NovelToon NovelToon
Akhir Kisah Dua Semester

Akhir Kisah Dua Semester

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:46.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hany Honey

Kekasihnya tidak bertanggung jawab, menolak menikahi, meski sudah menghamili. Dia malah membiarkan Santi menikah dengan pria yang dipilihkan orang tuanya. Tepat di hari pernikahannya, Santi kabur bersama sopir mobil pengantin. Sopir itulah yang mengubah hidup Santi. Perhatian dan ketulusan Arya membuat Santi sanggup menjadi ibu tunggal membesarkan Anin.

Namun, di saat itulah Fano kekasih Santi kembali dan menghadirkan nostalgia cinta mereka. Pria yang dulu menolak kehadiran buah hatinya, kini meminta Santi untuk kembali padanya. Santi terombang-ambing, siapa yang harus dipilihnya? Fano cinta pertamanya, atau Arya yang selama ini mencintai Anin seperti anak kandungnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hany Honey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 – Korban Keegoisan

Arya keluar dari kamarnya. Saat pulang tadi, dan ada Fano di depan, Arya langsung masuk ke kamarnya, ia membersihkan badannya, dan menenangkan hatinya yang sedikit tidak keruan. Arya duduk dengan tatapan kosong, ia tidak tahu lagi harus bicara apa dengan Santi. Apalagi status pernikahannya hanya kontrak saja, tapi Arya rasanya tidak terima, ada laki-laki lain menginjakkan kakinya di rumah saat di sedang di rumah. Harusnya Santi tahu, dia seorang istri, meski Fano adalah mantan kekasihnya, Santi harus tahu statusnya sekarang apa, meski hanya kontarak saja. Arya meremas kertas yang ada di depannya, tidak tahu kenapa hatinya sangat marah, melihat Fano kembali menemui Santi.

“Kamu gak boleh gini, Ar. Ingat pernikahan kamu dan Santi hanya sebatas pernikahan kontrak, meski kamu dan Santi suami yang sah,” gumam Arya.

Santi bingung sendiri. Ia merasa sangat bersalah karena dia sudah mempersilakan tamu laki-laki masuk ke dalam rumahnya, saat suaminya tidak di rumah. Santi dari tadi masih di kamarnya, ia sebetulnya ingin bicara dengan Arya soal Fano yang tadi ke rumahnya.

“Aku harus menjelaskan semua ini pada Arya, aku gak mau Arya salah paham dengan semua ini. Aku yakin Arya marah karena aku berani menemui laki-laki saat dia tidak di rumah. Aku gak mau Arya berpikiran macam-macam. Demi Tuhan aku tidak  ngapa-ngapain dengan Fano, hanya sebatas bicara saja, dan dia meminta maaf padaku,” ucap Santi.

Santi keluar dari kamarnya, ia ragu-ragu untuk mendekati Arya yang sedang duduk di kursi yang berada di ruang tengah. Santi benar-benar tidak tahu kalau Fano akan tahu keberadaannya. Fano bilang tiga hari yang lalu, dia perform di sebuah Kelab Malam yang ada di Pekalongan, dan dia tidak sengaja melihat dirinya yang masuk ke sebuah butik yang masih satu kawasan dengan Kelab tersebut.

Fano menyuruh temannya perempuan untuk masuk ke dalam butik tersebut, dan mencari informasi tentang Santi. Ternyata Santi lah pemilik butik tersebut. Fano mengikuti Santi saat tadi Santi pulang, dan akhirnya Santi mempersilakan Fano masuk, pikir Santi, tidak apa-apa dia mempersilakan Fano masuk, karena ada Mbak Tati, jadi dia berani mempersilakan Fano masuk.

“Ar?” Santi mendekatinya, lalu duduk di sebelah Arya.

“Ya, gimana? Oh iya sebentar aku ambilkan asinannya, mungkin udah agak dingin, karena aku taruh di frezer.” Arya langsung beranjak dari tempat duduknya, meninggalkan Santi dan mengambilkan asinan yang Santi mau.

Santi duduk dan melihat Arya yang sedang mengambil asinan di kulkas. Santi padahal ingin bicara soal Fano dengan Arya, tapi Arya malah menghindar.

“Hmmm ... segar sekali ini, San,” ucap Arya sambil membawa cup berisi asinan, lalu membukanya. “Coba cicipi.” Arya  menaruhnya di depan Santi lalu duduk lagi di sebelah Santi.

“Ar, maaf untuk tadi, aku bisa jelaskan semuanya,” ucap Santi.

