NovelToon NovelToon
Sugar Daddy Si Cupu

Sugar Daddy Si Cupu

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:318k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Apa aku memakai pengaman?" Satu kalimat dari seorang kapten mengacak-acak rambutnya frustasi.

Yang ada diingatan terakhirnya hanya menghabiskan satu malam dengan seorang wanita yang cantiknya bak bidadari. Wanita yang meminta bayaran untuk menjual keperawanannya.

"Apa aku pada akhirnya harus menikahi seorang bocah!?" Teriaknya frustasi.

***
Di tempat berbeda, seorang siswi SMU tidak sabar rasanya menunggu jam pulang sekolah hanya untuk mendapatkan bayarannya.

Seperti kata salah seorang temannya, memiliki Sugar Daddy yang dapat membelikan apapun.

"Sugar Daddy-ku yang tampan, aku ingin smart phone, aku ingin laptop dan biaya kuliah, aku juga ingin sepatu baru, juga membayar hutang ke kang cilok 25.000..." Batin si cupu membayangkan 35 juta yang akan didapatkannya.

Tapi bagaimana jika hidup tidak sesuai anggapannya? Bukannya uang, Sugar Daddy-nya memberi cincin untuk melamarnya?

Cinderella termalang abad ini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adu Ilmu

Majikannya tidak pulang dari kemarin, mobilnya pun tidak kembali sama sekali. Menghela napas masih berbaring memakai baju berwarna merah, minidress dengan bagian perut didesign agak longgar.

Peralatan make up juga telah dikenakannya, termasuk juga set perhiasan. Semenjak Satya datang membawa benda-benda ini dan memerintahkan menyiapkan kamar, Tesa sudah menyiapkan hari.

Pernah ada kalanya sang majikan melihat ke arahnya, pernah ada kalanya sang majikan mencuri pandang, walaupun itu hanya dalam imajinasinya saja. Bagaimana tidak, Satya memang pernah mencuri pandang, akibat sebutir nasi di bawah bibir Tesa yang merusak konsentrasinya.

Menatap lekat? Itu juga pernah, kala Satya memincingkan matanya menyadari ada belekan di mata pelayannya. Nah, kita anggap saja salah paham, Tesa menyangka Satya diam-diam jatuh cinta padanya. Mengingat sang majikan yang bagaikan awan di langit, terbang seorang diri.

"Tesa! Kamu buat berantakan lagi! Kalau tuan tau, kamu bisa dipecat!" Bentak Sumi melihat kekacauan di tempat ini.

"Buatkan aku semur daging! Juga jengkol jadi pelengkapnya! Es lime tea jangan lupa." Perintah Tesa tengah memasukkan password FB ke dalam I-phone yang baru dibuka olehnya.

"Eh! Sadar! Kamu tuh harus kerja! Jangan bermimpi jadi ratu nyatanya masih babu." Komat-kamit mulut Sumi mengomel, membereskan kekacauan yang dibuat pelayan baru ini.

Tapi.

Prang!

Vas bunga dibantingnya, pecahan yang hampir mengenai kaki Sumi. Rasa kesal akibat omelan pelayan tua sok senior ini.

"Aku akan menjadi istri tuan Satya! Itu sudah pasti! Buktinya tuan membuat kamar ini, sedangkan pacar saja tidak punya! Hanya aku yang dekat dengan tuan! Dasar sudah reot masih saja banyak bicara. Mau aku pecat!" Teriak Tesa murka, matanya menatap tajam.

"Jangan terlalu banyak berkhayal! Kalau jatuh nanti sakit. Menyesal dulu aku membujuk tuan supaya terima kamu bekerja. Dari kampung dibawa ke kota, kelakuannya sudah kayak setan." Komat-kamit mulut Sumi mengomel.

"Kamu yang sudah tua! Pikun! Itu dulu! Dulu ya dulu! Sekarang aku calon nyonya majikan jadi---" Kalimat mereka terhenti kala mendengar suara motor, berserta gerbang yang dibukakan security.

"Siapa yang datang?" Gumam Sumi hendak turun.

