NovelToon NovelToon
Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:97.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariestaza

Mohon bantuan dan dukungannya untuk karya ini🙏
3 tahun yang lalu dia adalah seorang ratu yang tegas penuh wibawa dan pemberani dari kerajaan Adrikha, namun sayangnya dia dikhianati oleh suaminya sendiri dan sahabat terdekatnya untuk menggulingkan tahta, bahkan suaminya dengan tega membunuh anak mereka.

Illeana Badhrika, ratu yang tegas dan pemberani dalam bentuk dan wujud yang baru akan membalaskan dendam atas kematian orang-orang yang dia sayangi dan merebut kembali tahta yang seharusnya menjadi miliknya dibantu oleh sang panglima tempur kerajaan.

Mampukah Illeana membalaskan dendamnya dan merebut kembali tahta miliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariestaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Paham

Nagara hanya diam saja dan dia lantas bertanya maksud dan tujuan dari ksatria itu menghampirinya,"Baiklah kalau begitu langsung saja, apa tujuan mu datang menemui aku?" Tanya Nagara dengan ketus.

"Saya ke sini hanya untuk memperkenalkan diri saya saja kepada panglima, perkenalkan saya adalah anggota baru dalam tim panglima! Mohon bantuannya ya panglima!" Ucap ksatria itu dengan sopan dan gugup.

"Oke sekarang kamu kembali lah!" Perintah Nagara.

"Baik, kalau begitu saya mohon undur diri!" Ksatria itu lantas pergi meninggalkan Nagara seorang diri.

Setelah sang ksatria pergi, Nagara menjadi tersipu malu ketika mengingat semua yang sudah terjadi, jantungnya masih berdetak kencang mengingat semua yang dia lalui hari ini bersama Ana.

Meskipun sebenarnya saat ini dia merasa gundah dengan perasaan apalagi ketika melihat Ana bersedih melihat Morona dengan wanita lain, tapi di sisi lain dia juga merasa malu jika mengingat adegan ketika dia terjatuh bersama Ana.

Ana saat ini sedang berada di kamarnya sembari merasa malu ketika mengingat semua yang dia lalu pada hari ini.

"Bagaimana bisa aku terjatuh tadi? Ahhhh! Astaga! Ini benar benar memalukan! Bisa bisanya kamu terjatuh dan berpelukan tadi!" Pikir Ana yang mengingat ingat apa yang terjadi yang membuatnya merasa malu.

"Aduhhhhhhh! Lagian Ana kamu ngapain sih tadi pakai narik narik dia segala!" Ucap Ana yang merasa sangat malu dengan apa yang telah terjadi.

"Aduhhh! Kenapa jadi kayak gini sih? Bagaimana bisa aku melakukan hal seperti ini?" Ana merasa sangat malu dengan apa yang sudah terjadi, dia merasa resah dan sangat gelisah.

Meskipun Ana dan Nagara sudah mengenal selama 3 tahun lamanya dan bisa dikatakan hubungan mereka berdua sangat dekat dalam 3 tahun belakangan ini, tapi Ana sama sekali tidak terbesit pemikiran tentang perasaan yang dia punya melainkan dia hanya fokus berlatih demi membalaskan dendam yang selama ini dia simpan.

"Ahhh sudahlah enggak usah di pikirkan lagian semua nya juga sudah terjadi! Ngapain aku harus menyesali sesuatu yang sudah lewat!" Ucap Ana yang tak ingin berlama-lama memikirkan sesuatu yang sudah terjadi.

"Tapi apa artinya hubungan ku dengan dia sudah baik baik saja?" Ana lantas terpikir apa hubungan dia dengan Nagara sudah membaik karena apa yang sudah terjadi.

"Hmmmm! Bukankah seharusnya kami sudah berbaikan? Karena kan akhirnya dia bersedia memandangi aku tapi dia masih belum mau berbicara dengan aku sih!" Pikir Ana yang malang.

