Pagi ini adalah hari pertama Irma masuk kerja di perusahaan ternama,ya walaupun sbagai OB Tpi iya tetap bersyukur
Tekadnya merantau jauh dari keluarga,niatnya mengadu nasib untuk membantu ekonomi keluarganya
Stelah sholat subuh Irma pergi membeli sarapan untuk mengisi perutnya sbelum brangkat kerja
Stelah makan Irma lantas mandi
"Huhhh smangat,hari ini adlah hari prtmaku kerja"ucap Irma sambil brcermin yang terletak tidak jauh dri kasur tmpatnya untuk istirahat lalu Irma keluar mengunci pintu kos2annya .. senyum mengembang
''bismillahirrohmanirrohim"
Irma mengendarai sepedanya,ya Irma mmpunyai sdikit tbungan
Irma pikir,dari pada harus bolak balik naik angkot lebih baik uangnya Irma gunakan membeli sepeda bekas
Selain ngirit,ini juga bisa membantu Irma agar lebih cepat
Namanya ibu kota,pasti sering macet bukan
Sesampainya di tempat Irma kerja,Irma masuk ke dalam ruangan
Irma dengan tlaten mmbrsihkan ruangan hingga ruangan,sbelum para pekerja datang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla arafah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29
Setelah 3 hari berbulan madu Arka dan Irma pulang ke mansion.
"Assalamu'alaiikum nek"
"Wa'alaikumussalam, cucu nenek sudah pada pulang? Kok cepat sekali?"
"Iya nek, soalnya mas Arka ada kerjaan yang harus segera di selesaikan nek makannya harus pulang cepat'' jawab Irma
''Ya udah, kalian langsung istirahat saja ya. Pasti kalian sangat lelah''
''Ya udah nek, Irma naik ke atas ya sama mas Arka''
"Iya sayang."
Mereka pun naik ke atas menuju kamar.
"Mas, kamu mau langsung ke kantor?'' tanya Irma ketika melihat sang suami memakai jas'nya
''Iya sayang, gak papa kan?? Sebenernya mas juga malas ke kantor, mas lebih suka di sini menghabiskan waktu bersamamu yang'' ucap Arka sembari mengecup kening istrinya. Irma pun memeluk suami tersayangnya itu, entah mengapa prasaan Irma sangat melow. Mungkin karena ini pertama kalinya ia di tinggal sang suami, ya walaupun hanya ke kantor
"Jangan lama-lama ya mas!"
"Iya sayang, mas janji setelah semua selesai mas akan langsung pulang. Ya udah mas berangkat dulu ya'' Arka mencium kening istrinya, dan Irma mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan sang suami
"Iya mas, mas hati hati ya!!''
"Iya sayang, kamu istirahat saja. Assalamualaiikum''
___________________________________
2 bulan kemudian...
Pagi ini adalah hari ke tujuh Arka merasakan badannya sangat meriang dan pusing, Arka sudah berkali-kali periksa dan berpindah-pindah dokter, namun tak ada satupun yang manjur obatnya.
"Mas, kamu sarapan bubur aja ya?''
"Gak mau yang, mas bener-bener gak enak buat makan''
"Tapi mas, kamu harus makan biar cepat sembuh''
"Hmmmm" Arka menutup mulutnya lantas langsung masuk ke kamar mandi, Arka mengeluarkan semua isi yang ada di perutnya
hooeekkk.. hoeekk..
"Sebenernya kamu ini sakit apa si mas? aku jadi cemas deh!'' ujar Irma sembari memijit tengkuk Arka
''Gak tau yang, rasanya gak enak banget. Makan juga gak enak" jawab Arka
''Mas, apa gak sebaiknya kamu ronsen aja? Takutnya ada apa-apa di dalamnya'' kata Irma cemas
''Gak yang, cuma mas tiba-tiba pengen es yang lumut yang kaya waktu itu kita minum di puncak deh yang'' ujar Arka
''Es kuwut mas, bukan es lumut'' ucap Irma membenarkan perkataan suaminya
''Iya yang maksud mas itu, mas pengen banget. Tapi kamu yang bikin'' pinta Arka
"Hahh!!"
"Pliiissss yang, ya mas pengen banget soalnya" ujar Arka memelas
"Kamu ada ada aja deh mas, kaya orang lagi ngidam aja'' kata Irma tiba-tiba
"Ya mau gimana lagi, orang lagi pengen yang'' kata Arka
"Ya udah, aku turun ke bawah ya yang cari bahannya dulu ada apa gak,''
"Iya sayang, jangan lama-lama''
"Iya mas''
Irma turun ke bawah hendak membuat es kuwut, namun di sana tidak tersedia jeruk lemon. Akhirnya Irma meminta tolong pada bi Ijah untuk membelikannya di kedai sayur yang ada di kompek tersebut
''Mau beli berapa nona muda jeruk lemonnya?"
