[THE END/ SUDAH REVISI]
Ada beberapa Extra Part..
Setelah membaca jangan lupa LIKE DAN VOTE^-^
---------------------------------------
Fridolin Geishara, seorang wanita yang dijodohkan oleh orang tuanya melarikan diri di hari keluarga mereka bertemu. Namun siapa sangka, Ibunya menyuruh adiknya untuk menggantikan Kakaknya yang melarikan diri.
Fredelina Giza, orang yang keras kepala dan melakukan hal semuanya dibuat terkejut oleh Ibunya. Fredelina menolaknya, namun Ibunya membujuk dirinya supaya mau menggantikan Kakaknya. Siapa sangka bahwa orang yang dijodohkan untuk Kakaknya adalah dosen killer yang ada di kampusnya, bagaimana cerita kisah mereka selanjutnya?
Baca cerita aku yang lain :
1. Gadis Pemberontak menjadi Gadis Sopan
2. The Vampire
3. Istriku Anak SMA (Chat Story)
4. LOVE SICK [A Series of Killer Lecturer Who Loves Me]
---------------------------------
Note: Terima kasih kalian yang sudah memberikan like, dukungan dan membaca cerita ku sampai tamat^^ terima kasih juga bagi yang sudah klik favorit cerita ku♡
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Volus Han, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sungguh menyebalkan
Setelah selesai mandi, Delina berniat ingin tidur namun Ia melihat Karl yang duduk bersandar diatas tempat tidur sembari sibuk dengan laptopnya. Delina menuju tepi kasur dan berniat membaringkan tubuhnya, namun suara Karl membuat Delina mengurungkan niatnya.
"Bagaimana tugas saya? Sudah kau kerjakan?" Tanya Karl tanpa mengalihkan pandangannya.
Delina hanya berdecak kesal terhadap Karl, seharian penuh dirinya menyapa para tamu membuat dirinya sangat lelah dan ingin cepat-cepat tidur namun perkataan Karl membuat Delina kesal.
"Apa Kau tidak bisa sekali saja tidak membicarakan tugas? Aku sangat lelah, aku ingin tidur" ucap Delina sembari membaringkan tubuhnya dan menarik selimut menutupi seluruh tubuh Delina hingga bahu.
Karl yang melihat Delina membaringkan tubuhnya, Ia segera menarik selimut yang di pakai oleh Delina sampai pinggang Delina hingga membuat Delina berdecak namun tidak bersuara.
"Saya sudah bilang dari awal bukan? Jangan membuat saya mengulangi perkataan saya" ucap Karl dingin.
Delina beranjak dari tidurnya dan menatap Karl kesal, bagaimana bisa dia membicarakan tugas setelah melakukan pernikahan dari siang sampai malam? Dia tidak lelah? Delina saja tidak sempat memikirkan tugas setelah acara pernikahan mereka dilaksanakan.
"Tugas? Aku bahkan tidak memikirkan tugas selama acara pernikahan berlangsung, bahkan tugas dari dosen lain saja Aku tidak memikirkannya apa lagi tugas dari mu!" Ucap Delina kesal.
"Jadi kau belum menyelesaikan tugas dari saya?" Tanya Karl.
"Menurut Bapak? Apa Aku sudah menyelesaikannya?" Tanya Delina kesal.
Mereka beradu pandang satu sama lain dengan tatapan tajam, tak lama kemudian Karl mengalihkan pandangannya kembali ke layar laptop.
"Kerjakan lah sekarang! Hari Senin sudah harus di kumpulkan" ucap Karl.
"Apa!?" Ucap Delina kesal.
Dia sudah gila apa!? Ini sudah tengah malam, aku juga sudah sangat lelah - gumam Delina kesal.
"Tidak mau! Aku akan mengerjakannya di hari minggu sekarang aku sangat lelah, JANGAN GANGGU AKU! Kalau kau menganggu aku, aku akan mengusir mu dari kamar aku" ucap Delina menekan kata terakhir.
Karl menatap Delina yang ingin membaringkan tubuhnya kembali, Ia menghela nafasnya pelan.
