"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan Manis Di Hari Ulang Tahun
Di luar Edward tampak sibuk menghias ruang makan dan meja makan, ternyata Edward berbelanja untuk memasak dan menghias ruangan. Setelah selesai Edward langsung mandi dan bersiap.
Sekitar jam 10 malam, Edward berdiri didepan pintu membuka kunci kamar dan mengetoknya.
“ Tok… tok.. tok… Kiara Kamu udah selesai?” Tanya Edward diluar kamar.
Perlahan pintu terbuka dan Kiara melangkah keluar kamar dengan begitu anggun, Edward tampak terpesona melihat Kiara begitu juga Kiara. Ia tampak asing melihat Edward yang mengenakan setelan jas yang rapih.
“ Kamu tampak rapih menggunakan pakaian itu.” Ucap Kiara lembut.
“ Kamu tampak anggun dan hari ini Aku baru menyadari bahwa kamu benar – benar wanita.” Ucap Edward bercanda.
Kiara tersenyum tersipu malu. Edward sedikit membungkuk dan mengulurkan tangan pada Kiara, Kiara yang melihatnya langsung menerimanya dan mereka berjalan menuju ruang makan.
Saat sampai di ruang makan Kiara tampak tercengang, ruangannya tampak berbeda dan sangat indah. Mereka perlahan masuk dan duduk dikursi. Di meja makan tampak begitu banyak makanan dan kue yang bertuliskan.
“Happy Brithday Kiara”
Kiara tersenyum dan terharu melihat semuanya hingga berlinang air matanya.
“ Terima kasih Edward.” Ucap Kiara lembut.
“ Sudahlah jangan menangis nanti riasan wajahmu luntur, lebih baik kamu tiup lilinnya.” Ucap Edward lembut.
Kiara tersenyum dan mulai berdoa, lalu perlahan Ia meniup lilinnya.
“ Apa Kamu mau makan kuenya sekarang atau makan yang lain?” Tanya Edward lembut.
“ Aku ingin makan ini.” Jawab Kiara menunjuk steak.
“ Baiklah Kita makan ini.” Ucap Edward lembut.
Mereka mulai makan dan Edward sangat senang melihat Kiara yang makan dengan lahap.
“ Apa Kamu udah makan steak sebelumnya?” Tanya Edward lembut.
Kiara hanya menggelengkan kepala dan fokus makan.
“ Apa ada nasi?” Tanya Kiara yang membuat Edward tersedak.
“ Apa nasi? Kan itu ada kentang!” Ucap Edward.
“ Tidak mau Aku mau nasi, Aku sangat lapar.” Ucap Kiara memohon.
“ Apa Kamu tidak makan dari pagi?” Tanya Edward khawatir.
Kiara hanya menganggukkan kepala dan Edward hanya menghela nafas. Edward pergi ke dapur bawa nasi dan memberikannya pada Kiara. Mereka mulai makan lagi, Edward menatap Kiara dengan lembut. Entah kenapa hati Edward seolah tersentuh, Ia merasa sangat kasihan pada Kiara.
Setelah selesai makan mereka bersantai dan mengobrol.
“ Kiara apa Aku boleh tau Kamu ulang tahun yang ke berapa?” Tanya Edward sedikit gugup.
“ 23 tahun.” Ucap Kiara.
“ Selamat ulang tahun.” Ucap Edward dan membuat hati Kiara tersentuh.
“ Apa Kamu tau dikaum Kami Vampire, usia 23 tahun itu usia yang paling ditunggu karena seorang anak keturunan vampire dan manusia akan diketahui jati dirinya akankah menjadi vampire atau manusia saat usianya 23 tahun. Ini hanya berlaku untuk anak yang orang tuanya vampire dan manusia.” Jelas Edward membuat Kiara tak percaya.
“ Manusia dan Vampire menikah?” Tanya Kiara penasaran.
Edward hanya mengangguk.
“ Lalu apa yang dialami anak itu kalo Ia keturunan vampire?” Tanya Kiara kembali.
“ Biasanya akan demam tinggi dan merasa sangat haus tapi bukan air minum yang bisa menghilangkan haus didahaganya tetapi darah. Dan untuk menanganinya orang tuanya yang vampire akan bersedia digigit untuk hasrat anaknya lalu si anak akan dididik untuk mengendalikan hasratnya untuk tidak menggigit manusia.” Jelas Edward membuat Kiara kagum.
Obrolan mereka teralihkan oleh suara musik yang sangat merdu, tiba – tiba Edward berdiri dan mengajak Kiara berdansa.
Kiara tersenyum dan menerimanya. Mereka berdansa dengan sangat romantis seperti layaknya sepasang kekasih. Edward memeluk Kiara dari belakang dan terus berdansa.
Setelah beberapa lama penglihatan Kiara tampak kabur dan Ia jatuh pingsan, untung saja Ia jatuh dipelukan Edward.