NovelToon NovelToon
Aisah Jodoh Ku

Aisah Jodoh Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Dijodohkan Orang Tua / Dokter Genius / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:15.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lilik Bunda Abib

Ardi Wijaya.
seorang mahasiswa siswa kedokteran berusia 20 tahun. pria tampan. yang memiliki tinggi tubuh 175 cm. kulit putih dan berhitung mancung. pintar dan juga Soleh harus patah hati ketika gadis yang di cintai nya menerima lamaran dari bosnya.
ia juga harus menerima di jodohkan dengan adik dari gadis tersebut. yang bernama Aisah. seorang gadis yang cerdas dan juga ceria. apa kah Aisah bisa mengantikan posisi kakaknya di hati pria tampan itu?

bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 29

Ardi Tersenyum memandang nya. " ini gak mimpi dek. ini bang Ardi " jawab nya. kemudian.

mata gadis itu mulai berkaca-kaca. rasanya ia ingin teriak saat ini. namun ia menutup mulutnya agar suara nya tidak menganggu tamu yang hadir.

Ardi masih terus menatap wajah gadis yang saat ini duduk di sebelah nya. ia tidak ingin berpaling dari tatapan nya, ia ingin melihat wajah cantik gadis itu selama yang dia mau.

telapak tangan Aisah sudah menempel di kedua pipinya. " Ica gak lagi bermimpi kan bang? " tanyanya kemudian.

" adek maunya mimpi atau gak? tanya pria tersebut sambil menatap wajah gadis itu.

" Ica mau nya ini nyata" ucap nya sambil menagis dan memeluk tubuh pria yang ada di depan nya

Aisah merasa tangan pria itu juga memeluk nya. tangan pria itu menempel di pinggang nya yang langsing. pelukan itu terasa begitu erat.

" Abang rindu Ais" uacp Ardi yang berbisik di telinganya.

Aisah mengangkat kepalanya dan melihat wajah pria tersebut. " Ica juga rindu sama abang. " jawab nya kemudian

" dek, di sini ramai. orang-orang lihatin kita. " ucapnya kemudian.

" Ica gak perduli" jawab Aisah tanpa mau melepaskan pelukannya.

" tapi Abang malu sayang" ucap ardi yang berbisik di telinga Aisah.

Aisah melepaskan pelukannya saat ia mengingat bahwa di tempat acara tersebut ada kakak, ibu dan juga Abang nya.

ia kemudian memandang ke kiri, ke kanan dan ke belakang. ia tidak melihat orang yang di kenalnya. sehingga ia merasa sangat lega.

" makan yuk dek, Abang lapar. " ucap Ardi yang mendapatkan balasan anggukan dari Aisah.

Ari kembali duduk di depan Ardi. " udah selesai kange-kangena nya" ucap pria itu sambil mengoda.

Aisah Tampak tersipu malu.

" Aisah udah seneng ini, udah jumpa bang Ardi. " goda Ari. tampak wajah gadis itu memerah.

" lu sama siapa?" tanya Ardi saat ia membuka switer hitam yang di gunakan nya. sehingga terlihat baju kemeja panjang tangan yang berwarna hijau toska polos yang di pakai nya.

Ari tertawa melihat nya.

" seperti nya kalian udah janjian ya." ucapnya saat melihat baju yg di pakai Ardi sangat senada dengan baju yang di pakai Aisah.

Ardi senyum. " kita sehati jawabnya.

"kekuatan cinta kalian, gak perlu aku ragukan."

ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"lu mau duduk di sini?

gue mau ambil nasi " ucap Ardi

"iya " jawab Ari.

" kalau gitu switer aku, bakal aku tingalin aja di sini." uacp Ardi kemudian.

Aisah langsung mengambil switer tersebut. "gak usah bang. biar Ica pegang aja. nanti di pakai bang Ari untuk lap tangan. "ucapnya.

" nah tu tau jawabannya" ucap Ari sambil tertawa.

