NovelToon NovelToon
Istri Berbahaya Sang Mafia

Istri Berbahaya Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Perjodohan
Popularitas:230k
Nilai: 5
Nama Author: Ecly

Lea Michale wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.

__________________________________________

lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

( Menggempar kan.)

Axel menatap sinis, ke arah Lea Yang kembali mengusirnya dari dalam kamarnya. Padahal dia sedang khawatir tapi apa wanita itu, bahkan tidak tahu diri, malah tidak bersyukur! melihat-nya sudah si cemas itu. Tapi dia memilih diam saja. Sepertinya dia harus memperluas rasa sabar-nya lagi, untuk menghadapi sikap dan tingkah laku istri-nya.

 " Ayo tidur di kamarku saja, Kamar ini akan di bersihkan dulu. kamu mungkin masih syok dan trauma, dengan kejadian ini." ucap Axel, penuh kelembutan. Lea yang mendengar perkataan Axel, membulatkan matanya.

 " Trauma syok, Aku trauma dan syok? Mana mungkin. Asal kamu tahu aku bahkan sudah terbiasa sese---! Ekhem mak- mak- maksud--" Lea mengumpat kebodohannya, karena sudah bicara keceplosan, Dia lupa bahwa dia sudah berada di tubuh si Carlin, yang lemah itu.

  " Lihat kamu bahkan bicara pun sampai ngelantur saking syok-nya, Ayo pergi ke kamarku. biar ini semua di bereskan sama pelayan." Axel langsung menggendongnya dengan paksa, karna kalau tidak di paksa seperti itu. pasti Carlin akan menolaknya Lea yang tidak menyangka Axel! mengendong-nya secara tiba-tiba, Dengan refleks mengulang kan tangannya Di leher Axel.

 Tiba-tiba mereka berdua terdiam, Axel menatap-nya rumit. Sedangkan Lea! membelalakkan matanya.

" I-ini reflek, nggak sengaja." ucap Carlin Sewot. Dia juga langsung melepaskan tangannya di leher Axel.

" l know..." sahut Axel, yang langsung melangkahkan kakinya. Berniat Menuju ke luar dari kamar istrinya.

" Hey-hey, lepaskan aku? Aku nggak setuju! Turunkan aku, aku mau ganti bajuku dulu. kamu nggak lihat bajuku kotor."

 " Di kamarku, juga banyak pakaian perempuan. jadi kam---"

" Aku nggak mau, itu pasti milik pelacurmu? Kamu menyuruhku memakai pakaian milik pelacur. yang biasanya suka memuaskanmu! Aku tidak mau? " Lea meronta-ronta, untuk melepaskan tubuhnya, dari gendongan Axel.

" Apa seburuk itu, aku di matamu? " Axel jadi sakit hati, mendengar perkataan dari istri-nya.

 " Jangan drama deh, aku juga tahu kalau kamu itu su---"

 " Aku nggak brengsek, dan sejauh itu Carlin Christine. apa di matamu aku begitu menjijikan. kamu selalu menatap dan mengatai aku, seperti hewan." Lea mengerjap matanya. akibat bentakan keras, dan tatapan tajam dari axel.

" Kalau begitu, biarkan aku mengambil ponselku dulu. Turunkan aku."

Axel menghela nafas beratnya, Dan memalingkan wajah tampan-nya! yang kusut, Rasanya capek sekali, berhadapan dengan Carlin yang sekarang.

tak lama beberapa pelayan datang, dan langsung masuk ke dalam kamar nyonya-nya Mereka semua sangat terkejut, saat melihat pemandangan di depan matanya, begitu juga dengan Axel dan Carlin, yang sama-sama terkejut.

" Bersihkan semua-nya, Termasuk seprainya. jangan sampai masih ada darah Si sampah itu..." Axel berkata dengan dingin, Kemudian melangkah pergi, dengan Carlin dalam gendongan-nya. Lea merasa malu karena para pelayan, selalu melihat tingkah laku mereka berdua. jadi dia langsung menyembunyikan wajahnya.

 Deg~deg~deg.

" Kenapa, jantungku berdetak kencang. apa karena efek samping dari marah-marah tadi? Tapi masa iya." batin Lea heran, karena jantungnya berdetak lebih kencang.

