NovelToon NovelToon
Cassandra

Cassandra

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Kehidupan di Sekolah/Kampus / CEO / Tamat
Popularitas:10M
Nilai: 5
Nama Author: NadiraBee

Follow Instagram Author @tulisan_bee 😘

Session 1 - Xavier - Cassandra [Tamat]
Session 2 - Roman - Alesha [Tamat]

Session 3 - Ongoing

Tiga tahun menjalani pernikahan akhirnya membawa Alesha pada keputusan penting, yaitu meminta perceraian dari sang suami, Roman Alvero.

Apakah keretakan rumah tangga itu akan berakhir di persidangan? Atau mampukah Roman, mempertahankan Alesha sekali lagi?

~Selamat membaca terima kasih sudah mampir~ ♥️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NadiraBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Gitar

"Kau tidak pernah berubah. Selalu membuatku berdebar-debar." ~Kaisar Lefano.

.

.

.

Kaisar menenggak wine-nya. Malam mulai merangkak menggelap, menggantikan sinar matahari yang seharian menghangatkan bumi. Lelaki itu duduk di atas sofa empuk di dalam kamarnya, sesekali mencuri pandang pada Roman yang juga sedang duduk, menghisap sebuah rokok di tangannya.

"Jadi siapa lelaki itu?" tanya Kaisar penasaran.

"Dia seorang pewaris perusahaan, sekaligus terkenal di antara konglomerat, Bos. Aku tidak mengerti, kenapa kau tertarik padanya?" Roman menghembuskan asap ke udara. Membuat ruangan itu penuh dengan asap.

"Dia mengganggu sekali. Dan dia selalu menempel pada Cassandra-ku." Kaisar berucap malas.

Roman tertawa mendengar perkataan Kaisar. Dia bangkit, berjalan menuju arah balkon dan membuka jendela, membiarkan udara segar masuk dari sana agar tidak terlalu menyesakkan berada di ruangan itu.

"Astaga, Kai. Kau sepertinya cinta mati sama dia!" Roman berseru tidak percaya.

Kaisar hanya menaikkan bahunya. Dia sendiri juga tidak tahu kenapa dia seperti ini.

"Awasi terus dia, dan cari tahu lebih banyak!" perintah Kaisar lagi.

"Cari tahu apakah dia memang murni hanya ingin mendekati Cassandra, atau ada hal lainnya. Pastikan dia tidak punya urusan terselubung seperti terlibat dengan The Reds misalnya." Kaisar kembali menyesap wine-nya.

Roman berdecak.

"Ayolah, Kai. The Reds tidak lagi seperti dulu kau tahu itu, kan? Apa kau khawatir dia pernah terlibat sebelumnya dengan kita?"

Kaisar menatap Roman.

"Dia hanya orang asing. Tidak pernah terlibat dengan kita dan kurasa bahkan dia tidak mengetahui apa-apa tentang The Reds," ujar Roman percaya diri.

Kaisar mengangguk pelan.

"Pastikan hal itu!" perintahnya tegas.

***

Cassandra mencuri pandang pada Axel yang sedari tadi memperhatikannya sembari tersenyum. Axel sungguh membuat gadis itu tidak nyaman. Pagi ini dia memiliki jadwal kerja di kafe, karena kelasnya baru akan dimulai siang nanti. Cassandra sedang membersihkan sebuah meja yang baru saja ditempati pengunjung, namun mata Axel tak lepas mengikutinya.

Cassandra berusaha mengabaikan pandangan itu. Bukan pandangan mesum, sih. Cuma seperti memandang penuh kekaguman gitu. Ah entahlah, Cassandra tidak ingin lebih jauh memikirkan hal itu.

Dia melangkah menuju dapur, meletakkan nampan yang berisi gelas-gelas di atas westafel. Dia lalu kembali menuju meja kasir ketika melihat seseorang telah berdiri di sana.

"Selamat pagi," katanya menyapa ramah.

Kaisar berdiri tepat di depannya, tersenyum lebar.

"Hai, Cassandra." Lelaki itu menyapa penuh kelembutan.

Sedang apa Kaisar pagi-pagi begini di kafe?

"Halo, Kai. Kau tidak ada kelas?" tanya Cassandra senang.

Kaisar menggeleng.

"Belum," katanya. "Hari ini kosong."

Kaisar melebarkan senyumannya.

"Ah, mau pesan apa?"