Ardi berjalan bersama dengan Aisyah ke meja hidang. kehadiran nya di sana, membuat teman-teman kuliahnya ramai yang mendekat ke arahnya. mereka memandang Aisah yang berdiri di sebelah Ardi. saling bertukar kabar, seperti itu yang mereka lakukan saat ini. para wanita yang dulu pernah mengejar-ngejar nya. namun tidak pernah di respon pemuda itu. membuat mereka menatap sinis kepada Aisah. pertanyan itu siapa? anak mana dan sebagainya begitu banyak membanjiri ari. yang duduk di meja yang di tinggalkan Ardi .

Ari selalu memberikan jawaban yang sama. "calon istri Ardi." ucapnya.

"kalian tu percuma ngejar-ngejar Ardi. tu orang udah di jodohkan 5 tahun yang lalu. ucap pria tersebut." membuat gadis-gadis tersebut pergi meninggalkan Ari dengan kesal.

gadis remaja itu terlihat begitu mesra mengandeng tangannya.

mereka sangat mengenal sosok Ardi. pria itu tidak pernah dekat dengan seorang gadis. ia selalu menjaga jarak setiap kali ada wanita yang mendekati nya. namun kali ini mereka melihat Ardi menatap gadis remaja tersebut dengan tatapan cinta yang begitu besar. terlihat ia begitu merindukan gadis yang bergajut manja di tangannya.

mereka duduk di meja yang tadi di tinggalkan nya. dengan piring yang bada di tangan mereka masing-masing.

ari duduk dengan seorang gadis. yang seperti nya Ardi tidak mengenal nya. ia kemudian duduk di tempat nya semula. yang di ikuti Aisah.

mereka makanan nasi yang sudah di bawaknya.

"Ardi" ucap Arum saat melihat Ardi yang sedang makan bersama Aisah.

Ardi Tersenyum memandang ke arah yang memanggil namanya. ia kemudian menjabat tangan habibi yang sedang mengendong putri nya yang cantik. Ardi juga menyalami tangan Siti.

Ari yang duduk di dekat Ardi ikut menyalami Siti dan juga Habibi.

" nak Ardi kapan datangnya? " tanya siti yang cukup terkejut melihat kehadiran calon minantu nya tersebut. setaunya pria itu tidak datang, saat ia menanyakan kepada putrinya.

sampai di Indonesia jam 11. 30 Tante.

jawab nya

om gendong aku. ucap gadis kecil tersebut yang berusaha melepaskan diri dari pipinya.

Ardi mengembangkan tangannya. ia kemudian mengambil ahli tubuh gadis kecil tersebut. " tambah berat " ucap nya kembali.

" ini karena Mimi om. aku di paksa makan banyak. padahal aku mau diet om. Mimi aja sibuk diet biar tetap langsing. sedangkan aku di paksa makan yang banyak. sepertinya Mimi takut bila aku terlihat lebih cantik dari nya. omel gadis kecil tersebut, yang membuat Ardi tertawa.

" kamu cerewet sekali, ngikutin siapa ini cerewet nya?" ucapnya sambil mencoel pipi gadis kecil tersebut.

" Aunty Aisah" jawab gadis kecil tersebut. sehingga Ardi menahan ketawa nya.

" Aunty gak cerewet, yang cerewet itu Mimi."

ucap Aisah menyangkal.

" kalian emang udah janjian mau kesini?

kenapa kalian bisa pakai baju yang sama ? "

ucap Arum memperhatikan baju yang di pakai Aisah dan juga Ardi.

" kami sehati" ucap Ardi

sudah cukup lama baju itu di belinya. namun tidak pernah di pakai nya. menurut nya warna baju itu terlalu ngecling. namun entah mengapa,. saat ia bersiap-siap untuk berangkat. ia mengambil baju itu.

" kami sudah mau pulang, " ucap Arum.

"Aisah sama aku, nanti aku yang antrin pulang." ucap Ardi kemudian.

Arum memandang Ardi " jangan di apa-apain." ucap Arum kemudian.

Ardi tersenyum, iya kemudian memandang Aisyah yang tampak tertunduk. " siip" Jawabnya kemudian.

" besok main kerumah" ucap habibi yang mengambil anak nya dari Ardi.

