NovelToon NovelToon
Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:387
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perdebatan

Gelang besar itu lalu berubah bentuk menjadi sebuah akar pohon dan langsung melekat di pergelangan tangan Igris. Energi spiritual dari gelang pusaka itu lenyap tak berbekas. Seketika ruangan itu menjadi sunyi, yang terdengar hanya tarikan nafas berat dari dewi yang terbaring lemah di atas sana.

Ana mendekati sang majikan dan bertanya kepada Pangeran harimau putih di samping nya.

"Pangeran, apa yang terjadi kepada nona? Kenapa dia belum juga sadar? Apa kekuatan dari gelang pusaka tak mampu membuatnya pulih? apa yang harus aku katakan kepada raja Hermes jika Nona tak bangun juga?"

Bertubi-tubi pertanyaan terlontar dari mulut kecil sang pelayan itu. Pangeran harimau putih itu hanya tertunduk dan bersedih, ia tak tau harus bagaimana menjawab pertanyaan Ana. Dengan mata kepalanya sendiri dia menyaksikan wanita yang telah menjalin kontrak darah dengannya kini terbaring lemas tanpa daya.

Jantungnya berlubang dan dialiri oleh darah hitam yang tak berhenti menetes, berbagai cara telah dicoba namun semuanya gagal. Inggris tetap tak sadarkan diri. Raja Ornebic pun bingung harus bagaimana lagi dan dengan cara apa lagi baru bisa menyadarkan kembali Sang Dewi alam itu. Namun melihat keadaan Dewi yang seperti saat ini, setidaknya pengorbanannya tidak sia-sia, karena kerajaan Ornebic kini kembali seperti sedia kala.

Tapi tetap saja, Ana merasa jengkel karena pengorbanan Dewi dianggapnya tak sebanding rasa sakit yang lihatnya. Ana kesal sehingga mulutnya pun tak dapat dikontrol lagi. Dia menjerit dan berteriak kepada Zein.

"Apa memang ini yang kalian inginkan? Apa kalian sengaja melakukannya? Kalian sudah mengetahui sebelumnya kalau pohon suci itu adalah pohon keramat yang ditinggali oleh monster dan kalian sengaja meminta agar Nona menghidupkannya kembali? Kalian pasti sudah tahu kan, kalau akibat dari menghidupkan kembali Pohon Suci itu akan menguras energi kehidupan orang yang membangkitkannya? kalian semua sengaja kan?"

"Beraninya kau menuduh kerajaan Ornebic! Jika kami tau ada monster Jurak yang tinggal di dalam pohon suci, kami tidak akan membahayakan nyawa dewi," bantah seorang panatua di sana.

"Benar, sudah ratusan tahun pohon itu mengering, tapi tak ada yang menyadari kalau ada monster di dalamnya,"

"Bohong! kalian semua sengaja melakukannya! Kalian semua itu kultivator tingkat tinggi, mustahil jika tak bisa merasakan aura jahat sama sekali!"

"Cukuuuupp!" Sentak Zean memotong perdebatan itu.

Secara tak sadar Ana telah menyakiti perasaan Zean. Pangeran itu benar-benar tidak tahu jika di pohon itu terdapat sosok monster yang rupanya telah menyedot energi kehidupan penduduk selama ratusan tahun. Zean hanya membatu tak dapat lagi berucap sepatah katapun.

Tiga hari kemudian.

Sampai saat ini Sang Dewi alam itu belum juga bangun, tiga hari telah berlalu masih belum ada tanda-tanda kehidupan yang pasti. Apakah Dewi itu akan selamanya menutup mata? Atau akan ada keajaiban hingga ia bisa bangun kembali?. Pertanyaan itu muncul berulang kali di benak raja Ornebic.

Karena rasa bersalah atas kejadian ini, raja Ornebic akhirnya mengirim pesan kepada raja Hermes dan meminta sang raja datang ke kerajaan untuk memeriksa keadaan Dewi. Barang kali sang raja itu mempunyai solusi atas kebuntuan saat ini.

Mendapati kabar itu, raja Hermes bergegas berangkat. Selama satu hari penuh perjalanan tanpa henti, akhirnya Raja Hermes dan Danji pun tiba di kerajaan Ornebic. Keduanya langsung ingin memastikan keadaan Sang Dewi. Seketika sampai di kerajaan, raja Hermes langsung bergegas menuju ruangan aula, rasa khawatir nya hendak melihat putri angkatnya yang telah tiga hari tak sadarkan diri itu membuat langkahnya begitu cepat.

Raja Hermes terkejut, kenapa Dewi itu menjadi sangat lemah? Bahkan tak pernah terjadi selama 100 tahun ini. Saat pertama kali ditemukan Inggris tak selemah ini, kini tubuhnya benar-benar hanya memiliki sedikit energi kehidupan. Danji mendekat dan memegang tangan Igris, ia mulai mencari nadi dan memeriksa meridian Igris. Pergerakan dari nadi itu sangat lemah, energi spiritual yang menipis dan sangat menguras tenaga. Danji heran, kekuatan seperti apa yang dikeluarkan oleh Dewi itu hingga dia bisa menjadi seperti ini?