"Berikan aku segelas americano dan pilihkan cake yang tidak terlalu manis." Kaisar menunjuk pada sebuah cake di etalase.

"Pilihan yang benar. Itu tidak terlalu manis," kata Cassandra memuji pilihan Kaisar yang tepat.

Kaisar mengeluarkan dompetnya, mengambil selembar uang seratus ribuan dan menyerahkannya pada Cassandra. Gadis itu menerima uluran tangan Kaisar dengan senyuman di wajahnya, memproses pesanan Kaisar dan memberikan struk dan kembaliannya.

"Duduklah, nanti akan aku antarkan pesananmu," katanya kemudian, diikuti dengan anggukan setuju Kaisar.

Lelaki itu menuju sebuah meja, meletakkan tas selempangnya di meja dan duduk di sana, mencuri pandang pada Cassandra yang sedang sibuk menyiapkan pesanannya.

Selesai meracik sebuah americano dan mengambil cake pilihan Kaisar, gadis itu membawa nampan dan berjalan pelan menuju meja dimana Kaisar telah menunggunya.

"Pesananmu," kata Cassandra pelan, berbungkuk meletakkan nampan itu di meja.

"Terima kasih."

Cassandra tersenyum. "Sama-sama," katanya menegakkan diri, hendak berlalu dari sana, namun tiba-tiba langkahnya tertahan karena tangan Kaisar telah melingkar di lengannya. Cassandra berbalik, kaget.

"Cassandra, gitarku rusak," Kaisar menatap pada manik Cassandra, tidak memperdulikan tatapan sepasang mata yang tertuju padanya dari sudut sana.

"Eh?" Cassandra berusaha melepaskan lengannya dari cengkraman Kaisar, namun belum berhasil.

"Setelah jam kuliahmu, kau mau menemaniku ke mall mencari gitar baru?" pinta lelaki itu sedikit memelas. Cassandra masih tertegun melihat Kaisar bertingkah seperti ini padanya.

Kaisar melepaskan genggamannya perlahan, setelah menyadari kecanggungan antara mereka.

"Maaf." Kaisar berucap pelan, namun tidak mengendorkan pandangannya dari gadis itu.

"Kau selesai jam berapa?" tanyanya lagi.

Cassandra berfikir sejenak. Dia tidak ingin ikut, namun Kaisar adalah salah satu temannya sekarang. Bukankah teman harus saling membantu?

"Temani aku, oke? Jika tidak, mungkin aku tidak akan bisa menemanimu tampil Sabtu nanti." Kaisar kembali memohon.

Baiklah. Toh ini untuk penampilan kami. Pria ini juga pasti membutuhkan pekerjaan di kafe itu, jika dia tidak mengganti gitarnya, dia akan kehilangan pekerjaan.

"Aku selesai pukul lima. Kau mau menungguku?" tanya Cassandra kemudian.

Senyuman mengembang di sudut bibir Kaisar.

"Tidak masalah. Akan kutunggu di halte biasa," katanya bersemangat.

Cassandra mengangguk. "Baiklah," katanya setuju.

"Sampai bertemu nanti, Cassandra. Selamat bekerja!" Kaisar masih menyunggingkan senyuman, meraih americano yang telah terletak di meja dan menyeruputnya cepat.

Dia masih memperhatikan Cassandra yang kembali melanjutkan pekerjaannya, meninggalkannya dengan perasaan senang yang luar biasa.

***

"Itu dia!" tunjuk Kaisar pada sebuah toko alat musik yang sepertinya terlihat mahal, membuat Cassandra memutar bola matanya.

"Kita akan kesana?" tanyanya tidak yakin.

"Tentu." Kaisar berjalan beriringan di sebelah Cassandra, mengajak gadis itu untuk segera masuk.

Kaisar melangkah masuk ke toko itu terlebih dahulu. Para pelayan toko hendak membungkuk memberi hormat, namun dia cepat-cepat memberi tanda pada pelayan itu untuk tidak melakukan demikian. Pelayan itu telah dihubungi sebelumnya, agar berpura-pura tidak mengenali Kaisar ketika dia datang.

Cassandra mengikuti langkah Kaisar ragu.

"Coba pilihkan aku gitar, Cassandra. Model mana yang kau suka?" Kaisar kembali ke samping Cassandra, menemani gadis itu melihat-lihat pajangan gitar yang sangat banyak dan berjejer rapi.

