Cahya Kirana gadis berusia 17 tahun, yang hidup dipanti asuhan setelah kedua orang tuanya meninggal, dan hidup dalam derita dan dendam membara, karena kehancuran keluarganya, hidupnya pun berubah setelah berjumpa dengan Leon, seorang Presdir yang sombong, dibumbui intrik dan romantisme yang membuat hidupnya berliku, gimanakah akhir kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vibyza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab29 misi sukses
Malam semakin larut, namun acara perjamuan masih terus berlanjut, seakan Shaheer enggan untuk mengakhirinya, ia sangat menikmati pertunjukan wayang yang dimodifikasi dengan alunan gamelan diiringi band ternama.
"Kisah Mahabarata yang begitu melegenda, menceritakan perseteruan antara Pandawa putra Pandu, dan Kurawa putra Drestarasta, saling memperebutkan tahta Hastinapura, akibat adu domba Sangkuni yang ingin menghancurkan keturunan Hastinapura yang telah menginjak injak harga diri dari adiknya tercinta Gandari, lewat permainan judi dimana putri dari Pancala Drupadi yang merupakan istri dari Pandawa telah dipermalukan, itulah awal dari kehancuran Hastinapura, hingga 12 tahun kemudian perang Bharatayuda pecah dan menghancurkan semua keturunan Hastinapura, menyisakan Pandawa dan Drupadi karena mereka lahir dari anugerah para dewa. Dan juga penerus terakhir putra Abimanyu yang masih di dalam kandungan Utari, yang diberi nama Parikesit, yang dihidupkan kembali oleh Khrisna setelah dibunuh oleh Aswatama lewat bajra, Khrisna pun murka dan mengutuk Aswatama dengan penyakit yang mengerikan dan berbau busuk, ia akan menanggung penderitaan sampai akhir zaman, karena ia tak bisa binasa."
" Bukankah begitu garis besar dari kisah Mahabarata ini Tuan Shaheer?"
Cahya tersenyum setelah menjabarkan garis besar kisah wayang ini.
" Prrookkk,,, prrookk,,!"
" Ternyata nona Cahya sangat memahami cerita ini, saya salut sama anda, tak banyak wanita seusia anda yang tahu akan cerita ini, apa lagi anda seorang wanita karier."
Shaheer tersenyum menggoda pada Cahya.
" Nona Cahya, bisakah anda menyanyikan lagu Indonesia dan India sedikit saja?"
Shaheer mengedipkan mata sebelah.
" Baiklah saya akan mencobanya, maaf kalau nanti hasilnya tak seperti apa yang anda harapkan,Tuan Shaheer!"
Cahya pun melangkah pada band pengiring dan berkata lirih lagu India Ae Dil Hai Mushkil oleh Arjit Singh, lagu pun mulai mengalun;
Tu Safar Mera, Hai Tu Hi Meri Manzil
(Kau adalah pengembaraan ku,kau pula tempat tujuanku)
Tere Bina Guzaara AE Dil Hai Mushkil
(Betapa sulit untuk melaluinya tanpamu wahai hati)
Tu Mera Khuda, Tu Hi Duaa Mein Shaamil
(Kau adalah dewiku, kau pula yang kusertakan dalam doa)
Mujhe Aazmati Hai Teri Kamee
(Ketiadaan mu mengujiku)
Meri Har Kamee Ko Hai Tu Laazmee
(Kau kubutuhkan untuk menyempurnakan segala kekuranganku)
Tere Bina Guzaara AE Dil Hai Mushkil
(Betapa sulit melaluinya tanpamu wahai hati)
*Yeh Rooh Bhi Meri, Yeh Jism Bi Mera
(Jiwaku inipun, ragaku ini pun)
Utna Mera Nahin, Jitna Hua Tera
(Seakan tak lagi menjadi milikku, sebab keduanya telah menjadi milikmu)
Tune Diya Hai Jo Woh Dard Hi Dahi
(Kutanggung beban derita yang kau berikan)
Tujhse Mila Hai Toh Inaam Hai Mera
(Anggaplah itu sebagai hadiah yang diterima darimu)
Mera Aasmaan DhoondheTeri Zamee
( Langitku mencari bumiku)
Meri Har Kamee Ko Hai Tu Laazmee
(Kau kubutuhkan untuk menyempurnakan segala kekuranganku)
Zameen Pe Na Sahi
(Jikat tidak dibumi)
Toh Aasmaan Mein Aa Mil
(Maka temuilah diatas langit)
Tere Bina Guzaara AE Dil Hai *Mushkil
(Betapa sulit untuk melaluinya tanpamu hati)
Maana Ki Teri Mau joodgi Se
(Kuakui bahwa dengan kehadiranmu)
Yeh Zindgani Mahroom Hai
(Aku kehilangan kehidupanku)
Jeena Ka Koi Dooja Tareeka Na Mere Dil Ko Mahoom Hai
(Hatiku tak tahu cara lain menjalani kehidupan)
Tujhko Main Kitni Shiddat Se Chahoon
(Dengan begitu dalamnya aku mencintaimu)
Chahe Toh Rehna Tu Bekhabar
(Meski demikian kau tetap tak menyadarinya)
Mohtaj Manzil Ka Toh Nahin Hai
(Aku bukannya miskin tujuan)
Yeh Ek Tarfa Mera Safar
(Tapi ini adalah pengembaraan ku yang hanya satu arah)
Safar Khoobsurat Hai Manzil Se Bhi
(Pengembaraan ini lebih indah dari tujuannya)
Meri Har Kamee Ko Hai Tu Laazmee
( Kau kubutuhkan untuk sempurnakan segala kekuranganku)
Adhoora Ho Ke Bhi
(Bahkan setelah mengalami ketidak sempurnaan)
Hei Ishq Mera Kaamil
(Cintaku akhirnya menjadi sempurna)
Tere Bina Guzaara AE Dil Hai Mushkil
(Betapa sulit untuk melaluinya tanpamu hati*)
" Prrookk,,, prrookk,,, prrookk,,,!"
