Sebelum membaca cerita ini Baca dulu room 14
*
Ternyata cerita itu belum usai disana, dia masih ada, dia belum benar-benar musnah, dia masih merajalela. Dia masih mencari, terus mencari, hingga kekuatan itu kembali ada. Sekali lagi tempat yang menyimpan rahasia kelam itu belum sepenuhnya hilang, masih banyak rahasia disana yang belum terungkap.
Menyelidiki lebih dalam konspirasi apa yang ada dibalik rahasia gelap lab buana membuat Diana tersesat semakin jauh. Apa yang selama ini ia ketahui hanya potongan kecil dari sebuah rahasia yang lebih besar. Apa yang terjadi dan disembunyikan di buana membuatnya lebih menyadari betapa menakutkan makhluk yang bernama manusia.
Diana berusaha melakukan penelitian tentang Oublierserum demi menciptakan serum lain yang dapat menetralisir Oublierserum. Diam-diam dia juga mengumpulkan bukti untuk menjebloskan wali kota kedalam jeruji besi.
.
ikuti juga ig aku ya : aca_0325
selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Diana mengenakan baju serba hitam dan juga masker hitam. Ia berdiri didepan kaca besar, penampilannya sudah seperti pencuri saja. Sarah yang menyuruhnya berpakaian seperti ini, dia akan mengajak Diana pergi ke suatu tempat. Diana melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya, sudah pukul sembilan malam tetapi Sarah masih sibuk dengan kegiatannya belum ada tanda-tanda mereka akan pergi.
" Kita akan kemana? dan kapan kita berangkat? "Tanya Diana mendekati Sarah yang sedang memperbaiki infus.
"nanti kamu juga tahu." Sahut Sarah.
"Bagaimana keadaannya? apa ada perkembangan? " Diana melirik sekilas pada wanita koma itu.
Sarah menggeleng. Itu artinya belum ada perkembangan sama sekali, setelah Sarah selesai dengan kegiatannya, ia juga segera berganti pakaian.
*
Diana tak bisa tidak kaget saat mengetahui kemana mereka akan pergi. Yaa.. sekarang mereka sedang berada tak begitu jauh dari rumah walikota lebih tepatnya ada diseberang jalan rumah mewah dua tingkat itu, Sarah ternyata lebih gila daripada Elise. Bisa-bisanya dia mengajak Diana untuk menyusup kerumah walikota yang jelas saja penjagaannya sangat ketat. Jika tertangkap tamat riwayat mereka berdua, sudah dipastikan Diana akan berakhir dipenjara.
"Sar, serius kita akan masuk kesana? " Entah sudah berapa kali Diana mengajukan pertanyaan yang sama.
"Tentu, " Dan Sarah memberi jawaban yang sama.
"Kamu tidak bercanda? Jangan-jangan kamu belum tahu itu rumah siapa, " Ujar Diana menatap nanar pada rumah mewah itu. Sebagian lampu memang sudah dipadamkan, hanya lampu luar yang masih menyala. Tetapi, tetap saja masuk kedalam sana sama saja dengan masuk ke kandang harimau.
"Aku tahu, Diana. Itu rumah walikota dan kita akan masuk kesana sebentar lagi. " Tegas Sarah.
Diana hanya bisa menghembuskan nafas pasrah, sepertinya Sarah memang sudah lelah hidup makanya dia dengan berani datang kerumah walikota.
"Malam ini walikota sedang tidak berada dirumah, margareth juga sedang berada diluar negeri. Ini kesempatan kita masuk kedalam sana dan mencari bukti sebanyak mungkin, " Sarah menjelaskan seakan bisa membaca apa yang ada di dalam pikiran Diana.
"Eum.. " Diana mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti, meskipun sebenarnya dia ngeri juga membayangkan masuk ke rumah itu. Diana pernah datang sekali bersama pak Eddie dan itu bukanlah pengalaman yang menyenangkan sama sekali. Diana melirik sekilas pada Sarah, nampaknya Sarah tidak terganggu sama sekali dengan nyamuk yang sedari tadi berkeliaran disekitar mereka.
" ya sudah, ayo masuk kalau begitu! "Kata Diana yang sebenarnya sudah tidak tahan dengan nyamuk yang ada sejak meraka datang.
"Kita harus menunggu... "
Sebelum Sarah menyelesaikan ucapannya sebuah mobil berhenti, dan tiga orang keluar dari dalam mobil tersebut. Dua orang pria dan seorang wanita.
"Lho.. Adnan, Alea, Dylan? " Kaget Diana melihat siapa yang datang.
" Diana! kamu gak apa-apa? "Alea bertanya seraya memeluk singkat Diana.
" aku baik-baik saja,"balas Diana.
