NovelToon NovelToon
AndaiKata

AndaiKata

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Slice of Life
Popularitas:206
Nilai: 5
Nama Author: Elegi223

Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Ada apa Dengan Dunia Ini?

Mimpi itu terasa begitu nyata sehingga Gua bisa mendengar jelas semua yang di katakan kakek misterius itu, sebelum kesadaran Gua kembali terlihat jelas wajah kakek tersebut yang membuat Gua kaget adalah informasi yang ia sampaikan, jadi ini alasan kenapa keluarga Rendra memburu Gua, sepertinya lain kali Gua harus berhati-hati, untungnya Leo ini nggak satu sekolah, selain itu mata kakek itu... kenapa sama seperti Gua?

perlahan kesadaran Gua kembali Gua merasakan tangan kiri di infus yang menunjukan Gua saat ini berada di rumah sakit, ketika Gua memperhatikan sekeliling ruangan putih dengan aroma obat yang pekat, pandangan Gua tertuju ke kak Viera yang tertidur di kursi tunggu yang tak jauh dari ranjang Gua. Bukan cuma kak Viera saja ada Ibu, Yura dan Erin.

Tak sangka ini pertama kalinya Gua kerumah sakit di temani seperti ini, di kehidupan lalu ketika Gua masuk rumah sakit karna terlalu banyak bergadang, Mella yang menemani Gua sepanjang hari, ia bahkan rela bolos kuliah demi Gua, dan kini Gua nggak sendiri lagi.

"sudah bangun lana sayang, bundah ambilkan air dulu ya"ucap lembut Ibu yang tak tau kapan sudah berada di sisi Gua kemudian mencium kening Gua lalu pergi mengambil air minum, tak lama setelah Ibu, kak Viera, Erin dan Yura mengkrubungi Gua.

"Lanaaaa Hiks maafin Yura, Yura nggak tau kalau Lana lagi sakit hiks"ucap Yura yang menangis di pelukan Gua, begitu pula Erin yang memeluk Gua, ia sudah tau konsekuensi kekuatan Gua ini, namun ini pertama kalinya separah ini.

tak lama setelah sesi pelukan itu, Ibu kembali dengan air minum di tangannya kemudian ia memberikan minum tersebut pada Gua, Gua tanpa ragu meminum air putih tersebut sampai habis, lalu Ibu menyuruh Gua untuk istirahat meski Gua merasa sudah pulih Ibu bersikeras untuk menyuruh Gua untuk kembali istirahat.

Waktu menunjukan pukul delapan pagi, seharusnya Gua sekolah tapi Ibu mengizinkan Gua untuk tidak hadir hari ini, begitu pula Yura, Erin dan kak Viera mereka izin untuk merawat Gua. Sepanjang hari Gua mengisi kebosanan dengan memainkan ponsel, sosial media belum seramai tahun 2025, nanti Gua akan live streaming di akun sosial media setelah Gua SMA nanti.

Waktu tak terasa sudah mendekati siang hari, Ibu membawa makanan yang ia masak khusus untuk Gua, tak hanya ibu ada kak Liam dan kak Kaylo yang baru datang setelah pulang sekolah, ada juga Delvano dan Max yang datang tak lama setelah kedua kakak Gua, Erin pulang untuk izin dengan orang tuanya menginap di rumah sakit begitupun Yura, Gua sempat berpesan dengan Erin untuk membawa canvas dan alat lukis lainnya, Gua meyakinkannya ini hanya mengisi waktu luang sajah, ia menangguk lalu berjanji ketika kembali akan memenuhi permintaan Gua.

"huft nggak nyangka kalo separah ini efeknya"gumam Gua menatap keramaian ruangan rawat inap tempat Gua terbaring saat ini

namun hal ini tidak membuat Gua mengeluh, justru dengan kejadian ini Gua bisa melihat semua berkumpul dalam satu ruangan, oh ya tidak hanya mereka saja ada Ghina dan Yudhistira yang hadir untuk menjenguk Gua, membuat suasana ruangan semakin ramai dengan canda dan tawa.

"Lana kamu nggak papa kan?"ucap Ghina

"Gua oke kok"jawab Gua

"duh lana kasian tuh Delvano kesepian nggak ada lo soalnya"sindir Ghina

Delvano yang merasa terpanggil ikut menyahut

"kau jangan mengada-ada Ghin"ucap Delvano berusaha menormalkan ekspresinya yang terlihat malu

Seketika ruangan kembali tertawa melihat tingkah Delvano, perhatian Gua mengarah ke Max tatapannya tidak biasa, seperti ada kecemburuan yang terukir di setiap ekspresinya, orang gila ini kalo sampai suka ama Gua bakal gawat mampus.