"Sekilo juga gak papa bi, ini uangnya'' ujar Irma sembari menyodorkan uang lembar berwarna merah. Tak lama bi Ijah datang dengan membawa jeruk lemon
''Ini non jeruknya'' bi Ijah menyodorkan kantong plastik berwarna hitam
''Makasih ya bik, kembalinya buat bibi aja''
''Jangan nona, Bibik sudah sering dapat bonus dari den Arka juga. Bibik gak enak non''
"Gak papa bi" Irma senyum
"Kalo gitu terimakasih ya non, semoga nona muda dan den Arka segera di beri momongan sama allah'' ujar bi Ijah mendoakan majikannya.
"Aamiin''
Ketika bik Ijah mendoakan agar segera mendapatkan momongan, Irma jadi teringat kalau bulan ini adalah bulan kedua Irma belum mendapat tamu bulanannya. Irma bertanya dalam hati
"Apa iya aku hamil?'' lirih Irma dalam hati. Namun Irma gak mau berharap lebih, mungkin emang belum dapat tamu bulanannya saja.
Setelah selesai membuat es kuwut, Irma membawa es kuwut ke atas dan di sisakan untuk nenek dan bik Ijah serta pak Budi security mansion sanjaya
''Mas, ini kes kuwutnya''
Arka langsung antusias bangun mendengar istirnya itu bilang es kuwut
''Mana yang?''
Ketika es kuwut Irma taruh di meja nakas, Arka langsung menyambar es di atas nakas dan menenggaknya langsung tandas. Irma yang melihat terheran
Arka pun bersendawa, "Aaa"
"Mas haus atau apa sih?"
"Gak tau yang, rasanya enak sekali minum es kuwut ini. Bahkan bisa menghilangkan rasa pusing dan mual mas''
"Ada-ada saja kamu mas"
"Mas tidur ya yang, mas ngantuk''
Ya, jika Arka telah makan/minum yang bisa masuk ke perutnya pasti Arka langsung terkantuk
"Iya mas,"
Irma turun ke bawah, hendak makan siang. Entah mengapa akhir-akhir ini nafsu makan Irma semakin bertambah. Terkadang sehari sampai lima kali makan
"Sayang, Arka masih sakit?'' tanya nenek ketika melihat cucu menantunya turun dari tangga
"Iya nek, Irma juga heran. Mas Arka sebenernya sakit apa sampai begitu, Irma gak tega nek liatnya" ujar Irma iba pada suaminya
"Kasihan anak itu. Kalo gitu biar nanti malam nenek panggil dokter jordan untuk memeriksa Arka"
Jordan adalah dokter kepercayaan keluarga Sanjaya dari dulu
"Iya nek, Irma gak tega ngelihatnya. Mas Arka jadi kurus nek"
"Ya udah, sekarang kamu makan ya sayang"
"Iya nek, padahal tadi Irma sudah makan nek. Tapi entah mengapa Irma sekarang gampang sekali lapar nek'' ucap Irma heran terdahap dirinya sendiri
"Alhamdulillah, memang sangat tepat nenek memanggil Jordan nanti malam" kata nenek sembari tersenyum senang. Irma hanya menganggapnya bingung
Irma masuk ke ruang makan dan makan siang yang kedua kalinya. Setelah selesai Irma naik ke atas untuk sholat dzuhur
Setelah selesai, Irma mendekati suaminya
"Mas, mas makan ya?'' bujuk Irma
"Gak mau yang, mas mau es kuwut lagi aja''
"Hhuuuffhhh... Mas, mas itu harus makan!! Es kuwut itu minuman mas bukan nasi!!'' ujar Irma sedikit kesal
"Hiikkksss" Arka tersedu meneteskan air matanya, Irma terkejut ternyata ucapannya membuat suaminya ini menangis
''Mas, bukan maksud aku memarahi mu mas. Maafin aku mas'' Irma meminta maaf, ternyata perkataannya membuat suaminya itu terluka. Padahal menurut Irma itu hanya ucapan biasa gak terlalu menohok, hanya saja nadanya sedikit tinggi. Irma bingung, kenapa suaminya ini sangat sensitiv
''Jangan marah yang'' ujar Arka memeluk istrinya itu
"Gak mas, aku gak marah''
Kata Irma sembari memeluk suaminya itu.
"Ya udah, aku bikinin es kuwutnya lagi ya. Mas jangan sedih lagi'' bujuk Irma, Arka pun mengangguk.
Lantas Irma turun ke bawah hendak membuatkan es kuwut lagi untuk suaminya.
BERSAMBUNG
________________________________
Terimakasih sudah membaca
HAPPY READING
semoga kalian suka 🤗🤗
aku mampir niih /Smile/
ijin follow kak, follback yaa
Segala lelah dan keluh kesah akan terbayar setelah melihat amplop cokelat, apalagi kalo tebel. 🤣🤣
makasih doanya Kaka 🙏
banyak typo nya 😅