NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 (Sama-sama Terluka)

Kehidupan Ke 2 (Sama-sama Terluka)

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Semua bermula ketika Vanessa yang memaksakan keinginannya untuk mengikat Calvin dalam ikatan pernikahan, dengan harapan bahwa pria itu akan mencintainya. Tapi yang terjadi, pria itu malah membencinya dan berusaha selalu menjaga jarak dengannya, bertahun-tahun menikah, pria itu ternyata masih memikirkan mantan kekasihnya.

Sampai saat Vanessa sekarat karena kanker yang menggerogoti tubuhnya, dia melihat, suaminya yang menggandeng mesra tangan seseorang yang menjadi alasan kenapa pria itu tidak akan pernah mencintainya.

Di sisa nafasnya, dia pun menyesali keputusannya saat itu. "Andai saja aku tidak pernah memaksa Calvin menikah dengan ku, mungkin aku bisa merasakan sebuah kebahagiaan."

Karena sejak awal, hati pria itu memang bukan miliknya.

Dan yah, Tuhan pun mengabulkan keinginannya. Apakah Vanessa akan merelakan Calvin bersatu dengan mantan kekasihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Yang Semakin Ramai

*Jangan lupa like dan vote dulu sebelum lanjut membaca ☺️

.

Setelah keluarga om Didi yang datang dari Bali tinggal di sini. Rumah yang biasanya sepi kini berubah menjadi ramai. Di tambah tingkah Jake yang membuat suasana semakin seru saja.

Pagi itu, aroma harum masakan sudah menguar ke seluruh penjuru rumah. Di dapur yang luas, Om Didi sedang sibuk berkutat dengan kompor dan bahan masakan.

Pria paruh baya itu memang hobi dan jago dalam hal memasak, dan sekarang dia menjadikan dapur Calvin sebagai wilayah kekuasaannya sendiri. Tidak ada satu pun koki pribadi Calvin yang berani mendekat saat Om Didi sedang bertindak.

"Aduh, kuah santannya jangan sampai pecah! Awas kalau sampai rasanya kurang gurih, nanti aku marahi kalian semua!" teriak Om Didi heboh sambil mengaduk panci besar dengan wajah serius, celemek bermotif bunga sudah terikat rapi di badannya.

"Vanessa harus makan enak! Calon ibu harus bergizi! Nanti kalau anaknya lahir kurus, itu salah kalian!" teriaknya tidak mau di salahkan.

Di ruang tengah, Tante Elena sedang sibuk sekali. Wanita itu adalah sosok pengganti ibu bagi Vanessa, sangat penyayang tapi juga sangat cerewet dan teliti. Dia sedang duduk di samping Vanessa yang bersandar nyaman di sofa, tangannya bergerak cekatan mengelus punggung tangan keponakannya itu, sesekali merapikan selimut tipis yang menutupi kaki Vanessa.

"Sudah Tante bilang, jangan duduk membungkuk! Nanti anaknya jadi sesak di dalam sana." omel wanita itu sambil menegakkan punggung Vanessa pelan-pelan.

"Jangan banyak gerak, jangan banyak pikiran, jangan bau asap, jangan dekat-dekat sama barang tajam, ah pokoknya kamu diam saja di sini biar kami yang kerja. Kamu tugasnya cuma makan, tidur, dan senyum saja. Ingat ya!" Vanessa mengangguk. Bahkan tantenya lebih cerewet dari pada suaminya.

Ah iya, Calvin sudah berangkat kerja dengan ayahnya. Setelah berpamitan dengan penuh drama, akhirnya pria itu mau pergi bekerja.

Bahkan Jake sampai menghina Calvin lemah, itu yang membuat suaminya merajuk.

Vanessa hanya bisa tertawa sambil menggeleng pelan mengingat wajah masam suaminya.

"Oh iya Tante, aku sudah hamil empat minggu, aku masih bisa jalan ke kamar mandi sendiri kok, tidak perlu digandeng terus." dia hanya tidak ingin merepotkan banyak orang.

"Sudah diam saja! Dulu ibumu kalau hamil juga aku yang urus sampai lahiran. Tente ahlinya di bidang ini!" jawab Tante Elena sedikit berteriak. Dia mengambil buah potong yang sudah disiapkan lalu menyuapi Vanessa satu per satu.

Di sudut lain ruangan, ada pemandangan yang sudah menjadi tontonan wajib setiap hari. Jake, sepupu Vanessa yang berusia dua puluh enam tahunan, cowok yang sangat menyebalkan, mulutnya tidak pernah diam, dan tingkahnya persis seperti anak kecil yang kelebihan gula dan suka menggoda wanit bule yang berjemur di pantai Bali.

Anak itu terlihat sedang duduk bersila di lantai, menatap Vanessa dengan wajah sok serius.

"Ness... Ness... sumpah, aku ingin ngomong serius." ucap Jake sambil menepuk-nepuk lantai di depan Vanessa.

Vanessa menatapnya curiga, sudah tahu persis kalau sepupunya ini pasti sedang merencanakan keisengan. "Apa lagi, Jake? Kalau mau ngomongin hal gila, mending tutup mulutmu. Kepalaku pusing mendengar ocehan mu yang tidak bermutu itu."

Jake langsung pasang muka melas. "Dih, masa begitu sih? padahal aku ingin memberi saran buat kesehatan anakmu nanti. Dengerin ya, katanya kalau bayi baru lahir, kalau sering dihujani angin kipas dia bakal cepat besar, bener gak? Jadi nanti pas anakmu keluar, aku pasangin kipas angin tiga buah sekaligus depan wajahnya, biar dia cepet besar kayak aku, gimana cerdas kan?"

