Arc 1 : The End Of A Beginning (Bab 1 ~ Bab 84)
Arc 2 : A New Beginning To The End (Bab 85 ~ ???)
...
Pada tahun 2067, terjadi sebuah bencana virus misterius yang dapat menjadikan suatu makhluk yang terinfeksi menjadi mayat hidup yang tak memiliki pikiran.
Bumi tak lagi menjadi tempat aman dan damai, melebihi perang dunia yang hanya terjadi di beberapa negara saja. Wabah ini menjadikan seluruh dunia menjadi neraka hidup yang tak layak huni.
Ini adalah cerita perjalanan Arthur Pendragon, yang mendapat kesempatan hidup kembali untuk ke dua kalinya setelah gagal dengan menyedihkan di kehidupan pertamanya, lengkap dengan pengetahuannya di masa depan.
Genre : Apocalypse, Mutant, Evolusi, Super Power, Fantasy, Action, Monster, Regression, Over Power.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kings Path, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 : Giant Steel Crab
Karena sudah malam, Arthur pun memutuskan untuk mencari tempat tinggal sementara di pinggiran pantai, beruntung di sana terdapat sebuah villa yang langsung terhubung dengan pantai, karena disini memang banyak turis asing yang berlibur dan menetap untuk sementara waktu. Jadi banyak dibangun tempat-tempat seperti villa, maupun hotel di sini.
Masuk ke salah satu villa disana, Arthur langsung membersihkan zombie yang ada di sekitar sana, untungnya di dalam tempat tidur masih cukup rapi, hanya ada debu karena lama tak dibersihkan.
Mereka pun bermalam di villa tersebut, dengan nyaman. Sambil menanti hari esok tiba.
Sebelum tidur, mereka semua berkumpul sambil menyalakan sebuah lampu tidur, sambil mengobrol sangai.
Evan juga bertanya-tanya tentang makhluk apa yang sedang Arthur cari di pantai ini.
Tentu Arthur tak langsung mengatakannya, dan hanya berkata kalau itu adalah kaitannya dengan hewan laut. Karena dia sendiri tak pasti apakah makhluk itu sudah ada atau belum saat ini. Yang pasti di sinilah dia bertemu dengan makhluk raksasa itu di kehidupan sebelumnya.
Ia juga mengatakan kalau setelah Evan menembus tahap kedua, ia akan mengadakan pelatihan tertutup bertiga selama beberapa Minggu. Namun langsung di tentang oleh Evan, karena ia tak bisa meninggalkan istri dan anaknya begitu saja sendirian.
Setelah itu Arthur segera menjelaskan kalau dia berniat merekrut lebih banyak anggota, dan saat markas sudah cukup aman untuk mereka tinggal, barulah latihan tertutup akan dia lakukan.
...
Keesokan paginya ...
Terlihat Evan yang baru saja bangun tidur, datang ke balkon yang luas, di suguhi pemandangan pantai di tambah sunrise yang terlihat sangat indah.
Namun, sesaat ia menyipitkan matanya, melihat sesuatu yang mengejutkan di pantai.
"Arthur!" Panggil Evan.
Mendengar Evan memanggilnya, Arthur yang sedang melakukan olahraga di kamarnya pun segera keluar menghampiri Evan.
"Ada apa pagi-pagi begini?"
"Lihat itu ..."
Saat Arthur menoleh ke arah pantai, memperlihatkan banyak sekali makhluk menyerupai ikan namun memiliki tangan dan kaki yang masing-masing jarinya memiliki kuku tajam dan kulit hitam, muncul ke permukaan.
"Apa semua itu makhluk tingkat 2?" ucap Evan melihat evolusi fisik pada tubuh ikan.
"Tidak, mereka semua adalah zombie spesial tingkat 1."
"Apa makhluk semacam itu bahkan masih termasuk zombie? Terlihat seperti monster."
"Ya, mungkin kau benar ... Tapi mereka bisa berevolusi karena virus yang sama dengan para zombie diluar sana," jawab Arthur juga setuju kalau semakin kesini makhluk-makhluk yang berevolusi memang sama sekali tak menggambarkan 'zombie'.
Namun yang pasti mereka semua adalah makhluk yang terinfeksi virus black blood.
"Spesial tingkat 1 menjadi sebanyak ini? Perasaan dulu kita kesulitan untuk menemukannya, tapi sekarang benar-benar ada puluhan diantara mereka."
"Mungkin hal yang sama akan terjadi pada zombie tingkat dua di masa depan."
Saat sedang membahas apa yang terjadi di depan mereka, dari belakang muncul Kai dengan wajah baru bangun tidurnya.
"Kak? Apa sudah mau berangkat?"
Arthur pun menoleh kebelakang, mendengar suara Kai. Ia pun menjawab,
"Belum, tapi sebaiknya kau siapkan mentalmu, karena kita akan menyelam ke dalam laut."
