelan di depan para taipan bisnis yang masih setia menonton dengan mulut melongo.
"Mulai malam ini, saya umumkan secara resmi bahwa seluruh proyek mega-konstruksi sektor energi nasional senilai Tiga Puluh Triliun Rupiah beneran akan dialihkan sepenuhnya ke bawah kendali Nak Raka! Dan... jika putriku Amanda bersedia, saya beneran bakal merestui hubungan mereka berdua kapan saja!" ucap sang konglomerat sepuh dengan tegas.
Bumrr!
Aula pesta beneran langsung gempar total mendengarnya. Amanda yang berada di samping gue langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah padam di dada bidang gue karena luapan rasa bahagia yang tak terbendung, sementara Bella mendadak mencubit pinggang gue pelan sambil berbisik manja, "Ih, Raka! Awas ya kalau lu beneran lupain gue setelah dapat restu dari om-om kaya ini!"
Gue cuma tertawa bariton sangat rendah, merapatkan pelukan gue pada pinggang ramping kedua wanita cantik ini. Di dalam kepala gue, layar sistem kembali berkedip dengan notifikasi yang beneran sangat memuaskan di penghujung malam yang liar ini.
Tinggg!
"Misi Sampingan: Kehancuran Total Kevin Group Selesai Sempurna! Seluruh aset musuh telah dilikuidasi dan dialihkan ke dalam kepemilikan Tuan Rumah. Poin Sistem bertambah Tiga Ratus Poin, dan Reputasi Tuan Rumah di dunia bisnis elit kini berstatus: Legenda yang Tak Boleh Diusik!"
Gue menatap Bella dan Amanda secara bergantian dengan pandangan mata yang penuh dengan hasrat mendominasi. "Aset sudah aman, kecoa sudah disingkirkan. Sekarang... bagaimana kalau kita bertiga pergi dari tempat membosankan ini dan mencari tempat yang lebih privat, hm?" bisik gue dengan nada sensual yang beneran bikin tubuh kedua singa betina itu langsung lemas tak berdaya.
biar yg baca ada patokannya