Kepergiannya 5 tahun lalu membuat kehidupan Deevana hancur berantakan, ia yang terbiasa hidup bebas dan lekat dengan dunia malam di manfaatkan oleh Ayah dan Kakak laki-lakinya. Deeva di paksa menemani para pria hidung belang setiap malam demi menghidupi keluarganya yang jatuh miskin lalu memiliki banyak hutang.
Di tengah rasa lelah dan putus asa ,nyatanya Deeva di jual kepada seorang pengusaha kaya raya.
Dan, betapa terkejutnya gadis malang itu saat tahu jika pria yang membelinya ternyata berondong kecilnya di masa lalu.
Apakah, cinta lama akan bersemi kembali setelah kontrak pernikahan di antara mereka telah ditanda tangani?
Sekuel dari nupel SAGARA ya, belum mampir silahkan baca lapak Ibun dan PanDa dulu, keh 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
🍂🍂🍂🍂🍂
Assalamu'alaikum.. Masih adakah yang Stay di lapak BayIbun? Hem, semoga ada yang kangen sama si belalang tupu tupu yaaaa..
.
.
.
Rasa gundah gulana dirasakan oleh Aga dan PanDa Sagara yang sejak kemarin tak bersama dengan istri istri mereka. Kelakuan David benar-benar di luar batas kali ini hingga para Tuan. Pradipta rasanya kini tak bisa tinggal diam apalagi untuk sabar.
Ada yang harus mereka lakukan agar Shinta dan anak anaknya tak lagi berbuat seenaknya di bangunan mewah tersebut meski mereka pun punya hak atas kediaman Pradipta.
"PanDa yakin mereka gak akan ngusik keluarga kita lagi?" tanya Aga, ia benar-benar khawatir pada istrinya.
"Tenang saja, semua akan baik baik saja. istirahatlah, beso kamu bisa jemput Deeva ya." titah PanDa Sagara penuh keyakinan jika ia bisa membuat keluarganya kembali aman seperti biasanya.
"Ibun gak di jemput sekalian?" tanya Aga, wajah bingungnya benar-benar masih saja menggemaskan.
"Jemput saja istrimu, kenapa mikirin istri orang?" cetus PanDa Sagara dengan nada kesal.
Semua orang tahu, jika anak bungsunya itu adalah pesaing beratnya selama ini, dan ia tak akan lupa hal tersebut.
"Gak jelas!" sahut AgaSyah yang langsung bangun dari duduknya kemudian berlalu ke arah kamar meninggalkan sang PanDa sendiri di ruang tengah lantai dua rumah mewah mereka.
.
.
Cek lek
Suami mana pun rasanya tak akan betah jauh dari istri jika cinta dan kasih sayang sudah habis di pasangan halalnya tersebut. Itu pula yang di rasakan oleh Aga saat ia masuk ke dalam kamar yang biasa ada Deeva namun kali ini wanita tersebut tak ada.
Demi menjaga dari hal yang tak di inginkan, para wanita kesayangan itu mau tak mau di ungsikan karna Aga maupun PanDa Sagara tetap tak percaya sepenuhnya pada para pelayan dan pengawal, Rumah utama tetap yang paling aman dalam segi apapun.
"Ugh, kangen kamu, Dee," gumam Aga sambil terus berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Ranjang tempat ia dan sang istri bertarung masih nampak rapih karna belum ada yang menyentuhnya lagi termasuk Aga, dan baru sekarang ia menaikinya sembari meraih ponsel di saku celana..
Yang di hubunginya saat ini tentu saja Deeva, namun entah mengapa wanita itu belum juga menjawab panggilan teleponnya. Sungguh ini du luar kebiasaan Deeva selama Aga mengenalnya.
"Sayangnya Aga dimana sih? kok tumben banget gak mau angkat telepon dari suaminya?!" keluh Tuan Muda Pradipta, dan itu sangat di maklumi sebab Aga bukan sekali dua kali menghubungi sang istri, ia terus mengulang panggilannya namun hasilnya tetap sama.
Merasa di abaikan, Aga tentu tak habis akal. Tujuan panggilannya tentu kini beralih pada Ibun yang syukurnya sedang bersama menantunya tersebut. Aga berharap jika sang pemilik surganya tahu dimana dan sedang apa istrinya sekarang.
Dering panggilan yang berulang kali masih di sabari oleh Aga, hingga ia akhirnya bisa bernapas lega saat suara Ibun terdengar di telinganya.
"Assalamu'alaikum, Aga, ada apa, Nak?" tanya Ibun dari sebrang sana.
"Waalaikumsalam, Ibun lagi apa sih? Aga telepon susah banget! Deeva juga ilang, semuanya susah banget angkat telepon dari Aga!" Ocehnya kesal sambil merajuk.
"Maaf, Nak," sahut Ibun yang merasa sangat bersalah.
"Hem, iya. Memangnya Ibu lagi apa?" tanya Aga lagi penasaran dengan yang di lakukan para wanita kesayangannya.
.
.
.
Lagi ngerayu BumBum naik ke atas pohon Rambutan...