*****

Keesokan hari-nya, Mansion mewah Alexander! beserta penghuni-nya di buat gempar, dengan apa yang sudah terjadi tadi malam. Mereka mengetahui itu semua dari para pelayan dan pasukan, yang sedang bergosip. Tidak ada yang tidak membicarakan peristiwa mengerikan, yang terjadi tadi malam.

" Hey, Kelly kamu pelayan dari mansion kediaman nyonya. dan tuan bukan? " para pelayan, mendatangi Kelly.

" Ya, ada apa yah? " Kelly menatap mereka satu-persatu. dia tidak terlalu dekat dengan para pelayan di mansion utama itu. Karena memang sejak awal, dia di tugaskan Axel untuk menjadi pelayan pribadi Carlin, di mansion kediaman tuan dan nyonya-nya.

 " Katakan kepada kami, bahwa selama ini beliau, hanya berpura-pura bodoh dan lemah. bukan? asli-nya Beliau sangat keren kan? Ayo ceritakan semuanya tentang nyonya muda. kepada kami? jujurlah dengan kami, kami mau mendengar cerita darimu..."

" Hah? Apa yang kalian maksud? " Kelly mengeryit dahi-nya heran, Tapi detik berikutnya, dia langsung menatap tajam ke arah mereka.

 " Lancang sekali, kalian sama nyonya muda Alexander! Apa kalian lupa siapa kalian? Dan sebagai apa kalian di sini? Jangan tidak tahu diri kalian." ucap Kelly, dia tidak habis pikir dengan para pelayan yang tidak tahu diri, dan begitu berani.

Para pelayan itu mendengus, lalu bersedekap tangannya di dada, mereka menatap Kelly dengan tatapan sinis.

 " Alah, jangan sok deh! Kamu juga seorang pelayan. Kamu pasti juga punya pikiran yang sama dengan kami kan? Semua penghuni mansion ini, juga mengatakan bahwa beliau juga begitu kok."

" Iya benar itu, kamu jangan munafik. jadi orang? " ucap ke 2 pelayan itu. Dan membuat Kelly semakin marah'

" Jaga ucapan kalian, Nanti menyesal baru tahu rasa. Nyonya nggak seperti yang kalian Katakan, Dan kalian kalau tidak tahu ap---"

  " Nggak usah sok jago kamu, kamu jangan coba-coba melindunginya. kami yakin kamu pasti juga di anca---" Mereka kompak menundukkan kepalanya, karena orang yang sedang mereka bicarakan sedang berjalan ke arah mereka, dan menatap datar ke arah mereka semua.

" Apa, ini? Kenapa kalian tiba-tiba takut? tadi kalian sangat berani dan lancang sekali bicaranya. sekarang kalian seperti melihat hantu? " ucap Kelly, dengan sebal.

  " Bukankah, tadi aku memintamu untuk membuat teh. dan membawa cemilan Kelly? Kenapa kamu malah berkumpul dengan sebilah pisau tumpul, dan bergosip dengan pelayan rendahan seperti mereka." ucap Lea

Suara rendah, namun dingin. dan langsung menusuk sehingga membuat Kelly, langsung menoleh karena kaget.

 " Eh nyonya, Maaf ini akan saya bawakan. untuk nyonya." Kelly mencibir para pelayan, yang kelihatan ketakutan.

 " Bawa itu ke taman, aku akan bersantai di taman. jika dalam waktu 10 detik kamu tidak datang akan ku penggal kepalamu?" Carlin menatap datar dan dingin, Kemudian melewati para pelayan, yang ketakutan saat mendengar ancaman-nya untuk Kelly.

 " Kalian dengar baik-baik, nyonya muda Alexander! bukan wanita yang bodoh dan lembah seperti yang kalian pikirkan. Beliau hanya ingin menilai seberapa sopan seseorang kepada-nya, Jadi baik-baik menjadi budak." Setelah menampar para pelayan, dengan kata-katanya, Kelly segera pergi untuk mengantarkan teh nyonya-nya.

      *****

" Kenapa kamu suka tiba-tiba muncul, sudah seperti hantu? Yang tidak di undang."

Lea Sontak menoleh, dan mengangkat sebelah alisnya, saat melihat salah satu adik ipar-nya, yang sedang membaca buku di taman. Lea tidak tahu kalau gadis itu, juga ada di taman.