"Apa yang terjadi kepada Dewi hari itu, sampai dia menjadi seperti ini?" Tanya raja Hermes dengan suara menekan.

"Waktu itu Nona memaksakan kekuatannya yang telah memudar demi menyegel monster Jurak ke dalam segel matahari miliknya." jawab Ana tegas dengan tarikan satu nafas.

"Apa, menyegel monster Jurak? Monster itu menyerap energi kehidupan siapapun yang menyentuh atau dekat kepadanya. Apa dia tidak tahu efek samping dari menyegel monster itu? Energi kehidupannya akan direnggut. Ekselir hidupnya akan semakin menipis. Energi spiritualnya makin hari akan semakin habis dan tidak akan lama, dia akan mati!"

"Apa Nona tida akan selamat? Apa tidak ada cara lain untuk menyembuhkannya?"

"Hanya ada satu cara, yaitu mencari teratai suci yang bisa menyerap segala racun. Dan itu hanya ada di kerajaan Borista. Itu kerajaan tetangga kita, namun untuk mendapatkannya sangat sulit. Karena kerajaan itu sangat ketat," ucap Danji.

"Di kerajaan itu ada satu pangeran yang memiliki kekuatan kristal dan dikabarkan pangeran itu saat ini sedang menderita penyakit yang langka. Jika kita membuat perjanjian kontrak darah kepadanya mereka pasti akan meminta sesuatu yang tak bisa kita bayangkan, namun dalam keadaan Dewi seperti ini mustahil bisa mewujudkan Keinginan mereka." Sambung raja Hermes.

"Masih ada satu cara!" Potong raja Ornebic.

"Apa itu?" tanya serentak Danji, raja Hermes dan Ana.

"Sang Dewi telah mengikat kontrak kepada pangeran Zean, maka Pangeran Zaen bisa menyelamatkan kekasihnya dengan cara membagikan kehidupan miliknya sendiri."

"Tidak boleh, itu tidak boleh terjadi! Itu bukan cara yang baik. Untuk menyembuhkannya tidak perlu mengorbankan orang lain. Dari buku yang pernah aku baca, seorang manusia yang menjalin hubungan kontrak darah kepada seorang Dewa, tidak bisa membagikan ekselir kehidupannya, karena hanya dewa kematian yang bisa melakukannya." Tegas Danji.

"Apa yang menyebabkan manusia tidak bisa melakukannya?" sela Zean.

"Itu karena saat kau berbagi kontrak darah, kau telah berbagi hidup dan mati kepada pasanganmu. Selama kau masih hidup maka Dewi akan hidup,"

"Lalu apa gunanya kontak darah ini jika tidak berguna baginya? Dia telah memberiku kehidupan kedua maka aku juga akan memberikan kehidupanku kepadanya,"

"Tidak Pangeran!! Bukan itu yang diinginkan nona. Dia memberikan pengorbanan sebesar ini agar kerajaan Ornebic kembali seperti semula, awalnya Nona hanya berniat untuk menyerap kristal jiwa di tubuh anda, tapi setelah melihat keadaan langsung kerajaan ini, beliau berubah pikiran. Nona akan menunaikan tujuan hidupnya sebagai Dewi alam, dan dia benar-benar akan mengembalikan keadaan dunia seperti sebelumnya." Debat Ana lantang.

"Dari mana kau tahu hal seperti itu? Dia bahkan tidak pernah memberitahuku,"

"Tuan muda, saat melakukan kontrak darah, Kau pasti juga merasakan kalau jiwamu juga terikat kepada Nona. Apa anda tidak merasakan apa yang dirasakan oleh hatinya? Nona sangat bersedih, hatinya sakit. Saat ini mungkin Nona pingsan selama berhari-hari karena berusaha menahan energi yang besar di dalam tubuhnya, karena detik-detik terakhir aku melihat dengan jelas kalau Nona berusaha mati-matian menyetel monster Jurak itu ke dalam segel matahari miliknya. Dengan melakukan pengorbanan sebesar itu Nona pasti tidak akan setuju dan dia pasti akan murka jika anda memberikan ekselir kehidupan kepadanya. Dia sudah mengatakan tidak ingin ada orang lain lagi yang mati karena dirinya. Jika pangeran mengorbankan dirimu untuk menghidupkannya kembali, itu sama saja anda membangkitkan perang yang bahkan belum siap terjadi."

Mendengar ucapan itu perlahan Sang Dewi membuka kedua matanya. Samar-samar suara Ana telah menyentuh hati Igris. Perlahan lubang di jantungnya mengatup. Secara ajaib dia kembali sadar, namun kesadaran yang masih belum sempurna itu membuatnya sulit untuk bicara. Tubuhnya kembali di selimuti energi spiritual walaupun hanya samar dan sangat tipis. Semua orang kaget, Ana sigap duduk di sampingnya.

"Dewi, Dewi syukurlah anda sudah sadar ... sudah 5 hari Anda tertidur lelap,"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!