NovelToon NovelToon
Air Mata Di Ujung Senja

Air Mata Di Ujung Senja

Status: tamat
Genre:Pelakor / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Selingkuh / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Di desa terpencil, Zifa hidup bersama Mama Auna dan Uti Yaya, dihantui kerinduan akan ayahnya yang hilang, hingga kebenaran pahit terungkap bahwa ayahnya telah menikah lagi, berbeda dengan cerita Mama Auna tentang ayahnya yang bekerja di luar negeri. Malam-malam misterius dengan hilangnya hewan ternak warga desa menambah teka-teki, sementara takdir mempertemukan Auna dengan cinta pertamanya, Zhafran, yang kini kaya raya. Rahasia masa lalu yang terkubur dalam-dalam muncul ke permukaan: Zifa ternyata bukan anak Fauzan, melainkan darah daging Zhafran! Kini, Auna harus memilih antara mengungkap kebenaran yang mengubah hidup Zifa atau terus memendamnya demi melindungi putrinya dari intrik dunia gemerlap. Mampukah Auna mempertahankan Zifa, ataukah takdir akan memisahkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memori yang Terhapus

Pagi itu, suasana di depan rumah sakit terasa lebih sibuk dari biasanya. Zhafran mengembuskan napas panjang, menatap mobil-mobil yang sudah berjejer rapi.

Meskipun pembicaraannya dengan Zifa kemarin sedikit mencairkan suasana, tetap saja ia belum berhasil membawa Zifa pulang ke rumah mereka. Zifa masih bersikeras hanya mau tinggal bersama Dokter Naura di apartemen.

"Gimana, Zha? Jadi jalan sekarang?" tanya Ayah Zhafran sambil menepuk pundak putranya. Di belakangnya, Mama Onik tampak berdiri canggung, sesekali membetulkan syalnya. Ia masih merasa malu setelah kejadian pelabrakan waktu itu.

"Jadi, Yah. Naura bilang Fauzan sudah sadar sepenuhnya, tapi ya itu... kondisinya nggak seperti yang kita bayangkan," jawab Zhafran datar.

Mereka berangkat dengan iring-iringan mobil. Rafka dan Dito ikut di mobil belakang bersama sopir pribadi Ayah Zhafran. Uti Yaya duduk di samping Auna yang terus menggenggam tangan Zifa yang masih diam seribu bahasa.

Rumah Pak Faruq

Sesampainya di rumah Pak Faruq, suasana terasa tenang, tapi formal karena kehadiran beberapa anggota polisi yang berjaga di depan, mengingat status Fauzan sebenarnya adalah tahanan. Pak Faruq menyambut mereka dengan ramah namun, tegas.

"Silakan masuk. Fauzan ada di kamar belakang yang menghadap taman. Dia lebih tenang kalau melihat pohon," ujar Pak Faruq memandu rombongan itu.

Naura keluar dari arah dapur, mengenakan pakaian santai. "Semuanya, tolong jangan kaget ya. Dia benar-benar lupa. Dia merasa sekarang ini dia masih berumur sepuluh tahun."

Mereka masuk ke sebuah ruangan yang luas. Di sana, seorang pria duduk di kursi roda dengan tubuh yang tampak kaku.

Pandangannya kosong menatap ke arah taman. Itu Fauzan, tapi bukan Fauzan yang selama ini sombong dan licik. Wajahnya terlihat polos, hampir seperti anak kecil.

"Ayah?" bisik Zifa, memberanikan diri mendekat.

Pria itu menoleh perlahan. Lehernya terlihat susah bergerak. Ia menatap Zifa lama, lalu mengerutkan kening. "Kamu siapa? Mau main petak umpet sama aku?"

Deg. Dada Auna terasa sesak mendengar suara itu. Bukan suara berat penuh ancaman, melainkan suara yang terdengar sangat kekanak-kanakan.

"Ini Zifa, Yah... Ini Zifa," isak Zifa mulai pecah. Ia memegang tangan Fauzan yang kaku.

Fauzan malah menarik tangannya pelan, terlihat takut. "Jangan nangis. Nanti dimarahin Ibu Panti loh. Aku lagi nunggu Ara. Kamu lihat Ara nggak? Ara adik aku yang suka nangis kalau rebutan mainan."

Naura yang berdiri di samping Zhafran memalingkan wajah, matanya berkaca-kaca. Zhafran menoleh ke Naura. "Dia cari kamu?"

"Dia nggak tahu kalau aku ini 'Ara' itu, Pak Zhafran," bisik Naura sedih. "Dia cuma ingat memori kami saat masih di panti asuhan dulu. Dia lupa kalau kami terpisah saat dia diadopsi keluarga kaya, dan dia benar-benar menghapus memori tentang masa dewasanya. Mungkin otaknya merasa masa itu terlalu menyakitkan, jadi dia memilih kembali jadi anak-anak."

Pertemuan yang Menyakitkan

Rafka dan Dito hanya bisa berdiri mematung di ambang pintu. "Gila ya, Dit. Padahal dulu dia yang bikin kita pusing tujuh keliling pas bantu Auna ambil video itu. Sekarang lihat dia... bahkan nggak tahu namanya sendiri," bisik Rafka.