Dari mulai yang kecil sampai yang besar. Dengan berbagai model, dari model biasa hingga model klasik, bahkan beberapa gitar di sana seperti gitar yang digunakan oleh gitaris band rock terkenal.

"Jujur, aku tidak mengerti tentang gitar," ujar gadis itu pelan. Namun pandangannya telah tertuju pada sebuh gitar klasik dengan paduan warna putih dan biru lembut. Terdapat beberapa garis sebagai aksen yang menambah indahnya gitar tersebut.

Cassandra mendekat.

"Bagaimana kalau yang ini?" tunjuknya pada Kaisar. Kaisar meraih gitar itu dari pajangan, membawanya ke dalam dekapannya dan mengetesnya perlahan.

"Hati-hati, kau bisa merusaknya!" bisik Cassandra khawatir. Kaisar tersenyum kecil.

Cassandra meraih label harga yang tergantung di ujung gitar tersebut, kemudian matanya membelalak lebar. 28 juta rupiah!

"Kaisar, letakkan itu. Kita pergi ke tempat lain saja," bisiknya cepat, khawatir Kaisar menggores sesuatu pada gitar mahal tersebut. Gadis itu khawatir mereka akan disuruh ganti rugi jika terjadi sesuatu.

Cassandra mengambil gitar itu dan meletakkan kembali di tempatnya, kemudian tanpa sadar meraih tangan Kaisar untuk keluar dari toko mahal itu.

Kaisar masih tertegun melihat tingkah laku Cassandra. Kekhawatiran yang ditangkap lelaki itu, terasa sungguh menggemaskan di mata Kaisar.

"Kita ke toko lain aja. Masa harga gitar itu 28 juta! Ah, yang benar aja!" gerutu Cassandra ketika mereka telah berada di luar toko, berfikir akan kemana setelah ini.

Kaisar tersenyum senang.

"Kenapa kau begitu khawatir?" tanyanya penasaran.

Cassandra melotot.

"Kaisar, kau tidak perlu gitar seharga 28 juta untuk manggung di kafe itu. Bahkan bayaran kita tidak banyak. Jangan gunakan tabunganmu untuk membeli itu. Itu kemahalan, sungguh. Masih banyak yang harus diutamakan selain membuang uang untuk benda itu," cerocos Cassandra geram.

Kaisar semakin tertegun. Dia memandang Cassandra lekat.

Kau membuatku berdebar-debar, Cassandra.

"Pokoknya, jangan korbankan hidupmu hanya untuk memiliki itu. Ayo kita cari yang lain saja. Aku akan menemanimu sampai kau menemukan harga yang pas," kata gadis itu lagi, celingukan menentukan arah kemana mereka akan melangkah.

Kaisar tertawa kecil.

Cassandra, kurasa aku semakin jatuh cinta padamu.

.

.

.

🌾Bersambung🌾

~Makasih untuk semua like, vote dan komennya ya kak.. semoga suka dan selamat membaca 🙏

1
Erna Wati
ini kok.lama ya kelanjutannya
Erna Wati
pernah baca ini...bagus cerita nya walau nguras emosi
Erna Wati
kaisar nya kpn ini sudah 2026
Erna Wati
nangisss aku tor..kasihan kaisarrr
Erna Wati
pernah baca tpi lupa
reader's cute
baca kesekian kalinya,,ttp aja baperrrrr
Khusnul Khotimah
/Facepalm//Facepalm/
Aprillia Lestari
bagus bgt jalan ceritanya
Frida Niah
cukup menarik
Siti Julaeha Julai
seru
Jane Kumois
xaviier sama kaisar sdh jadi teman baik yaa thor❤
D'illah @ NS
alesha kamu masuk jerat si roman!😅😅😅
modusnya bisa aja bang roman!
D'illah @ NS
ending part mendadak eungap,,,🤣🤣🤣
D'illah @ NS
kiyowooo ramon!!😍😍😍🤩🤩🤩🥰🥰🥰
Sintha Zhenaque
si juna ama axel yg cekikikan ,gw jg jdi ikutan😅
Sintha Zhenaque
ya mau wikwik lah cass 🤭
Sintha Zhenaque
ajaran sesat si juna..
Sintha Zhenaque
kata"nya syahdu bgt..menyentuh,
Sintha Zhenaque
ngenesnya jdi sad boy😢
mis dona
baguus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!