velisia naina Mahendra harus menerima perjodohan yang telah disetujui kakeknya sebelum ia terlahir, dan disisi lain seorang vino lelaki yang mempu mengusik hatinya, tapi perjodohan salah paham yang membuat naina membenci lelaki itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Kasuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sakit 2
Vino sibuk dengan kuliahnya sementara naina sibuk mengurus keperluan pernikahanya 3 minggu lagi, karna semuaya di serahkan vino ke naina mulai dari baju,tema dan yang lain katanya ia percaya apa yang dipilih naina pasti bagus all hasil naina la yang lagi sibuk sibuknya
"Nai gimana undangan kalian yang ini aja" kata mama sulas menunjuk sala satu undangan pengantin di majala
"Bagus ma tapi ngak tau vino suka apa ngak" kataku
"Pasti suka" kata mama meyakinkanku
Aku tersenyum manatap undangan itu, hanya tinggal undangan yang belum selesai bisa dibilang persiapan sudah mencapai 90% karna 10% nya undangan
"Nai kok mala senyum sih" kata bunda membuyarkan lamunanku
"Ngak papa bun,oya bunda sama mama jadi pergi?" tanyaku
"Iya jadi ini udah mau berangkat kamu mau ikut?"tanya mama
" ngak ma siang nanti nai ada janji sama revi dan dela"jelasku
"Ya udah hati hati dirumah ya sayang " lalu mama bergantian mencium pipiku
"Daaaaaaa......." aku melambaikan tangaku mengiringi kepergian mobil mama dan bunda
Ketika aku masuk kerumah aku mendengar suara hpku berbunyi kulihat ternyata dela yang menelpon
"Ya del ada apa?"
.............
"Oh oke gue kesana tapi gue ganti baju dulu"
...........
"Iya bawel bentar doang"
Tampa perduli langsung ku matikan telpon dela aku bergegas menganti baju lalu menjalankan mobilku menuju tempa yang di tunjuk dela
Tak berapa lama aku tiba di cafe rose cafe yang dekat dengan kampus vino,dela dan revi karna mereka satu kampus hanya beda jurusan saja, dela melambaikan tanganya agar aku mudah mencari merekan setelah ketemu lalu aku menghampiri mereka
"Maaf ya agak lama" aku duduk diantara keduanya
"Ngak papa kok,oya loe udah gue pesenin jadi jagan pesen lagi" kata revi yang melihatku ingin memangil pelayang
"Oh bagus deh" balas ku dengan senyum
"Nai gimana persiapan pernikan loe?" tanya dela
"Hampir sempurna cuma nunggu undangan aja, oya gimana menurut kalian yang mana yang bagus" kataku lalu mengeluarkan majala khusus undangan
"Loe suka yang mana?" tanya dela
"Mama sama bunda suka yang ini" kataku menunjuk yang warna kream
"Bagus juga" kata revi
"Nah trus vino suka yang mana?" tanya revi
"Na itu dia gue belum nanya dia" binggung ku
"udah yang mana aja sih bagus kan yang penting sah. " sahut dela
"iya aku juga mikirnya gitu sih. " balas aku dengan senyum
"Hai semua" kata seseorang yang datang menghentikan obrolan kami
Repleks kami bertiga melihatnya dan ternyata itu aira
"Hay juga" sapa kami bertiga
"Lo undangan siapa ni ada yang mau nikah?" tanya aira dengan merampas majalah undangan di tanggaku
Hati gue dongkol mendengar ocehan nenek sihir ini "ais ngapain ni orang dateng dateng pakek nanya siapa mau nikah lagi dasar jelangkung pulang pergi ngak di undang" kataku dalam hati
Dela yang mengerti suasana hatiku menjawab
"Yang mau nikah naina" sahutnya
"Oya wahhh selamat ya " kata aira dengan bahagianya
"Iya makasih" kataku dengan cengiran tak enak "gue ngak ngatep selamat dari loe sok akrab " gumamku kesal sendiri
"Bentar gue telpon temen gue dulu karna dia tu paling jago soal mili mili yang ginian" kata aira lalu menelpon seseorang
"eh ngak perlu kita aja bisa milih sendiri" sahutku mencega aira
"udah ngak papa "
mendengar itu aku madah bodoh la, kami kembali membicarakan undangan hinga suara seseorang membuat kami berhenti
"Ngapain si loe mangil mangil gue kesini gue banyak tugas" kata seseorang itu yang ternyata vino namun ia belum menyadari jika naina revi dan dela ada disitu
"Ihh bentar gue mau loe pilihin undangan buat teman gue yang mau nikah" ditariknya vino hinga duduk dan detik itu juga vino baru sadar ternyata ada naina dan yang lain
"Ni vin ini naina revi sama dela loe udah kenal kan nah naina ini mau nikah loe pilihin ya undanganya yang bagus" rengek manja aira
Naina kesal ketika melihat aira berkelanjutan manja dengan vino
"Dasar laki ganjen" kataku dalam hati
"Permisi ini pesanan kalian " sapa pelayang yang mengantar pesanan mereka
"Lepas ra ngak enak" kata vino berusaha melepaskan tangan aira
Naina yang kesal melihat tinka vino menarik piring lalu menusuk nusuk steknya "angep ini vino" kata hatinya
"Vin loe siapanya aira?" tanya dela dengan tegas
"Buka..."
" kita teman dekat,dan bentar lagi mau jadian kan?" aira memotong pembicaraan vino sementara vino,naina,dan revi kaget bukan main
"Enak aja kita cuman temen biasa ya dan gue bentar lagi nikah" jelas vino dengan tegas
Naina hanya diam menunduk
"Iya vin nikah sama gue kan?" senyum aira tak luntur ketika mendengar ucapan vino
"Apaan si aira lepas deh ngak usa kayak gini risih gue" kata vino melepas tangan aira
"Vino" pangil naina dengan airmata yang sudah membasahi pipinya
"Nai loe jangan salah paham dulu gue bisa jelasin " jelas vino
"Lepas aira ais ganjen banget sih" kata vino sambil melepas tangan aira yang menempel di tangan vino
Aira yang melihat naina menangin bertanya" nai loe kenapa?"
"Eh nai tu baper gara gara loe" kata revi tajam
"Kok gue" bela aira
"Ehhh nenek gayung vino itu bakal nikah sama naina 3 minggu lagi" jelas dela membuat aira diam
naina melihat vino namun vino hanya diam lalu naina pergi meningalkan mereka semua
Maaf semua baru bisa apdate
ditunggu kehadirannya.
Terima kasih🤗🤗🙏🙏🙏
klo berkenan mampir di karya aku ya.
jangan tersinggung ya Thor..cuma memberi masukan 🙏💖💖
cuss bacaa jan lupa tinggalkan jejaak🤗
tkan prfil q ajaa yaa😍
vielen danke😘
buat temen-temen aku kasih saran cerita yang menarik nih judulnya Mencintai bayangan dan psikopat cantik..
jangan lupa singgah ke ALICE yah k