"..."
Kai yang tadinya masih dengan tatapan malasnya, langsung melotot mendengar ucapan Arthur. Ternyata tak hanya Kai, di belakang Evan juga kaget dengan apa yang Arthur katakan.
"M-menyelam?" Tanya Kai.
"Ya, makhluk yang aku sedang cari-cari berada di dalam laut, jadi mau tak mau kita harus menyelam kedalam. Tugas kalian sudah jelas, terlihat disana, lindungi aku dari para ikan-ikan mutasi itu selagi menyelam."
"Arthur ... Maksudmu kita akan bertarung melawan unique tingkat 2 di dalam laut? Apa kau bercanda?"
"Aku masih ingat kekuatan laba-laba raksasa di tempat itu, dan kau sekarang ingin bertarung dengan makhluk yang setara dengannya di laut? Di darat saja kita hampir mati," ucap Evan panik tak mengira kalau Arthur memiliki tujuan untuk menyelam ke laut.
Dia mengingat saat bertarung melawan laba-laba raksasa dimana dirinya sama sekali tak membantu, dan hanya membunuh anak-anak dari laba-laba raksasa saja.
Tak bisa membayangkan kalau harus bertarung dengan makhluk yang memiliki kekuatan setara dengan monster itu, apalagi di laut.
"Tenang saja, aku tak berniat untuk bertarung di laut, aku hanya akan memancing perhatiannya saja, lalu menggiringnya ke daratan. Perlu kalian tahu, dia itu cukup lambat bahkan jika dia itu unique tingkat 2," jelas Arthur pada mereka berdua.
"Semuanya akan baik-baik saja kan?" Tanya Evan.
"..."
"Ayolah, jangan menjadi penakut, kemana semangatmu untuk menembus tahap kedua kemarin?"
"Cepatlah bersiap-siap setelah makan, kita akan langsung mencari makhluk itu," lanjut Arthur.
Mereka pun makan, dan bersiap-siap. Setelah itu mereka pun pergi dari villa, setelah mengecek bahwa villa sudah benar-benar aman untuk meninggalkan Eliz dan Aira berdua.
Saat keluar dari Villa, mereka langsung di sambut oleh para ikan-ikan mutasi disana.
Srak! Srak! Srak!
Suara kaki dari ikan-ikan tersebut terdengar ramai, mengepung mereka bertiga.
Arthur yang sudah siap dengan pedang besarnya pun langsung mengayunkan lengannya secara horizontal, menebas para ikan mutasi menjadi 2 bagian secara instan.
Begitu juga Evan dan Kai yang dengan mudah menghadapi mereka. Namun karena jumlah yang cukup banyak, mereka juga beberapa kali terkena serangan para ikan itu, dikarenakan mereka adalah zombie spesial tingkat 1 yang memiliki kecepatan tinggi.
Arthur juga beberapa kali tergores kuku mereka, namun karena kemampuan regenerasinya, luka tersebut langsung tertutup seperti tak pernah ada sebelumnya.
Perlahan, mereka semakin masuk ke arah air, semakin dalam dan semakin dalam, mereka akhirnya benar-benar sudah tak menapak tanah lagi, mengambang di laut yang di dalam sana tak tahu ada makhluk seperti apa.
Untungnya semakin dalam, para ikan-ikan mutasi itu tak terlihat lagi, namun bukan berarti aman, namun mengartikan kalau di sini ada seekor makhluk yang menguasai daerah ini hingga para ikan mutasi tak berani masuk.
Arthur pun langsung menyelam setelah mengambil nafas dalam, di ikuti Evan dan Kai di belakangnya. Mereka terus menyelam kebawah, cukup menakutkan karena apa yang mereka lihat hanyalah air yang gelap, tanpa tahu ada apa di dalam sana.
Hingga mereka melihat dasar laut setelah menyelam cukup dalam. Untung saja, saat menjadi adapter segala aspek di tubuh mereka diperkuat, tak terkecuali kapasitas nafas mereka yang meningkat jauh.
Mungkin bisa bertahan belasan menit di dalam air hanya dengan satu tarikan nafas, memecahkan rekor dunia dengan mudah yang berkisar 11 menit.
Memberi aba-aba, Arthur terus bergerak menelusuri dasar laut, mencari dimana makhluk itu berada. Hingga mereka beberapa kali naik ke permukaan untuk mengambil nafas, akhirnya setelah beberapa kali menyelam, mereka menemukan sesosok kepiting hitam berukuran sangat besar, dengan mata menyala merah di dalam kegelapan laut.
Dengan cangkang yang terlihat kokoh, diam di dasar laut tanpa ada makhluk yang berani mendekatinya. Dan dialah monster unique tingkat 2 yang Arthur cari.
Dia memiliki nama julukan yang sesuai dengan tampangnya, yaitu 'Giant Steel Crab'.
Bersambung>>