NovelToon NovelToon
Pelakor Berkerudung

Pelakor Berkerudung

Status: tamat
Genre:Poligami / Konflik etika / Pelakor / Tamat
Popularitas:270.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi wahyuningsih

Kebahagiaan ku membuatku buta hingga mengabaikan kenyataan yang sesungguhnya, dan itu amat menyakitkan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akan Ku Buktikan

Suamiku terdiam melihatku yang begitu frontal dalam berkata-kata, serta mengekspresikan kekesalan yang aku rasakan.

Ada luka hati yang ternganga lebar, rasanya sangat sakit hingga aku tidak bisa membalutnya dengan pembalut luka. Aku sedih, tapi aku harus bertahan untuk tujuanku.

Rumah aku sudah dapatkan, dan yang aku inginkan saat ini adalah membuktikan kepada suamiku, mertuaku, dan Rena bahwa meski aku tidak memiliki pendidikan tinggi seperti mereka semua, aku pastikan bahwa aku akan menjadi lebih sukses dibanding mereka semua.

Dendam ku ini sangat besar, Padahal aku tahu benar dendam itu adalah sesuatu yang paling tidak baik, penyakit hati yang harusnya tidak boleh ada pada diriku. Tapi, nyatanya perasaan tersakiti dan dendam yang aku rasakan ini membuatku bangkit, menjadi jauh lebih kuat dibanding Leora yang sebelumnya.

“Apa tadi mendengar pembicaraan Abang dan Ibu?” tanya suamiku, dia nampak serba salah karena aku memilih diam dan mengerjakan segalanya sendiri, menolak bantuan dari suamiku sebisanya.

“Iya. Padahal sebenarnya aku paling malas karena ujungnya akan sakit hati, tapi sialnya aku malah merasa penasaran dan benar saja aku jadi kesal.” Ujarku, tak sekalipun menatap suamiku karena saat itu aku sedang menyusun belanjaan ku ke rak.

Suamiku terdengar menghela nafasnya, aku sungguh tidak mengerti apa yang saat itu sedang dia pikirkan, toh aku juga tidak terlalu perduli. Mungkin, kalau aku bisa membaca pikiran manusia, aku pasti akan sangat sakit hati sampai mati karena penyakit hatiku itu.

Alhamdulillah, manusia itu tidak ada yang bisa membaca pikiran orang.

“Maaf ya, sayang... Sebenarnya aku sama sekali tidak berniat buruk untuk membicarakan mu, Ibuku juga hanya kesal karena merasa kau agak kurang sopan jadi bicaranya selalu seperti itu,” ucap suamiku.

Aku tersenyum, entah sudah seberapa kesalnya aku mendengar ucapan suamiku, aku sendiri bahkan tidak bisa mengukurnya.

“Kalau dengan Ibunya Abang, sejak awal memang Ibu selalu begitu, kan? Kalaupun bicaranya tidak menyakitkan, pastilah menatapku sinis seolah ingin menunjukkan padaku apa yang sedang dia rasakan padaku,” Ujarku, aku jujur soal itu karena memang seperti itulah yang aku rasakan.

Awalnya, aku menerima saja rasa tidak suka dari Ibu mertuaku karena aku cukup sadar diri. Maklum saja, kakak iparku adalah seorang dokter, mereka sepasang suami istri yang adalah dokter dan sukses dengan karirnya. Suamiku juga adalah lulusan sarjana, mungkin harapan Ibu mertuaku mendapatkan menantu yang diharapkan sama. Berpendidikan tinggi, sama seperti Rena.

Aku bisa menerima perlakuan tidak menyenangkan dari Ibu mertuaku, tapi sekarang aku mana bisa menerimanya?

Rena adalah seorang lulusan fakultas ternama, dia sebelumnya juga bekerja di perkantoran, itu terbukti dari media sosialnya.

Tapi, seperti sumpahku ini, aku akan membuktikan kalau aku akan menjadi lebih baik tanpa bantuan suamiku.

“Bang, kalau mau menghabiskan waktu bersama Rena juga tidak masalah. Abang tidak pulang berbulan-bulan juga tidak masalah, kasihan mba Rena sepertinya sudah gatal dan ingin cepat punya anak. Lagi pula, aku cukup ada Gozel, tidak mengharap yang lain yang tidak boleh diharapkan,” ucapku membahas soal itu meski sebenarnya aku tentu saja tidak rela.

“Ngomong apa sih, siapa yang mau terus di rumah Rena? Abang kesana juga cuma untuk memenuhi janji saja, tidak ada niat untuk menetap.” ucap suamiku.

