Yah, ganteng sih... tapppiiii pekerjaan pacar kamu kan Office Boy. Memangnya kamu ngga bisa cari yang lebih baik?
Disaat yang sama Boss Besar mengirimkan rangkaian bunga dan kalung berlian sebagai apresiasi pekerjaannya sebagai sekretaris.
Jadi, siapa yang harus dipilihnya?
Si Tampan Office Boy, atau si Milyuner Big Boss?
Gals, Yuhuuu..
Novel ini secara teknis sebenarnya sudah tamat di Bab 47, tapiiiiiii karena kesalahan teknis yangvtidak bisa dihapus, tampilannya jadi berantakan. Jdi diriku usahakan membuat cerita extra sampai Bab 65 yaaaa.
Terimakasih Yang Sudah Vote!!
Cup Cup Muahh deh, semoga semua yang Vote dan memberi diriku tips (hehe) hidupnya makin sukses dan selalu bahagia.
Aamiin...
hihi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
past time
Alex menghampiri Mercedes yang diparkir di ujung jalan komplek lalu masuk ke kursi belakangnya.
"Malam ini saya menginap di rumah sakit. Ibu saya kritis lagi." sahutnya.
Leon menginjak pedal gas dan ia menjalankan mobilnya setengah mengebut.
"Kita sewa saja satu kamar buat kerja di sana bisa pak?" tanya Leon.
"Rumah sakitnya punya siapa?" tanya Alex.
"Punya Garnet Grup."
"Coba hubungi perwakilannya. Saya jelas tidak bisa ke kantor. Kritisnya sudah hitungan jam." gumam Alex.
Kalau di tengah bencana begini Icarus menyerang, habislah dia.
Alex menengadahkan kepalanya sambil bertumpu ke sandaran sofa mobil.
Candu...
Paling tidak hatinya agak lega malam ini.
Bianca tidak meninggalkannya, semahal apa pun hadiah yang Alex berikan ia tetap memilih Lucas.
Ciuman Bianca sudah menjadi obat baginya, kalau perlu ia akan selamanya menjadi sosok Lucas agar bisa merasakan ciuman itu setiap hari.
*****
Dua minggu tanpa kehadiran Lucas benar-benar membuat frustasi. Aku sudah menanyakan keberadaan pria itu ke unit HRD dan dijawab kalau Lucas mengajukan perpanjangan cuti dua minggu. Ia menghabiskan jatah cutinya tahun ini dan meminta kebijakan dari kantor pusat.
"Kantor pusat sudah menandatangani permohonannya." kata Kepala Unit HRD
"Siapa yang tandatangan?"
"Pak Alex Beaufort sendiri, Six..."
"Pak Alex menandatangani form permohonan cuti seorang office boy?!" aku agak heran.
"Yang kaget bukan cuma kamu. Tapi saya sudah konfirmasi lewat telepon ke Pak Leon, katanya benar Big Boss yang tandatangan sendiri formnya."
Aku mengernyit.
Keberadaan Lucas makin membuatku penasaran.
"Six..." ibu Kepala Unit memanggilku dengan wajah tegang. "Tolong sembunyikan informasi ini ke orang lain, takutnya nanti semua ikut-ikutan. Kami cuma bilang kalau Lucas dipinjam sama kantor pusat sesuai dengan konfirmasi dari pak Leon."
Aku mengangguk bersedia bekerja sama.
Aku mengetik dengan hati campur aduk karena kesepian. Sudah dua minggu aku pulang sendiri. Apa aku cari saja rumah sakitnya? Dia bahkan tidak sehari pun membalas teleponku.
Aku merasa sesuatu menarik-narik ujung blazerku.
Gabriel menatapku dengan mata coklat besarnya. Mulutnya yang hanya ditumbuhi empat gigi depan meringis melihatku.
Duh... Untung ada malaikat.
Aku mengangkatnya ke pangkuanku dan memeluknya.
Lalu kusadari wanginya menghangatkanku.
