NovelToon NovelToon
King'S Regrets S²

King'S Regrets S²

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:510.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: xialin12

Sebelum membaca cerita ini, di mohon untuk membaca cerita sebelumnya yang berjudul "King's Regrets" agar lebih memudahkan dan memahami alur saat membaca cerita ini. Terima kasih.

Jangan lupa untuk Subs, Like dan meninggalkan jejak kalian di kolom komentar ya 🙏😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xialin12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KRS² #29

Setelah beberapa jam tidur dengan sangat nyenyak, permaisuri bangun. Dia mengusap kedua matanya lalu melihat sekeliling.

"Xiao Wei." Ucap permaisuri.

"Hamba disini, yang mulia." Ucap Xiao Wei seraya berjalan mendekat.

"Tolong ambilkan aku air."

"Baik yang mulia."

Xiao Wei berjalan ke meja lalu menuangkan air ke dalam gelas.

"Air anda, yang mulia." Xiao Wei memberikan gelas berisi air kepada permaisuri.

Permaisuri Jing mengambil gelas itu lalu meminum air di dalamnya.

"Permaisuri tidur begitu nyenyak." Ucap Xiao Wei setelah melihat permaisuri minum.

"Iya, entah kenapa akhir-akhir ini aku selalu ingin tidur, terlebih setelah makan."

"Itu hal yang wajar yang mulia, karena saat ini yang mulia sedang hamil."

"Iya. Kapan kalian akan lahir? Rasanya semakin berat kalian di perut."Permaisuri mengusap perutnya yang besar.

Xiao Wei tersenyum melihat permaisuri berbicara dengan kedua bayinya yang masih di dalam perut.

"Saya akan menyiapkan air untuk anda mandi, yang mulia." Ucap Xiao Wei.

"Iya, terima kasih."

Xiao Wei pergi ke ruang samping untuk menyiapkan air.

Sementara permaisuri menunggu Xiao Wei menyiapkan air untuk mandi, dia pergi ke halaman depan kamarnya.

Suasana sore hari di depan istana putra mahkota cukup ramai, karena para pelayan sedang membersihkan halaman istana.

"Ternyata tidurku cukup nyenyak, sepertinya ini efek dari kehamilanku." Gumam permaisuri Jing.

Xiao Wei datang dan berdiri di belakang permaisuri Jing.

"Yang mulia air untuk anda mandi sudah siap." Ucap Xiao Wei.

"Iya aku mengerti."

Xiao Wei membantu permaisuri Jing masuk ke dalam kamar, mereka lalu berjalan ke ruang samping yang ada di dalam kamar permaisuri Jing.

Seperti biasa Xiao Wei membantu permaisuri untuk mandi.

Saat permaisuri tengah mandi, dia merasakan ada aroma yang berbeda dari air mandinya.

"Xiao Wei aroma apa ini?" Tanya permaisuri Jing.

"Apakah aromanya sangat enak, yang mulia?"

"Benar, aromanya membuatku merasa nyaman."

"Hamba menambahkan beberapa ramuan ke dalam air ini, ramuan itu bisa membuat tubuh yang mulia akan terasa lebih nyaman, dan bisa membuat perasaan yang mulia menjadi lebih tenang."

"Kau begitu perhatian padaku, Xiao Wei."

"Itu karena hamba melihat yang mulia seperti seseorang yang sedang kelelahan karena kehamilan yang mulia, jadi hamba menambahkan ramuan itu untuk meringankan perasaan itu dari yang mulia."

"Baik aku mengerti, terima kasih Xiao Wei."

Xiao Wei mengangguk, dia membantu permaisuri menggosok badan dan kedua tangannya.

Setelah membantu permaisuri mandi, Xiao Wei juga membantu permaisuri mengganti pakaian seperti biasa.

"Yang mulia apakah anda ingin menata rambut anda seperti biasanya?" Tanya Xiao Wei.

"Tidak, tolong tata rambutku lebih sederhana, kepalaku terasa begitu sakit."

"Baik yang mulia."

Xiao Wei lalu menata rambut permaisuri sesuai dengan keinginannya.

Tak berapa lama Xiao Wei telah menata rambut permaisuri Jing dengan tatanan yang lebih sederhana.

"Yang mulia, bagaimana dengan tatanan rambut yang seperti ini?" Tanya Xiao Wei setelah selesai menata rambut permaisuri Jing.