" Aku, hantu? Hey seharus-nya kata-katamu itu. lebih cocok di berikan kepada kakakmu! yang nyebelin itu." Sahut Lea, tidak terima.

  " Pergi..."

" Siapa? "

  " Kamu..."

Lea terkekeh geli, dia tidak perduli dengan gadis itu. Lea dengan santai duduk di kursi.

" Hey, kamu tuli yah? Aku kan sudah bilang kamu pergi sana. kenapa malah duduk sih? Cepat pergi sana." gadis itu menatap marah'

 " Jaga bicaramu, nona muda Alice! Aku juga tidak menganggumu. membaca bukan? Lebih baik kalau kita masing-masing saja." ucap lea, dengan ekspresi wajah datarnya.

" Aku bukan Alice, kamu salah orang. aku adalah Aliza! " ucap-nya, dengan wajah merah.

Lea mengerjap, beberapa kali matanya. Kemudian dia mengangguk kepalanya.

 " Oh, I'm sorry! Kalian terlalu indentik. jadi aku tidak tahu mana yang Alice, mana yang Aliza..." Aliza hanya mendengus dingin.

 Hening hanya ada suara air mancur, yang terdengar hingga ketaman itu. Lea sibuk dengan pikirannya, Aliza sibuk membaca buku-nya.

 " Kamu keren sekali... kalau aku yang ada di posisimu, entah apa yang akan terjadi selanjutnya." Lea menoleh, dia mengeryit heran. Tapi dia hanya diam saja dan menatap gadis itu.

" Berhenti menatapku, dengan wajah bodoh. begitu." ucap Aliza kesal, karena dari tadi kakak ipar-nya, menatapnya terus-menerus

Seketika Lea berdecak kesal, Gadis cantik itu benar-benar mirip dengan sifat aslinya.

 " Ngomong-ngomong, soal bodoh itu Apa aku sebodoh itu..! maksudku apa selama ini aku, terlihat seperti orang bodoh...!"

" Kamu memang bodoh, karena selalu membiarkan orang lain, memperlakukanmu dengan semena-mena. Padahal statusmu dengan yang lainnya sudah berbeda Meskipun awalnya kamu berasal dari keluarga yang nggak setara. dengan kami! tapi kamu sudah menikah dengan kakakku Yang di mana dia seorang pemimpin, yang di segani semua orang. Seharusnya kamu sama dengan kakakku, Setidaknya tidak membiarkan orang lain, sesuka hatinya terhadap mu! "

  " Wahhhh...!" Lea menatap kagum, ke arah adik ipar-nya itu.

" Wahhhh, kamu bilang? " Aliza menatap jengkel, dan melototi mata-nya.

 " Karena aku juga setuju, dengan perkataanmu." sahut Lea, dengan senyum tipis di bibirnya Aliza menatap tak percaya.

" Kamu, gila ya? " Ucap Aliza.

" Benar sekali, aku memang gila'! "

Aliza melongo, mendengar balasan dari kakak ipar-nya, Dia menatap rumit ke arah Lea.

" Aku Gila, gara-gara kakakmu yang Sialan itu. kakakmu yang brengsek itu, suka membuatku naik darah, suka tiba-tiba muncul seperti setan. Sok paling benar dan sangat nyebelin, dia tidak pernah sadar dengan apa yang sudah dia lakukan terhadapku. Aku membenci kakakmu itu." ucapnya panjang lebar.

Aliza menutup mulutnya, Dia nggak percaya kalau yang baru saja bicara bar-bar, dan gila adalah Carlin..kakak iparnya yang biasanya bicara dengan penuh kelembutan, Dan penuh hati-hati.

*****

" Aku, masih tidak percaya bahwa si Carlin. yang lemah, dan bodoh itu. bisa melawan penyusup itu dengan mudah. Apa lagi tidak ada yang membantunya! " ucap Sofia.

  " Tapi, para pelayan dan pasukan. Melihatnya langsung Bu." sahut putranya.

" Mungkinkah selama ini, dia diam-diam belajar ilmu bela diri? " Sofia menatap lekat sang putra, yang sedang fokus menatap layar laptopnya.

 " Sekali pun iya...nggak mungkin sekuat dan segila itu kan Bu, Aku bahkan tidak sekuat itu! meskipun aku bisa bela diri." sahut putranya, mereka semua merasa bahwa semuanya, hanyalah bualan semata.

