Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).
Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Proyeksi Kasih Ibu dan Kereta Kencana Bintang-Bintang
Malam merayap turun menyelimuti Lembah Mirakel dengan keanggunan yang mistis. Langit di atas pondok kayu tidak lagi menampakkan kegelapan pekat dunia fana, melainkan jalinan nebula warna ungu dan biru safir, hadiah dari segel Pedang Langit Abadi milik Zhu Xuan yang kini telah terbuka sempurna. Cahaya lampion persik di halaman berpadu dengan pendaran kunang-kunang spiritual yang menari-nari di antara kelopak bunga yang gugur.
Di dalam kamar tidur Zhu Ling'er, suasana terasa begitu hangat. Kamar itu didominasi oleh perabotan kayu cendana putih yang memancarkan aroma menenangkan pikiran. Tempat tidur berkanopi dengan selimut sutra merah muda tampak empuk di sudut ruangan.
Zhu Ling'er sudah mengenakan baju tidur satin putih bermotif naga kecil yang menggemaskan. Ia duduk bersila di tengah kasur, memeluk bantal gulingnya dengan mata bulat yang berbinar-binar menatap ayahnya yang sedang duduk di tepi ranjang.
"Ayah, apa kejutan indah yang Ayah janjikan siang tadi? Ling'er sudah penasaran sejak makan malam!" ucap Ling'er, kaki mungilnya bergoyang-goyang lincah di balik selimut.
Zhu Xuan tersenyum begitu tampan. Jemari tangannya yang panjang mengusap lembut rambut hitam putrinya yang kini terurai bebas tanpa kuncir kuda. "Ling'er sayang, selama delapan tahun ini, kau sering melihat anak-anak burung roh di kebun dirawat oleh ibunya, bukan? Apakah Ling'er pernah merindukan sosok Ibu?"
Mendengar kata "Ibu", gerakan lincah kaki Ling'er seketika melambat. Wajah gembilnya menunduk sedikit, jemari kecilnya memainkan ujung bantal sutranya.
"Hmm... kadang-kadang Ling'er ingin tahu seperti apa wajah Ibu," bisik Ling'er polos, kejujuran anak-anak terpancar dari nadanya. "Kakek Dugu pernah bilang kalau Ibu adalah wanita yang sangat cantik dan hebat di langit. Tapi Ling'er tidak sedih kok! Karena Ling'er punya Ayah yang paling hebat di seluruh semesta!"
Mendengar penuturan putrinya, sekat terdalam di hati Zhu Xuan bergetar dipenuhi rasa haru dan kasih sayang yang tak terbatas. Anak perempuannya begitu dewasa dan pengertian di usianya yang baru delapan tahun.
"Putri Ayah memang anak yang baik," Zhu Xuan mendekap tubuh mungil Ling'er ke dalam dada bidangnya yang hangat. "Malam ini, karena Ling'er sudah menjadi anak yang sangat penurut, Ayah akan mempertemukanmu dengan Ibu."
Zhu Xuan melepaskan pelukannya, lalu melambaikan tangan kanannya ke tengah area kosong di kamar tidur tersebut.
WUSH————!
Melalui kehendak jiwanya yang terhubung dengan fitur sistem Papan Proyeksi Memori Ibu, partikel cahaya perak kosmik yang murni mulai memadat di udara. Partikel-partikel itu menenun sebuah tirai cahaya tiga dimensi yang sangat stabil, bebas dari fluktuasi energi kasar yang bisa mengejutkan jiwa seorang anak.
Dari dalam tirai cahaya perak tersebut, sesosok wanita anggun perlahan memadat. Wanita itu mengenakan gaun sutra keperakan yang mengalir bagai aliran galaksi, rambutnya panjang seputih salju dengan wajah yang begitu cantik, lembut, dan memancarkan kehangatan seorang ibu sejati—dia adalah Permaisuri Kosmik Suci.
Meskipun ini hanyalah proyeksi sisa kesadaran yang terhubung dari gerbang dimensi Gunung Es Abadi, tatapan mata sang permaisuri langsung terkunci pada sosok gadis kecil di atas ranjang. Air mata cahaya spiritual tampak mengalir di pipinya yang mulus.
"Ling'er... putri kecilku yang cantik..." Suara sang permaisuri bergema sangat lembut di dalam kamar, seperti belaian angin musim semi.
Mata Zhu Ling'er membelalak sempurna. Ia melepaskan bantal gulingnya, berlutut di tepi kasur dengan napas yang tertahan. "I-Ibu? Apakah itu benar-benar Ibu?"
"Iya, Sayang... ini Ibu," proyeksi sang permaisuri berlutut secara visual di depan ranjang, merentangkan kedua tangannya. Meskipun tidak bisa bersentuhan secara fisik secara nyata, riak kehangatan garis keturunan di antara mereka membuat Ling'er bisa merasakan dekapan kasih sayang yang murni.
Ling'er menjulurkan tangan kecilnya, menyentuh partikel cahaya perak yang membentuk telapak tangan ibunya. Sebuah senyuman kebahagiaan yang paling indah merona di wajah gembilnya, ditemani oleh tetesan air mata haru kecil di sudut mata bulatnya.
"Ibu cantik sekali! Persis seperti yang Ling'er bayangkan di dalam mimpi!" Ling'er tertawa di tengah tangis bahagianya. "Ibu tidak perlu khawatir, Ayah menjaga Ling'er dengan sangat baik di sini! Kami sering membuat es krim persik bersama!"
"Terima kasih... Terima kasih, Ling'er sayang. Kau telah tumbuh menjadi gadis yang sangat luar biasa," permaisuri mendongak, menatap Zhu Xuan yang berdiri di samping ranjang dengan pandangan yang dipenuhi cinta dan rasa terima kasih yang tak terhingga sebagai seorang istri.