Bodo amat!

Entah itu jujur atau tidak, aku sama sekali tidak tertarik untuk tahu kebenarannya.

“Sini, biar Abang bantu!” ucap suamiku.

“Tidak mau!” ucapku tegas.

Suamiku sejak tadi memperhatikan ku, mungkin dia merasa bersalah dan tidak nyaman kalau aku tidak bergantung padanya sama sekali.

Suamiku menghela nafasnya, dia kembali diam karena aku nampak tegas jadi dia tidak berani melangkah lebih jauh.

Setelah hari itu, aku tidak banyak lagi berpikir terlalu dalam soal hubungan suamiku dan Rena.

Mungkin, ini bisa disebut mulai mati rasa.

Suamiku menjalani aktivitas seperti biasanya, pergi ke toko pagi dan pulang malam. Hanya saja, sekarang dia jadi lebih dekat dengan Gozel, dan aku tidak tahu apa tujuannya melakukan itu.

Aku juga menjalani aktifitas ku, hanya saja sekarang Gozel jadi lebih aktif dan jarang tidur seperti sebelumnya. Namun, untungnya Gozel anak yang bisa disambi sehingga aku bisa mengerjakan apa yang ingin aku kerjakan. Meski tidak tidur, Gozel juga anteng jika diayun menggunakan ayunan listrik.

Aku bangun seperti biasanya, pukul 2 pagi untuk membuat kue dan hampir setiap harinya aku membuat menu yang berbeda-beda. Tapi, mulai dari kemarin aku mulai menjual bakso Aci, seblak, dan juga menjual menu baru ala-ala korea tapi aku menggunakan bumbu racikan ku sendiri.

Awalnya, banyak orang yang penasaran, dan membelinya. Namun, ada beberapa orang yang memberikan saran untuk menambahkan bumbu dan mengurangi bumbu yang katanya agak menganggu.

Syukurlah, berkat kesabaran ku menerima saran dari mereka, aku bisa membuat menu makanan yang banyak disukai oleh para pembeli.

“Buat malu saja! Istrimu itu sengaja mau mempermalukan kita semua, atau apa sih?!” seperti itulah protes Ibu mertuaku kepada suamiku. “Kakak dan Kaka iparnya seorang dokter di rumah sakit besar, kau juga berjualan di mall terkenal, Rena saja duduk di rumah bisa menghasilkan uang!”

Tentu saja aku sakit hati mendengar itu. Padahal, untuk menghasilkan ratusan ribu setiap harinya aku benar-benar lelah sekali, kurang tidur, dan juga makan tidak teratur karena apa-apa aku kerjakan sendiri. Bukan memberi semangat, ibu mertuaku itu malah menjatuhkan semangat ku.

“Kalau bisa, disudahi saja jualannya, ya? Lagi pula, tiap hari dan tiap bulannya Abang kan kasih uang buat mu,” seperti itulah ucapan suamiku yang mencoba untuk membujukku agar aku berhenti berjualan makanan karena hasutan dari ibu mertuaku.

“Kenapa harus malu? Aku juga berjualan, sama seperti yang Abang lakukan. Hanya saja, jualanku ini receh, tapi aku bekerja keras sekali untuk bisa memajukan usahaku ini. Ini bukan soal uang harian dan juga bulanan yang Abang kasih, tapi ini soal kemampuanku,” seperti itulah yang aku katakan kepada suamiku.

Suamiku tidak banyak bicara, dia hanya sekali mengatakan itu. Namun, ibu mertuaku semakin frontal dalam menyampaikan keinginannya agar aku berhenti berjualan, dengan alasan ini dan juga itu.

Katanya, sejak aku jualan Gozel jadi tidak terurus dan juga kurus.

Heh! Jijik sekaligus geli aku mendengar ucapan dari ibu mertuaku. Padahal, berat badan Gozel naik 1300 gram bulan ini.

Badanku memang kurus kering, karena aku terlalu banyak memikirkan soal sakit hati yang aku rasakan oleh perbuatan suami dan juga ibu mertuaku. Sekarang aku juga lebih lelah lagi karena harus jualan. Tapi, Aku tidak akan pernah membuat anakku menjadi kurus kering sepertiku. Walaupun aku seperti manusia yang kekurangan gizi karena terlalu kurus, aku yakin tubuhku tidak seperti tengkorak, tapi hampir semua tetangga kontrakanku berkata demikian, “duh.... Neng Gozel makin Endut saja! Cantik sekali, seperti anak artis deh! Boleh gendong tidak?”

