Seorang Nona Muda tiba-tiba terbangun dalam tubuh anak seorang pembantu dan sopir. Langsung menghabiskan satu malam dengan seorang tuan muda yang membuatnya dikejar-kejar oleh pria itu.
Dari anak pembantu yang biasanya tidak tahu apa-apa dan hanya menurut saja jika disuruh, tiba-tiba berubah menjadi sangat arogan dan sulit dikendalikan.
Kepintaran dan kecerdikannya membuat para majikannya harus memutar otak untuk menghadapi perempuan yang tiba-tiba mengancam posisi dan bisnis mereka.
"Kita harus melakukan sesuatu Bu, atau perempuan itu akan melindas kita semua!"
Semua orang panik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Berdamai
Setelah keluar dari ruangan Manager, tim Mars langsung berada dalam keadaan tidak menyenangkan.
Bagaimanapun, sang manajer memutuskan bahwa semua orang telah bersalah dalam tim tersebut dan untuk menebus kesalahan mereka Maka mereka diberi kesempatan memperbaiki hati masing-masing selama 1 jam sebelum kembali mengikuti pertandingan.
Heriyani menjadi satu-satunya orang yang paling disalahkan di antara semua orang, ke-4 tim Mars yang lainnya menatap Heriyani dengan ketidaksenangan mereka.
Bahkan sang mentor yang ada di sana bertolak pinggang menatap Heriyani sambil menahan amarahnya.
"Ikuti aku!" Kata Sang mentor langsung berjalan menuju sebuah ruangan yang diberikan kepada tim Mars untuk melakukan latihan dan tempat istirahat khusus untuk tim tersebut.
Setelah masuk ruangan dan semua orang duduk di sofa, Heriyani menjadi satu-satunya orang yang duduk sendirian, sementara keempat anggota yang lainnya duduk berdampingan.
'Dasar! Berani beraninya mereka memperlakukan aku seperti ini?' Heriyani menggertakkan giginya dibalik maskernya namun dia tidak berkata apapun.
perempuan itu menyimpan rasa marahnya dalam hati dan berharap akan ada saat di mana dia membalas semua orang yang ada di sana.
Pada saat itu, sang mentor yang duduk di sofa tunggal dengan suara yang pelan dan berusaha ditenangkan, ia berkata, "kalian semua tahu bahwa aku mempertaruhkan karirku di dalam tim kalian ini, jika seandainya tim ini hancur maka aku akan dipecat dari sini dan sulit untuk mendapatkan pekerjaan lagi!
"Sementara kalian, jika tim ini hancur, maka para penggemar kalian, agensi kalian akan memarahi kalian dan akan memaki kalian. Kita semua berusaha untuk mempertahankan tim ini demi keuntungan masing-masing jadi,,, saat ini, mari bersikap profesional kita singkirkan urusan pribadi dan kita bersama-sama membangun tim ini untuk meraih kesuksesan.
"Aku tahu saat ini semua orang tidak menyukai Heriyani, tetapi mari kita singkirkan rasa tidak suka itu dan kita bersama-sama bergenggaman tangan untuk meraih kemenangan. Dan Heriyani, sejak awal kau memperlihatkan sikap yang tidak baik dan membuat teman-temanmu menjauhi mu, jadi mulai hari ini singkirkan juga egomu dan bersikaplah layaknya seorang profesional.
"Mulai saat ini juga semuanya dilarang menggunakan bahasa Jepang, kita akan menggunakan bahasa Inggris dalam setiap percakapan untuk menghargai yang tidak bisa berbahasa Jepang. Sejauh ini ada pertanyaan?" Tanya sang mentor sambil menatap ke 5 orang dihadapannya.
Awalnya dia juga kesal pada Heriyani, namun setelah Apa yang dilakukan oleh Heriyani maka mau tidak mau dia harus berkompromi dengan hal tersebut. Menyingkirkan egonya dan menerima Heriyani ke dalam timnya, sebab bagaimanapun pekerjaannya, sumber penghasilannya dipertaruhkan sampai dua hari ke depan.
"Hah,,, Baiklah, ini untuk kebaikan semua orang," seorang pria akhirnya berdiri, ia menatap Heriyani dengan kesal selama beberapa saat namun kemudian dia mengubah ekspresi wajahnya dan dengan tenang mendekati Heriyani lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, "mari bekerja sama untuk 2 hari ke depan, dan setelah itu kita akan menempuh jalan kita masing-masing!"
Heriyani menggigit Bibir bawahnya, dia kesal, dia marah dia tidak ingin memperbaiki hubungannya dengan semua orang. Tetapi kalau dia tidak menerima uluran tangan tersebut maka tidak ada kesempatan baginya untuk membalas Vanessa di pertandingan berikutnya.
Maka sambil menahan rasa marahnya dan tarikan nafasnya, Heriyani akhirnya berdiri menyambut jabatan tangan itu.
