Seorang Putri Raja Yang Sedang Mencari Kekuatan Agar Tidak Dipandang Rendah Oleh Dunia
Tanpa Putri Itu Ketahui, Ia Memasuki Wilayah Yang Di Mana Tidak Bisa Di Masuki Oleh Mahluk Hidup Karena Tempat Itu Milik Hewan Suci Yang Kekuatan Mereka Setara Dengan Dewa
Welcome To Putri Dione S2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RASA KECEWA DENIO, RASA KECEWA DIONE
Beberapa Saat Kemudian
Denio Memarahi Sampai Memukul Iwan Sedangkan Para Ksatria Juga Prajurit Yang Bersamanya, Denio Meminta Bantuan Dari Para Ksatria Dione Untuk Memberikan 20x Pukulan Pada Mereka
Selama 3 Hari Lamanya Denio Memberi Hukuman Pada Ksatria Juga Prajuritnya
Malamnya, Denio Yang Begitu Lelah Setelah Memarahi Orang-orang Ia Pergi Ke Ruang Kerja Dione
"APA KATAMU? KAKAK SUDAH PERGI DARI KEMARIN PAGI?" Denio Menatap Edmud
"Benar Yang Mulia Grand Duke, Apa Putri Tidak Mengatakannya Pada Anda?"
Denio Menggelengkan Kepalanya "Apa Ada Sesuatu Yang Terjadi Di Sini?"
"Seingat Saya Tidak Ada Yang Mulia, Semua Baik-baik Saja. Mungkin Putri Memiliki Urusan Lain Di Luar Sana" Jelas Edmud
"Urusan Lain Ya?" Denio Berfikir "Lalu Kapan Kakak Akan Kembali?"
Edmud Menunduk "Saya Minta Maaf Yang Mulia, Sampai Hari Pun Putri Belum Ada Kabar" Meliat Denio "Jadi Tidak Ada Yang Tau Putri Di Mana Dan Kapan Dia Akan Kembali"
Deg..
"Kak, Kau Bilang Tidak Akan Pergi Lagi" Batin Denio Merasa Sedih Juga Kecewa
"Yang Mulia" Panggil Maya
Denio Berbalik
"Maaf, Tapi Ini" Maya Memberikan Kotak Persegi Pada Denio
Denio Terkejut "Kotak Yang Cukup Besar" Mengambil Kotak Dari Maya "Apa Ini?"
"Maaf Saya Tidak Tau Yang Mulia, Saya Hanya Di Suruh Putri Untuk Memberikan Ini Pada Anda"
Deni Tersentak "Kakak!!?"
Maya Mengangguk "Benar Yang Mulia" Senyum
Denio Pergi Ke Arah Sofa Yang Ada Di Tengah Ruangan Kerja Dione, Ia Membuka Kotak Pergi Yang Cukup Besar Itu. Betapa Terkejutnya Denio Melihat Isi Kotak Itu Ternyata Sebuah Mahkota Yang Di Mana Mutiara Yang Ada Di Mahkota Itu Di Ganti Dengan Batu Sihir Terkuat
Semua Yang Melihat Itu Terkejut Juga Iri
Denio Mengambil Surat Kecil
"Aku Akan Sangat Sibuk Jadi Mungkin Aku Tidak Bisa Mengantar Mu Pergi, Dan Untuk Wilayah Mu. Bakar Kertas Ini Jika Kau Butuh Bantuan Ku Untuk Membersihkannya, Jika Tidak Robek Kertas Ini" Isi Surat Dione
Denio Terdiam Sesat, Ia Mengingat Apa Yang Dikatakan Erphan Mengenai Apa Yang Di Lakukan Rakyat Mormaus Pada Erphan Dan Yang Lain, Denio Melihat Lagi Surat Dione
Denio Merobek Surat
***
Wilayah Para Orc
Kastil Orc
Dione Melihat Gelas Di Depanya
"Ada Apa Dione?" Tanya Gale
Dione Melihat Gale "Tidak Apa-apa" Minum, Merasa Kecewa Dengan Denio
"Hey Dione, Tunjukan Padaku Sudah Di Level Berapa Kekuatanmu" Ujar Gale Untuk Mencarikan Suasana Yang Menjadi Begitu Canggung Setelah Perbuhan Ekspresi Dione Yang Menjadi Begitu Dingin
Dione Menatap Gale, Gale Terkejut Melihat Pupil Mata Dione Yang Berubah Menjadi Pupil Naga Dengan Dua Warna (Merah Dan Hijau Kehitaman)
"Bagaiman, Bukankah Mataku Indah?" Tanya Dione
Glek...
"Ya.." Mengangguk Takut "Sangat Indah" Minum Sambil Memalingkan Pandanganya
Dione Mengedipkan Matanya (Matanya Kembali Normal)
Barkon (Putra Gale) Datang Sambil Membawa Batu Sihir Hitam "Apa Yang Ingin Anda Lakukan Dengan Batu Ini Yang Mulia Grand Duchess"
"Membunuh Orang" Jawab Dione Sontak Mengagetkan Semua Orang
Xena Dan Yang Lain Melihat Dione
"Ekhem" Gale Menatap Dione
Dione Melirik Gale "Bercanda, Aku Hanya Menguji Kekuatan Ku Dan Yang Lain Menggunakan Ini"
Barkon Mengangguk "Ah Begitu, Tolong Hati-hati"
Dione Mengangguk "Kastil Kalian Bagus Juga"
Gale Tersenyum "Aku Berterima Kasih Sekali Pada Penyihir Mu"
Dione Melihat Gale "Bukankah Kalian Juga Penyihir?"
"Ya, Tapi Sihir Kami Lain"
Dione Mengangguk Sambil Mengambil Batu Sihir Hitam "Sihir Kalian Gelap"
Semua Terkejut Melihat Dione Dengan Mudahnya Mengambil Batu Sihir
Dione Memasukan Batu Sihir Hitam Ke Ruang Sihir Miliknya "Aku Pergi Dulu" Berdiri
"Maaf Yang Mulia Grand Duchess" Ujar Barkon Ikut Berdiri
Dione Menatap Barkon "Hm?"
"Bisakah Saya Mengetahui Level Kekuatan Anda?"
"Lebih Baik Tidak" Jawab Dione Cepat "Cukup Kau Tau, Aku Lebih Kuat Dari Ayah Mu" Melihat Gale
"Cih" Gale Memalingkan Pandangannya
Dione Tertawa Kecil "Aku Pergi Dulu, Terima Kasih" Menghilang, Di Ikuti Ketiga Naga Muda
Xena Dan Yang Lain Terkejut (Nax, Aragis, Bear Dan Macone)
"Kami Pergi Dulu Ketua" Ujar Macone
Gale Dan Barkon Menunduk
Macone Dan Yang Lain Pun Menghilang
u the best thoorrrr
semangat Thor
semangat berkarya 💪
semangat Thor 💪💪