NovelToon NovelToon
Jadi Tawanan Preman Galak

Jadi Tawanan Preman Galak

Status: tamat
Genre:Mafia / Obsesi / Konglomerat berpura-pura miskin / Tamat
Popularitas:93.1k
Nilai: 5
Nama Author: Candradimuka

Kesialan hidup Suri dimulai setelah dia menyelamatkan seorang preman yang sekarat. Niat Suri cuma menjadi manusia baik dan punya kontribusi sosial menolong yang susah, ternyata malah jadi alasan dirinya terjebak dalam belenggu posesif preman aneh.

Preman itu tidak mau menyebutkan namanya, tidak mau menjawab pertanyaan Suri, melarangnya bekerja dan tidak mau pergi, hingga rasanya seluruh hak pribadi Suri direnggut paksa.

Tapi, dia preman yang bisa memberi bertumpuk-tumpuk uang pada Suri seperti sedang meludah.

*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candradimuka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Lo Suka Sama Gue, Yah?

Kenapa Tanjung banyak berbuat bodoh belakangan ini? Sudah tahu pasti akan terbakar, kenapa ia malah membiarkan tangannya tetap terluka cuma buat menolong Suri?

Kan lebih mudah kalau dia yang terbakar. Setidaknya cuma ada satu korban.

Tapi Tanjung tidak tahu kenapa tangannya spontan bergerak. Ia cuma merasa tidak suka kalau Suri yang harus terluka, biarpun Tanjung juga tidak suka kalau ia malah ikut terluka.

Ck.

"Lumayan parah." Dokter Moris berkomentar melihat tangan Tanjung yang kini memerah saga.

Walau komentarnya pun bisa Tanjung katakan tanpa harus diberitahu. Orang rabun melihat ini pun juga tahu lukanya parah.

"Tangan kamu jangan dipake buat apa-apa dulu. Nanti saya kasih resep obat anti nyeri sama salep. Kemungkinan lukanya nanti hitam, jadi lebih baik ditutup dulu atau enggak usah beraktivitas di luar ruangan."

Penjelasan Dokter Moris tidak Tanjung dengarkan, karena menurutnya tidak penting.

Tanjung lebih fokus menatap Suri yang diam tertunduk. Kenapa lagi dia? Jangan bilang dia lapar?

Makanya kalau memasak seharusnya dia tidak lompat. Gara-gara itulah pancinya sampai tumpah.

"Tangannya juga luka," ucap Tanjung datar. Dirinya terluka lebih parah, namun perempuan biasanya lebay, jadi lebih baik dia yang diobati.

Lagipula, bakal merepotkan kalau Suri menangis karena tangannya sakit.

Dokter Moris melihat Suri, lalu meminta tangannya untuk diperiksa.

Bukannya memberi, Suri malah cuma menunduk.

"Suri?" Dokter Moris berusaha meminta baik-baik.

Bukan karena apa-apa tapi karena tahu kalau Tanjung sudah bicara, itu sudah kode perintah. Turuti dia atau kemarahannya memuncak.

"Suri, tangan kamu biar saya periksa," ucap Dokter Moris tegas.

Suri terus menunduk. Meremas tangannya satu sama lain.

Luka Suri cuma sebesar tiga biji nastar, sementara tangan Tanjung dua-duanya, dari jemari, telapak sampai pergelangan.

Itu semua karena dia melindungi Suri.

Berarti semuanya salah Suri.

"Maaf." Suri tidak berani melihat Tanjung. "Maafin gue."

Tanjung mengangkat alis tidak paham. Maaf apa lagi? Maaf karena dia susah ditebak?

Memang perempuan ini tidak bisa dimengerti akalnya. Percuma dia minta maaf.

Daripada bicara, memang lebih baik bertindak. Jadi Tanjung mengambil tangan Suri, menarik dia lebih dekat ke Dokter Moris.

Meskipun itu bikin telapak tangan Tanjung serasa dikuliti.

Saya enggak nyangka bakal begini, gumam Dokter Moris, diam-diam melihat Tanjung. Dia kayaknya tertarik sama Suri. Agak terlalu.

Bagi yang kenal siapa Tanjung, perilaku dia sekarang ini seperti perilaku orang habis ngobat. Orang teler yang berperilaku tidak masuk akal.

Lelaki yang terbilang masih sangat muda, tapi sudah menguasai dunia bawah seisi kota. Terlibat dengan bisnis narkoba, alkohol, sampai human trafficking.

Tanjung bukan the real boss. Dia punya bos yang dia takut pada orang itu dan melakukan apa perintahnya tanpa banyak bicara.

