[Sebelum Membaca mohon di Subscribe dan star 5🙏 Terima kasih]
Cerita ini hanya fiktif belaka, khayalan pengarang semata, banyak mendeskripsikan hal-hal yang tidak nyata karena Novel ini ber-genre Fantasi Romantis, hanya dijadikan sebagai hiburan pembaca saja🙏
Gadis bernama Bella Arunika sedang terjerat masalah dengan seorang pria bernama Jay Kavindra. Pria yang dipercaya berasal dari Putra Mahkota keturunan Kavindra. Jauh sebelum abad Masehi, Kavindra adalah seorang Raja yang menerima kutukan karena telah melanggar aturan kehidupan yaitu mencintai dan menikahi wanita yang ternyata adalah adik kandungnya sendiri yang hilang dalam sebuah peperangan.
Kejadian itu disebut dengan kutukan cinta pertama, setiap keturunan Kavindra yang nekat mencintai cinta pertamanya, menganggap kutukan itu hanya sebuah dongeng, maka ia akan segera bertemu dengan kematiannya.
Apa yang terjadi ketika Jay Kavindra bertemu dengan Bella Arunika?
Seperti apa kisah uniknya, yuks langsung dibaca guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Kehadiran Neo membuyarkan tatapan Jay kepada Bella.
"Bagaimana Tuan, apakah benar-benar sudah siap untuk menikah?"
"Ehm!" batuk kecil Jay berusaha menstabilkan ketegangannya.
"Harus tetap siap!" jawab singkat Jay.
Neo melakukan finishing pada kerah jas majikannya itu.
"Tuan, umur seusia Bella adalah usai yang sedang gemes-gemesnya di atas ranjang!"
"Jangan terlalu lebai kamu Neo!" tegur Jay.
Neo hanya tersenyum.
"Saya khawatir, justru Tuan yang akan ketagihan!"
"Diam kau!" merasa geram kepada Neo, dengan kekutan tak terlihat. Jay menjatuhkan kacamata Neo dan dengan gerakan cepat sang asisten berhasil menangkap kacamatanya.
*
Pagi dalam hembusan angin yang sejuk serta kicauan burung-burung merdu mengiringi acara pernikahan Jay dan Bella, acara sakral itu berlangsung dengan khidmat dan tertib di Istana rumah megah Kavindra.
Sebuah pernikahan sederhana, tertutup, tidak dihadiri oleh tamu-tamu spesial, meskipun Kavindra salah satu Perusahaan besar yang cukup dikenal.
Acara pernikahan itu hanya dihadiri oleh orang-orang yang berkepentingan saja.
*
Suasana pernikahan itu tidak hanya memberikan nuansa indah di istana megah Kavindra.
"Hari yang sangat indah serta menakjubkan, cuaca hari ini tidak panas dan udara terasa sejuk" ucap Ratu Velova menatap takjub ke arah jendela kaca yang besar dalam istana kerajaan Velovania, tempat asal Putri Arunika dilahirkan.
"Apakah hari ini Raja Kavindra (Jay ) menikahi putri Arunika (Bella) titisannya sendiri yaitu nenek moyang kami, Dewi Prameswari.
Bunga-bunga juga terlihat bermekaran indah seperti cinta lama sang Raja bersemi kembali. Mungkinkah alam sudah merestuinya?"
"Arunika, putriku, apakah aku harus senang atau sedih, kau bersanding dengan Raja Kavindra!"
Ilustrasi Suasana di kerajaan Velovania.
Marcus bersama Harley, terlihat hadir di acara itu dalam wujud tidak terlihat oleh mata manusia, keduanya justru sedih dan menangis.
"Akhirnya, Rengkarnasi Raja kita yang terakhir ini menikah juga!" ucap lemas Harley.
"Hiks...hiks...!" tangis Marcus dan Harley berpelukan.
"Lihat lah, gadis bernama Bella itu sangat cantik, aku yakin Tuan Jay akan tergoda."
"Benar, pernikahan adalah rumah untuk bertemu dengan cinta sejati manusia karena wanita adalah godaan terberat para lelaki yang cukup sulit untuk dihindari!" sambung mewek Marcus.
"Aku begitu trauma, sebuah pernikahan adalah tali kematian Raja dan mungkin selamanya kita akan terkubur di tubuh ini...Hiks...hiks!"
"Semoga putri Arunika berkenan merelakan kekuatannya untuk menolong Tuan Jay agar tetap bahagia bersama Bella dan kita terbebas dari kurungan ini!" ucap Marcus sebagai harapan besar mereka.
"Benar Bro, jika bukan untuk mencari keturunan, aku yakin Tuan Jay masih bisa bertahan dengan nafsunya!"
*
Di hari pernikahan itu, terlihat wajah-wajah tegang para kucing istimewa, mereka tampak diam dan harap-harap cemas.
Para leluhur Jay, sejujurnya merestui hubungan pernikahan Bella bersama Jay, namun mereka khawatir, gadis itu justru akan menjadi cinta pertama Jay.
"Apakah ada cadangan rengkarnasi Raja yang lain."
"Tidak ada, Jay adalah yang terakhir!"
Dalam tatapan sedih, para kucing istimewa memandangi mahkota Kavindra yang masih terborgol kokoh, tak terpecahkan. Harapan mereka terlihat pupus ketika Jay akhirnya memilih menikah.
Tetapi, mereka juga bisa memahami jika Jay membutuhkan keturunan sebagai penerus Kavindra. Nasib mereka sedang berada di ujung tanduk.
