NovelToon NovelToon
Pulang Untuk Membalas Dendam

Pulang Untuk Membalas Dendam

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Bullying dan Balas Dendam / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: nita kinanti

Dira, gadis yang dulu menjadi korban bully dari teman sekolahnya akhirnya berubah menjadi sosok yang kuat dan berkuasa. Selama bertahun-tahun dia tinggal di luar kota. Dia berusaha mengubur dalam-dalam kenangan pahitnya sewaktu menjadi korban bully dan ingin melanjutkan hidupnya dengan tenang karena yakin karma akan bekerja dengan sendirinya.

Tetapi kemudian, Dira mendengar jika ternyata orang-orang yang dulu membullynya sekarang hidup bahagia, Dira merasa tidak terima. Kepulangannya ke kota kelahirannya yang tadinya hanya demi karier berubah menjadi keinginan untuk membalas dendam. Dira bertekad jika karma belum menghampiri mereka maka dia yang akan menghantarkannya.

Akankah Dira berhasil membalas dendamnya atau justru memaafkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita kinanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Rencana

Jeff tersenyum smirk mendengar kata-kata Alex. "Ada banyak sekali video mesum di sini. Apakah kamu menggunakannya untuk memeras perempuan lain di luar sana juga?" balas Jeff dengan mata yang tetap fokus ke layar laptop.

"Hei, apa-apaan kamu?! Berani-beraninya menyentuh barang pribadiku!!!" Alex baru sadar jika itu adalah laptopnya. Alex segera menghampiri Jeff dan hendak merebut laptop itu dari tangan Jeff. Tetapi sebelum Alex sampai, Jeff lebih dulu berdiri dan melayangkan pukulannya ke wajah Alex. Pria itu oleng, tidak siap atas serangan tiba-tiba dari Jeff.

Satu pukulan saja berhasil membuat darah segar mengalir di sudut bibir Alex. Pria itu tersulut emosinya. "Kurang ajar!!! Apa maumu?!!" Alex pun mulai menyerang Jeff.

Alex menyerang membabi buta, tetapi Jeff dengan santai menghadapinya. "Simpan tenagamu, karena aku malas berkelahi dengan laki-laki pengecut! Kamu bukan levelku!"

Kata-kata Jeff semakin menyulut emosi Alex.

Satu jam kemudian ...

Alex terkapar di lantai, dia masih sadar tetapi sepertinya sudah tidak punya tenaga untuk sekedar menggerakkan tubuhnya.

Sementara itu Jeff kembali duduk di sofa, satu-satunya barang di apartemen Alex yang masih pada pada tempatnya.

Menghajar Alex bukanlah sesuatu yang berat bagi Jeff. Dia adalah keturunan pengusaha yang mempunyai banyak musuh. Dari kecil dia sudah dibekali kemampuan bela diri untuk melindungi dirinya dari musuh keluarga mereka. Sebenarnya Jeff bisa saja menyuruh anak buahnya untuk melakukan ini, tetapi dia merasa lebih puas kalau bisa menghajar laki-laki pengecut itu dengan tangannya sendiri.

"Ini hanya peringatan, kalau aku sampai mendengar kamu mengancam Dira lagi, aku pastikan nyawamu melayang saat itu juga," ucap Jeff dengan tenangnya.

Alex tidak menjawab. Tenaganya sudah habis tidak tersisa bahkan untuk sekedar berbicara, tetapi dalam hatinya dia mengutuk Jeff dan akan membalasnya.

*

Jeff kembali ke rumah Dira setelah memberikan pelajaran kepada Alex, menghajar laki-laki itu hingga babak belur. Tidak lupa Jeff juga memberikan kenang-kenangan dengan menghancurkan laptop dan juga seluruh isi apartemen Alex. Seharusnya ini cukup untuk membuatnya jera dan tidak akan berani mendekati Dira lagi.

