NovelToon NovelToon
Zhafira

Zhafira

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:367.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: zha...

Terlahir menjadi anak orang kaya raya pemilik Qolb Corporation pengusaha di bidang perhotelan. Zhafira Pradipta Qolb memilih hidup sendiri tanpa nama besar ayahnya menjalani kehidupan biasa.

Ketika menjalani kehidupan biasanya dia bertemu dengan Barra yang berhasil merebut hatinya namun bagaimana jika ada pria mapan dan tampan yang sudah mengincarnya sedari lama ingin memiliki Zhafira yang sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zha..., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

zhafira pingsan

"Saya harap pertmuan kita bisa berlanjut diluar konteks bisnis nona zhaf" tutur direktur Milean.

"Jika ada waktu lain tuan milean, setelah ini saya masih ada janji" ucap Zhafira sopan karena ingin menyudahi nya dia tak ingin berlamaan berinteraksi diluar pekerjaan lama lama.

"Dengan senang hati nona zhafira, saya mendengar banyak cerita tentang anda, saya harap anda menilai saya berbeda, saya tertarik dengan anda" ucapnya lembut penuh pesona mungkin jika dihadapannya bukan Zhafira wanita lain bakalan pingsan di perlakulan lembut oleh salah satu direktur perusahaan ternama tampan dan kaya yang sedang di gemari ini.

"Terimakasih atas sanjungannya tuan milean, anda pria baik " ucap Zhafira seraya berdiri.

Dan Milean pun berjalan mengimbangi langkah Zhafira menuju mobil yang sudah siap didepan restoran dan seorang lelaki dengan seragam khas prajurit resmi dengan berbagai pin berjajar didada kanan tengah berdiri tepat di ambang pintu menanti kedatangan Zhafira.

Zhafira tanpa ragu merngkul lengan Barra yang membuat Milean sedikit berjaga jarak, namun masih keren dengan pembawaannya yang kalem dan senyum ramahnya.

"Zhaf" teriak seseorang yang juga keluar dari pintu restoran.

Seketika Zhafira Milean dan Barra berbalik memandang asal suara terlihat Gladist dan di belakangnya Derik bersapa salam dengan wanita cantik berpenampilan rapi namun terkesan sexy di balik jas wanita, kmudian Derik berjalan menghampiri Milean dan berjabat tangan.

"Kau juga habis dari sini zhaf" tanya Gladist yang sudah berada di hadapannya.

Gladist adalah salah satu sekertaris Derik, jadi gak salah terkadang berada disekitar Derik.

"Tak menyngka bisa bertemu dengan anda tuan mayes," ucap Milean selesai menjabat tangan Derik.

"Sepertinya kita ada agenda beberapa minggu lagi tuan milean"

Tak selang lama mobil mewah warna hitam klasik datang dan Milean undur diri, Derik melirik Zhafira dan Barra tanpa menyapa dengan aura dinginnya Derik melewati nya tanpa berucap.

"Bos" ucap Gladist yang mengikuti bosnya berjalan menjauh.

Namun tanpa terduga tiba tiba Zhafira ambruk tak sadarkan diri untung ada Barra yang di sampingnya dengan sigap menopang badan Zhafira.

"Zhaf"panggil Barra.

Seketika Derik berlari menghampiri Zhafira mengambil alih badannya dari Barra, Barra menuruti nya setelah mendapatkan tatapan menghardik dari Derik, kemudian Meka datang dari dalam restoran, karna agenda hari ini memamng menemui dua klaien shingga Zhafira dan meka harus berhdapan dengan klaien secara terpisah dalam satu restoran.

"Apa yang terjadi" tanya Meka.

Derik tanpa menjawab membopong badan Zhafira menuju mobilnya, diikuti Meka dan Gladist yang lari kecil mengimbangi langkah Derik yang sarat akan kepanikan.

"Kurasa dia kelelahan tuan mayes " ucap Meka mengingat dalam seminggu Zhafira harus bolak balik di dua hotel diluar kota yang terjadi masalah serius, dan tanpa lelah selalu siap dikantor setelah pejalanan yang melelahkan bahkan meka tau hanya 2 sampai 3 jam saja tidurnya dalam minggu ini.

Derik menidurkan Zhafira di bangku penumpang di jok belakang, kemudian Ronald sang asisten plus bodygoard Federik keluar dari pintu pengemudi.

"Biar aku yang mengerusnya meka" ucap Derik penuh penekanan.

Derik pun mengambil alih pengemudi setelah menginstrupsi Ronald mengambil mobil lainya dan mengantar Gladist menyelesaikan tugas Derik.

...

"Ya paman" jawab Derik mengangkat telfon Zhafira yg berdering.

/kau sedang bersama putriku derik/

"Ya paman" jawabnya melihat Zhafira masih terlelap di ranjang kamar dipenthousnya.

/dimana dia, suruh dia segera datang semua sudah menunggu/ ucap Stevanus mengingat malam ini ada makan bersama keluarga dirumah Stevanus.

"Maaf paman kau harus melwatinya tanpa dia malam ini, "

/meka..../ terdengar suara Stevanus yang berbicara dengan orang lain.

/derik jaga putri ku, pastikan dia baik baik saja untuk ku/ ucap Stevanus setelah mengetahui kejadian dari Meka.

"Tentu paman"

Telefon berakhir Derik melirik jam sudah menunjuk jam 8 malam, Derik memandangi lekat wajah cantik Zhafira terlelap diranjangnya setelah beberapa waktu lalu mendatangkan dokter untuk memeriksa Zhafira hanya faktor kelelahan.

