Sebuah pernikahan karena harus saling saling menyelamatkan nama baik keluarga bukanlah hal yang mudah. Apalagi kedua insan tersebut masih memiliki hati untuk sang kekasih.
Disaat ada hati tercipta, sang kekasih kembali dalam keadaan yang sama sekali tidak bisa di persalahkan. Mungkinkah perceraian akan menjadi pemecahan masalah bagi mereka berdua?
( Akan banyak konflik di dalamnya, skip jika tidak sanggup membacanya..!! )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Kawan rusuh.
Bang Jerry menjerit tak karuan saat Bang Braga memasukan ular kecil ke dalam kaos lorengnya.
"Rasakan lu.. tobaaaatt..!! bisa-bisanya lu mau buat istri orang jadi bahan praktek." Bang Pongge masih saja nggedumel dengan kelakuan sahabatnya itu.
"Ampuuuunn.. mending binatang lain dah, jangan ulaaarr..!!!!" Pinta Bang Jerry.
"Nggak ada, disini adanya ular." Jawab Bang Pongge.
"Hwaaaaa... Geli banget lihatnya. Aaaaaaaaaa..." Suara lengkingan Bang Jerry lumayan mengundang perhatian banyak prajurit termasuk wadanyon dan Danyon.
Para petinggi Batalyon pun datang menghampiri. "Ada apa ini Jer? Kenapa ribut sekali?" Tegur wadanyon saat melihat Letnan Jerry terikat kuat pada sebatang pohon pisang.
"Tolong Bang, tolooong..!! Mereka berdua ada niat tidak baik sama saya..!!!!!" Teriak Bang Jerry.
Melihat Bang Jerry begitu tersiksa. Para pejabat Batalyon melenggang sedikit menjauh. "Sini Ge, Rega.. kita duduk ngopi di bawah pohon, sepertinya adem." Ajak Danyon seolah tak peduli dengan Bang Jerry yang terus menjerit.
"Baaang.. saya di ajak donk Bang..!!" Rengek Bang Jerry kemudian kembali menjerit saat merasakan ular menggeliat di tubuhnya. "Abaaaang.. tolongin sayaaa.. toloooooong..!!!" Pekik Bang Jerry.
Tak lama ular tersebut keluar naik ke atas leher Bang Jerry. Seketika itu juga Bang Jerry tak sadarkan diri dan mengundang gelak tawa empat orang perwira disana.
"Ambil dulu ularnya Ga. Nanti kalau dia mulai sadar, lilitkan lagi ular itu di lehernya..!!" Perintah Wadanyon.
"Siap Bang..!!" Tawa Bang Braga pun masih membahana tak terkecuali ketiga perwira.
"Biar tau rasa ini si Jerry. Istriku yang mager kegiatan sampai rela ikut olahraga gara-gara si Jerry." Gumam Danyon.
"Ya sama Bang, istri saya nih.. hamil anak ketiga mintanya lihat wajah Letnan Jerry. Kurang apa coba saya ini. Itu anak saya, saya yang buat.. malah maunya nontonin Letnan Jerry melatih senam dan volly." Gerutu Wadanyon.
Bang Pongge dan Bang Braga sampai terpingkal-pingkal mendengar keluh kesah para Abang yang gemas dengan tingkah kawan seperjuangan mereka.
"Jangan sampai istri kalian ngidamnya pengen nemplok Letnan Jerry." Kata Danyon.
"Laah Bang, sekarang belum hamil saja mereka sudah membuat persekutuan. Ini bapak buah memang meresahkan." Bang Pongge sampai mengadu pada seniornya.
"Eehh.. itu si Jembar sadar. Cepat lilitkan ularnya..!!" Perintah Wadanyon begitu bahagia bisa mengerjai juniornya yang super usil.
"Siap Bang..!!" Bang Braga melilitkan ular kecil itu pada leher Bang Jerry kemudian menghindar.
"Waaa.. waaaaaa.. hwaaaa... Tolooong..!!!!" Pekik Bang Jerry kemudian kembali tak sadarkan diri.
...
Bang Jerry mengomel dan memarahi anggotanya. Ia benar-benar kesal tak ada satupun anggotanya yang berani menolongnya.
"Kalian tau.. saya ini menyelamatkan kalian dari maut sampai saya sendiri yang terlilit. Dimana sikap loyalitas kalian pada pimpinan???" Tegur Bang Jerry sembari berkacak pinggang dan memakai kacamata hitamnya. "Coba kalau saya takut betulan, bisa habis kalian kena patok."
Tidak ada satupun anggota yang berani tertawa sekalipun sebenarnya mereka semua ingin tertawa terbahak. Mereka sudah paham bahwa ular tersebut hanya ular kecil yang panjangnya tidak lebih dari tiga puluh centimeter, besarnya pun juga tidak ada bahayanya sama sekali. Mereka juga sudah terbiasa dengan Komandan mereka yang satu ini, memang lain daripada yang lain.
"Hidup Letnan Jerry yang pemberani..!!!" Teriak Bang Pongge dari kejauhan. Bang Braga pun mengarahkan dengan kode jari.
Beberapa orang anggota menghambur mengangkat Letnan Jerry yang masih terbengong.
"Hidup Letnan Jerry." Pekik seorang anggota dan sorak sorai membuat kesalnya Letnan Jerry mereda.
Bang Jerry pun ikut terbahak. Seluruh anggota pun tau, Danton yang satu ini tidak jahat, hanya saja memang nyeleneh dari yang lain.
"Ayo saya traktir, tapi di kantin yang tutup ya..!!"
"Yaaa.. gimana sih Danton." Protes anggotanya dengan sengaja.
"Aahh kalian ini buat saya tidak tega aja. Ya sudah nanti sore kita nongkrong di cafe pantai. Dengan catatan.. kalian jomblo. Kalau ada pasangan saya ogah." Ucap Bang Jerry terang-terangan.
"Yaa.. kenapa begitu Dan. Pacar kami rata-rata di Jawa. Sama saja kami jomblo lokal." Kata seorang anggota lagi.
"Yo wes, saya ngalah lagi. Tapi tidak boleh di hubungi perempuan ya..!! Ini party laki-laki." Bang Jerry benar-benar menegaskan inginnya. "Tolong kalian ajak Danton baru, sekalian sama Letnan Braga. Bilang, undangan ulang tahun Letnan Jerry."
"Siap Danton.. siaaaapp..!!"
.
.
.
.
ayooo semangat Dinara minta sepedah listrik roda tiga kayak becak/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/