NovelToon NovelToon
BUKAN MENANTU SAMPAH

BUKAN MENANTU SAMPAH

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Anak Lelaki/Pria Miskin / Chicklit / Tamat
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss el

Apa jadinya jika menantu yang selama ini di benci bahkan di caci merupakan seorang yang sangat berada jauh di atasnya bahkan uang yang di gunakan foya-foya selama ini adalah uang menantunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss el, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikahi Anak Bos

Aku masih tidak menyangka atas apa yang aku dengar barusan bahwa papa Kasih meminta kami menikah hari ini juga padahal niat awalnya hanya untuk perkenalan saja.

Tetapi melihat kondisi papanya aku menjadi tidak tega untuk menolak permintaan ini apalagi saat mendengar kata " papa ingin saat papa pergi nanti kamu sudah ada yang melindungi " hatiku terenyuh mendengar kata-kata itu seolah memberikan tanda bahwa waktunya sudah tidak lama lagi.

Dan aku merasa hatiku teriris melihat orang yang aku cintai menangis di dalam pelukan papanya dan merupakan orang tua tunggal yang dia miliki.

Amit-amit tapi jika seandainya papa Kasih pergi meninggalkan dia sendiri aku tidak tahu akan sehancur apa hati gadisku ini karena dia tidak akan pernah lagi memiliki orang tua.

Aku juga bingung harus melakukan apa melihat calon istriku masih menangis di dalam pelukan papanya.

Hingga tak lama kemudian masuklah beberapa orang yang aku tidak ketahui namun setelah mendengar perbincangan mereka jadinya aku tau.

Mereka adalah orang-orang yang akan mempersiapkan pernikahan kami hari ini juga dan mereka mulai melakukan tugasnya untuk menghias sedikit ruangan ini dari sini untuk sedikit alias diri begitupun dengan aku.

Aku sedikit kebingungan karena keluargaku tidak mengetahui bahwa aku akan menikah hari ini bahkan aku belum sempat memperkenalkan Kasih kepada keluargaku dan sekarang tiba-tiba saja kami akan dinikahkan seperti pasangan mesum yang sedang digerebek warga.

Tapi aku berjanji setelah ini aku akan membawa kasih untuk bertemu papa dan ibu dan menjelaskan apa yang telah terjadi kepada kami dan juga tentang hubungan kami yang tiba-tiba mendadak menjadi sepasang suami istri.

Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam semuanya setelah selesai dan aku kembali ke ruangan perawatan papa Kasih dan di sana semua orang sudah berkumpul termasuk calon istriku.

Walaupun ini sangat mendadak namun aku akui jika persiapannya cukup bagus dan tidak seperti lagi berada di rumah sakit.

Memang seperti inilah the power of money semuanya akan selesai jika uang yang bekerja.

Dan tidak lama kemudian kami sudah resmi menjadi pasangan suami istri dan menandatangani semua berkas dan diakhiri dengan foto bersama.

Aku masih tidak percaya bahwa sekarang aku sudah menikah dengan anak bosku sendiri yang baru aku ketahui statusnya hari ini.

"Papa bahagia karena Kasih sudah memiliki pendamping hidup dan jika pun papa harus pergi hari ini papa sudah bisa pergi dengan tenang dan berkumpul bersama mama," istriku kembali menangis di dalam pelukan papanya karena tidak ada satu orang anak pun yang rela ditinggalkan oleh orang tuanya apalagi dia hanya memiliki papa saja dan tidak mungkin siap dan sanggup harus kehilangan kedua orang tuanya.

"Papa nggak boleh ngomong seperti itu dan aku percaya papa pasti akan sembuh dan kita akan berkumpul bersama kembali," Aku hanya bisa mengusap usap punggung istriku untuk menenangkan dirinya sebab aku membiarkan Kasih melepaskan sesak di dadanya.

Walaupun aku belum mengetahui penyakit apa yang diderita papa mertuaku tetapi jika mendengar setiap ucapannya yang mengatakan akan pergi dengan tenang maka aku bisa menyimpulkan bahwa penyakitnya memang tidak bisa ditolong lagi sehingga papa mertua memaksa kami menikah hari ini.

Tapi jujur aku tidak terpaksa sama sekali melakukan pernikahan ini karena aku sangat mencintai Kasih hanya masalah waktu saja serta momen yang sangat kurang tepat apalagi menikah di rumah sakit.

"Nak Abi, papa titip Kasih ya sayangi dia dan lindungi serta cintai dia seperti papa mencintainya. Dia ini nggak bisa manja dan akan selamanya seperti itu apalagi selama ini papa selalu memanjakan dia apalagi dia hanya anak semata wayang bapak jadi papa mohon lindungi dia," mataku berkaca-kaca mendengar ucapan papa mertua sebab ucapannya itu seperti orang yang sedang mengucapkan pesan terakhir sebelum meninggalkan dunia ini.