Mata Vanessa langsung melotot, tangannya sudah mengepal menahan emosi. "HAH?! YANG BENER AJA JAKE!, YANG ADA ANAKKU MATI KARENA MASUK ANGIN." Teriak Vanessa yang kesal sekali.

Meskipun pria itu hanya main-main, tapi mendengar ucapannya saja sudah membuatnya naik pitam.

"Kurasa otakmu itu isinya tai semuanya!"

Jake tertawa ngakak sambil berguling-guling di lantai. "Hahaha." bukannya tersinggung, pria itu malah tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah datar sepupunya.

"MASIH BISA TERTAWA?! SINI KU JEJAL MULUTMU PAKE SABUN!" Vanessa hampir bangkit dari sofa, berniat melempar sebuah bantal ke arah Jake, untung saja Tante Elena langsung menahannya.

"Vanessa! Jangan marah-marah! Nanti janinnya kaget! Jake kamu juga sih, mulutnya dijaga sedikit! Mentang-mentang tidak ada Calvin, kamu terus mengganggu orang hamil!" omel Tante Elena. Yang membuat Vanessa puas. Dia menatap Jake dengan tatapan puas.

.....

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima sore. Calvin terpaksa membawa pekerjaannya di rumah, karena dia sudah sangat rindu dengan istrinya.

Rian terpaksa ikut karena sekarang dia yang jadi tangan kanan pria itu. Istilahnya, dia jadi sekertaris Calvin.

"Berisik sekali ya, rumah ini sekarang. Dulu sepi banget sampai suaranya sendiri saja bergema," celetuk Rian pelan, dia cukup terkejut saat mendengar suara teriakan dari dalam rumah Calvin.

Calvin tertawa kecil, " Memang sedikit berisik. Jaga baik-baik telingamu." ucapnya menggoda lalu menepuk pundak pria itu, kode agar Rian mengikuti langkah kakinya.

Keduanya berjalan masuk kedalam. Dia melihat pemandangan dimana Jake mendekat dan berbisik-bisik di telinga Vanessa, membuat wanita itu kembali melotot dan memukul bahu sepupunya itu.

"Ck, dari pagi sampai sore, Jake tidak pernah bosan mengganggu Vanessa." ucapnya sambil menggelengkan kepalanya. Dia berjalan semakin dekat dengan istrinya.

"Sore sayang."

Melihat kedatangan Calvin, Jake langsung mundur. Sejujurnya dia sedikit sungkan dengan suami sepupunya. Padahal dulu mereka ngobrol seperti pria pada umumnya.

"Sayang!, Jake tadi ngajarin anak kita pas lahir nanti disetir pakai motor katanya biar pemberani! beri dia pelajaran!" adu Vanessa sambil menunjuk Jake yang langsung bersembunyi di belakang om Didi yang baru keluar dari dapur membawa nampan makanan.

"Yak, dasar pengecut." ujar Vanessa sinis saat sepupunya itu bersembunyi di belakang om Didi.

Calvin tertawa lebar, dia mendekati istrinya, menggenggam tangan halus itu dan mencium punggungnya. Dia menatap Vanessa penuh cinta, lalu melirik Jake dengan senyum miring yang terlihat mengerikan.

"Tenang Sayang. Biar aku urus si 'pengganggu' ini." kata Calvin main-main, dia mencoba menangkap Jake yang sangat lincah menghindar dari kejaran nya. Bahkan saat orang-orang mulai makan sore. kedua pria itu masih kejar-kejaran di dalam rumah.

"Makan nak." tawar om Didi pada Rian yang duduk dengan tenang di samping Vanessa. Mereka cukup jengah melihat pertengkaran Calvin dengan Jake.

"Em terimakasih om." ucap Rian malu-malu saat menerima piring yang sudah berisi makanan itu.

"Hahhh capek." akhirnya kedua pria itu menyerah. Calvin langsung duduk di belakang istrinya sementara Jake rebahan di atas lantai.

"Sisakan untukku."

1
Wawasan Ilmu NgertiYuk
kok dikit kak bab nya😭
Ari Peny
tamatkah
Ari Peny
kadang malas liat kelakuan celvin terlalu klo habis nglakuin kesalahan tp ttp mudah d godain
Uthie
Wahhh .. Jake dah punya gandengan 😍😍
Uthie
Nahhh.. gitu dong Vanessa 👍😏
meowww
kesel aku sama Calvin 😭
Ari Peny
bagus ness jgn lemah calvin emang bodoh
Uthie
Iya juga sihh... kenapa si Calvin jadi sekhawatir sama cewek yg jelas-jelas berusaha lagi meneror istrinya lewat kerjasama dgn si Rico, walau akhirnya dia menyelamatkan si Calvin juga... harusnya yaa udah suruh anak buah nya kek yg ke RS nya mahh 😌😌
Uthie
Hahaa... usaha makanya Jake 😂
Uthie
Dasar Jake buaya buntung 😂😂😂
Uthie
Dasar cewek gak tau malu... udah gila itu 😡
Uthie
Kocak.... saat si Jake dikira sudah lebih baik mau membantu Calvin, ujung-ujungnya niat nya itu untuk bisa melihat para bule juga 😂
Uthie
Aslii kocak banget kelakuan si Jake.. bikin ngakak /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Uthie
😂😂😂😂
Uthie
sukur dehhh 😡
Uthie
Cieee .. lengketnya 😁
Uthie
Wahhh.... banyak pengganggu nya niiii 😡
Uthie
Wahhh... di Aurel masih sok pede, padahal si Calvin lagi indehoy itu 😂😂
Uthie
Wahhh.. si Aurel tidak sebaik yg di puja - puji 😡
Uthie
sweet 😁😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!