Setelah berjabat tangan, maka mereka berfoto bersama dan kemudian masing-masing orang harus mengupload foto tersebut di akun media sosial mereka dan memberikan kata-kata yang baik untuk tim mereka.
Heriyani bersama manajernya memilih duduk terasing, sambil menunggu pertandingan kembali dilanjutkan.
Sang Manager melihat foto di ponsel milik Heriyani yang hendak diunggah, "apa yang harus kukatakan tentang foto ini?" Tanya sang Manager yang kebingungan harus menulis apa di caption foto tersebut.
"Kau pikir saja sendiri! Tapi jangan sampai mempermalukan aku!" Ucap Heriyani dengan suara yang ditekan. Amarahnya belum pulih, masih terus bergejolak di dasar hati.
Maka sang Manager hanya bisa merangkai kata-kata sederhana saja lalu mengirimkan foto tersebut dan langsung menjadi serbuan orang-orang yang merupakan penggemar Heriyani.
Tak hanya penggemar, orang-orang yang membenci Heriyani juga ikut mengomentari postingan tersebut.
"Semuanya baik-baik saja?"
"Kesalahpahamannya sudah selesai? Syukurlah kalau begitu, tapi jika mereka mengulanginya lagi, katakan pada kami biar kami yang bertindak!"
"Sungguh, mereka benar-benar keterlaluan, tapi untung lah salah pahamnya telah terlewati. Aku mendoakan Kau menang dalam permainan ini dan tunjukkan pada semua orang bahwa kau lebih baik dari mereka!"
"Heh,, , sudah ku duga dia tidak memiliki pribadi yang baik, jika dia memiliki pribadi yang baik maka dia seharusnya seperti Vanessa, mampu berbaur dengan tim yang lain dan tidak membuat keributan seperti ini."
"Dia hanya mencari sensasi saja, kalau seandainya dia berpikir dewasa, tidak mungkin dia akan melakukan siaran langsung tanpa berpikir panjang hingga membuat keributan yang mempermalukan dirinya sendiri dan orang lain!"
Orang-orang berkomentar pemarah ada yang mendukung dan ada yang semakin mencela, sehingga sang manajer mematikan ponsel Heriyani dan menyimpannya ke tas yang ia bawa.
"Aku sudah selesai mengunggahnya, sebaiknya kau tidak melihat komentar-komentar selama beberapa waktu ke depan," ucap sang manajer yang merasa cemas bahwa Heriyani mungkin akan semakin murka terutama melihat komentar yang menyebut Vanessa dan membandingkan Heriyani dengan Vanessa.
Heriyani tidak mengatakan apapun, perempuan itu menatap ke arah Vanessa yang tampak tertawa terbahak-bahak bersama anggota satu timnya.
'Beraninya perempuan itu! Beraninya dia tertawa di saat-saat seperti ini?! Memang apa bagusnya dia sampai orang-orang jauh lebih memilih untuk memperlakukan dia dengan baik dibanding aku?! Aku lebih cantik, aku lebih pintar, aku lebih cerdas dan aku lebih terkenal, tapi kenapa? Kenapa malah aku yang dikucilkan? Aku tidak bisa membiarkan ini, pokoknya aku harus melakukan sesuatu sesegera mungkin!' ucap Heriyani dalam hati sambil menggigit Bibir bawahnya sampai gigi-giginya melukai bibirnya sendiri dan mengeluarkan darah yang langsung memenuhi mulut Heriyani.
Tetapi hal itu tidak menghentikan Heriyani, dia terus kesal sambil menggerutu dalam hati.
"Kenapa ada darah di maskermu?" Tanya manajer ketika ia melihat darah di masker Heriyani.
Heriyani pun menatap managernya, "berikan masker baru, aku harus menggantinya!" Ucap Heriyani membuat sang Manager menarik masker dari tasnya dan memberikannya pada Heriyani.
Heriyani bergegas ke toilet, ia segera mengganti masker ketika menyadari tidak ada orang di tempat itu.
Setelah selesai mengganti masker, ia keluar dari toilet dan melihat manajernya menunggu di depan toilet.
"Lakukan sesuatu, cari sesuatu untuk membuat Vanessa merasakan apa yang kurasakan!" Ucap Heriyani.
"I,, itu," sang Manager bingung, "Memangnya Apa yang bisa dilakukan? Ini di negara orang, dan kita tidak punya banyak koneksi di sini, hanya--"
"Pikirkanlah! Aku membayarmu untuk menyelesaikan masalahku bukan menyuruhku menyelesaikannya sendiri!" Gerutu Heriyani sebelum berjalan meninggalkan sang Manager yang berada dalam ekspresi rumit.
'dasar nenek sihir ini, kalau bukan karena banyaknya gaji yang ia berikan padaku, aku tidak akan pernah mau lagi menjadi manajernya! Sekarang Apa yang harus kulakukan?' kata manager dalam hati sambil mengacak rambutnya dengan kesal.
Dia harus segera mendapatkan cara atau kalau tidak, Heriyani akan kembali memarahinya.