Dari halaman depan, Jeff melihat Dira melamun di balkon kamarnya. Segera laki-laki itu ke atas, ke tempat Dira berada.

"Aku punya sesuatu untukmu," ucap Jeff.

Dira menoleh mendengar suara Jeff. "Astaga, kenapa wajahmu Jeff?"

"Tidak apa-apa. Biasa, permainan laki-laki," jawab Jeff cengengesan. Dia memang terkena beberapa pukulan dari Alex yang membuat wajahnya lebam, tetapi ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan luka yang diderita Alex.

"Tunggu di sini sebentar, aku ambilkan es untuk mengompres lukamu." Dira pun pergi meninggalkan Jeff sendirian di balkon.

Jeff tersenyum melihat Dira memperhatikannya. "Seharusnya aku biarkan wajahku babak belur tadi," gumamnya.

Tidak berapa lama Dira kembali dengan membawa wadah berisi es batu dan juga handuk kecil.

"Kamu berkelahi dengan siapa? Biasanya kamu tidak suka mencari masalah Jeff?" tanya Dira sambil mengompres luka di sudut mata kiri Jeff. Posisi mereka sangat dekat hingga Jeff bisa menatap wajah Dira dengan puas.

Dira menyadari Jeff terus memperhatikannya lalu menyerahkan handuk itu ke tangan Jeff. "Nih, kompres sendiri!" Jeff tersenyum melihat Dira salah tingkah.

"Apa yang ingin kamu katakan tadi?" tanya Dira. "Kamu bilang kamu membawa sesuatu untukku?"

Jeff mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, sebuah flashdisk. "Videomu tersimpan di situ. Juga ada banyak lagi video, kamu bisa lihat sendiri nanti. Aku sudah memastikan dia tidak menyimpan copy-nya lagi," terang Jeff.

"Ini ... ???"

Jeff mengangguk. "Dia tidak akan mengancammu lagi. Kamu tidak perlu takut sekarang."

"Terima kasih Jeff," ucapnya tulus. Kemudian Dira menyimpan flashdisk itu.

"Jangan hanya terima kasih saja. Nih ... !" Jeff mengembalikan handuk kecil berisi es batu ke tangan Dira, meminta Dira melanjutkan mengompres wajahnya.

"Kamu mencari kesempatan Jeff!" jawab Dira kesal tetapi juga senang. Lalu Dira kembali mengompres luka Jeff dengan pelan, Jeff pura-pura meringis kesakitan padahal memar ini tidak ada artinya baginya.

"Aku ambilkan salep untuk mengurangi memar," ucap Dira terlihat khawatir. Lalu dia pergi untuk mengambil kotak obat dan kembali tidak lama kemudian. Dira segera mengoleskan salep itu ke wajah Jeff yang terlihat memar. Jantung Dira berdebar kencang. Dia bisa menyentuh wajah Jeff langsung sementara mata Jeff menatap lurus ke matanya.

"Sudah," ucap Dira gugup. Dia ingin mengembalikan salep itu pada tempatnya tetapi tangan Jeff meraih pinggangnya hingga Dira jatuh ke dalam pelukan Jeff. "Lain kali kalau kamu ada masalah ceritakan padaku. Jangan diam dan kamu pendam sendiri masalahmu Baby," bisik Jeff.

"Ya, aku tahu itu," jawab Dira sambil berusaha melepaskan tangan Jeff dari pinggangnya.

"Maukah kamu menjadi kekasihku?" tanya Jeff tiba-tiba. Ini adalah pertanyaan yang kesekian kalinya dia tanyakan kepada Dira. Biasanya Dira tidak ragu untuk langsung menjawab tidak, tetapi kali ini Dira diam.

"Apa yang kamu pikirkan?"

"Apa kamu tidak malu mempunyai pasangan seperti aku?"

"Kenapa?"