Permaisuri melihat tatanan rambutnya "Iya, seperti ini saja."

Xiao Wei mengangguk, dia Lalu menyisir bagian belakang rambut permaisuri.

"Kau sudah bangun sayang." Ucap putra mahkota yang baru saja masuk ke dalam kamar

"Iya." Ucap permaisuri Jing.

Putra mahkota melihat tatanan rambut permaisurinya.

"Tidak seperti biasa kau menata rambut seperti itu, kenapa?"

"Kepalaku terasa sedikit sakit, jadi aku meminta Xiao Wei untuk menata rambutku seperti ini."

"Kepalamu sakit? Kalau begitu aku akan memanggilkan tabib untukmu."

"Tidak, kau tidak perlu memanggilkan tabib untukku. Ini hanya sakit kepala ringan, setelah beristirahat juga pasti akan sembuh."

"Kau sungguh tidak apa-apa?"

Permaisuri Jing mengangguk "Iya aku sungguh tidak apa-apa."

"Baiklah jika memang tidak apa-apa, tapi jika itu terus terasa sakit, aku akan memanggil tabib untukmu."

"Baik yang mulia."

"Koki istana telah menyiapkan makan malam untuk kita, mari kita ke aula sekarang, sebelum makanan itu dingin."

"Iya yang mulia."

Putra mahkota membantu permaisuri Jing untuk berdiri, mereka lalu berjalan bersama keluar dari kamar, menuju aula istana putra mahkota.

Di atas meja aula istana putra mahkota sudah ada berbagai macam masakan yang dibuat oleh koki istana.

"Kau sungguh Ingin membuatku gemuk, yang mulia." Ucap permaisuri saat melihat meja yang penuh dengan makanan.

Putra mahkota tersenyum "Saat ini kau tengah hamil sayang. Jadi kau harus banyak makan, karena kedua anakku juga membutuhkan makanan yang ada di sana, dan aku tidak ingin mereka kelaparan."

Permaisuri Jing cemberut, namun meskipun begitu dia tetap menikmati makan malamnya bersama putra mahkota.

Setelah mereka selesai makan, kembali putra mahkota dikejutkan oleh permaisurinya yang berkata, jika dia ingin membuat permaisuri gemuk, namun sebagian besar makanan itu masuk ke dalam perutnya.

"Dia ini tidak mau gemuk, tetapi semua makanannya habis, sungguh sangat menggemaskan."

"Mari kita berjalan-jalan ke taman istana." Ucap putra mahkota setelah mereka menyelesaikan makan malam mereka.

Permaisuri mengangguk mereka lalu berjalan bersama menuju taman istana putra mahkota.

"Perut ini semakin lama semakin berat, aku pun semakin kesulitan untuk bergerak." Ucap permaisuri.

Putra mahkota yang mendengar itu tersenyum "Bersabarlah, hanya tinggal beberapa bulan lagi kedua anak kita akan lahir. Besok aku akan meminta tabib istana untuk memeriksanya."

Permaisuri Jing hanya mengangguk, mereka lalu menikmati suasana yang menenangkan di taman istana.

Hari semakin larut, angin pun semakin kencang.

"Sayang, mari kita kembali ke kamar. Udaranya semakin dingin, aku tidak mau kau sakit." Ucap putra mahkota.

"Iya, yang mulia benar. Mari kita kembali."

Dengan hati-hati putra mahkota membantu permaisuri untuk berdiri, mereka lalu berjalan beriringan kembali ke kamar mereka.

"Duduklah di sini, aku akan mengambilkan air hangat untuk merendam kakimu." Ucap putra mahkota setelah mereka sampai di dalam kamar.

Permaisuri mengangguk "Baik."

Putra mahkota lalu pergi untuk mengambil air hangat, dan tak lama dia kembali dengan sebuah wadah yang cukup besar, berisi air hangat dengan beberapa kelopak bunga mawar.

"Apakah itu kelopak bunga?" Tanya permaisuri saat melihat beberapa kelopak bunga di dalam wadah yang putra mahkota bawa.

"Benar aku memberi beberapa tetes air mawar ke dalam air hangat ini, agar kakimu terasa lebih nyaman, setelah seharian melakukan banyak hal."