“Sudah makan dulu, sini aku suapi. Kamu dari kemarin kan tanya asinan terus, ayo buka mmulutnya.” Arya menyendokkan asinan, lalu menyuapi Santi. Santi ragu membuka mulutnya, lalu Arya mengisyaratkan untuk membuka mulut.

“Bagaimana, enak kan?” tanya Arya.

“Enak, segar, cocok sesuai apa yang aku inginkan. Terima kasih, Ar,” ucap Santi.

“Sama-sama,” jawab Arya. “Ngomong-ngomong kamu sudah makan belum? Kok ini sudah aku suapi asinan?” tanya Arya. Santi menjawabnya hanya menggeleng.

“Kenapa gak bilang belum makan, San?”

“Ya kamu juga gak nanya?” jawab Santi.

“Makan di luar, yuk?” ajak Arya.

“Ar tapi aku be—“

“Sudah gak usah bahas yang tadi, yang penting kamu makan dulu, mau makan apa? Nasi megono, atau apa? Aku juga sudah lapar.”

Santi hanya bisa menuruti Arya. Santi tahu Arya sebetulnya marah, tapi Arya tidak menampakkan pada dirinya. Santi dari tadi hanya diam, biasanya dia tidak bisa diam kalau Arya pulang dari Jakarta, ada saja hal yang ingin dia ceritakan selama Arya tidak di rumah, tapi saat ini rasanya bibirnya kelu saat akan cerita dengan Arya. Dalam perjalanan menuju tempat makan, mereka hanya saling diam saja di dalam mobil, hingga sampai di rumah makan tujuan mereka pun masih saling diam.

Arya memesankan makanan untuk Santi, ia tidak perlu menanyakan Santi, karena dia tahu apa yang Santi inginkan.

“Kamu sudah memesannya, Ar?” tanya Santi.

“Iya, ayam goreng dengan lalapan, kan? Aku juga pesan sayur asem, seperti biasanya,” jawab Arya.

“Oke, aku juga sedang ingin makan sayur asem,” jawab Santi.

Arya duduk di depan Santi, sambil menunggu pesanan datang, Santi mencoba menjelaskan yang tadi sore Arya lihat setelah pulang dari Jakarta.

“Ar?”

“Iya, kenapa, San?”

“Aku minta maaf banget, aku sudah berani mengizinkan laki-laki masuk ke dalam rumah saat kamu tidak ada,” ucap Santi dengan menatap Arya.

“Iya, tidak apa-apa, lagian masih ada Mbak Tati dan Mbak Sri, dia juga ayah dari anakmu, kan?” jawab Arya.

“Ar, aku gak tahu kalau dia mengikutiku,” ucap Santi. “Dia katanya lihat aku di toko. Dia di sini karena kemarin dua malam perfom di kelab malam,” imbuhnya.

“Kamu masih mencintainya, San?” tanya Arya.

Arya tidak tahu kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu pada Santi, padahal dia tidak mau membahas soal perasaan, karena jelas, Santi masih sangat mencintainya.

“Cinta? Mungkin masih ada sisa cinta, tapi untuk kembali aku tidak ingin, Ar. Aku ingin mengasuh anakku sendiri, tanpa dia aku bisa,” jawab Santi.

“Dia sudah menyesali perbuatannya, dia sudah meminta maaf padamu, dan menginginkanmu kembali, bukan?”

“Iya, dia sampai berlutut meminta maaf padaku, dan ingin bertanggung jawab atas perbuatannya, tapi aku rasa dia sudah terlambat,” jawab Santi.

“Kenapa terlambat? Masih banyak waktu, apa kamu tidak mau memberinya kesempatan?”

“Dia memang ayah biologis dari anakku, tapi apa karena dia ayah biologis dari bayi yang aku kandung, lantas aku mau memperbaiki semuanya? Kembali dengannya? Tidak, Ar,” jawab Santi dengan tegas.

“Kenapa? Bukannya kamu saat itu ingin dia bertanggung jawab?”

“Iya saat itu aku inginkan itu, tapi sekarang tidak, Ar. Aku lebih baik sendiri, setelah kontrak pernikahan kita selesai. Aku juga tahu, kamu sedang berjuang untuk mendapatkan restu ibumu kan? Karena kamu ingin bersama Naira?”

“Kalau masalah itu, gampang, San,” jawab Arya. “Kenapa kamu tidak mau kembali dengannya? Dia sepertinya tulus meminta maaf denganmu?” tanya Arya.