Adnan lega melihat Diana baik-baik saja, dia menoleh pada Sarah, " Jadi, apa yang kita lakukan sekarang? "
" Masuk kesana, "Sarah menunju kearah rumah mewah milik walikota.
"APA? " Mereka juga sama kagetnya dengan Diana. Siapa yang menyangka kalau Sarah ternyata mengajak mereka untuk menyusup kerumah orang nomor satu di kota ini.
*
Sementara Adnan dan Dylan mengalihkan perhatian penjaga. Diana, Sarah dan Alea menyusup masuk kedalam. Entah mungkin hari ini adalah hari keberuntungan mereka, rumah walikota agak sepi. Hanya ada dua penjaga yang menjaga gerbang depan, sementara itu sama sekali tidak terlihat pelayan yang bekerja dirumah ini. Mungkin juga karena hari hampir mendekati tengah malam jadi para pelayan kemungkinan besar sudah tidur.
"Aku dan Alea akan ke lantai dua mencari kamar walikota dan anaknya." Bisik Sarah.
Diana mengangguk singkat dalam cahaya remang-remang, semua lampu sudah dimatikan. Hanya cahaya lampu dari luar yang menyusup masuk lewat kaca jendela sehingga suasana tidak begitu gelap. Setelah Sarah dan Alea pergi, Diana juga mulai memeriksa sekitar lantai satu.
Ada satu kamar yang menjadi tujuan utama Diana, yaitu kamar yang waktu itu tanpa sengaja ia masuki, kamar pengantin yang agak janggal. Diana sangat yakin kalau kamar itu ada didekat kamar tamu, namun saat membuka kamar yang ada disebelah kamar tamu Diana hanya menjumpai kamar biasa. Tempat tidur biasa dan semuanya terlihat normal.
"Apa sudah diubah ya? " Monolog Diana. Ia masuk kedalam dan menyalakan senter hape. Diana memeriksa sekitar ranjang, tak ada yang aneh. Ia beralih membuka lemari yang sama sekali tidak terkunci, tak ada apa-apa. Sepertinya kamar itu memang sudah disingkirkan oleh walikota, tak menemukan apa-apa Diana berpindah ke kamar lain.
Rumah walikota sangat luas, di lantai satu selain ada ruang tamu, ruang keluarga dan dapur juga terdapat lima kamar yang berjejer. Disepanjang dinding terdapat banyak lukisan dari Seniman ternama. Dari lima kamar hanya dua yang bisa Diana masuki, tiga lainnya terkunci.
Tak ada yang mencurigakan ditemukan Diana,ternyata walikota cukup pintar setelah lab buana terungkap dia pasti sudah menyingkirkan segala sesuatu yang berhubungan erat dengan la reine.
"Gudang, " Mata Diana berbinar kala menemukan sebuah pintu agak kebelakang. Ia menarik daun pintu yang sama sekali tidak terkunci, senyumnya mengembang. Tempat menyimpang barang rongsokan biasanya menyisakan sesuatu tak biasa.
Banyak kayu bekas kursi dan meja diletakkan disana. Juga tumpukan kertas dan kardus yang sudah berdebu, pertama diana memeriksa sekitar kardus dan tumpukkan kertas. Buku sejarah, lembaran kertas ujian dan koran lama. Diana menarik ke luar sebuah koran yang menarik perhatian nya, 'FELIX BENJAMIN MENYERAHKAN SELURUH KEKAYAANNYA PADA ANAK PEREMPUAN PERTAMANYA'. Berita di koran tersebut berbahasa Perancis, untuk saat ini Diana hanya menerjemahkan bagian judul.
"Margareth buana? " Gumam diana. Felix hanya memiliki dua orang anak, margareth dari istri pertama dan anak kedua juga perempuan.
"mungkinkah kematian margareth ada hubungannya dengan ini? " Diana seakan baru saja menemukan sebuah potongan berharga. Barangkali tanda tanya yang selama ini tidak terjawab sama akan menemukan jawabannya.
Diana memasukkan koran tersebut kedalam tas, ia kembali mencari koran yang menampilkan berita serupa.
'ANAK BANGSAWAN FELIX BENJAMIN MENGHILANG'
' SURAT WASIAT FELIX BENJAMIN DISIMPAN DI MUSEUM MILIK KELUARGA BENJAMIN SAMPAI SANG AHLI WARIS DATANG'
Hanya tiga koran yang menampilkan berita berbahasa prancis, artinya koran ini keluaran prancis. Diana memasukkan semuanya kedalam tasnya, ia akan menerjemahkan isinya nanti.
***
lagipula walau hanya memperbaiki kaca, apa iya proyek renovasinya tidak diketahui siapapun padahal gedung ini letaknya di tengah kota ?
padahal dari awal mereka mendapatkan email misterius, Dylan bisa melacaknya lalu melapor ke polisi. apalagi Sarah dekat dengan Jendral Besar dan walikota yang baru.