NovelToon NovelToon
Life In Another World With The Goddess

Life In Another World With The Goddess

Status: tamat
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Harem / Light Novel / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Isekai Fantasy

Menceritakan pemuda bernama Shiji yang tiba-tiba saja di panggil Oleh Dewi untuk menyelamatkan dunia.

Saat Shiji mendapatkan satu permintaan Ia tidak memilih kekuatan ( overpower ) atau pun senjata cheat, melainkan Dewi itu sendiri.

Bagaimana kisah Shiji selanjutnya, dimana ia harus mengalahkan raja iblis yang masih belum di ketahui keberadaannya di tambah ia juga harus melawan Dewi kegelapan beserta para penyihir Agung.

Kisahnya akan terus berlanjut....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 : Inilah Duel

Ini adalah tanah lapang di dekat guild.

Aku dan Floria berdiri selagi menatap orang yang akan menjadi lawan kami.

Mereka adalah kedua wanita kembar dengan rambut putih menjuntai sepinggul, penampilannya pun serba putih dengan balutan rok pendek serta sesuatu yang mirip blazer.

Dengan penampilan seperti itu sulit membedakannya.

Aku menatap gadis loli yang berdiri di antara kami, Craliere Rielfield... rambut abu metalik nya berayun tertiup angin.

"Kau belum memperkenalkan mereka."

"Ah, benar juga... yang ini Friya dan ini Frieya."

Bahkan namanya sangat mirip.

"Bagaimana kau bisa membedakan yang mana Friya dan Frieya?"

"Itu mudah Friya memiliki tahi lalat di bawah bibirnya, sementara Frieya ada di dadanya."

"Boleh aku memastikannya dulu, terutama Frieya."

Floria di sampingku tersenyum pahit.

"Shiji... kau membuatnya marah, lihat dia sepertinya bersiap untuk mencincangmu."

Mendengar peringatan Floria aku memeluk tubuhku karena merinding.

"Bisakah kau melawannya untukku, aku kan melawan Friya."

"Ogah, kau harus menerima hukuman karena selalu bercanda dengan musuhmu."

"Kalau tidak ada lagi pertanyaan, pertarungan di mulai."

Frieya menargetkatku setalah perkataan Claire, aku menahan tebasan horizontal nya

"Apa kau begitu, ingin melihat tahi lalat ku."

"Maaf aku cuma bercanda, aku hanya tertarik dengan wanita setengah kucing dan seornag dewi."

Mendengar jawabanku dia semakin marah, memangnya aku salah apa. Dia mengayunkan kembali pedangnya, aku menahannya dengan momentum tubuhku, hanya saja aku malah ikut terlempar.

Dia cepat sekaligus kuat.

Berbeda dengan pertarunganku, Floria dia terus menembakan sihir api di tangannya, ketika musuh mendekat dia baru menggunakan tinjunya.

'Kau melihat kemana."

Terdengar bunyi yang memekakan telinga saat aku menahan tebasan Frieya, untuk kedua kalinya aku terlempar begitu saja.

"Ayo lawan aku dengan serius, aku akan mengalahkanmu dengan begitu nona akan memujiku."

"Kalau pujian yang kau perlukan, aku bisa memberikannya sekarang, jadi tolong ampuni aku."

"Aku akan mengampunimu setelah aku menebasmu."

Dia sama parahnya dengan majikannya.

Aku membalas serangannya, kelebihan sebuah katana adalah ayunannya lebih cepat dari pedang, aku akan memanfaatkannya sekarang.

Aku menebas dengan kisaran satu detik sampai dua detik ayunan, meski demikian dia bisa mengimbangi ku.

Kami melompat mundur di waktu bersamaan.

Aku dan rosalin saling bernegosiasi

"Master, mengalahkannya dengan cara biasa sangatlah sulit, mau coba teknikku."

"Jika ku lakukan dia akan terbunuh."

"Akan kucoba mengurangi dampaknya."

"Kita coba."

Aku memasukkan kembali pedangku. Saat frieya mengejar ke arahku.

"Wind slash."

Aku menebasnya sekali apa yang terjadi adalah kumpulan angin layaknya sebuah bunga sakura yang berguguran menyayat seluruh tubuhnya tanpa menghasilkan sedikitpun goresan, hanya saja

......

"Kyaaa apa yang kau lakukan.... pakaianku."

Dia kehilangan pakaiannya dna teriak antusia terdengar dari bangku penonton.

"Bagus onii- chan," kukira suara itu dari gadis muda ternyata pria tua.

"Bagaimana master, aku membuatnya merasakan rasa malu seumur hidupnya."

"Ternyata kau iblis."

Aku mengabaikan Frieya yang terduduk selagi memegangi tubuhnya dan menoleh ke arah Floria.

Dia dengan mudah menangkap pedang Friya , mematahkannya layaknnya sebuah lidi lalu mengirim Friya jatuh ke tanah dengan tendangan.

"Menyerahlah, aku tidak ingin menyakitimu lagi."

"Cukup sampai di situ."

Sebuah suara menghentikan pertarungannya, itu bukan suara Craliere melainkan seorang wanita bersama seorang gadis muncul dari balik penonton.

Ia membawa jaket berbulu lalu menutupi tubuh frieya yang tersekpos.

"Lama tak bertemu Shiji, kau jadi terlalu kejam terhadap wanita."

"Yah, ini bukan salahku."

Aku melempar katana ke udara, dan katana itu berubah menjadi Rosalin

"Itu ulahku," katanya dengan semangat.

"Ngomong-ngomong siapa kau?"

Wanita itu tertawa.

"Apa kau tidak mengenaliku, namaku Siren dan ini putriku Airi."

"Halo kakak, terima kasih sebelumnya sudah menyelamatkanku."