Derik melepaskan jas yg masih menempel dibadan Zhafira agar tidurnya lebih nyaman meninggalkan bluse warna coklat tanpa lengan, dan menarik selimut untuk menghangatkannya, kemudian beranjak untuk mandi.

Derik kluar kamar mandi dengan mengenakan celana training dan kaos lengan pendek kemudian menuju meja kerjanya , meja kerja yang berada satu ruang dengan kamar pribadinya, ruangan dilantai dua yg dipergunakan Derik untuk bekerja dan beristrahat, mengambil ipadnya dan duduk disofa samping tempat tidurnya Derik menyekrol ipadnya untuk meninjau 2 perusahan besar miliknya.

Satu jam berlalu ditengah kesibukan Derik meninjau perusahaan melalui ipadnya, terdengar lirih suara sesegukan, Derik beranjak memandang Zhafira yang masih ditempatnya tidur dalam posisi menyamping namun terlihat air mata bercucuran namun Zhafira masih dengan mata terpejam, dia menangis ketika tidur.

Tanpa pikir panjang Derik masuk dalam selimut dan menopang badan Zhafira menjadi dalam pelukannya, kepala Zhafira tenggelam didada bidang Derik, Derik dengan lembut mengusap punggung Zhafira mencoba menenangkannya.

"Aku akan selalu menjaga mu zhaf ,tenangkan hati mu okey"

Masih sambil mengusap punggung Zhafira mencoba memberi kenyamanan, antara sadar dan tidak Zhafira membuka mata dan menghirup aroma maskulin di dada Derik dan seketika Zhafira mengeratkan pelukannya, hingga mereka berdua saling memeluk, senyum bahagia tertoreh dibibir Derik merasakan pelukn Zahfira.

"Bahkan tubuh mu saja sudah nyaman berada di pelukan ku zhaf, kenapa hati mu masih keras"ucap Derik dalam hati.

Dan pada akhirnya Zhafira dan Derik terlelap dalam posisi berpelukan saling menyamankan diri.

...

Pukul 4 pagi derik sudah terbangun karena ada jadwal telekonfrensi jam 5, Derik beranjak dan melepaskan pelukanya dari Zhafira secara perlahan agar tidak membangunkan nya,

30 menit kemudian Derik sudah siap dengan stelan jas dengan muka cerah karena semalman bisa memeluk gadis yang dicintainya, Derik menuju meja kerjanya yang berada disudut ruang tempat tidurnya menyiapkan semua perlengkapanya sendri yang biasanya dikerjakan Ronald, namun karena ada Zhafira Derik melarang Ronald datang mendampingi telekonfrensi nya pagi ini.

Pukul lima tepat derik sudah duduk dimeja kerjanya menatap 5 layar monitor yang akan terhubung dengan para eksekutif bawahanya yang bertugas diluar negri.

Tak butuh waktu lama karena dalam waktu yang berbeda beda telkonfrensi di lakukan dengan 5 staf kepercayaan Derik, meninjau stiap grak gerik perkembanhan dan kemajuan perusahaanya, Derik dengan wajah dinginya berinteraksi dengan lawannya di depan layar monitor.

Disudut kamarnya Zhafira mulai tersadar dari tidur panjangnya, hampir 12 jam Zhafira tertidur pulas, menyadari ditempat asing Zhafira langsung bangun dari tidurnya, memandang sekeliling dan berhenti disudut ruang melihat Derik yang menghadapnya dan dirinya yang membelakangi layar layar telkonfrensi, dia sadar dimana dia berada , Zhafira beranjak dan membuka lemari disamping tempat tidur kemudian masuk kekamar mandi.

25 menit kemudian Zhafira kluar dari kamar mandi dengan bokser dan kaos yang kebesaran milik Derik dengan rambut yang berbalut handuk, telekonfrensi Derik yang masih berlangsung Derik hanya bisa melirik sesekali tingkah gadis dibelakang layar monitor di hadapannya, Zhafira enggan menggaggu dan turun ke lantai satu, membuat kopi dan duduk disofa depan kaca transparan menikmati mata hari terbit dengan nyaman.

1
MomZiee
kereeen
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir, semangat terus berkarya, salam dari Menikah muda 😊🤗👍💜
Yun'@_Miu
like
Yun'@_Miu
like 👍
Yanti Agejul
keder keder loe......
Hasni Ahsan
😍🥰
Hamba Allah
mampir Thor atas nama cinta Karya pertama kuuu niii
Nurul Masnunah
awal cerita bagus
pertengahan cerita sedikit bosan
dilanjut karena penasaran endingnya ternyata bagus ceritanya, mungkin karena kurang menikmati saja saya hehe...
tatanan bahasanya keren
Yun'@_Miu
like 👍
Nurul Masnunah
terlalu banyak lelaki yang menginginkan satu orang wanita..
ceritanya bagus tapi kayanya hanya berputar² di peran laki² yang memperebutkan zafira
agak bosan sedikit sampe sini hehe
Nurul Masnunah
ceritanya bagus.. baru singgah baca di novel ini, mungkin kurang promosi ya..jadi yang singggah belum banyak
semangat aja Thor berkarya
Ida Saidah
knp gk sembunyi d ats pohon nenk bos
Yun'@_Miu
like 👍
Putri ava
♥️
Jujuk
like like
Jujuk
like
Jujuk
lanjut kak
Chacha
lanjut tour cerita nya
Dhina ♑
Nasi gorengnya bikin gagal fokus, jadi laper
Dhina ♑
mengapa pensiun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!