"Paling juga kurir paket! Sudah buatkan aku semur daging..." Jawab Tesa cuek, masih saja memasukkan password FB nya. Bahkan hendak membuka laptop yang masih berada di dalam kotak. Laptop berwarna pink, dengan lambang apel digigit.

"Dasar! Sok OKB (Orang Kaya Baru)! Kalau tuan membuat kamar untuk kerabatnya bagaimana?" Sumi kembali mengomel menuruni tangga. Menghela napas berkali-kali, baru 6 bulan dirinya membawa Tesa yang seorang janda tanpa penghasilan kerja di tempat ini dari kampung. Tapi PDnya setengah mati.

Namun, tuannya memang aneh. Tidak dekat dengan wanita manapun, terlalu sering pergi bekerja, tiba-tiba saja membawa barang-barang perempuan, bahkan menyiapkan kamar.

Menuruni tangga, dirinya juga ingin tau, paket siapa yang datang. Pasalnya keluarga Satya mayoritas akan datang mengendarai mobil, termasuk Reika yang paling sering berkunjung, jika Satya ada di rumah.

Karena itu, jika ada suara motor matic, kemudian security membukakan pintu sudah pasti kang paket.

Namun, langkah Sumi terhenti, menyadari dua orang remaja berpakaian SMU dipersilahkan masuk oleh sang security. Bahkan secara khusus mengantarnya.

"Maaf, atas kejadian kemarin. Saya tidak tau, karena itu saya panggil Tesa. Tapi setelah saya kembali, kalian sudah pergi. Maaf...salah memanggil nyo... nyonya." Ucap sang security, meyakini bocah ini belum bercerita pada Satya jika dirinya memanggil Tesa.

Jujur saja, dirinya memang mendengar keributan sebulan lalu, tapi karena ngopi di halaman belakang setelah memanggil Tesa dirinya tidak tahu dengan jelas apa yang terjadi.

"Nyo... nyonya?" Gumam Sumi menahan tawanya. Sumi memang tidak pernah bertemu sama sekali dengan kedua bocah ini. Tapi mengingat kamar di samping kamar Satya mayoritas berwarna pink, sudah pasti milik wanita muda.

"Sum! Cepat ambilkan minuman! Ini istri tuan Satya! Tadi pagi tuan menelfon, istrinya akan datang. Kamarnya sudah siap kan?" Ucap sang security cemas, berharap Tesa tidak masuk sembarangan lagi.

Dua orang remaja SMU, satunya terlihat lumayan cantik, satunya lagi berpakaian lusuh dengan kacamata dan rambut kepang dua. Yang mana majikannya? Itulah sebuah pertanyaan sejatinya.

Tapi dirinya sudah menjadi pelayan selama bertahun-tahun. Dimulai dari rumah utama tempat kediaman orang tua pemuda itu, hingga kini dipindahkan ke kediaman pribadi Satya. Jadi, semua etika dasar menjadi pelayan sudah diketahuinya, dimulai dari tidak ikut campur urusan majikannya. Benar-benar berbeda dengan ART bukan?

Mungkin karena itu gajinya lebih besar, dan terbiasa memakai kemeja putih, serta celana panjang hitam untuk bekerja. Bagaikan pegawai hotel.

"Selamat datang nyonya, nyonya muda ingin minum apa?" Sebuah pertanyaan penuh senyuman menyakini yang akan menjawab adalah gadis dengan penampilan lebih baik (Eri).

"Ti... tidak usah. A... aku---" Gadis berkacamata yang menjawab, itu artinya orang ini adalah majikannya. Tapi kenapa bentukannya seperti ini?

"Jangan sungkan! Aku bilang setelah menikah kamu adalah nyonya meneer! Angkat kepalamu! Katakan dengan tegas." Perintah Eri mengajari Driella menjadi majikan.

Mungkin dalam dongeng kala pangeran menikah dengan Cinderella maka, akibat terlalu baik Cinderella akan dianiaya di istana. Pemikiran yang masuk akal bukan?

Tapi ini adalah Driella teman seorang Eri, tidak ada yang boleh menganiayanya.

"Aku ingin dua mix juice." Jawab Driella berusaha lebih normal.

"Baik, nyonya..." Jawaban Sumi penuh senyuman, undur diri.

