Bagaimana perasaan kita saat orang yang kita cintai pergi untuk selama nya dalam waktu yang bersama pula.Tentu saja,rasa kehilangan akan menyelimuti kita.
Itulah yang di rasakan Maura Victoria Alaska.Ibu kandung nya meninggal secara tiba-tiba,setelah satu jam berada di rumah sakit,dokter memvonis jika ibu Maura mengalami gagal jantung.
Dan setelah tiga hari kepergian sang ibu,Maura mendapat kabar,kalau kekasih yang akan menikahi nya mengalami kecelakaan pesawat,dan di nyatakan meninggal,tapi Maura tidak pernah melihat jasad sang kekasih.
Bagaimana kehidupan Maura setelah peristiwa itu?yuk simak kisah nya di Mafia Bucin,One Night Stand.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
Maura hanya makan dengan makanan yang di suapi oleh Steven, mereka berdua terlihat begitu mesra, apalagi Steven yang sangat mencintai istri nya itu. Sehingga membuat banyak orang yang iri dengan kemesraan mereka berdua.
"Huek!"
Tiba - tiba Maura mual, membuat Steven dan yang Alex terkejut sehingga melihat ke arah Maura.
Semua orang menghentikan makan nya saat melihat Maura, yang tiba-tiba saja mual.
"Sayang, apa semua baik-baik saja?" tanya Steven, Maura membalasnya dengan anggukan saja. Tetapi, rasa mual itu tak berhenti di situ saja. Maura, langsung berlari ke arah toilet dapur, dan Steven mengikuti nya dari belakang.
Mike, Mattew dan Alex berhenti untuk makan, karena mereka tak bisa menikmati makan malam kalau Bos mereka tidak ada di meja makan.
Bi Mina pun pergi ke dapur untuk melihat keadaan Maura, Bi Mina membuatkan minuman jahe hangat untuk Maura.
Steven memijit pelan tekuk Maura, yang saat ini masih merasakan mual, dan itu masih berlanjut beberapa menit kemudian. Steven membersihkan mulut Maura, dan Steven memeluk sang istri dengan penuh kasih sayang, sembari mengusap punggung Maura.
Steven membawa Maura keluar dari toilet, Bi mina sudah menunggu Steven dan Maura di dapur. Begitu melihat mereka berdua, Bi Mina memberikan minuman jahe itu kepada Maura.
"Di minum dulu Nyonya, mungkin ini bisa mengurangi rasa mual Anda," ujar Bi Mina, Steven mengambil gelas yang ada di tangan Bi Mina, lalu membantu Maura, untuk meminum minuman tersebut.
"Sudah enakan?" tanya Steven, Maura menggelengkan kepala nya.
"Kita kerumah sakit," ucap Steven, saat melihat raut wajah Maura yang begitu pucat, Maura hanya mengangguk sekilas, Steven langsung mengendong sang istri keluar dari ruangan dapur.
"Alex, kau ikut aku!" titah Steven, awal nya pria ini ragu, tetapi Mike menyuruh nya untuk segera pergi membawa Maura ke rumah sakit.Steven dan Alex membawa Maura ke rumah sakit, agar Maura bisa di periksa oleh dokter.
*
*
*
Tiba di rumah sakit, Steven langsung mengendong sang istri menuju ruangan dokter. Alex mengikuti Steven dan Maura dari belakang, di saat Steven dan Maura masuk ke dalam ruangan Alex hanya menunggu di luar ruangan pemeriksaan saja.
"Dok, tolong periksa istri saya. Pagi ini dia mual-mual dan bahkan muntah," tukas Steven, dan membantu Maura berbaring di atas brankar.
"Baik, tunggu sebentar ya Tuan, saya periksa lebih dulu istri, Anda " Dokter Rania langsung memeriksa Maura, dan terlihat wanita ini senyum beberapa kali, dan setelah Dokter Rania memeriksa Maura. Steven membantu kembali Maura untuk duduk di atas brankar.
"Jadi, dok apa yang terjadi?" tanya Steven yang duduk di depan meja Dokter Rania.
"Saya saran kan Nyonya Maura untuk melakukan tes kehamilan, saya pikir kalau Nyonya Maura hamil," ujar Dokter Rania, Maura yang mendengarkan itu syok, begitu juga dengan Steven. Tetapi, ekspresi Steven terlihat begitu bahagia, berbeda dengan Maura, yang sedikit cemas dan bingung.
Dokter Rania menulis resep obat untuk Maura, wanita ini masih duduk di atas brankar dalam keadaan yang bingung, sembari mengusap perutnya yang masih rata.
Maura meneteskan air mata nya, sehingga dia tidak sadar kalau saat ini Steven sudah berdiri di depan nya.
"Sayang," panggil Steven, Maura mendongakkan kepala nya menatap Steven, melihat Maura yang menangis, Steven langsung memeluk sang istri.
"Apa yang terjadi? kenapa kau menangis?" Steven mengusap pelan punggung Maura.
Jangan lupa tinggalkan like dan koment kalian ya ♥️