#ENEMYTOLOVERS
Xander Thompsom menderita mysophobia, ketakutan berlebih dan tidak masuk akal terhadap sesuatu yang tampak kotor, kontaminasi kuman, atau virus. Tapi, apa jadinya jika dia di jodohkan dengan seorang wanita bar-bar, dan jorok?
"Menjauh dariku, Kuman!" usir Xander seraya mengibaskan tangannya, lalu menyemprot sekelilingnya dengan cairan desinfektan yang selalu dia bawa di kantong jasnya.
"Cih!! Sok bersih! Makan nih upil!" balas Jeje sangat kesal seraya mengorek hidungnya dengan ujung jari telunjuk dan mengusapkan jarinya itu ke jas pria tersebut.
Bagaikan air dan minyak seperti itulah rumah tangga mereka, tidak pernah akur dan tidak pernah bisa menyatu.
Seperti apa keseruan mereka? Simak terus kelanjutannya!
FOLLOW IG @thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Di sisi lain. Saat ini Devan sedang menikmati pemandangan yang indah di depan mata. Tadi malam ... dia dan Daisy melewati malam yang panas dan begitu menggelora di rumahnya.
Devan mengusap pipi Daisy yang mulus dan putih dengan penuh kelembutan. Wanita cantik itu masih tidur lelap di sampingnya. "Gimana ceritanya aku bisa tidur sama cihuahua galak ini?" Devan bahkan tidak percaya pada dirinya sendiri bisa berbuat seperti ini pada Daisy.
Ck! Tapi salah sendiri tadi malam Daisy terus menggodanya. Iman Devan yang setipis helaian rambut akhirnya tidak kuat menahannya. Masih teringat jelas di benaknya saat Daisy saat menggodanya di dalam mobil.
Devan yakin saat Daisy membuka mata pasti wanita itu akan murka. Pasalnya tadi malam melakukan percintaan panas dengannya dalam keadaan tidak sadar karena mabuk berat.
Devan menjauhkan tangannya dari pipi mulus Daisy ketika melihat wanita itu menggeliat. Devan buru-buru menutup mata, pura-pura tidur.
Daisy membuka kedua mata sambil mendesis dan memijat kepalanya yang terasa berat. Dia masih belum sadar kalau berada di dekapan Devan.
"Sial banget. Sakit banget kepalaku." Daisy mengeluh sambil berusaha mengumpulkan nyawa. Setelah nyawanya terkumpul bersamaan dengan kedua matanya terbuka lebar, di saat itulah dia baru sadar kalau dirinya dalam pelukan seorang pria.
Daisy terperangah, bibirnya menganga lebar, dan kedua matanya membola sempurna ketika melihat ada tangan kekar melingkar di perutnya. Tatapan Daisy berpindah pada dada bidang yang ditumbuhi bulu-bulu kasar, dan tatapannya semakin naik lalu berhenti tepat di wajah tampan Devan yang masih terpejam.
"Oh My God! Apa yang sudah terjadi!" Daisy memekik sambil membungkam bibirnya yang ingin menjerit, dia segera menjauhkan diri, melepaskan tangan kekar itu pelan. Lalu turun dari tempat tidur, dan memungut pakaianya yang tergeletak di ujung tempat tidur. Daisy menggigit bibirnya kuat, sambil berusaha mengingat kepingan ingatan di saat dia sedang mabuk.
"Shiit!" Daisy memaki dirinya sendiri ketika teringat kalau tadi malah dia yang menggoda Devan terlebih dahulu hingga berakhir di atas ranjang seperti ini. Daisy menoleh ke belakang, menatap Devan yang masih terpejam. Dia harus segera pergi dari sana sebelum Devan bangun. Tapi, tanpa dia sadari kalau Devan sebenarnya hanya pura-pura tidur saja.
Daisy segera memakai pakaiannya, lalu mengambil dompet, anting, dan sepatu hak tinggi. Sebisa mungkin jangan sampai ada barang-barangnya yang tertinggal di sana. Dan jangan sampai Devan tahu kalau tadi malam mereka tidur bersama.
Wanita cantik itu segera keluar dari kamar tersebut dengan langkah pelan dan hati-hati.
Devan membuka mata, ketika Daisy sudah tidak ada di sana. Dia merasa heran dan ada rasa kecewa yang bercekol di dalam hatinya ketika melihat sikap Daisy. Padahal dia berharap Daisy akan murka dan meminta pertanggung jawaban darinya.
Devan memukul kepalanya sendiri, "apa yang sedang aku pikirkan! Kenapa aku sangat berharap padanya? Ini hanyalah hubungan satu malam yang tidak ada artinya sama sekali!" Devan memaki diri sendiri.
*
*
Sementara itu, Xander menatap kamarnya yang terlihat berbeda.
"Ma, kenapa sofa di dalam kamarku hilang? Dan kenapa ranjangnya jadi kecil?!" seru Xander pada ibunya yang masih di lantai bawah bersama Jeje.
Tidak sahutan dari ibunya, Xander keluar kamar menggamhampiri ibunya untuk meminta penjelasan.
"Ma!" Xander memanggilnya yang masih duduk santai di ruang makan bersama Jeje.
"Ada apa sih?" Airin menatap heran pada putranya.
"Ma, kenapa sofa dan tempat tidurku ..."
"Mama sengaja menggantinya, biar kalian semakin dekat dan nggak tidur terpisah seperti di kamar hotel tadi malam!" Jawaban Airin mengejutkan Jeje dan Xander.
"Jadi tadi malam Mama..."
"Iya! Mama masuk ke dalam kamar kalian secara diam-diam, dan aku melihat kalian tidur terpisah! Tapi, mulai sekarang kalian nggak boleh tidur pisah! Kalian harus memberikan aku cucu secepatnya, dan aku sudah memasang CCTV rahasia di setiap sudut kamar kalian," ucap Airin dengan santainya sambil tersenyum puas saat melihat wajah pengantin baru itu sangat syok.
"Mama!!!!" Xander gregetan pada ibunya sendiri.
Sedangkan Jeje mengusap wajahnya dengan gusar, karena tidak menyangka kalau ibu mertuanya lebih ugal-ugalan dari pada ibunya sendiri.
mumpung lagi priode gak puasa. 🤭✌🙏