"ada apa nih kayak nya asik banget"ucap Yura yang baru saja tiba

"ini nih yur Delvano sewaktu di sekolah tatapannya kosong banget pas denger Qirana masuk rumah sakit terus ekspresinya cemas dan panik gitu"ucap Ghina kembali membuat kondisi makin memanas

"wuih bibit bibit cinta nih"canda Yura, dua orang ini kalo di gabungin bakal membuat Erin repot,

"duh kalian ini, kalo mau gosip di luar sana ini tempat Lana istirahat"ketus Erin

"eh kalian mah enak izin hari ini, soalnya ada gosip panas hari ini"ucap Ghina

"apa tuh ayolah jangan main rahasia-rahasiaan"sahut Yura

"di sekolah kita ada 2 murid baru katanya satu murid cowok dan murid cewek"ucap Ghina

"serius nih ada murid baru lagi?"ucap Yura, tunggu apa maksud Yura murid baru lagi? apa sebelumnya ada murid baru di sekolah? kayaknya gara-gara asik akhir-akhir ini membuat Gua terasing dari sekolah

"ya Yur, lo kan tau sekolah kita ini lagi gencar-gencarnya nerima murid baru"sahut Ghina, emang benar katanya akhir-akhir ini sekolah sedang gencarnya menerima murid baru, terutama dari keluarga berpengaruh apa lagi kalo kaya raya nggak usah di tanya

"kalo nggak salah nama murid baru cewek itu Mella... iya Mella"ucap Ghina kembali, hal itu membuat waktu terasa berhenti, perasaan rumit menghantui pikiran Gua, apa! itu Mella! sahabat Gua di kehidupan lalu, tunggu dulu Gua sempat bertanya perihat ia lulusan SMP mana, namun ia tidak menjawab hanya memberikan sebuah clue kalo ia dulu pernah masuk SMP yang dulunya penuh rawa-rawa, saat ini memang SMP 33 ini papannya masih kayu, beberapa tahun kemudian nanti akan di renovasi di ganti dengan keramik, jangan-jangan dulu di kehidupan lalu Gua sempat dengan kalo ada murid kaya pindah ke sekolah ini tapi sampai sekarang orang nggak tau siapa anak orang kaya itu, apa itu Mella? pikiran Gua terus berputar mencari setiap ingatan Gua namun tak kunjung ada.

"Mella? siapa itu?"celetuk Yura

"menurut informasi yang kakak Gua tau, Mella itu salah satu anak dari keluarga berpengaruh di negara kita ini, namun soal keluarga ia dimana itu masih rahasia"ucap Ghina, Mella anak orang berpengaruh? mana mungkin! ia aja di kehidupan lalu ngekos ama Gua kok bisa Mella ini jadi anak orang kaya, apa perkataan dia soal pengen punya orang tua kaya raya tercapai di kehidupan ini?

seketika pikiran Gua semakin terasa janggal, apa Mella ini dulunya menyembunyikan identitasnya seperti drama negara bambu yang ia tonton? ini sungguh gila.

Perbincangan terus berlangsung membicarakan identitas Mella, Gua membuka ponsel pesan masuk dari Annie

Annie : Lana apa kabar lo disana, Gua mau berkunjung nanti ke indonesia ama keluarga Gua

Qirana : Gua baik sih meski masuk rumah sakit wkwkkw

Annie : eh masuk rumah sakit?! lo sakit apa lan jangan becanda deh

Qirana : Gua nggak sakit keras kok, tepar aja xixixi

Annie : hadeh ini anak nggak beres, jaga kesehatan lo lan takutnya Gua nggak bisa ketemua lo lagi :D

Qirana : iya deh bawel

pesan tersebut berakhir Gua hendak memberi tau mereka perihal kedatangan Annie namun perkataan Ghina membuat Gua terdiam

"oh ya murid baru cowok satu lagi namanya kalo nggak salah... Leo"

Nyahooo hehehe sampai sini dulu semoga kalian suka cerita aku, berikan dukungan dong jangan baca doang hehehe, sampai jumpa di bab berikutnya see you MUACH

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!