Apa dia selalu membelakangi tugas terlebih dahulu? - gumam Karl
***
Paginya. Alarm yang di pasang Delina berbunyi, Delina pun mematikan alarm tersebut. Ia melirik kearah samping tempat tidur, terlihat Karl yang masih tertidur pulas di sampingnya.
Delina beranjak dari tempat tidur berniat ingin membuat sarapan, sebelumnya Ia menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu Delina menuruni anak tangga menuju dapur, didapur sudah ada Bibi Meoly yang selalu bangun pagi untuk menyiapkan sarapan. Kini Delina membantu Bibi Meoly membuat sarapan, setelah beberapa menit membuat sarapan dan sudah siap di atas meja.
Delina menuju kamarnya berniat ingin membangunkan Karl, namun setelah sampai disana Karl tidak terlihat. Delina mendengar suara air dari dalam kamar mandi, Ia yang merasa jika Karl sedang mandi langsung menyiapkan satu stel baju santai.
Tak lama kemudian Karl keluar dari kamar mandi, Ia melihat Delina yang sudah menaruh bajunya di atas tempat tidur. Delina berniat ingin menuju meja belajar namun niat Dia terurungkan saat melihat Karl berdiri di sampingnya, lagi-lagi Delina melihat tubuh kekar Karl.
Delina pun langsung menerobos tubuh kekar Karl, Ia membelakangi tubuh Karl menghadap pintu.
"Cepatlah! Habis ini kita sarapan, Aku sudah membuat sarapan" ucap Delina lalu pergi meninggalkan Karl sendirian.
***
Setelah Delina menyuruh Karl sarapan, Ia menuju dapur namun di meja makan sudah ada Brake dan Tuan Aldric. Semalam Tuan Aldric menginap dirumah Brake, Delina menyapa mereka sembari tersenyum.
"Dimana Karl, sayang?" Tanya Brake.
"Dia sedang mandi, Pah" ucap Delina.
Tak lama kemudian Karl datang dan duduk berhadapan dengan Delina, sebelumnya Ia menyapa kedua orang tua dan mertua. Delina mengambil waffle yang di olesi dengan mentega almond, dua telur setengah matang dan beberapa buah yang sudah di potong lalu diberikan kepada Karl.
***
Setelah sarapan Delina dan Karl kembali kedalam kamar, Delina mengambil satu buku novel yang ada di meja belajarnya lalu Ia membacanya di atas tempat tidur. Karl yang baru saja keluar dari kamar mandi, melihat Delina asik membaca buku novel. Ia segera menuju meja belajar Delina lalu mencari buku, setelah menemukan buku yang Ia cari. Karl langsung membuka buku tersebut yang ternyata tugas dari Karl belum di kerjakan, Ia menghampiri Delina dan menarik buku novel yang Delina baca.
Delina yang melihat buku novel yang diambil oleh Karl langsung menatap tajam ke arahnya, lalu Karl memberikan buku yang tadi Ia cari di meja belajar Delina.
"Kerjakan!" Perintahnya.
Delina melihat beberapa soal yang diberikan oleh Karl waktu di kampus, Delina menghela nafasnya pelan.
"Aku kan sudah bilang! Aku akan mengerjakannya hari minggu" ucap Delina.
"Selagi kamu tidak ada kerjaan, kerjakan tugas mu" perintah Karl dengan nada dingin.
Delina dengan malasnya mengambil buku yang ada di tangan Karl, lalu melangkahkan kakinya menuju meja belajar. Setelah setengah jam Delina mencari jawaban untuk soal terakhir Ia tidak menemukan jawabannya, Delina yang tidak menemukan jawaban meminta bantuan terhadap Karl namun Karl menolaknya.
"Kerjakan sendiri! Jika Kau meminta jawaban terhadapku itu sama saja kau menyontek jawaban" ucap Karl.
Delina yang mendengar jawaban Karl hanya mengumpat kesal, Sungguh menyebalkan!
*
*
*
*
*
*
*
*
Jangan lupa like dan vote^^ Terima kasih♡
Follow my sosmed @volus_han & @Dmyntpuspa.02
Baca juga karya baru ku, kalian klik profile ku dan baca The Vampire^^