" aku usahakan mas, soalnya besok udah berangkat lagi ke Amerika. aku di sana kerja di rumah sakit. izin cuman 3 hari. ucapnya.

" pokoknya di usahakan ya." ucap habibi kembali.

" iya mas. " jawab nya.

" bang Azzam mana dek ?" tanya Arum kemudian saat ia melihat ke sekeliling ruangan tersebut, dan tidak menemukan adiknya tersebut.

" gak tau." ucap Aisah saat tidak menemukan abangnya tersebut.

kami pulang duluan ya. ucap dan Habibi sebelum mereka meninggal kan ruangan tersebut. mereka berjalan ke pelaminan memberikan ucapan selamat untuk Doni dan juga Sarah

"DI, kenalin ini Syifa ucap Ari memperkenalkan gadis yang duduk di sebelah nya.

Syifa mengangukan kepanya . Syifa ucapny .

Ari mengenal kan bahwa Syifa seorang bidan di rumah sakit tempat ia bekerja.

setelah duduk cukup lama dan bercerita dengan Ari. Ardi berniat untuk membawa Aisyah jalan-jalan, arti berjalan menuju pelaminan sambil menggandeng tangan Aisyah dia berniat untuk berpamitan terlebih dahulu, yang diikuti oleh Ari dan juga Syifa setelah memberikan ucapan selamat kepada Doni dan juga sarah, Doni meminta kepada kedua sahabatnya nya itu untuk berfoto bersama nya. setelah mereka berfoto. Ardi dan juga Ari berpamitan untuk pulang.

*****

Ardi mengantar kan Syifa dan Ari pulang. Ari meminjam kan mobil nya kepada sahabatnya itu. ia baru mengambil mobil itu 2 bulan yang lalu secara kredit.

"mau jalan ke mana" tanya Ardi saat ia memandang gadis tersebut.

Aisah Tampak berfikir. " terserah Abang aja jawab nya. " Ica cuman mau sama abang. "

ucapnya lagi.

sehingga kening Ardi berkerut untuk memikirkan tempat yang akan ia habiskan bersama gadis itu.

******

please ya jangan bilang terlalu sedikit. author selalu up di atas 1000 kata. bahan Sampai 1600 kata. 😊

enak nya mereka ke mana ya?

author minta like, komen dan vote nya ya.

novel dokter Wahyudi udah up 3 episode,. my love Wahyudi. dan di usahakan untuk up 1 episode lagi malam ini. terimakasih ya atas dukungan nya.

singgah juga di novel Terjerat konstitusi online.

😊😊😊🙏🙏🙏

1
Danny Muliawati
waduh kasian amat tmn icha untung ragu3
Danny Muliawati
smga jd tuh kecebong 😃
Danny Muliawati
beneran tah lucy tulus bantu msh ragu
Danny Muliawati
rupa nya kelakuan si lucu tunggu yah lucy balasan nya
Danny Muliawati
bkn nya tlp polisi malah pd nonton
Danny Muliawati
sumpah mom aq nangis bc nya
Danny Muliawati
kan di amrik jg ada mesjid bs di mualaf kan di sana mom
Danny Muliawati
ini alamat keburu hamil dr pd kuliah nya 😁
Danny Muliawati
Tian jg mo jd mualaf
Danny Muliawati
lucu jangan mcm2 ica jago bela diri hihihi
Danny Muliawati
ana sdh dpt hidayah alhamdulillah
Danny Muliawati
😄😄😄😄
Danny Muliawati
smga semua nya pd jadian yg jomlo2 🩷
Danny Muliawati
seru banget yah suka aq mom tq yah
Danny Muliawati
keren d seru sumpah aq suka pk banget 🩷
inchieungill
apartemen
inchieungill
masa anak kelas 1 sma tebakannya saru gitu.
Nurul Fujiyah
ceritanya bagus 👍🥰
Eli Mei
aisah 11 thn
Eli Mei
lama.gak.baca noveltoon krn pindah ke lapak seblh,tbtb kangen kisah ardi aisah,cuzzz deh baca lg setelah 2thn yg lalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!