Rasanya aku tidak dapat membendung air yang mulai memenuhi kelopakku.
Aku menangis.
Lemah...
Merasa egois.
Merasa kesepian.
"Six..." aku bisa mendengar suara bariton Bima di depanku.
Aku mengintip dari sela-sela pakaian Gabriel.
"Baju anak saya bisa kena make up kamu kalo begitu terus..." desis Bima. Terlihat mukanya sudah jengkel.
"Ck..." aku mendecak kesal.
"Saya sih senang melihat kamu lagi sedih begitu, tapi ngga usah libatkan Gabriel." ia meraih tubuh Gabriel dan menggendongnya.
Angeline sedang ke luar kota untuk meninjau pabrik jatinya jadi Bima membawa Gabriel ke kantor dan mengubah ruangannya menjadi seperti tempat penitipan anak.
Dalam sekejab idola lantai 10 berubah haluan. Ada saja satu sekretaris yang rela dengan senang hati meninggalkan pekerjaannya untuk menemani Gabriel, termasuk aku.
Aku mengambil tisu dan menghapus air mataku dengan menunduk agar tidak terlihat dari atas pos.
"Ngga usah gembar-gembor." desisku mewanti-wanti.
Bima menimang Gabriel sambil menatapku dengan serius. Mungkin ia sedang menikmati sosok Six yang biasanya setangguh baja sekarang klemar-klemer kayak marshmallow.
Cuma gara-gara kangen sama cowok.
Aku berdehem. Lalu mengubah raut wajahku.
"Sudah pak nonton nya?" tanyaku sinis.
"Cepat amat. Ngga seru..." ia tersenyum licik sambil berlalu.
Menyebalkan.
Aku menarik laci di mejaku untuk mencari tisu basah, seingatku ada satu plastik kusimpan di laci paling bawah.
Karena mataku agak buram menahan air mata, jemariku menyentuh kotak yang berada di bagian dalam laci.
Aku mengernyit.
Kotak itu sudah lama tidak kubuka.
Aku menatap sekitarku, suasana sedang terkendali.
Lalu aku mengangkat kotak itu dari laci dan meletakkannya di pangkuanku.
Saat aku membuka tutupnya pikiranku langsung berbaris rekaman-rekaman kenangan masa lalu.
Kumpulan foto.
Polaroid dan kertas poto
Ada flashdisk juga
Ada kartu ucapan ulang tahun
Ada sebuah gelang dari tali dengan liontin logam berbentuk love
Ada bros berbentuk daun semanggi dari Tiffany and co yang masih tertutup rapi di kotaknya.
Pak Baskara...
Bu Retno...
Astaga...aku benar-benar harus menyendiri! Air mataku tumpah lagi!
Akhirnya aku menghapus air mataku, membawa kotak itu dan berjalan menyusuri lorong yang penuh dengan penjagaan sekuriti ke arah lift.
Lalu memencet tombol 30.
Langit Jakarta cerah berawan, menambah semangat bagi banyak orang untuk beraktivitas.
Banyak orang kecuali aku.
Ingatanku ke mana-mana. Masa 10 tahun yang lalu.
Aku membelai bros yang ada di dalam kardus kecil warna biru telur. Aku belum pernah memakainya karena menurutku benda mahal seperti itu tidak cocok untukku yang berasal dari desa. Terlalu mewah.
"Nduk, ini cocok untuk kamu! Tak pilih sing warna e kuning ben matching karo rambutmu!" sahut bu Retno.
Aku membelalak menatap bros itu. Cantik gemerlapan.
Rambutku bahkan bukan warna asli.
"Haduh ini kemahalan bu..."kataku.
"Opo sih! Enggak lah, kamu pilih yang mana di katalog nanti tak beliin!"
"Buat apa bu?"
"Ya biar cantik!"
"Sekarang ngga cantik yah bu?"
Bu Retno tertawa.
"Cantik kok, ayu, tapi sederhana buanget!"