"Apa yang aku alami di masa lalu membuatku tidak percaya diri dengan kehidupan pribadiku Jeff. Itulah yang membuatku tidak berani menjalin hubungan dengan siapapun. Aku takut membuat pasanganku malu. Apalagi kamu Jeff, apa kata orang jika seorang keturunan konglomerat menikah dengan anak pembantu dan juga seorang korban bully?"

"Kamu bicara apa Baby? Itu bukan sesuatu yang memalukan! Berhenti berpikiran seperti itu! Aku sudah tahu semua tentang kamu dan aku tetap ingin menikah denganmu. Aku mohon berikan kesempatan padaku."

"Aku ... " Dira tidak bisa menyelesaikan kalimatnya karena Jeff langsung melumat bibir Dira tanpa aba-aba.

*

Beberapa hari setelah kepergian ibunya, Dira kembali beraktivitas seperti biasa. Dia sudah kembali aktif di perusahaan dengan segudang pekerjaan yang harus dia selesaikan.

Jeff sudah pergi, entah ke kota atau negara mana lagi kali ini. Yang jelas pria itu berjanji akan datang bersama Dira ke pernikahan Selvi.

Bicara tentang Selvi, Dira sudah punya rencana untuk membalasnya. Sesuatu yang akan membuat Selvi merasa malu sampai hidupnya hancur.

Waktu menunjukkan pukul delapan malam. Dira masih berkutat di depan laptopnya hingga suara handphone mengalihkan perhatiannya. Sebuah nomor asing menghubunginya.

"Halo ... " sapa Dira.

"Aku sedang menginap di hotel X sekarang. Datanglah kemari kalau kamu membutuhkan jasaku," sahut suara di seberang telepon.

"Baiklah, aku ke sana sekarang," jawab Dira melihat jam di tangannya. Sebenarnya pekerjaan Dira masih banyak. Bahkan kalau di turuti sampai jam dua belas malam pun mungkin belum selesai. Tetapi orang yang akan dia temui ini jauh lebih penting sehingga Dira rela menangguhkan pekerjaannya demi menemui orang ini. Orang yang bahkan tidak dia ketahui seperti apa rupanya.

Dira menutup teleponnya lalu membereskan meja kerjanya. Buru-buru dia keluar dari ruangannya menuju tempat parkir. Dia tidak boleh terlambat karena sulit sekali mendapatkan orang ini.

1
Isabela Devi
Silvi kamu yang mau tidur sama Alex sekarang salahin Dira, sadar diri dikit ke
Isabela Devi
semoga Zaki ga lulus sama si Selvi itu
Isabela Devi
thor salah sebut itu, bukan Dira tapi alex
Whatea Sala
Ayoo Dira kamu kan direktur,masak kalah sama mokondo uupsh maaf..
Whatea Sala
Dira minta tolong geh sama jeff,sebelum terlalu jauh..alex orang gila klu di turuti terus sulit lepasnya.
berharap bangetlah Dira pintar dan bisa menghancurkan alex.
Whatea Sala
Aneh banget si ibu...gak ada filing gitu,apa yang terjadi selama ini dengan Dira,polos si polos tapi naluri seorang ibu tidak bekerja,menyebalkan...klu marah entar dosa tapi kenapa Dira tidak pernah cerita.
Derma S
bagus
Madun Haikal
Luar biasa
Naomy
dira mau balas dendam tp bodoh tdk py kekuatan cm duit sj
Naomy
seharusny dira kasi tau jeff soal alex yg memperalat dira
Dwi Setyaningrum
trus nasibnya Zaki td gmn tuh ditinggal nikah sama Dira🤔
Siti solikah
kasihan sekali oliv
Siti solikah
karmamu banyak sekali
Siti solikah
lihatlah karmamu sudah datang
Siti solikah
cuih dasar orang tidak tahu diri
Siti solikah
manusia tidak bermoral
Siti solikah
rasain kau selvi
Siti solikah
mampus keluarga kalian
Siti solikah
jalang kok dipelihara
Siti solikah
yang ada di Alex uang ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!