“Karena aku sudah nyaman dengan kamu, Ar. Aku jatuh cinta dengan kamu, tapi apa aku pantas mendapat balasan cintamu? Aku ini bukan perempuan yang baik, Ar. Aku hanya bisa diam, aku lebih baik sendiri, daripada harus hidup dengan seorang pria yang masih kental dengan dunia malam,” ucap Santi, namun hanya terlintas di hati saja.

“Hei di tanya diam saja? Malah  melamun?” Arya melambaikan tangan di depan wajah Santi.

“Ya aku tidak mau saja, Ar? Sudah intinya aku tidak akan kembali dengannya lagi,” jawab Santi. “Kita makan dulu, nanti kita lanjut ngobrolnya, aku sudah lapar, Ar.”

Arya juga tidak rela sekali Santi kembali dengan Fano. Arya yakin Santi adalah perempuan yang baik, tapi karena keegoisan papanya yang sangat mengekang Santi, jadi Santi semakin berontak, dan jadilah Santi yang seperti sekarang, dia hanya korban dari keegoisan papanya, korban dari kekangan papanya, yang membuat Santi sampai seperti ini.

“Aku pastikan, dia tidak bisa mengambilmu kembali, kamu perempuan baik, tapi karena berontaknya kamu, kamu menjadi seperti ini,” gumam Arya.

1
Shifa Burhan
novel munafik menjijikan hasil pemikiran munafik

author yang terhormat jika kau duposisi Arya apakah kau Terima diperlakukan kayak gitu dan semudah itu dimaafkan

karena pikiran tidak bermoral author sehingga dia membuat karakter pemeran utama pria kayak pengemis

Arya
*berkorban perasaan dan cinta
*dia tulus
tapi balasannya
*istrinya mencampakkan ya
*istrinya mengusirnya
*istri selingkuh
*istrinya melakukan hal menjijikkan dengan pria lain
*istri terang2 berhubungan dengan priaain di depannya
*istrinya terang2an membuang dan kembali pada pria lain

thor pakai otak kau pikir lelaki tidak punya hati dan harga diri yang bisa sakit juga jika diperlakukan kayak gitu

tapi dengan seenaknya author membuat Arya kayak pengemis malah balik mengemis pada santi dan malah balik berjuang, dana emudah itu dia memaafkan

Thor pakai otak walau sedikit saja kalau kau diposisi Arya dan diperlakukan kayak gitu apakah kau Terima, pakai otak Thor

miris kau buat karakter Arya harus kalau kau adil dan punya otak Thor harus Arya tegas dan pergi dan santi kau buat menyesal dan mengejar dan mengemis maaf, dan santi kau buat berjuang dapat kesempatan dan membuktikan dirinya

tapi karena kau (author) berpikiran egois dan munafik hanya menikah dari sisi pemeran utama wanita saja (posisimu) jadi kau buat istri bebas melakukan suami seperti apa saja dan ujung kau mau semudah itu dimaafkan dan setelah hal2 menjijikan kau buat kau mau kau diperjuangkan
Shifa Burhan: sori aku sempat salah paham dengan koment mu 🙏🙏🙏😅😅😅
total 3 replies
Shifa Burhan
novel. munafik dan menjijikan dari pemikiran wanita

author yang terhormat jika kau diposisi Arya apakah kau mau memaafkan semudah itu pakai otak mu thor walau sedikit saja
Maria Magdalena Indarti
bagus
Maria Magdalena Indarti
malangnya Zahra
Maria Magdalena Indarti
jodoh ksli
Gustiara Gusty
ada extra partnya dong kak....
Zahraa
Yaa Tamat... open ending begini
Zahraa
Santi mah gitu ahh wkwk kecewa sih kecewa sama Arya tpi malah overact jadinya
Zahraa
Heleh hasutan setan itu San.. pertahankan Rumah Tangga kamu sama Arya, Santi.... jgn kecewain orang² banyak karena hal ini
Zahraa
mau seganteng apa Fano skrg tetep aja gamau tanggung jawab, ketimbang Arya
Zahraa
😌😌😌
Zahraa
Ayah palsu kali yg ketemu sama Santi
Zahraa
Lagian 2thn dianggurin itu Istri dah gaboleh tuh.. 3bln ga kasih nafkah batin istri aja udah bisa digugat cerai
Zahraa
Apa sih penasaran amat wkwk
Zahraa
Eh daripada kamu mulut dan kelakuan nya lebih kotor Naira
Zahraa
❤️❤️🥰
Zahraa
Ruwet yaa Arya aduh haha
Zahraa
jadi Duri banget sih Naira ini
Zahraa
Iya dong good bye masalalu
Zahraa
tpi Zahra nama ku woiii wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!