Tapi buat orang-orang seperti Dokter Moris, Tanjung sebenarnya sudah cukup disebut bos gengster.

Ibaratnya, dia jantung kota ini, di dunia malam.

"Lukanya enggak parah." Dokter Moris menuliskan resep segera untuk dua pasiennya. "Cuma bakal perih beberapa hari. Saya kasih resep anti nyeri juga, sama salep yang ringan."

Sebenarnya yang harus diperiksa itu kondisi luka dalamnya Tanjung. Luka dari pertarungannya kemarin.

Dokter Moris lihat mukanya dia pucat menahan sakit. Mungkin dia belum minum anti nyeri atau karena dia terlalu banyak bergerak padahal harusnya istirahat.

Masalahnya, Tanjung itu manusia yang tidak boleh diajak bicara kecuali dia mengajak bicara duluan.

Jadi Dokter Moris beranjak pergi, karena dia bukan seorang dokter berlisensi untuk repot-repot mengurusi nyawa seseorang.

*

Setelah Dokter Moris pergi, Suri langsung mau keluar beli obat. Ia berjalan diikuti dua laki-laki berkaos hitam, pulang bersama sekantong obat beda jenis.

Suri merasa sangat bersalah karena kondisi tangan Tanjung. Apalagi waktu dia berbaring, mukanya kelihatan dia sakit.

Duh, kok malah jadi Suri yang berdosa? Aturannya kan cowok ini yang salah.

"Gue minta maaf."

Suri merasa berdosaaaaaaa kali sampai sulit kalau tidak berulang-ulang minta maaf.

"Gue enggak sengaja. Maaf, yah."

"...."

"Enggak bakal gue ulang lagi kok. Sumpah, enggak bakal."

"...."

"Lo kalo—"

Ucapan Suri terhenti ketika ia mendongak, Tanjung sudah membungkuk ke wajahnya.

Dia menatap Suri lekat. Memiringkan wajah sebelum tiba-tiba mencium bibirnya lagi.

Kali ini Suri sudah tahu dan memang tidak menghindar. Ia cuma diam waktu Tanjung menciumnya sampai napas Suri tersekat.

Suri sampai batuk-batuk. Tidak punya ketahanan dalam menahan napas lama sementara cowok ini menciumnya terlalu dalam.

Sambil tangannya tetap berusaha mengoles salep pelan-pelan, Suri mendongak lagi, melihat Tanjung yang duduk di tepi ranjang sementara Suri berlutut.

"Lo suka sama gue?" tanya Suri hati-hati. "Lo ngelakuin ini karena suka sama gue, yah?"

Tanjung memicing.

"Sori yah, tapi gue sebenernya—"

"Kenapa gue harus suka sama lo?"

Hah?

*

1
Kurnia Triartanti
plisss, lanjut kak
Rafkah
tnjung kyk org amesia
Rafkah
gk ppa kmu bnyk sury asl jgn ngrokok. gk enk kesan ny
Lintang Villa
bagus, tulisannya mudah dipahami ini jejeran novel terbagus sih _ menurutku
Mei Muntiani
Luar biasa
Sulaiman Efendy
KOQ GANTUNG CERITANYA.... BIKIN KECEWA....
secret 🌪️
kaka author novelnya ko ga dilanjutin padahal lagi seru"nya
Take: iya kan :((( kangen Tanjung pake banget
total 1 replies
Sadar Usman
novel yg paling keren yg pernah gue baca.. sehat slalu thoor..
Sadar Usman
paling ga suka cewek ngeroko alaw cuma dlm cerita ..semangat thorr
secret 🌪️
ceritanya seru bikin penasaran tingkat dewa terus emosi nya dapet ga datar pas bacanya
secret 🌪️
ceritanya seru bikin penasaran tingkat dewa terus emosi nya dapet ga datar pas bacanya👏
Helmi Manalu
pertahankan terus istri dan anak mu Tanjung,,, jangan menyerah... lanjut thor semangat,,
Rumi Tirta
ceritanya unik
Helmi Manalu
jangan pisahkan Suri,Rana,sama Tanjung dong Thor
Kam1la
keren... bikin deg degan...
Raning Raning
bagus thor semangat upnya
Kam1la
seru....!
Helmi Manalu
sdh mulai seru nih,,,deg-degan,apa suri bakalan ninggalin Tanjung nggak ia,,, lanjut thor semangat
Kam1la
like kak...
Helmi Manalu
kira"kertas apa itu ya,,,jd penasaran... lanjut thor semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!