Di wilayah Provinsi Langit Hijau, Klan Long adalah salah satu kekuatan terbesar yang menjunjung tinggi bakat di atas segalanya. Long Yue, pemuda berusia lima belas tahun dari keluarga cabang, dianggap tidak memiliki bakat sama sekali dalam tiga jalur kekuatan utama klan—kultivasi, alkimia, maupun pembentukan formasi. Ia hidup dalam keterasingan, penghinaan, dan diasingkan oleh seluruh anggota klan bahkan keluarganya sendiri karena dianggap beban yang tidak berguna. Saat kepala klan mengusulkannya untuk dibuang di pertemuan tahunan, Long Yue dengan berani mengumumkan kepergiannya secara sukarela dan bersumpah akan kembali sebagai sosok terhebat yang pernah ada.
apa yang akan terjadi selanjutnya.?
dan akankah Long Yue berhasil membuktikan kepada klan nya.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29:Pulanh ke rumah
Malam itu, di bawah sinar bulan yang terang benderang di atas Kota Jing, rencana besar mulai terbentuk. Peta Reruntuhan Kaisar kini berada di tangan Long Yue, dan tujuan perjalanan mereka sudah jelas. Wilayah selatan hanyalah titik awal. Di depan sana, di Utara benua, tersembunyi peninggalan zaman kuno yang menyimpan rahasia kekuatan mutlak.
Setelah selesai perayaan Long Yue pergi dari kediaman Keluarga Jing dan memutuskan untuk pulang menemui kedua orang tuanya di kota jing keluarga Long hanyalah keluarga sederhana
orang tua Long Yue di usir dari klan Long karena ayah Long Yue di anggap tidak patuh karena memutuskan menikah dengan orang luar ibu Long Yue keturunan dari keluarga tidak di kenal sehingga memicu pengusiran ayah Long Yue di masa lalu.
Ketika Long Yue sampai di rumah Long Yue melihat kediaman keluarga Long yang dulu nya ramai kini jadi sepi stelah kejadian di klan Long kerabat dan saudara Long Yue memutuskan untuk pindah karena mereka merasa sudah tidak ada harapan lagi tinggal di keluarga Long yang ada di kota jing
Long yue perlahan mengetuk pintu rumah dan perlahan pintu pun terbuka dan ayah Long Yue membukan pintu
Ayah aku pulang..!
Yu....e er kamu akhirnya pulang juga ayah dan ibu mu selalu memikirkan kan mu ayo masuk ibumu pasti senang kalu tau kamu sudah pulang
Ning er cepat ke sini coba siapa yang sedang bersama ku..!
Ketika ibu Long Yue keluar dan melihat siap yang datang dia langsung lari dan memeluk Long Yue
Yeu er kamua akhirnya pulana nak ibu setiap hari mecemaskan keadaan mu..!
Aku baik baik saja bu dan coba lihat keadaan ku sekarang lebih baik dari sebelumnya..!
Wah anak ibu memang yang terbaik ibu dari dulu yakin kalau kamu punya bakat yang lebih baik dari yang lain cuma kamu belum mendapatkan kesempatan..!
Iya ini juga berkat kepercayaan dan doa yang di berikan ibu untuk ku..!
Setelah berkumpul Long Yue menceritakan perjalanannya semua ke ayah dan ibunya
Malam pun berlalu setelah bercerita kepada kedua orang tuanya long yue juga menceritakan bawa merka bisa bergabung dengan keluarga jing karena dia mau pergi lagi untuk mencari reruntuhan kuno.
Besok pagi, mereka akan berangkat lagi. Kali ini perjalanan akan jauh lebih panjang, jauh lebih berbahaya, tapi juga jauh lebih menjanjikan. Dengan kekuatan baru mereka, dukungan penuh Keluarga Jing, dan peta berharga di tangan, langkah Long Yue dan Jing Xu menuju puncak dunia semakin mantap dan pasti.
Keesokan paginya, saat kabut tipis masih menyelimuti Kota Jing, Long Yue dan Jing Xu sudah bersiap berangkat. Seluruh anggota Klan Jing berkumpul di gerbang utama untuk melepas kepergian mereka. Jing Zhan sendiri menyerahkan bekal perjalanan lengkap, puluhan butir obat pemulih dan penguat, serta sekelompok peta tambahan wilayah di luar sana. Perpisahan itu penuh haru, namun juga penuh harapan dan keyakinan. Dengan peta Reruntuhan Kaisar tersimpan aman, dan tekad membara di dada, kedua pemuda itu melangkah pergi menuju utara — ke wilayah yang jauh lebih luas, lebih liar, dan penuh rahasia.
Sesuai petunjuk di peta, perjalanan mereka diperkirakan memakan waktu lebih dari enam bulan, melewati hutan belantara raksasa, sungai besar, pegunungan terjal, dan dataran tandus yang luas. Dan benar saja, sejak hari-hari awal keberangkatan, lika-liku perjalanan itu segera dimulai — penuh rintangan berbahaya, namun juga dihiasi peluang tak terduga yang semakin mengukuhkan kekuatan mereka.