NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: tamat
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:341k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 29: Perjalanan Pulang

​"Ini bukan rute menuju gedung Vance Corp."

​Harper memecah keheningan di dalam mobil dengan suara tajam. Matanya menatap tajam ke luar jendela kaca mobil yang gelap. Gedung pencakar langit yang biasa dia lihat di sekitar kantor sama sekali tidak terlihat. Jalanan ini justru mengarah ke kawasan pemukiman elit tempat dia tinggal.

​"PakbSopir, putar balik sekarang juga," perintah Harper tanpa ragu.

​Sopir pribadi di depan tampak ragu. Pria paruh baya itu melirik dari kaca spion, menunggu persetujuan dari bos aslinya.

​"Tetap ikuti jalan ini," potong Dominic santai. Pria itu menyilangkan kakinya, menatap lurus ke depan tanpa menoleh ke arah Harper sedikit pun. "Kita tidak akan pergi ke kantor."

​Harper langsung memutar posisi duduknya menghadap Dominic. Tatapannya penuh dengan kecurigaan tingkat tinggi.

​"Apa maksudmu tidak pergi ke kantor? Kau baru saja berteriak panik di pinggir jalan, bilang kalau sistem keamanan lapis kedua kita dijebol peretas. Kau bilang data klien sedang dalam bahaya!" cecar Harper.

​Dominic merapikan kerah kemejanya dengan gerakan pelan dan luar biasa tenang. Sama sekali tidak ada jejak kepanikan seperti dua puluh menit yang lalu.

​"Sistem kita baik-baik saja," jawab Dominic enteng. "Tidak ada peretas. Tidak ada serangan darurat. Server cadangan itu seaman brankas bank sentral."

​Udara di dalam mobil Vancelo itu seolah tersedot habis. Harper menatap bosnya dengan mulut sedikit terbuka. Otak cerdasnya langsung merangkai semua kejadian ganjil hari ini. Telepon ancaman soal tikus. Kemunculan Dominic yang tiba-tiba. Ban mobil bocor yang ternyata bohong. Dan sekarang, peretasan fiktif.

​"Ternyata benar dugaanku. Kau menipuku," bisik Harper dengan nada tidak percaya. "Kau mengarang cerita murahan itu hanya untuk membawaku pergi dari sana?"

​"Tentu saja aku menipumu," sahut Dominic tanpa rasa bersalah sedikitpun. Dia akhirnya menoleh, membalas tatapan Harper dengan sorot mata yang menggelap. "Kalau aku tidak bilang ada keadaan darurat, kau pasti akan tetap bersikeras tinggal bersama pria miskin itu. Aku harus menggunakan cara ekstrem untuk menarik sekretaris utamaku kembali ke dunia nyata."

​Harper tertawa hambar. Tawa yang murni berisi rasa frustrasi dan kemarahan yang meluap-luap.

​"Dunia nyata? Kau menyebut tingkah manipulatifmu ini sebagai dunia nyata, Dom?" Harper menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Kau benar-benar gila. Ego lelakimu itu sangat rapuh sampai-sampai kau tidak tahan melihatku menghabiskan waktu dengan pria lain!"

​"Ini bukan masalah ego, Harper!" Dominic mulai terpancing. Nada suaranya naik satu oktaf. "Pria itu sama sekali tidak pantas untukmu! Dia dokter hewan biasa yang tinggal di dunia yang berbeda dengan kita. Kau terbiasa dengan kemewahan, jadwal padat, dan negosiasi bisnis tingkat tinggi. Kau akan mati kebosanan kalau hidup bersamanya!"

​"Itu bukan urusanmu!" bentak Harper keras. Tangannya mengepal kuat di atas pangkuannya. "Kau atasanku di kantor, bukan ayahku, dan jelas bukan waliku! Kau tidak berhak menentukan siapa yang pantas dan tidak pantas untukku!"

​"Aku berhak karena aku mengenalmu lebih baik dari siapa pun di dunia ini!" balas Dominic tidak mau kalah. Matanya berkilat marah. "Kau pikir pria manis berkemeja biru itu bisa mengerti pola pikirmu? Dia akan lari ketakutan kalau melihat sisi aslimu saat kau menghancurkan perusahaan lawan di ruang rapat!"

​"Setidaknya dia tidak memanipulasi aku!" Harper balas berteriak.

​Mobil hitam itu berbelok mulus memasuki gerbang Apartemen Mutiara Senja, tempat Harper tinggal. Penjaga gerbang langsung memberi hormat saat melihat plat nomor mobil mewah tersebut.

​Harper sama sekali tidak peduli mereka sudah sampai di area apartemennya. Amarahnya sudah tumpah ruah. Semua kesabarannya selama lima tahun mengabdi pada pria arogan ini benar-benar hancur tak tersisa.

​"Kau selalu merasa dunia ini milikmu, Dom. Kau pikir kau bisa menghancurkan kehidupanku lalu memberiku gaji besar untuk menutup mulutku?" Harper mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap tajam mata bosnya. "Ryan adalah pria pertama yang membuatku merasa seperti manusia normal. Bukan sekadar mesin penjadwal dan pembuat kopi otomatis. Dan kau mengambil kebahagiaan kecil itu dariku hanya karena kau bosan dan ingin bermain-main!"