Setiap kali aku menjemur Gozel sambil berjualan di depan kontrakan, bahkan semua tetanggaku keluar dari rumah hanya untuk melihat Gozel. Jadi, ucapan Ibu mertuaku itu sudah sama seperti kotoran tidak penting untukku!

1
wlychr
prestasi💪
Sulati Cus
bsgus
sukensri hardiati
kok malah kayaknya rena yg jadi korban yg perlu dikasihani sih..
sukensri hardiati
blokir tu no. mertua
Endang Supriati
hampir semua penulis selalu menggambarkan bahwa surga snak laki ditelapak ibunya. benar begitu, tetapi konsep dlm ajaran islam tdk begitu anak hrs menuruti semua perintah ibunya. klu perintah nya tdk sesuai dgn syariat islam juga bisa masuk nerala. krn anak laki ketika menikah hrs tanggung jawab dunia akherat terhadap istrinya. org tua menyuruh anaknya bercerai dan menikah lagi itu adalah zholim dan dosa besar. krn setelah menikah yg diutamskan adalah istri dan anak2nya baru orgtuanya. tanys ustad !! jd klu setelah menikah hrs turutin perintah orang tuanya salah besar! apalagi perintah yg mendorong dia masuk neraka. anak laki bertanggung jawab ke pada org tua nya adalah tentang sandang dan pangan hingga mereka mati. bukan menuruti perintah yg zholim. buat ates juga bukan laki2 sejati, klu sdh menikah msh mendengarkan dan ikuti perintah ibunya sdh salah apalagi perintah yg menghancurkan tanggung jawabnya.
Endang Oke
sy ngalamin seperti gozel.bpk ku menikah lagi dan menceraikan ibuku.sy msh umur 2 thn.
sama ibuku di bawah pergi ke Jakarta dr Jogjakarta. sampai lulus sma sy baru nyari bpkku, bukan apa2 minta tabggung jawab utk kuliah thn 80 an. ketemu minta niayackuliah.dia sfh bahagia dgn pelakor dan anak2nya.
sakit hati dan dendam, sy tdk pernah menyalahkan ibunsy. sy juga perempuan bisa merasakan sakit hati ibu. setelah lulus kuliah sy kerja diperusahaan besar. dan sy sdhbtdk pernah liat dan datang lg kerumah bpk saya . tdk sudi banget..dpt kabar bpk koma pemhulih darah pecah 3 bln di rscm. sy tdk pernah datang utk liat.najissssssss. di hubungi oleh kakaknya bpk.klu bpk sy mau ketemu. udh sakratul maut. dg terpaksa sy datang. sy bisikin apa coba.. cepat matilah kau pejaga neraka sdh nunggu. bpk sy menangis dlm koma. emang gw fikirin!!! 2 hr kemudian mampus tuh org tua. dikabarin. sy tdk datang..sudi amat sampai skrg saya tdk pernah ziarah.
Husna Farahdiba
maap kak author tp ttp gak masuk akal sih punya 13 toko baju gak mampu bli rumah cash secara pasti omsetnya bnyk,klopun omset sedikit pasti hnya punya 1 atau 2 toko klo sudah lebih dr 5 dipastikan usaha tsb maju...
Dewi: aku mantan pegawai toko fashion, mantan bosku pun gak punya rumah/sewa tahunan 😂
total 1 replies
Husna Farahdiba
Thor kok punya 13 toko baju di 3 mol tp tinggal di Kontrakan sepertinya kurang masuk akal, walaupun hnya rumah sederhana pasti punya sendiri,masa punya toko baju bnyk tp gak mikirin rumah,untuk kehidupan anak istrinya
Yulia Hariyono
Luar biasa
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
otw lah aq🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Dewi: ditunggu kak ❤️
total 1 replies
elindha azzahra
sebenarnya nama suaminya arthes atau arshen se
elindha azzahra
dih biarin aja si arshen gila sukurin
elindha azzahra
dasar laki lemes mulutnya, apa2 bilang ke emaknya amit2
elindha azzahra
nyesek bgt rasanya
elindha azzahra
memang tidak ada larangan poligami, tp ya sebelumnya izin dulu sama istri pertama lah ne mah merebut namanya
elindha azzahra
Luar biasa
elindha azzahra
asli nyesek bgt😭😭
Rahmawati
bagus ceritanya
Seven8
boleh juga usulnya.. tinggal survey lapangan /CoolGuy/
Tri Lani
greget sama yang namanya pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!