NovelToon NovelToon
Cinta Berparas Malaikat

Cinta Berparas Malaikat

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:115.1k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Mendapatkan kasih sayang yang begitu besar dari seorang pria yang berstatus sebagai ayah angkatnya tentu adalah hal yang paling membahagiakan bagi seorang gadis bernama Kania Atifah.

Namun, siapa sangka justru di balik kebaikan itu nyatanya ada cinta yang sedang di sembunyikan. Kania sangat tak menyangka jika justru cinta pertamanya dalam hidup mengkhianati ketulusannya sebagai anak selama ini.


Kehidupan manis yang selama ini banyak di agungkan oleh teman-teman sekolah Kania bagai terganti oleh mimpi buruk ketika petaka datang dalam hidupnya. Impian di usia sembilan belas tahun besok ia akan meniup lilin dengan doa agar di terima kuliah di perguruan tinggi dengan jurusan musik.

Nyatanya kesuciannya hilang tanpa ia duga malam itu dan pelakunya adalah sang papah yang membesarkannya selama ini.

Akankah Kania meninggalkan dan melupakan semua jasa orang yang telah membesarkannya selama ini? ataukah kania mau menerima pria yang berstatus sebagai ayah angkat menjadi pendampingnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembalasan Kania

Di ruangan terlihat Jemi syok mendengar ucapan dokter yang harus mengoperasi sebelah kaki milik Karin. Tak menyangka jika yang terjadi akan separah itu. Jemi duduk berhadapan dengan dokter di ruangannya tanpa ada Karin saat ini.

"Apa tidak ada cara lain, Dokter selain operasi memasang pen? Saya rasa itu terlalu berat. Pasien juga pasti akan sulit menerima keadaannya." ujar Jemi yang mengerti bagaimana rasanya jadi Karin.

Namun, dokter di depannya hanya menggelengkan kepala mengatakan jika hanya itu jalan yang bisa di tempuh. Sejak semalam Jemi tak tahu apa saja yang di alami Karin pasca jatuh dari tangga itu. Dan kini ia tak menyangka setelah melihat Karin yang tidak mengeluhkan apa pun.

Tak berselang lama setelahnya terdengar suara suster yang mengetuk pintu dari luar ruangan dokter. Ia masuk dengan suara yang panik.

"Dokter, Bu Karin mengamuk setelah obat yang ia konsumsi habis masanya. Kakinya baru terasa sangat sakit katanya." terang suster itu membuat Jemi dan dokter bersamaan lari ke ruangan Karin.

Jemi melihat Karin melempar semua barang di ruangan rawatnya saat ini sembari menangis histeris. Semua suster mencoba mendekatinya, namun Karin tak perduli dengan melempar kembali mereka. Bahkan saat ini tiang infus miliknya sudah ia genggam siap untuk ia lemparkan juga.

"Karin, mengapa begini? Tenanglah kita akan bicara dulu." tutur Jemi memohon pada Karin untuk tidak menyakiti siapa pun.

Air mata Karin jatuh melihat kehadiran Jemi. Tangannya pelan turun untuk meletakkan tiang infus itu.

"Jemi," panggil Karin lemah.

"Aku tidak tahu jika sakit di kaki ku ternyata sangat parah. Aku tidak tahu jika seburuk ini kaki ku saat ini. Aku tidak mau cacat, Jem. Aku tidak ingin cacat." Karin menangis memeluk Jemi yang melangkah mendekatinya. Jemi berusaha keras melepaskan pelukan itu namun tangan Karin seolah sudah mengunci di lingkaran tubuhnya.

Semua yang ada di ruangan itu pun hanya bisa diam menyaksikan kesedihan dari Karin. Ia terus melampiaskan tangisnya di pelukan Jemi. Tak perduli jika status mereka saat ini adalah sudah bercerai dan Jemi memiliki istri. Bagi Karin Jemi tetaplah pria yang bisa bersamanya kapan pun waktu memihak.

"Karin, kau tidak akan cacat. Dokter akan mengoperasi kakimu maka dari itu tenanglah. Semua akan baik-baik saja." sahut Jemi yang melepas segera tangan Karin.

Jemi sadar saat ini ada masalah yang akan menanti dirinya yaitu dari Karin mau pun dari Kania.

Karin yang tak ingin tangannya di lepas kembali menangis namun secepat mungkin suster sudah memberinya obat penenang. Tak habis pikir rasanya Jemi dengan Karin yang sejak malam terlihat tenang-tenang saja tanpa sadar jika kakinya terancam cacat. Mungkin kedatangan Jemi seolah menunjukkan betapa besar harapan Karin pada sang mantan suami yang pernah ia sia-siakan dulu.

"Dokter, saya akan segera menghubungi orangtuanya untuk meminta persetujuan operasi. Saya akan segera kembali." ujar Jemi yang melangkah pergi dari ruangan itu berniat untuk pulang ke rumah.

Ia harus cepat menemui Kania yang entah di mana saat ini. Dalam perjalanan Jemi mendapat kabar dari sang anak buah jika sang istri saat ini sedang di kampus nongkrong bersama para temannya pria dan wanita. Tentu saja mendengar hal itu Jemi meradang. Rasanya tak adil jika Kania membalasnya dengan cara seperti itu meski sebanarnya itu tidaklah sebanding dengan apa yang Kania dapatkan dari Jemi sejak malam tadi.

1
antha mom
keren 👍👍👍👍👍
ayu cantik
bagus
Fe
dipatahin benerin aja, lagian itu pasti pura2
Fe
jemi bego gampang ketipu
Jeankoeh Tuuk
happy
Jeankoeh Tuuk
penyesalan datang terakhir
Jeankoeh Tuuk
kesombongan Bu Wulan masih tingkat tinggi
Jeankoeh Tuuk
mertua serakah & jahat pada menantu
hidupnya tidak bahagia
Jeankoeh Tuuk
sedih......kebahagiaan
Ibelmizzel
mampir Thor 💪💪💪
rama
cerita dengan konflik etika yg penuh dengan teka teki
Ester Limbong
ndk auka karakter jimi..
katanya malaikat kok membatasi istri kuliah dan bertemu orang lain....
biby
ayoo Lo jem...
kena Lo..mw ngomong apalagi sm Kania kl udah ketauan gamon
Nigina
Astaga neng ada² aja yg diributkan malah masalah sepele lg adeh 🤣🤦🏻‍♀️
Nigina
Benaran labil kamu Kania 😂😂🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Nigina
Makasih kak updatenya.. Semangat lg, semoga cepat sembuh ya..
Nigina
Kak kapan udpate nya kak?? 😭😭😭
Nigina: Semoga cepat sembuh kak.. Semangat update nya..
total 2 replies
Merianna Nainggolan
Lumayan
Nigina
Ditunggu lagi update nya kak
🌸ReeN🌸
akhirnya mama kania sembuh, semoga gak kambuh lagi sakitnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!