Dito mengangguk. "Hukum alam itu nyata, Raf. Dia nggak dipenjara di sel, tapi dia terpenjara di badannya sendiri yang kaku dan ingatannya yang hilang."

Mama Onik mendekat sedikit, menatap Fauzan dengan rasa bersalah yang mendalam. Ia teringat bagaimana dulu ia menyuruh Auna untuk menceraikan Fauzan karena menganggap pria itu lebih tidak baik untuk Auna, dan menyuruh Auna menikah paksa dengan Zhafran. "Ya Tuhan... jadi ini yang aku sogok dengan uang dulu?" gumamnya lirih.

Zhafran melangkah maju, berdiri tepat di depan Fauzan. Pria yang dulu sangat ia benci, pria yang ingin ia hancurkan karena telah merusak hidup Auna. Tapi melihat kondisi Fauzan sekarang, amarah Zhafran seolah menguap, berganti dengan rasa ngeri.

"Fauzan," panggil Zhafran pelan.

Pria itu menatap Zhafran, lalu tersenyum lebar secara tidak wajar. "Wah, Kakak ini tinggi banget! Kakak bawa cokelat nggak? Aku mau cokelat buat Ara."

Zhafran terdiam. Ia menoleh ke Auna yang sedang merangkul Zifa. Di sana, Zifa menangis sejadi-jadinya karena menyadari bahwa 'Ayah' yang ia kenal telah hilang selamanya. Sosok di depannya hanyalah raga tanpa ingatan.

"Dia benar-benar 'eror', Zha," bisik Pak Faruq yang sejak tadi mengamati. "Secara medis dia sadar, tapi secara hukum dia dianggap tidak cakap untuk diadili sampai ingatannya pulih. Jadi untuk sementara, dia di bawah pengawasan saya."

Zhafran menarik napas panjang. Ia menggandeng tangan Zifa, mencoba memberi kekuatan. "Zifa, lihat? Ayah Fauzan sekarang sudah tenang. Dia nggak akan marah-marah lagi. Dia lagi istirahat dari dunianya yang lama."

Zifa menatap Zhafran dengan mata yang sangat merah. Untuk pertama kalinya, ia tidak menepis tangan Zhafran. Ia menyadari satu hal: Ayah Fauzan sudah tidak ada, dan pria di sampingnya inilah yang kini benar-benar nyata untuknya.

Malam itu, mereka meninggalkan rumah Pak Faruq dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Dendam itu seolah selesai dengan sendirinya, terkubur di balik tatapan kosong seorang pria yang lupa siapa dirinya sendiri.

1
Lumpia The best
Lanjutkan dong, kok cuma sedikit babnya, gantung sekali ceritanya
Sarifah_Aini97: Udh capek kak, ceritanya berantakan
total 1 replies
Aquarius97 🕊️
Zhafran... otakmu luruskan ya
Aquarius97 🕊️
wooooohhhh Daniiiii kau ikut2an yaa😤😤😤
mamayot
kenapa harus selingjuh dengan teman ibunya zifa. sakit banget pastinya
Xlyzy
semakin bnyk waktu yang terbuang maka semakin bnyk juga kesempatan buat menancapkan fitnah tersebut
Xlyzy
orang orang pada keder nyariin Lo jaf pulang gih
Xlyzy
fitnah itu emang jahat bener padahal bilang nya tak setajam pisau tapi klk udah berhasil tertanam efek nya bakalan menyebar
Nuri_cha
Rafka bener nih... lebih baik kalian fokus sama yg bikin ulah dulu
Nuri_cha
hmmm... bagus juga sih pny tempat buat menenangkan diri. tapi orang2 khawatir zhaf
sjulerjn29
kenapa gk nina🤭
sjulerjn29
auna km masih punya perasaan gk sih sama dia? kalo iya gak usah tertekan yang penting kan zifa bisa merasakan peran ayahnya dan nanti hidupmu gk susah lagi..
Oksy_K
ayo lakukan tes dna. Zifa butuh sosok ayah yg bener2 menyanyanginya
Oksy_K
lah, si dokter ini gimna. anak kecil loh itu, di tempat asing. klo ilang gimna🤧
Alyanceyoumee
kecewa sih saiya... segitu doang usaha anda sebagai seorang suami yang bela2an nyuruh auna cere dari suami nya buat nikah sama anda. ah ck 🤕😡
Alyanceyoumee
lu dari pada diem sambil bertanya-tanya, sekidikin napa sih? kamu orang kaya cerdas kuliah di luar negeri kan? 🙄
Oma yeni*🦋
kamu Rafka,, kamu cowok lemah amat, mudah sekali masuk jebakan 🥴🤭
Oma yeni*🦋
kamu cari si Rina itu, lalu raih tengkuknya,, hajar sampai dia ngaku, seret ke kantor polisi 🥴🤦🤭
Oma yeni*🦋
jangan lama lama pikirnya Zhafran 🥴
𝓙𝑬𝓜𝑨📴
terimakasih rafka sudah mau membantu auna
𝓙𝑬𝓜𝑨📴
nyusahin zhafrah lu mah ngilang teh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!