"Jadi gimna yaa? Kira kira hubungan aku dan dia sudah baik baik saja apa belum yaa? Aduhhh kan jadi khawatir lagi! Lagian kenapa sih dia bersikap seperti itu!" Pikir Ana dengan gelisah dan resah.

Ketika masih berpikir tentang Nagara, tak sengaja Ana mendengar langkah kaki seseorang yang sangat dia kenal.

"Itu suara langkah kaki Nagara! Jangan jangan dia sudah kembali ke sini! Coba aku lihat deh !" Pikir Ana yang lantas mengecek ke luar kamarnya untuk melihat akan siapa orang yang berada di luar.

Benar saja, orang itu adalah Nagara yang terlihat lelah sedang berjalan mendekati kamarnya.

"Ternyata memang benar dia! Apa aku hampiri saja dia lagi?" Pikir Ana dengan baik-baik.

"Tapi kalau dia masih mengacuhkan aku gimna? Ahhhh sudahlah lebih baik aku mencoba dari pada hanya berdiam diri di sini!" Ucap Ana yang lantas memberanikan diri untuk mencoba sekali lagi berbicara dengan Nagara.

"Nagara!" Panggil Ana dengan ceria dan penuh suka ria.

"Kenapa dia masih belum menyerah juga? Dasar wanita keras kepala! Masih saja tetap kukuh dengan pendiriannya!" Ucap Nagara di dalam hatinya yang merasa tersisa dengan sikap Ana kepadanya.

"Nagara! Nagara! Nagara! Nagara?" Teriak Ana dengan suara yang cukup lantang sehingga membuat Nagara merasa terkejut dan sedikit terganggu.

Nagara lantas menoleh ke arah Ana dan memberikan kode kepada Ana untuk berbicara apa yang dia inginkan tanpa mengeluarkan suara sama sekali.

"Ahhh! Ternyata dia masih saja tidak mau berbicara dengan aku!" Ucap Ana di dalam hatinya yang merasa kecewa dan bercampur rasa kesal.

"Tenang Ana! Kamu enggak boleh menyerah! Kamu harus maju dan bertanya kepada nya!" Ucap Ana yang berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

"Nagara! Sebenarnya apa masalah mu dengan ku? Kenapa kau tidak seperti biasanya?" Ucap Ana dengan tegas karena tak ingin di acuhkan terus menerus.

Nagara hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya dan masih saja tidak mengeluarkan suara sedikitpun yang membuat Ana semakin jengkel dan merasa sangat kesal.

"Ahhhh! Tolonglah! Kenapa kau terus saja seperti ini? Tidak bisakah kau mengeluarkan suara dan menjawab semua pertanyaan aku?" Ucap Ana yang berharap sangat dengan Nagara.

Ucapan Ana ternyata masih belum berhasil, faktanya Nagara masih saja terus diam dan tetap bertahan untuk tidak berbicara dengan Ana yang justru membuat Ana semakin kesal dan jengkel dengan Nagara.

"Nagara! Nagara! Nagara! Tolonglah! Jangan bersikap seperti ini! Apa aku punya salah dengan mu?" Ucap Ana dengan ekspresi wajah yang sedih dan lelah.

Nagara lantas menggelengkan kepalanya sembari menatap Ana.

"Kalau memang aku tak punya salah dengan mu, maka tolong bicaralah! Jangan berdiam diri seperti ini terus-menerus! Aku sudah sangat lelah dengan sikap mu seperti ini! Tolong katakan kepada aku, jika aku memiliki salah kepada mu!" Pinta Ana dengan sangat memohon kepada Nagara.

Nagara sama sekali tidak merespon hal itu, dia tetap diam dan bertahan dengan wajan dinginnya yang terkesan sangat kaku dan dingin.

"Nagara........." Ana lantas berteriak sekencang-kencangnya agar Nagara bersedia berbicara kepadanya.

