Menceritakan seorang gadis yang manja dan polos , dia bernama Aurelia putri sering di panggil dengen sebutan Aurel ,dia gadis yang ceria dan baik hati ,namun keceriaan harus hilang dalam sekejap karena sebuah tragedi yang harus merebut kebahagiaan nya , ibu meninggal di depan matanya sendiri karena ulah selingkuhan papa nya
"Papa jahat Aurel benci sama Papa hiks ,"ujar Aurel begitu terisak melihat ibu nya yang sudah tergeletak tidak bernyawa
Gimana kah kelanjutan ceritanya akankah Aurel kembali menemukan kehagian atau atau sebaliknya
Baca kelanjutannya di novel yang berjudul gadis yang manja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfazilah Cell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29," Sakit Hati
Sore harinya Aurel baru saja tiba di mansion,Iya pun masuk kedalam mansion dengan wajah yang lesu dan lemas
"Aurel kamu sudah pulang sini makan dulu kamu pasti belum makan ,"ujar Hana
"Gak perlu Ma Aurel sudah makan tadi sama teman ,"jawab Aurel
"Yasudah,sini dulu duduk,"ujar Hana yang menepuk sofa di sebelah menyuruh Aurel untuk duduk
"Kamu kenapa sayang kok lemas banget,?Taya Hana kepada Aurel yang baru duduk di samping nya
"Aurel gak Papa kok Ma ,cuma lelah saja ,"jawab Aurel
"Jangan sembunyi kan sesuatu sama Mama Aurel, cerita sama Mama ,Mama tau kamu kenapa,"ujar Hana
"Mama hiks hiks ,"ujar Aurel yang memeluk Hana sembari menangis
"Peluk saja sepuas kamu , Cerita sama Mama ,"ujar Hana yang membalas pelukan Aurel sembari mengelus rambut Aurel
"Aurel kangen sama Mama Aurel,"jawab Aurel yang melepaskan pelukannya perlahan dan kemudian menatap Hana
"Terus kenapa lagi , cerita semuanya nya sayang ,"ujar Hana
"Tadi siang pas pulang sekolah,Papa gak mau bicara sama Aurel,Papa masih marah sama Aurel karena kata Papa Aurel sudah buat malu Papa dan bohong sama Papa , Aurel sedih biasa Papa akan jemput Aurel pas pulang sekolah tapi sekarang Papa marah dan gak pernah jemput Aurel lagi kesekolah,Papa cuma jemput Kak Andra sama Viola saja ,"jawab Aurel sembari terisak
"Ya ampun sayang ,yang sabar nya , mungkin saja Papa kamu belum bisa menerima kamu yang sudah menikah atau bisa jadi Papa kamu salah paham sayang ,"ujar Hana
"Aurel juga gak tau Ma , Aurel sayang banget sama Papa tapi Papa malah bikin Aurel sakit hati ,"ujar Aurel
"Shut sudah nya , Aurel kan sekarang sudah puya Mama dan Arzan dan banyak lagi di mansion ini yang sayang sama Aurel, Aurel gak perlu mikirin semua itu lagi nya , Sekarang Aurel harus fokus pada pendidikan Aurel buktikan sama Papa bahwa Aurel bisa oke ,"ujar Hana
"Iya Ma , Aurel akan berusaha buat banggakan Papa Aurel hiks hiks ,"ujar Aurel yang menghapus air mata
"Iya sayang ,Mama percaya sama kamu ,"ujar Hana
"Yaudah kamu istirahat nya ,jangan sampai sakit ,kan esok satu hari lagi kamu ikut olimpiade matematika nya ,"ujar Hana
"Iya Ma , Aurel ke kamar dulu ,"ujar Aurel yang kemudian bangkit dari duduknya dan kemudian berjalan menuju lantai atas dan masuk kedalam kamar nya
"Kasian benget Aurel,"ujar Hana yang kemudian kembali membaca buku nya
Di malam hari, selepas makan malam , Aurel pun kini sedang mengerjakan beberapa soal matematika untuk besok sembari di temani oleh Arzan di balik layar handphone
"Sayang kamu bisa , kerjakan soal nya ,?Taya Arzan
"Bisa kak kemarin kan sudah di ajarin sama Kakak ,"jawab Aurel
"Yaudah kalau ada yang gak paham bilang sama saya nya ,"ujar Arzan
"Iya ,kakak kerja Kan pekerjaan kakak saja biar cepat pulang ,"ujar Aurel sembari tersenyum