*
Menggema jelas suara Janji suci pernikahan Jay dan Bella. Akhirnya keduanya resmi menjadi pasangan suami istri.
Terlihat rasa canggung dan tegang saat Jay mendaratkan dua bibirnya di dahi Bella.
*
Sambil berderai air mata, Rodiah ikut menyaksikan video pernikahan Bella bersama Jay, ia sangat malu dan sedih ketika mengetahui Bella harus menjadi tebusan biaya kesehatan dirinya.
"Maafkan Tante sayang...hiks...hiks...Bella, seharusnya kau tidak perlu berkorban sejauh ini, aku sangat menyayangimu."
*
Acara pernikahan selesai, semua bubar dengan cepat dan mudah. Namun terlihat beberapa sahabat terdekat Jay Kavindra yang bisa dipercaya masih berada disana, mereka datang untuk memberikan dukungan serta ucapan selamat.
Jay Kavindra juga berbincang lama kepada Harley dan Marcus, setelah menikah berencana membawa dua pengawal itu untuk berangkat menuju Negeri Velovania, bertemu langsung kepada Ratu Velova.
Pukul 22.09 malam
Atas dorongan Neo, Jay harus segera memasuki kamar pengantin. Sesuai peraturan mereka, selama Bella belum dinyatakan hamil, keduanya harus tetap melakukan aktivitas suami istri.
Tampak Bella telah berada di kamar pengantin dan ia sudah berganti pakaian. Wajah gadis muda itu masih terlihat murung. Sejujurnya Ia tidak menyukai pernikahan itu.
"Trek!" suara kedatangan Jay mengejutkan Bella, jantungnya terasa berdebar-debar begitu juga dengan Jay, pemuda itu masih merasa risih dan belum terbiasa ketika dirinya harus satu kamar dengan seorang wanita.
Bella berjalan mendekati pria itu.
"Aku mau mandi dulu?" ucap tegas Jay.
"Ih, perasaan aku juga belum berminat?" gumam Bella dan terdengar di telinga Jay.
Jay terlihat santai sambil membuka Jas kemeja serta aksesoris pernikahannya, ia menatap wajah murung Bella dari cermin.
"Mengapa semuanya harus dibayar dengan seperti ini?" tanya Bella masih tidak terima.
"Dan kau pikir aku juga senang," jawab Jutek Jay melempar jas miliknya ke arah Bella hingga menutupi wajah perempuan itu.
"ggrr!" raut wajah Bella semakin kesal melihat Jay. Namun ia sudah melangkah cepat memasuki kamar mandi.
Lebih dari satu jam Jay berada di kamar mandi membuat Bella tertidur.
*
"Ah segar!" ucap Jay terlihat sudah mengibaskan rambutnya serta sudah memakai pakaian kimono tidur couple bersama Bella, pakaian yang sengaja dipilihkan Neo agar mudah buka tutup di malam pertama. Pria itu tampak harum dan bersih
Jay berdiri di tepi kasur.
"Bagaiman cara memulainya yah?" Jay melihat Bella sudah tertidur.
"Aku harus membangunkannya," Jay tersenyum mulai dengan ide usilnya.
*
Bersama secangkir kopi, di malam pengantin Jay dan Bell. Neo terlihat tidak tidur, ia ingin menunggu Jay melakukan malam pertamanya bersama Bella!"
*
"Jay menjatuhkan kuat tubuhnya ke kasur hingga membuat Bella terbang melambung.
"Aaaaaa!" Jerit gadis itu terhentak bangun lalu terjatuh tepat dalam tangkapan Jay.
Keduanya saling menatap manis, tak sanggup melihat dua bola mata indah Bella lebih lama, Jay reflek menjatuhkan sang istri ke kasur.
"Maaf, aku tidak sengaja!" ucapan bohong Jay langsung merebahkan diri.
dengan gemes Bella menarik tangan Jay hingga bangkit terduduk.
Wanita itu langsung duduk di paha Jay dan mulai menunjukkan gaya centil menggoda ala wanita penghibur sambil membuka tali kimononya.
"Ini kan yang kau mau, ayo nikmatilah sayang, ternyata tidak ada yang gratis di dunia ini, semua ada bayarannya!" ucap Bella dengan tatapannya yang tajam.
Jakun leher Jay terlihat naik turun, jantungnya berdebar-debar, serasa sulit bernafas.
"Be..Bella...Tu...tunggu!"
Tiba-tiba Jay mendengar suara Neo.
"Tuan, apalagi yang harus di tunggu, hidangan sudah di depan mata, tidak cukupkah di usia 32 tahun, masih juga menunggu, kasihani burung perkutut mu Tuan, jangan biarkan ia mati sebelum bertempur!"
Musik romantis dari Neo menenangkan Tuan Jay Kavindra.
alhamdulillah Jay bisa berkumpul lagi bersama keluarga kecilnya
ayok semangat bikin adek buat gannesh 😱
Pengikut setia memang keren mereka berkorban demi kesayangan nya Jaynuddin biar kembali lagi,jd manusia seutuhnya
sehat2 sllu ditunggu karya trbarunyaa😉
Smoga kehadiran bayi gemoy ini hadir brsama kedatangan sang ayah Jay Kavindra...
terimakasih kak mai,extra chapnya🥰🥰
Happy Ending akhir ceritanya seneng dan bahagia buat Jay dan keluarga