Teriakan Ana bahkan terdengar hingga keluar tempat itu yang membuat Nagara tidak tahan lagi dengan hal itu dan pada akhirnya Nagara bersedia berbicara dengannya.

"Hentikan!!!!" Teriak Nagara yang berusaha menghentikan Ana yang terus saja berteriak.

Ana langsung terdiam ketika Nagara berteriak seperti itu yang terkesan membentak dirinya.

"Kau memang tak memiliki salah padaku! Tapi, kau sudah salah dengan dirimu sendiri!" Ucap Nagara dengan ketus.

"Maksud mu?" Tanya Ana dengan ekspresi wajah yang terkejut.

"Untuk apa kau menangisi Morona? Untuk apa kau menangisi dia bersama wanita lain? Apa menurut mu itu benar? Kenapa kau bersedih ketika melihat Morona bersama dengan Anastasia? Apa kau selama ini masih mencintainya? Apa kau cemburu dengan dia?" Tanya Nagara dengan wajah yang sangat dingin dengan tatapan yang sangat tajam menatap Ana.

"Apa maksud mu? Apa kau mengikuti aku secara diam diam?" Tanya Ana dengan sangat gugup karena baru kali ini dia melihat sosok Nagara yang sangat berbeda tidak seperti biasanya.

"Kalau memang aku mengikuti mu, apa salahnya? Ap aku salah untuk mengecek apa yang di lakukan oleh partner ku yang sudah mengenal selama 3 tahun ini?" Ucap Nagara dengan tegas dan wajah yang sangat marah dengan tatapan yang sangat mengerikan.

1
Nafisa Gozali
gmn sih kok g lanjut aneh deh gantung gtu
Lisa
Kok ga di lanjutin
Muhammad Bagus
macam sinetron ikan terbang.

tokoh utama cewe gak abis2 nangis.
udh gt judul nya pembalasan dendam tapi giliran si Karmila mau di bunuh berserta anaknya dia gagalkan.. wkwkwk

istri2 teraniaya ikan terbang pindah ke novel

hapus hapus dari perpus.
Wiwin Ma Vinha
ternyata morona hanya boneka yg dikendalikan,ibunyalah yg ambisius
Madia Normadia
wah hebat Ana kerana kebodohan mu sepadannya kamu mati..
talita
sebel sama si ana malah sengaja menolong orang yang sdh ngebunuh anak nya sdh lh Sagara jauhin aja tuh si ana biar sendiri GK usah di bantu lagi
Myra Myra
nape tlng Ana...biar Jew Kamilia jht Ngan kamu...biar diorang dpt karma...tahta dia akan di gesel
Yan
setelah ku baca sampai bab ini...baru perasan ..apakah ratu sudah meminta bantuan nagara baut nyari pembunuhan nya ratu? cari bukti2 lain akn pembunuhan raja dan permaisuri juga? kok pd tdk di critakan ! atau mmng tidak ya?
Myra Myra
xyah pikirkan biar Jew...bgus selingkuhan dia terungkap posisi dia akan tergeser dari tempat dia
Cahaya yani
pada bdoh aplgi raja ny idiot, deuuhh amit"
Cahaya yani
mau jd raja tpi bdoh
Kiki
Semangat Thor💪
Syarifah Nur'aini
kalau bisa updatemya cepat nungguin soalnya hehehe
Syarifah Nur'aini
semngatt lanjutkan ceritanya
Dasa Dasa
semangat author, aku suka ceritanya 🥰
Graziela Lima
Cerita ini keren banget, susah move on!
yukio_gchs
Thor, please jangan berhenti nulis cerita kayak gini
Zolojulo
Semangattt, thor.

Mampir ya
Zhari25
Author, kita fans thor loh, jangan bikin kita kecewa, update sekarang 😤
cocondazo
Akhirnya nemu lagi cerita yang oke banget, terima kasih thor untuk karyanya! ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!