"Buat apa saya tampil mewah? Terakhir berdandan malah mau dijual..." dengusku.
"Walah..." desisnya sambil membelai rambutku.
"Coba lihat positifnya nduk, karena berdandan kamu bisa ketemu kami. Tuhan tidak memberikan cobaan yang tidak bisa dihadapi umatnya. Sing nama e takdir itu sudah digariskan." sahut Bu Retno.
Air mataku kembali jatuh.
"Eeeh... Yang ulang tahun ngga boleh nangis! Harus senang!"
"Tapi kan waktu lahir aku nangis buuu..." sahutku sambil terisak tapi mencoba bercanda.
"Memangnya kamu ingat! Hahaha. Tapi kan pasti orang tua kamu senang kamu lahir."
Aku mengernyit tak yakin.
Benarkah mereka senang aku lahir?
Keberadaanku di rumah Pak Baskara dan Bu Retno sudah merupakan bukti cukup bahwa aku tidak diinginkan.
Hari itu aku ulang tahun, tapi aku ngga bisa pulang lagi ke rumah ibuku. Bapakku marah besar karena aku kabur waktu mau dijodohkan dengan Lurah desa jadi istri ke 3 nya, ia mengancam akan mengusirku kalau aku berani datang. Ia bahkan sudah berpesan ke seluruh warga desa untuk menghalangiku kembali.
Hanya surat ibu yang sampai padaku, mengabarkan keadaan. Katanya bapak benar- benar malu terhadapku.
Saat ini aku kembali menatap bros itu. Sebentar lagi genap 10 tahun bros ini menjadi milikku. Entah kapan aku akan memakainya. Mungkin kugunakan untuk merayakan resignnya diriku saja bulan depan...
DOA TAHTIM/KHATAMAN SETIAP MALAM JUMAT
_Juz_
1. Ali. M🚣🏻🎣
2. Ali. F💫
3. Yazid🤲🤲🤲
4. Imam/ Diryono🕋
5. Fitri 🕋
6. Amel/ Umami
7. Elya 🕋❤️
8. Yoyok/Afifah🕋🫰
9. Ipeh🕋
10. Zainu🕋
11. Tri' 🥰🕋
12. Jarot😎😎😎
13. Indarti /Inayah
14. Tarom/Anik🌻
15. Asfurin🇲🇨🇲🇨🇲🇨
16. Mawar 🕋
17. Khuzaenal🕋
18. Karwati/Yossy🕋
19. Wahyudin🎓
20. Iftah🕋
21. Taufiqi 💯
22. Zaenal 🕋
23. Tutik 🕋
24. Rofi'i🌽
25. Zaini/Samsul
26. Umi Hanik✅
27. Suryanti🕋
28. Haris🕋
29. Dewi/ Kodriyah 🕋
30. Qoif 🕋🕋
*Bagi yang berhalangan bisa menghubungi yg belum dapat juz atau segera mencari yg badali terima kasih*🙏
*Mohon dibaca sesuai waktunya, kalau memang tidak bisa segera laporan biar bisa digantikan yang lain, terima kasih 🙏*
malah mantan😉
kalo stag gak nemu novel baliknya kesini lagi kesimu lagi..
kayak kisah Jihan pacarnya baratadhika , ada di dunia nyata habis diperawanin pacar digilir temen²nya bedanya di dunia nyata sampai meninggal si cewe. sekarang juga lagi viral fantasi cinta sed4rah seperti di novel nya bang Sena. atau seperti kisah Kayla nya Zaki.
aku sabar madam menanti update nya novel ongoing... mungkin madam lagi cari inspirasi, sukses dan sehat selalu madam Septira ♥️
balek lagi ke Andre....
grusah grusuh Andre kiii😔 bawa Dimas yg pinter siasat kek , apa Alex atau pak Sebastian yg kolega nya banyak , apa minta bantuan nenek nya Gerald bagaswirya yg punya bolosewu . pasti dah gengster tanpa disentuh pun mati.