"Aah, kamu gadis yang kesurupan itu, hmmm ibumu terlihat berbeda sekarang."

"Bagaimana penampilanku," Siren memutar tubuhnya.

"Lebih baik dari sebelumnya."

"Ini semua berkat Shiji... aku bahkan tidak mungkin bisa membalas kebaikanmu."

"Kalian ngomongin apaaan," Layla dan Eris muncul bersamaan dengan Carliere.

"Rahasia," Siren mengatakannya dengan imut sebelum beralih ke arah Carliere.

"Jadi apa yang kau lakukan sekarang," Siren berkata padanya

"Yah, kau tahu hanya masalah yang menimpaku, aku hanya ingin orang ini bertanggung jawab."

"Bisakah kau melupakan semuanya, akan ku beri keuntungan yang lebih bagus lagi dari kesepakatan kita."

"Hmmm aku akan mengambilnya, lagipula mereka juga sudah bisa mengalahkan pengawal ku.... kalau begitu aku menganggap kesalah pahaman ini tak pernah terjadi mari pergi.."

Craliere dan pengawalnya meninggalkan lokasi. Frieya masih menangis tersedu-sedu sementara Lyla menarik nafas lega.

"Kau baik baik saja," tanyaku pada Floria.

"Cuma tergores sedikit."

"Biar kau saja yang mengobatinya"

"Terima kasih Eris."

Keduanya memisahkan diri dari kami, Layla dan Rosalin pun melakukan hal yang sama sepertinya mereka sengaja supaya aku bisa berbicara dengan wanita ini.

Dia menundukan kepalanya sekali.

"Jika bukan karena Shiji, aku tidak mungkin seperti ini... aku snagat berterima kasih."

"Tak perlu, aku hanya sedikit menolong saja, kau sendiri yang bisa menentukan jalanmu seperti ini."

"Shiji memang baik, kalau saja aku lebih muda aku akan menikahimu tapi bagaimana kalau dengan putriku, kau tertarik."

"Dia memang manis namun aku sudah menentukan pilihanku."

"Orang itu pasti sangat beruntung.."

"Bukan, Akulah yang beruntung."

Dia seorang Dewi kecantikannya sudah tidak di ragukan lagi.

Siren lalu memberikan sebuah kartu nama, disana tertulis serikat dagang serigala putih.

"Jika ada apa-apa jangan sungkan untuk meminta bantuan padaku."

"Baiklah."

Siren tersenyum tipis.

"Aku harus pergi sekarang, sampai nanti."

"Aah.... sampai nanti.

Aku melambai ke arah mereka berdua dari tempatku berdiri, dalam hidup memang penuh dengan kejutan.

Ini adalah ruangan khusus yang di peruntukan tamu penting di guild.

Layla tak henti-hentinya berterima kasih padaku selagi berlinang air mata.

"Sampai kapan kau akan terus menangis."

"Shiji biarkan saja dia dulu... kurasa hal tadi begitu menakutkan baginya, benar kan Layla."

Layla menganguk atas pernyataan Floria.

"Aku sih tidak masalah tapi sampai kapan kau memelukku ingus mu menempel di jerseyku."

"Maafkan aku."

"Oi, jangan menggosok-gosokan wajahmu di bajuku.

Eris yang duduk di sebelahku berkata dengan nada seorang Dewi.

"Jadi kamu mengerti apa yang sudah kamu lakukan, setiap tindakan apapun yang telah kamu perbuat kamu harus bertanggung jawab, aku juga meminta maaf saat mencuri uang Shiji."

Kenapa rasanya dia seperti sengaja melakukannya.

Yah, seperti yang dulu ku katakan..karena cantik, aku memafkannya.

Layla menganguk mengiyakan, aku baru melihat sisi Layla seperti ini. Ternyata dia gadis yang lembut berhati bidadari.

Ia mulai memperbaiki posisinya.

"Sebagai rasa terima kasihku, tolong terima ini."

"Tak usah, kami tidak perlu mendapatkan...."

Sebelum aku menyelesaikan perkataanku, Rosalin mengambil kantong uangnya.

"Jangan menolak rezeki master, tidak sopan jika kita tidak menerimanya."

Eris berkata pada Rosalin.

"Dengar Rosalin, kita adalah satu party jadi kita harus membagi sama rata."

"Aku tidak tahu peranmu saat pertarungan tadi." kataku.

"Aku mendukung kalian."

"Yang ku tahu, kau bilang hajar laki laki mesum itu."

"Aku cuma bercanda.... bercanda, bercanda loh.... tolong beri aku sedikit uang."

Aura Dewi nya menghilang lebih cepat dari yang ku kira. Eris menatapku dengan mata berbinar, ini dia serangan keimutan miliknya.

Keimutan adalah salah satu kemampuan yang di miliki wanita cantik, aku tidak mungkin melawannya, jika ku lakukan sama seperti kehilangan 10.000 hp dalam waktu singkat.

"Baiklah, kita adalah satu party, mari berbagi."

Floria menghembuskan nafas panjang.

"Kau sangat memanjakannya."

1
LAU
apakah cerita nya konyol???
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Hum
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... 100 Nil aja?
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
hoo?
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
humu
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
beh
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Musuh berat Shiji ya
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Humu
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Uh, jadi Shiji pahlawan ke 2000 ya
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Hufftt
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
*Bersiul
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Sudah ku duga, hanya sedikit yang bertahan di chapter ini
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Aku lanjut baca setelah sekian lama
guskus
nyimak
Andrian Septi raharjo
Luar biasa
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Pelayan Setia
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Sialan.. Ini Membuatku Menumbuhkan Iri Hati
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Medusa Ya..
Agung Juli
kapan novel iki rame yo?.
Agung Juli
kapan novel iki rame yo?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!