Dengan hati-hati putra mahkota membantu permaisuri melepaskan sepatumya, lalu memasukkan kedua kaki permaisuri ke dalam wadah berisi air dan kelopak bunga itu.

"Ini benar-benar sangat nyaman, kau tahu banyak bagaimana cara membuatku nyaman, yang mulia." Ucap permaisuri Jing.

"Aku senang bila kau merasa nyaman seperti ini."

Putra mahkota membantu menggosok kedua kaki permaisuri Jing yang tengah direndam di dalam wadah dengan pelan. Dia melihat kedua kaki permaisuri yang sedikit bengkak.

"Kau pasti sangat kelelahan."

Selesai menggosok kaki permaisuri, putra mahkota membiarkan kaki permaisuri berada di dalam wadah itu sedikit lebih lama.

Putra mahkota melihat permaisuri yang ternyata tertidur saat dia menggosok kakinya. Dia lalu mengelap kedua tangannya dan duduk di samping permaisuri Jing.

"Kau selalu tidur lebih awal, meskipun siang tadi kau sangat cukup tidur. Kehamilanmu membuatmu menjadi lebih suka tidur." Ucap putra mahkota pelan.

Putra mahkota menyenderkan kepala permaisuri pada dadanya, dia lalu memeluk permaisuri dari samping seraya membelai rambut permaisuri.

Dengan pelan putra mahkota menggendong permaisuri, dia berjalan menuju tempat tidur mereka lalu membaringkan permaisuri ke atas tempat tidur itu.

"Tidurlah dengan baik, dan kalian juga harus tidur. Jangan menganggu ibu kalian." Putra mahkota mengusap perut permaisuri.

Xiao Wei masuk ke dalam kamar sambil membawa sesuatu di tangannya.

"Yang mulia, mohon letakan ini di bawah pinggang permaisuri. Ini dapat membuat pinggang permaisuri merasa nyaman selama tidur." Ucap Xiao Wei seraya memberikan sesuatu yang ada di tangannya.

"Terima kasih, kau bisa beristirahat."

"Baik, yang mulia."

Xiao Wei lalu membungkuk dan mundur beberapa langkah sebelum dia keluar dari kamar putra mahkota dan permaisuri.

Seperti yang Xiao Wei katakan, putra mahkota dengan hati-hati meletakan yang Xiao Wei berikan padanya ke bawah tubuh permaisuri.

Setelah meletakan itu, putra mahkota mengecup kening permaisuri.

"Selamat beristirahat sayang." Ucap putra mahkota.

Malam semakin larut, permaisuri tidur dengan nyenyak malam itu tanpa merasakan rasa sakit di pinggangnya.

1
Andrea
/Rose//Rose//Rose/
💜 OT7 💜
ok
Atoen Bumz Bums
A
Atoen Bumz Bums
harimaunya dikasih obat tidur jadi gimana mau nyerang aneh pangeran lho ini
Atoen Bumz Bums
kata orang-orang yang pernah keguguran memang gitu lebih sakit keguguran rasanya dibanding waktu melahirkan
😭😭😭
Atoen Bumz Bums
apakah permaisuri akan berdandan jadi helek
Atoen Bumz Bums
sukur aja gak jadi Kun fayakun😂
Atoen Bumz Bums
perlu dimata-matain medusa
Atoen Bumz Bums
🤩😍
Nana Niez
dia di rasuki katanya😆😆😆😆😆
Andrea: alasan yg membagong kan🤣🤣🤣
total 1 replies
Ana Rusliana
Luar biasa
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
bahagianya, akhirnya sang baby twins telah lahir dengan selamat dan sepasang lagi 😍
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
bener bener salut sama permaisuri jing, bukan hanya cantik di wajah tapi cantik hati dan budi pekerti nya juga
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
gak ada tegas² nya ini kaisar sableng, masih aja dengerin omongan mentri yang menjerumuskan
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
lahhh, kenapa baru sekarang kaisar ini bertindak setelah lian'er dan keluarga nya keluar dari negara qin
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
ya elah bu bu, hanya karna si sulung si bungsu terusir dari keluarga sendiri
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
semoga aja lian'er cepat hamil dan mengandung baby triplet
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kirain disini lian'er udah hamidun /Facepalm/
RusNa ANtox DEwi
baguss
tudehun
/Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!