Sumi? Nama yang kampungan bukan? Tapi sejak kecil telah merantau, hingga mengikuti pelatihan menjadi pelayan profesional. Telah memiliki pengalaman kerja selama puluhan tahun di rumah-rumah orang yang kayanya 7 tanjakan 8 tikungan. Karena itu citra pembantu berdaster tidak melekat sama sekali dengan dirinya.

"Kamarmu dimana?" Tanya Eri, matanya menelisik mengamati setiap sudut.

"Di lantai dua, tuan menyiapkan kamar di sebelah kamarnya." Jawaban sang security terlihat sedikit gugup. Berharap Tesa tidak membuat masalah lagi, seperti menggunakan pakaian di kamar tersebut.

*

Melangkah menuju lantai dua, suara musik terdengar dari speaker, lagu dangdut koplo yang...bukan selera Driella.

"Apa ada yang tinggal di sini selain Satya?" Tanya Driella, memilin jemarinya sendiri, canggung, jika ada kerabat suaminya yang bertemu. Tidak tahu harus mengatakan apa.

"Ti... tidak ada, ini kediaman pribadi. Hanya ada dua orang pelayan, seorang tukang kebun dan saya. Keluarga tuan muda, semuanya tinggal di kediaman utama." Jawab sang security, tidak tahu harus bagaimana.

Lagipula Sumi juga, sudah tahu Tesa pecicilan seperti monyet. Kenapa tidak menariknya pergi dari kamar majikan.

"Lalu? Musik itu!? Dengar! Ujian nasional sudah dekat. Bagaimana temanku bisa belajar jika seperti ini!" Geram Eri, selaku asisten nyonya Meneer.

"Maaf!" Ucap sang security menghentikan langkahnya. Tepat di kamar samping kamar terbesar di tempat ini. Kamar utama milik Satya. Sedangkan satu kamar lagi yang disiapkan tentu saja milik istrinya kan?

"Tunggu apa lagi, buka pintunya." Perintah Eri.

Kala pintu terbuka, terlihat seorang wanita yang berbaring tengkurap sembari menggunakan dua jari telunjuknya untuk mengetik di laptop yang menyala.

Memakai set perhiasan beratnya bagaikan pelek becak. Kamar yang berantakan dengan baju-baju bermerek bertebaran. Wanita yang tengah berbaring tengkurap bahkan mengenakan pakaian dengan warna paling mencolok.

"Sumi! Semur dagingnya sudah kamu ambilkan? Kalau sudah taruh di meja saja. Aku sedang sibuk memasukkan password ke laptop baru. Orang udik sepertimu mana tau tentang urusan nyonya muda." Ucap Tesa tidak menoleh sama sekali, hanya mendengar pintu terbuka.

"Dia yang hampir membuat anakmu mengalami masalah kan?" Bisik Eri pada Driella.

"Dia memakai barang-barangku?" Gumam Driella mengingat dengan jelas benda-benda yang pernah dibawakan Satya padanya.

Plak!

Sang security menepuk jidatnya sendiri, melihat kelakuan Tesa.

1
✨Susanti✨
ceritanya bagus, buat pembelajaran ya adek-adek reader
✨Susanti✨
baguss
✨Susanti✨
/Grin//Grin//Grin//Facepalm/
✨Susanti✨
semoga ga bakal jadi pelakor
✨Susanti✨
adik-adik reader ini buat pelajaran ya
✨Susanti✨
iklan lewat
✨Susanti✨
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
✨Susanti✨
🤣🤣🤣🤣
✨Susanti✨
pelakor part 2
✨Susanti✨
aku kira perempuan anaknya
✨Susanti✨
ketemu temen duel
✨Susanti✨
driella terharu, karna ada orang ya masih menghargai n menghormati keluarganya
✨Susanti✨
hajarrrt
✨Susanti✨
Waktu mendisiplinkan pelayan
✨Susanti✨
lah ketemu pelayan yg pernah ngusir dia
✨Susanti✨
ini briella paling ya
✨Susanti✨
ayo tunjukan sat
✨Susanti✨
ayah sama kakak sayang briella
Nunung Elasari
karya yg bagus ......
bakpao
/Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!