"Abi berjanji pa akan selalu menyayangi dan melindungi Kasih dengan nyawa Abi sendiri dan papa tidak perlu khawatir Itu tanpa papa minta pun aku pasti akan melakukan semua yang terbaik untuk Kasih," sudah pasti aku akan selalu melindungi orang yang aku cintai apalagi setelah aku mendapatkan amanat seperti ini maka aku akan melakukannya dan tidak akan merasa terbebani.

"Dan untuk perusahaan papa percayakan kepada anak Abi untuk mengelolanya sebelum diwariskan nanti kepada anak kalian sebab Kasih tidak mau melanjutkan perusahaan dan papa tidak pernah memaksa jadi biarlah kelak perusahaan itu dilanjutkan oleh anak kalian dan nak Abi akan dibantu oleh orang kepercayaan papa di kantor," aku terpaku berdiri di tempatku karena aku tidak menyangka perusahaan sebesar itu dipercayakan kepada aku yang hanya seorang menantu.

Apakah papa mertua tidak khawatir jika suatu saat aku bisa melenceng dari kepercayaan yang diberikan kepadaku dan malah berniat untuk menguasai sendiri.

Aku khawatir dengan amanat dan sebesar ini dan tugas itu bukanlah tugas kecil melainkan sebuah perusahaan besar yang banyak kepala keluarga bergantung hidup di bawahnya dan aku sangat takut jika aku gagal menjalankan amanat ini lalu justru perusahaan itu gulung tikar apalagi aku tidak memiliki pengalaman dalam memimpin perusahaan walaupun jabatanku tinggi di perusahaan.

"Maaf pa jika untuk melindungi Kasih aku pasti akan melakukannya tetapi untuk menjalankan perusahaan aku merasa tidak pantas apalagi aku hanya seorang menantu dan aku tidak ingin nanti ada gosip yang beredar bahwa aku mendekati Kasih hanya karena dia anak orang kaya," aku tidak mungkin menerima amanat sebesar itu begitu saja apalagi aku yang hanya seorang suami akan dinilai jelek jika menerima begitu saja dan takut aku akan digosipkan mencintai Kasih karena memiliki harta yang berlimpah.

Lagi pula aku sudah nyaman dengan posisiku yang sekarang.

Menjalankan sebuah perusahaan apalagi perusahaan besar seperti ini pasti membutuhkan pengalaman yang besar juga bukan seperti aku yang masih minim tentang menjalankan perusahaan.

Walaupun kata papa mertua tadi ada orang kepercayaan yang akan membantu tetapi tetap saja aku setidak percaya diri itu untuk menjadi pemimpin apalagi tanpa usaha sudah pasti aku akan dicemooh bila kinerjaku tidak baik.

"Papa percaya sama kamu bahwa kamu bisa mengembangkan perusahaan itu lebih maju lagi dan jika bukan kepadamu kepada siapa lagi papa harus mempercayakan perusahaan itu? Apakah kamu rela istri kamu harus banting tulang untuk menjalankan perusahaan sedangkan kamu yang akan menjadi bawahannya?" Aku jadi dilema sekarang dan berada di posisi serba salah.

Benar juga kata papa mertua tidak mungkin aku membiarkan istriku untuk menjalankan perusahaan dan aku yang menjadi bawahannya apalagi menjadi pemimpin itu sudah pasti banyak menghabiskan waktu di luar dan akan membuat hubungan pernikahan kami seperti rumah singgah dia hanya akan bertemu sebentar lalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Kenapa sekarang aku berdiri di antara dua pilihan yang sangat memberatkan tetapi membiarkan istriku bekerja rasanya juga tidak mungkin sebab aku akan merasa sebagai suami yang tidak mampu membahagiakan istrinya dan membiarkan istrinya bekerja.

"Baiklah pa aku mau, doakan semoga aku amanah menjalankan perusahaan," dengan berat hati aku menerima daripada membiarkan istriku bekerja yang pasti aku tidak akan pernah mengizinkan sekalipun.

Aku hanya ingin istriku di rumah dan menikmati waktu dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat asalkan tidak bekerja yang pergi pagi pulang sore atau Pergi pagi pulang malam.

Semoga saja aku bisa menjalankan amanah ini dengan baik dan tidak akan mengecewakan papa mertua yang sudah mempercayakan aku menjalankan perusahaannya tanpa keraguan sedikitpun.