Zhu Xuan mengangguk lembut, memberikan kepastian mutlak melalui tatapan matanya bahwa seluruh keselamatan istri dan anaknya berada di bawah perlindungan tak terbatas miliknya sekarang.
Setelah sepuluh menit interaksi hangat yang dipenuhi tawa dan cerita kepolosan Ling'er tentang mainan komidi putarnya, proyeksi cahaya perak tersebut perlahan mulai memudar secara bertahap sesuai batas beban spiritual aman untuk anak-anak.
"Ibu harus istirahat kembali di taman bintang, Ling'er sayang. Ingatlah selalu... Ibu selalu mencintaimu dari atas langit malam," bisik sang permaisuri sebelum akhirnya bertransformasi kembali menjadi bintik bintang halus yang menghilang ke udara.
Ling'er menyeka sisa air matanya dengan lengan baju tidurnya, lalu langsung menubrukkan diri kembali ke dalam pelukan Zhu Xuan, memeluk leher ayahnya dengan begitu erat. "Ayah... terima kasih. Ling'er adalah anak yang paling bahagia di seluruh dunia nyata!"
"Ayah juga sangat bahagia karena memilikimu, Sayang," Zhu Xuan mengecup puncak kepala putrinya dengan kelembutan sejati.
[Ding! Putri Anda telah menerima penyembuhan emosional bawah sadar atas kerinduan sosok ibu. Evaluasi Kebahagiaan: Legendaris Mutlak!]
[Hadiah Utama dikirimkan: Poin Daddy +10.000 (Status: Infinity).]
[Fitur 'Gerbang Trans-Dimensi' dan 'Kendaraan Angkasa Kosmik Surgawi' kini telah sepenuhnya aktif!]
Mendengar notifikasi sistem, Zhu Xuan tahu bahwa fondasi mental putrinya kini telah sesempurna kekuatan spiritualnya. Untuk merayakan hari kebebasan yang sempurna ini, ia memutuskan untuk mewujudkan fitur kendaraan baru mereka keesokan paginya.
Fajar menyingsing di hari berikutnya membawa kegemparan kecil di halaman depan pondok kayu. Dugu Bo yang sedang menyapu daun persik gugur tiba-tiba menjatuhkan sapunya saat melihat ruang di atas padang rumput membelah.
HUMMMM————
Dari balik lipatan dimensi, sesosok kendaraan megah perlahan turun ke atas tanah. Itu adalah Kereta Kencana Bintang Kosmik. Kereta itu terbuat dari perpaduan kristal safir kosmik hitam dan logam emas suci yang tidak memiliki bobot fana. Roda-rodanya dikelilingi oleh cincin energi planet kecil yang berputar konstan, dan di bagian depan, tidak ada kuda fana, melainkan dua proyeksi naga kehidupan perak muda yang jinak yang memancarkan aura suci tingkat tinggi.
Bagian dalam kereta dilapisi oleh sofa busa sutra merah muda yang sangat empuk, dilengkapi dengan meja giok mini tempat menyimpan camilan buah, serta langit-langit internal yang memproyeksikan peta galaksi interaktif yang aman untuk edukasi anak-anak.
"Wah!!! Ayah! Apakah ini kereta kencana mainan baru kita?!"
Zhu Ling'er keluar dari pintu pondok dengan melompat lincah, jepitan rambut esnya berkilau indah di bawah sinar matahari pagi. Ia berlari mendekati kereta kencana bintang, tangannya yang mungil mengelus permukaan kristal safir luar dengan rasa kagum yang meluap-luap.
Zhu Xuan berjalan di belakangnya dengan langkah santai, kedua tangannya berada di dalam saku jubah putihnya yang bersih. "Ini bukan sekadar mainan, Ling'er. Mulai hari ini, jika kau bosan bermain di dalam lembah, kereta kencana bintang ini akan membawa kita terbang berjalan-jalan menembus awan dan melihat pemandangan seluruh dunia dari atas langit tertinggi."
"Asyik!!! Terbang naik kereta naga bintang bersama Ayah!" Ling'er melompat gembira, langsung membuka pintu kereta yang terbuka secara otomatis menyambut kedatangan sang tuan kecil.
Zhu Xuan melirik Dugu Bo yang masih berdiri membeku di tempatnya. "Dugu Bo, naiklah ke posisi kusir depan. Hari ini, kita akan membawa Tuan Kecilmu melakukan pelayaran keliling langit pertamanya di atas Benua Douluo."
"B-Baik! Yang Mulia Tuan Agung! Sebuah kehormatan tertinggi bagi orang tua ini!" Dugu Bo menjawab dengan suara bergetar penuh semangat, segera melompat naik ke kursi depan dengan sikap tegak seorang pengawal dewa sejati.
Zhu Xuan melangkah masuk ke dalam kompartemen mewah kereta, duduk di samping putrinya yang sudah asyik menekan-nekan proyeksi bintang interaktif di langit-langit sofa. Pintu kereta menutup dengan senyap, mengunci seluruh fluktuasi tekanan udara luar secara absolut.
"Dugu Bo, jalankan keretanya. Naik menuju lapisan langit ketujuh," perintah Zhu Xuan santai.
WUSH————!!!
Dua naga kehidupan perak di depan kereta mengepakkan sayap cahaya mereka. Dalam satu desiran halus yang sama sekali tidak menimbulkan guncangan di dalam kabin, Kereta Kencana Bintang Kosmik itu melesat tegak lurus ke atas langit Lembah Mirakel, meninggalkan jejak ekor cahaya pelangi raksasa yang membelah awan Benua Douluo, menandai dimulainya era baru petualangan sang Super Daddy bersama putri kecilnya yang paling berharga di bawah kolong semesta raya.
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???