"Kamu kangen sama saya ,?Taya Arzan sembari melihat laptop nya
"Iya , Aurel bosan gak ada Kakak di mansion,"jawab Aurel jujur
"Hmm ,sabar sayang mungkin 4 hari lagi Kakak balik ,"jawab Arzan
"Lama banget kak , kalau semisalnya Aurel nanti menang ,Kakak gak bisa dampingi Aurel ke pentas dong ,"ujar Aurel
"Kan ada Mama sayang ,"ujar Arzan
"Iya kan Aurel pengen nya lengkap ada kakak juga ,"ujar Aurel
"Saya usahakan cepat kelar nya kerjaan nya ,"ujar Arzan
"Iya , semoga Kakak cepat pulang nya ,"ujar Aurel
"Iya sayang , yaudah lanjut belajar,"ujar Arzan
"Oke ,"jawab Aurel
dua jam kemudian, Aurel pun selesai
"Kakak,"panggil Aurel yang melihat Arzan sedang fokus pada layar laptop nya
"Ada apa sayang ,"jawab Arzan yang beralih menatap Aurel
"Aurel udah siap kerjakan tugas nya ,Kakak udah ,?Taya Aurel
"Belum saya masih lama sayang ,"jawab Arzan yang memperlihatkan tumpukan kertas putih yang menjulang tinggi itu
"Kasian banget Kakak ,Pasti itu lama benget,emang kak Kevin Mana ,?Taya Aurel
"Ada nih di samping saya lagi kerjakan ini juga ,"jawab Arzan
"Oh yaudah Aurel temenin nya ,"ujar Aurel
"Gak usah sayang ,kamu tidur aja gih ,besok Kan sekolah nanti malah bangun kesiangan,"ujar Arzan
"Gak papa Kak ,"ujar Aurel
"Yang nurut sayang , tidur nya gak usah nemenin saya lama ini siap nya ,"ujar Arzan
"yasudah kalau gitu Aurel tidur dulu nya kak bay ,"ujar Aurel
"Hmmm "Jawab Arzan sebelum akhirnya telponan nya putus
Setelah itu Aurel pun naik keatas kasur dan mulai merebahkan tubuhnya tidak lama iya pun tertidur pulas Tampa ada drama apapun
Di keesokan harinya seperti biasa Aurel akan bangun pagi untuk berangkat sekolah dan aktivitas pun di mulai seperti biasa hingga satu jam kemudian Aurel pun sudah berada di perjalanan ke sekolah di antar oleh supir pribadi nya
Sampai nya di sekolah, Aurel pun bergegas turun dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam area sekolah
"Eh Aurel tunggu,"ujar Oval yang baru saja tiba
"Oval ,tumben banget kamu sendirian si Shasa mana ,?Taya Aurel
"Si Shasa katanya sakit jadi gak masuk sekolah,"ujar Oval
"Oh yaudah ayok kita masuk ,"ujar Aurel
"Hmm ,"jawab Oval yang kemudian merangkul bahu Aurel dan berjalan menuju kelas nya
Di sisinya lain tepat nya di Swiss Arzan baru saja selesai meeting dua jam yang lalu , perbedaan jam di Swiss dan tempat Arzan tinggal memang lebih cepat dua jam di Swiss
"Tuan apa tidak jadi pulang besok ,?Taya Kevin
"Seperti tidak Kamu tau sendiri kan kita masih banyak yang harus di kerjakan,"ujar Arzan
"Tapi tuan besok kan pengumuman hasil olimpiade matematika non Aurel,"ujar Kevin
"Hmm saya tau tapi tidak ada pilihan lain ,"jawab Arzan
"Oh baik lah tuan ,"jawab Kevin yang tidak lagi berbicara
"Arzan ,"ujar seorang perempuan yang datang menghampiri Arzan yang sedang duduk di kursi kebesaran
"Ngapain Lo kesini,?Taya Arzan
"Astaga gak boleh nih Geu samperin si tua gak laku ,"ujar seorang perempuan yang merupakan sahabat kecil Arzan yang bernama violet kerap di panggil dengan sebutan vio ,Vio lah yang mengurus semua pekerjaan kantor Arzan yang ada di Swiss
"Diam Lo ,"ujar Arzan
"Bagus lah Lo sudah kembali kerjakan semua pekerjaan yang tersisa Saya mau pulang ,"ujar Arzan
"Ya Ampun Arzan Geu baru juga bisa bernafas yang benar aja lo ,"ujar Vio
"Terserah Lo , kerjakan ini sampai selesai karena saya ada urusan lebih penting di sana ,"ujar Arzan
Bersambung.
Thank you 😘 yang sudah baca bab baru ku 💚 💚