Aku tidak ada niat untuk menguasai perusahaan itu sebab aku lebih terdorong untuk mengembangkan perusahaan itu karena seperti kata-kata mertua bahwa perusahaan itu akan menjadi milik anak kami nanti.

Padahal kami ini baru menikah tetapi sudah memikirkan siapa pewaris perusahaan itu namun tidak ada salahnya bahwa tujuan menikah salah satunya kan untuk mendapatkan keturunan.

Apalagi istriku ini anak tunggal jadi sudah pasti menginginkan keturunan agar garis keturunan dari orang tuanya tidak habis.

Malam hari.

"Kalian pergi makan malam aja, papa juga mau tidur habis minum obat jadi ngantuk," kami sudah berganti pakaian dengan pakaian santai dan papa mertua ingin istirahat lalu kami memutuskan untuk makan malam yang tidak jauh dari rumah sakit ada sebuah tempat makan.

Memang di area rumah sakit tidak perlu pusing untuk mencari tempat makan karena banyak yang tersedia sebab orang-orang akan berbondong-bondong berjualan di area sekitar rumah sakit apa lagi malam hari.

"Mau makan apa sayang?" Aku masih dapat melihat wajah lesu istriku ini tetapi aku harus memaksa dia makan karena aku tidak ingin dia juga jatuh sakit apalagi memikirkan kondisi apa mertua.

"Aku nggak lapar mas," seperti dugaanku dia tidak akan bernafsu untuk makan tetapi aku tidak akan membiarkan perutnya kosong.

Sebagai suami aku bertanggung jawab untuk memperhatikan asupan yang masuk ke dalam perut istriku karena aku tidak ingin mengecewakan papa mertua dan aku tidak ingin menjadi suami yang gagal karena kurang memperhatikan makanan istriku hingga mengakibatkan istri ku sakit.

"Sayang harus makan jangan buat papa bersedih apalagi jika sayang sampai jatuh sakit," aku terus membujuk istriku agar tetap mau makan dan pada akhirnya agar dia tetap mau mengisi perut aku menyuapinya dan dengan sabar aku menyuapi makanan itu hingga habis.

Bahkan aku sampai mengabaikan makanan aku sendiri yang terpenting istriku sudah kenyang.

Setelah memastikan istriku banyak baru kemudian aku mengisi perutku sendiri sebab aku juga sudah merasa kelaparan.

Setelah menyelesaikan acara makan malam kami aku mengajak istriku kembali ke ruang perawatan papa mertua sebab aku tidak ingin meninggalkannya lebih lama takut nanti papa mertua membutuhkan sesuatu dan orang tidak ada di sana hanya ada pengawal yang berdiri di luar ruangan.

\=\=\=\=\=

Bersambung 😘

1
Ros Diyah
Kecewa
Ros Diyah
Buruk
Fryuhi
kok gadis si thor,kan dh ga perawan🙃
Fryuhi
Kasih ayo bangun jangan merendah terus,balas mereka
Fryuhi
sungguh ingin aku berkata kasar
Fryuhi
yg baca, merasakan sakitnya☹️
Fryuhi
suaminya gk peka🗿
Penghargaan Pink
Up lgi yha.. bagus critanya... semoga kedepan nya gk ngebosenin😅 lope lope dah pokok nya😍
DazzledSweetie
cerita yg bagus...gak banyak part nya tp jelas,singkat n feel nya dapet banget,aku lebih suka cerita yg gak terlalu banyak part nya,ini udah ok banget Thor..tapiii sayang like kok dikit yaaa...semangat terus Thor💪💪
JellyCuddles
Aku terhibur baca ceritanya kak, monggo dilanjuuut~
flowerbean
semangat thor buat up an selanjutnya😇
Prabu Marbun
Lanjut atau aku gabisa tidur nih thor?! Haha.. pokoknya semangat kakak author
Mata Diam
Yoyo lengket diatas motor, yok diupdate thor!
PrincessFuzzie
Benar-benar deh karya ini bikin jatuh cinta :) I love you 3000 thor!
SugaryHeaven
Pokoknya author gak boleh sakit ya, supaya tetap bisa lanjutin cerita ini. Kalau sakit, bilang sama aku, siapa yang nyakitin kamu, Azekkk
vanillaatack
Aduh aku sampe tahan napas baca beberapa bagian ceritanya. Excited banget
CutieBun
Beberapa bab ini makin bikin kepo, lanjut dong!
Rahmat Emas
Semangat kak..., ditunggu lagi up terbarunya😊💪🙏
Cakrabirawa Tarihoran
Good news! Cerita author bikin aku halu..
Hulk
Tuh kan, baru juga baca udah bikin kangen aja nih cerita~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!