" Tapi orang gila mana, yang berani menyusup. ke mansion Alexander! Apa sepupumu, sudah memberi tahu, kamu atau tidak? "

Logan Alexander! menoleh, sambil membetulkan letak kacamatanya, lalu berkata.

" Nggak ada, ibu kayak nggak kenal sama kakak sepupu. seperti apa dia."

Sofia berdecak kesal, dia geram dengan keponakannya itu. Karena Axel selalu menutupi semuanya sendiri. Dia juga tidak pernah mau berbagi, meskipun dengan saudaranya sendiri.

" Bukankah, ini sangat terpengaruh. jika orang-orang di luaran sana, mengetahui dan mencoba menargetkan dia. musuhnya Alexander! pasti akan penasaran."

" Iya Itu, sudah pasti Bu..."

Di sisi lain Axel Johan dan juan, juga sedang menggosipkan Carlin juga.

" Dia meminta itu, kepada Anda? " Axel mengerjap Matanya, tak percaya rasanya.

" Iya Dia bilang untuk jaga-jaga, ketika ada yang ingin menyerangnya." Johan teringat kembali, di saat Carlin meminta ijin untuk ikut latihan bela diri, menembak dan memanah.

" Ta-tapi---"

 " Itu bagus, bukan? kamu setuju denganku Juan? " Johan beralih menatap Juan.

 " Saya setuju tuan, Nyonya bisa melawan di saat kita sedang tidak bersama-nya, Selain itu belum ada kan istri dari pemimpin dari mafia yang Memiliki keahlian sama seperti suaminya? Selama ini istri para mafia hanyalah lembah lembut. dan di tuntut untuk mengandung, melahirkan anak. Hobby-nya hanya foya-foya, mengadakan banyak pesta dan jika nyonya muda setara dengan tuan Alexander! Kelompok mafia-mafia, di luar sana akan berfikir 2x untuk menargetkan nyonya."

  Penjelasan dari Juan, membuat Johan tersenyum cerah, ternyata mereka berdua punya pemikiran yang sama. Sementara Axel nampak takut Lebih tepatnya dia ngeri, bisa saja' Carlin akan menyiksanya setiap hari kalau dia sudah bisa bela diri. sebagai bentuk dari balas dendam-nya Hehehe.

" Axel belajarlah, dari peristiwa kecelakaan Tertembak, Waktu mau menyelamatkanmu. dan apa yang terjadi tadi malam, memangnya kamu mau hal serupa kembali terjadi." tanya Johan, dia tahu bahwa saat ini Axel tidak setuju dengan pemikirannya, dan juga Juan, Axel hanya mampu menggelengkan kepalanya saja. Setelah bergosip tentang Carlin mereka melanjutkan pembicaraannya, tentang para musuh, dan bisnis, termasuk si penyusup itu.

1
Mom Yuzfan
ini cerita knp ga di lanjutin min🤧
padahal ceritanya bagus
Mom Yuzfan
ini cerita knp ga di lanjutin min🤧
padahal ceritanya bagus
Anonim
Lama kali ah gk up up
Rut Lamrorejeki
seru dan lucu
Rut Lamrorejeki
🤣🤣🤣🤣
suami istri somplak
Mom Yuzfan
kpn kelanjutannya thor?
Anonim
Kok gk lanjut lagi ya
Umiie'ne Naza
baru baca novel, ga di kasih masa lalu yg punya tubuh'
Poh Lie Yong
gk jelas app ne tak ada kelanjutan na
Poh Lie Yong
lanjut
Anonim
Lanjutkan
Mifta Nurjanah
lnjuttt
Mifta Nurjanah
cieee jebol
Mifta Nurjanah
ih tanggung itu mau diunboxing
Anonim
Wah seru lagi thor
Anonim
Kok satu
Ecly: iya kak lagi nggak enak badan 🤭🙏
total 1 replies
Titah Ibrahim
sejauh ini blm bosen thor 👍💪
Ecly: makasih kk supportnya 🙏
total 1 replies
Reka Cantika
dua dong
Ecly: maaf kak yah masih sakit 🙏
total 1 replies
Reka Cantika
lagi ya Thor
Reka Cantika
lanjutkan
Ecly: iya kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!