Pernikahan bukanlah akhir dari kebahagiaan. Tapi pernikahan, adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya.
Cinta tak selamanya indah, ketika apa yang di pertahankan dan di pertaruhkan kini menjadi alasan untuk di tinggalkan.
Bagaimana kisah kelanjutan pasangan muda mantan aktor ternama dengan seorang gadis yang selalu di manja oleh keluarganya.
Mampukah mereka menghadapi lika liku perjalanan rumah tangga yang sesungguhnya?
Ikuti terus kisah Batara dan Zefanya...
jangan lupa follow akun Noveltoon Mommy ya...
IG : Mommy_Ar29
Tiktok : Mommy_Ar95
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
...~Happy Reading~...
“Lo bunuh dia!” pekik Batara begitu terkejut, namun sedetik kemudian ia langsung membungkam mulut nya.
Sungguh, Batara tidak menyangka jika ternyata ia memiliki seorang sahabat yang begitu kejam seperti Ben. Bagaimana bisa, laki laki itu dengan begitu mudah nya mengatakan bahwa sudah menghabisi sosok Aldo yang sudah memfitnah nya.
“Bukannya lo tahu, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Jadi gue udah baik hati ngebunuh dia daripada gue fitnah dia,” kata Ben terlihat begitu santai sambil menyunggingkan senyuman di wajahnya.
Gila! Ini sungguh gila. Batara dan Alvin sampai tak bisa berkata kata lagi. Sejak kapan seorang Ben terlihat begitu sadis dan menakutkan seperti itu, pikir keduanya.
“Udahlah, sekarang masalah sudah selesai!” Ben kembali menegakkan posisi duduknya, “Kedatangan gue kesini, karena gue pengen pamit sama kalian. Mungkin, ini akan jadi pertemuan terakhir kita.”
Deg!
Seketika itu juga, lamunan Alvin dan Batara buyar. Keduanya kompak langsung menatap ke arah Ben yang kini juga tengah menatap bergantian pada dua sahabat nya.
“Kenapa? Lo mau kemana?” tanya Batara dengan raut wajah tak percaya, “Ben, meskipun gue udah gak jadi artis lagi. Tapi gue masih bisa kasih lo kerjaan, lo inget kan kalau kita bertiga gak akan berpisah. Kita—“
“Gue tahu!” potong Ben dengan cepat, “Tapi memang gue harus pergi. Tempat gue bukan disini, dan gue rasa selama ini gue udah cukup main main sama kalian.”
“Main main apaan anjirr! LO kerja, bukan main main!!”
“Main main Bat!” Ben menghela napas nya dengan cukup berat, “Gue gak bisa jelasin detail seperti yang kalian harapkan. Tapi yang jelas, gue memang udah gak bisa ada disini, di antara kalian. Karena ke depan nya, hidup gue akan lebih sulit, dan gue gak mau kalian ikut terlibat dalam masalah gue.”
“M—maksud lo kalau sampai lo ketahuan ngehabisin Aldo?” tanya Batara mengerutkan dahi nya, namun dengan cepat langsung di balas gelengan kepala oleh Ben.
Tentu saja bukan hal itu yang ia takutkan. Jika hanya soal menghabisi Aldo, tentu saja ia tidak akan takut kejahatan nya terbongkar oleh polisi. Karena memang polisi tidak akan pernah menemukan bukti apapun. Yang menangkap Aldo bukan dirinya, tapi anak buah nya.
Dan juga, ia juga membersihkan semua barang bukti, termasuk jasad Aldo sendiri yang sudah ia cincang habis untuk menjadi sebuah makanan lezat bagi peliharaan di markas sana. Selain itu, ia percaya benteng besar menuju rumah hutan itu tidak akan mudah di tembus oleh polisi. Karena di sana sudah berdiri puluhan tahun dan tidak pernah tercium oleh siapapun.
Hanya saja, setelah percakapan nya dengan pemimpin Klan C beberapa hari yang lalu. Ben merasa bahwa pekerjaan nya berikut nya kan lebih berat, yakni ia harus banyak bekerja di lapangan untuk menghadapi musuh musuh nya.
Ia tidak mau, jika kelak musuh nya mengetahui bahwa dirinya pernah dekat atau berteman baik dengan Batara dan juga Alvin, yang mana akan membuat mereka menjadikan itu sebagai kelemahan nya.
Ben sudah memegang kepercayaan penuh dari pemimpin Klan C, dan ia tidak mau mengecewakan nya lagi. Maka dari itu, ia harus mengalah dan meninggalkan para sahabat nya agar kedua sahabatnya aman dan juga bisa hidup tenang.
“Apapun keputusan lo, kami akan dukung. Tapi tolong Ben, setidaknya kasih tahu kita, lo mau kemana dan tinggal dimana? Biar sewaktu waktu kita bisa—“
“Gak perlu!” potong Ben lagi lagi, “Kalian gak perlu nemuin gue. Biar gue yang nemuin kalian kalau memang darurat, dan gue harap kalian bisa hidup tenang selama gak ada gue.”
...~To be continue ......
,/Grin//Grin/