​"Bermain-main?" rahang Dominic mengeras sempurna. "Kau pikir aku membuang waktuku mengikuti taksimu, menahan dingin di luar restoran, dan berdebat denganmu di jalanan ini hanya untuk bermain-main? Kau sangat buta, Harper!"

​"Aku tidak buta! Kau selalu merasa bisa mengendalikan siapa saja, Dom," desis Harper tajam. Telunjuknya mengarah tepat ke dada Dominic. "Kau membatalkan penerbangan ke Paris. Kau menakut-nakuti orang satu restoran dengan isu tikus got. Lalu kau membohongiku soal data klien yang diretas. Kau melakukan semua kejahatan manipulatif itu hanya demi memuaskan obsesimu sendiri!"

​"Aku melakukan ini untuk menyelamatkanmu dari kesalahan besar!" sergah Dominic keras kepala.

​"Tidak! Kau melakukannya karena kau tidak tahan melihatku bahagia di luar kendalimu! Kau sakit, Dominic!"

​Harper mencondongkan tubuhnya lebih dekat, menatap langsung ke kedalaman mata Dominic yang kini membelalak. Wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. Udara di antara mereka terasa sangat panas dan mematikan.

​"Kau merusak kencanku karena kau egois!" teriak Harper tepat di depan wajah pria itu dengan segenap emosinya.

​Dominic kehilangan akal sehatnya. Urat di lehernya menonjol keras menahan amarah yang meledak. Dia menendang bagian belakang kursi sopir dengan tenaga penuh.

​"Berhenti sekarang juga!" raung Dominic dengan suara menggelegar.

​Sopir yang terkejut setengah mati itu secara refleks menginjak pedal rem dalam-dalam.

​Ciiiitttt!

​Suara decitan ban yang bergesekan kasar dengan aspal terdengar sangat memekakkan telinga. Mobil mewah itu mengerem mendadak di tengah jalanan area apartemen, membuat tubuh Harper dan Dominic sama-sama terlempar ke depan sebelum ditarik kembali oleh sabuk pengaman dengan sentakan keras.

1
David Daniel
edaaannnn...boss gendeng...🤣🤣🤣🤣
mety
udah kasih aja racun 🤣🤣🤣
Meliana Siregar
Oke banget, semangat buat authornya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Eh Tamat, ga terasa baca marathon tau² sudah Happy Ending...👍👍👍
Eh Tamat, ga terasa baca marathon tau² sudah End meskipun bikin adrenalin karna bikin sedikit menguras emosi tapi seru.👍👍👍😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat Do Harper kalian sudah resmi jadi Suami Istri.👏👏👏

Lho Ryland sudah bebas Kah, kok ada hadir di pernikahan Do Harper... perasaan masih baru di penjarakan dan di kirain cuma keluarga CaldWell doang yang hadirnya.🤔🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
🤣🤣🤣 Ya ampuuuunnn Dom, mulai lagi alasan konyolMu, padahal sudah lama ga denger tuh Dasi miring... untung Pawangnya datang kalau ngga bisa ngompol di tempat tuh perias, Bagas dan Alvin.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sekarang tanpa ragu dan malu lagi lansung ngaki BUCIN juga ya Dom... Terbaik pokoknya mah.👍😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Duh Dom jangan sampai musuh Mu merusak hari bahagia Mu tar..
apa lagi Ryland CaldWell sudah kamu penjarakan dan bisnisnya kamu bantai jangan sampai mereka masih dendam.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lagi mode akur.🤭

Thor kalau ada percakapan tertawa itu coba cantumkan juga gimana bunyi tertawanya biar lebih dapet adegannya.
karna setiap ekspresi, bunyi adegan, benda atau apapun yang terlihat sepele tapi justru itu membuat cerita juga lebih hidup.🙏🙂
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Semenit tanpa ada keributan kayaknya ada yang kurang di antara hubungan Dom Harper karna sama² keras kepala dan punya ego tinggi jadi kalau ga ada yang sadar salah satu bakal cepat ambyar tuh hubungan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ampuuunn deh si Dom ini.🤭🤭🤭

O ya kok nama Desainernya mirip dengan nama dokter hewan teman kencannya Harper.🤣🤣✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah kalau gini Dom sudah benar Harper biar baagaimana pun Dia seorang pengusaha besar dan mempunyai banyak kolega bisnis yang ga kaleng² jadi selagi di batas wajar Kamu harus bisa menerimanya Harper.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
MANTAP Harper, ga perlu hambur²kan Banyak uang ratusan miliyar hanya buat untuk dapat pujian dari para penjilat dan menguntungkan orang² licik.👍👍👍

Dom ga semua kekayaanMu mampu membungkam para klienMu tapi cukup percayakan pada Harper karna Dia cukup tau jadi turunkan Ego mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Makin Makin si Dom ini, bisa kacau itu Perusahaan Dom kalau urusan Kantor keganggu terus akibat CEOnya gangguin mulu kerja COOnya.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
🤣🤣🤣 Kacau Kacau semua akibat ulah Dom yang Bicinnya ga ketulungan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hahahaaa... Dom, Kamu Lucu sekali kayak Bocil kehilangan Ibunya.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Harper T O P pokoknya.👍👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Romantisnyaaaa... Manis banget sih Dom.👍👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat Dom lamaranMu di terima Harper.👍👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Cara melamar Dom lain dari yang lain... tapi yang penting bukan di lihat dari niat gantl.👍🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!