Suara tepuk tangan mengiringi langkah Cahya kembali ke tempat semula, semua merasa puas dengan penampilannya yang begitu menjiwai lagu dan suaranya pun merdu melenakan setiap orang. Senyuman selalu tersungging dibibirnya. Harapannya semoga usahanya menyenangkan hati investor itu tidak sia sia, hingga ia rela bernyanyi.
" Dasar investor gila, ada aja maunya, untung gue biasa lihat film bolywood, jadi nggak canggung nyanyinya, awas kalo sampe loe nggak mau tanda tangan kontrak, habis loe ntar sama gue!" bisik hati Cahya.
Kini ia pun sudah duduk disamping Leon, bahkan suaminya itu sudah menghadiahinya kecupan di keningnya. Dan mengelus pipi dan membelai rambutnya.
" Sayang, kamu memang tak ada tandingnya, aku bangga sama kamu, tau gini aku pingin cepat pulang dan memakanmu, liat ni juniorku udah berontak dari tadi sayang, aku sudah nggak kuat!" bisik Leon ditelinga Cahya.
" Dasar mesum,,, sabar kita belum dapat kontrak itu, jika kita dapat ntar kita pesta, ok suamiku!" balasnya lirih masih tetap tersenyum.
" *Dasar Shaheer sialan, loe kira gue nggak tau akal licik loe, jangan harap loe bisa dapetin cahya, jika gue mau dalam sekejap pun gue bisa ngehancurin bisnis loe," bisik hati Leon.
" Boss,,, jangan terpancing emosi yang akan merugikan kita nantinya, akan sia sia usaha nona, jika tidak mau kena hukuman nona."
Bima memandang Leon dan seolah mengerti akan arti tatapan itupun Leon hanya diam membisu*.
Kini waktu telah menunjuk pukul dua belas malam dan cerita.wayang pun telah berakhir, Shaheer mengambil berkas kontrak kerjasama dengan Leon, dan ia setuju bekerja sama dengan Leon asalkan penanggung jawab proyek ini adalah Cahya, dan mereka tidak keberatan, akhirnya kontrak perjanjian ditanda tangani kedua belah pihak.
" Senang bisa bekerjasama dengan anda Tuan Shaheer, semoga kedepannya akan berjalan lancar tanpa ada hambatan, terima kasih atas kepercayaannya!"
Ucap Leon saat mengantarkan investornya itu ke mobilnya.
" Sama sama Tuan Leon, semoga kita jadi partner yang solid nantinya!"
Memasuki mobil lalu diikuti asisten dan bodyguardnya. Leon melangkah ke mobilnya, disana Cahya sudah menunggu di dalam mobil, Leon pun masuk diikuti Bima, setelah itu mobil melaju cepat ke kediaman Leon,
Selama perjalanan hanya hening tak ada seorang pun yang bersuara karena terlalu capek, mata Cahya pun sudah terpejam, sesekali kepalanya terbentur kaca jendela, Leon pun merebahkan tubuh Cahya dipangkuannya.
Setengah jam perjalanan mereka sampai dirumah, Leon membopong tubuh Cahya dan masuk ke kamar lalu direbahkan tubuh istrinya diatas tempat tidur, ia menuju kamar mandi membersihkan dirinya dan keluar sudah bertelanjang dada dan memakai boxer saja, kemudian ia mengambil piyama istrinya, dan membuka seluruh baju istrinya.
Melihat hal yang indah didepan mata, awalnya cuma ingin mengganti pakaian Cahya dengan piyama, kini berubah jadi hasrat yang bergelora, perlahan diciumnya bibir Cahya dan beralih ke leher, Cahya hanya menggeliat karna kantuknya tak tertahan. Hingga rangsangan yang diberikan Leon semakin menggila, mau tidak mau iapun mengimbangi permainan Leon, apalagi mereka sudah libur selama sebulan,
desahan dan rintihan terdengar dikamar.
" Akh,, akh,,, Le sudah,, aku capek!"
ucapnya dengan suara berat.
" Tidur saja sayang, biarkan aku yang bekerja, kamu nikmati aja, aku kangen banget sama kamu, sudah sebulan kita puasa, biarkan malam ini aku tuntaskan kangenku!"bisiknya lirih, walaupun ia juga capek namun hasratnya mengalahkan itu semua.
Ia seperti singa lapar yang mendapatkan mangsanya, sesekali ia menggigit kecil puncak dan bahu Cahya hingga ia meringis kesakitan, dan itu berhasil membuat istrinya terjaga dan tak bisa tidur lagi. Alhasil mereka berolah raga sampai pagi menjelang.
" Kau memang nakal Le,,,!"