Kinara gadis 23 tahun yang bekerja di perusahaan Geraldio company, yang hampir satu tahun namun sekalipun belum pernah melihat seperti apa wajah bosnya.
Rasa penasaran yang tinggi membuat Kinara nekat naik ke lantai 17 ruangan pimpinan perusahaan bernama Radhika. B Geraldio. Pria kaku irit bicara sulit senyum, sosok pria aneh yang membuat Kinara jatuh cinta.
Ketika hati mulai terbuka Radhika justru bertemu wanita yang mirip almarhum calon istrinya Mukta Arandyah.
Kinara terpaksa pergi membawa luka hatinya yang baginya sulit untuk melupakan pria pertama yang mampu membuatnya jatuh cinta.
Sosok Bara yang hadir sebagai pengganti Radhika adalah dua nama dengan satu karakter yang sama.
Ikuti terus ceria Asmara dan Luka Kinara dana Bara hanya disini👇👇
Sorry I Love You Boss!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ninaammar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Pembalasan
David melihat keadaan rumahnya sudah sangat berantakan, semua barang berhamburan di lantai. Pintu kamar Kinara ambruk dan rusak tergeletak begitu saja.
Sunyi, senyap menyisakan sebuah pilu itulah gambaran hatinya saat ini.
“Siapa yang telah berani melakukan semua ini? Aku tidak akan membiarkan orang itu hidup dengan tenang,“ ucapnya menggenggam ponsel Kinara yang telah berhari-hari tidak aktif.
David menyeka air matanya beranjak pergi, untuk menemui adik perempuan satu-satunya. Beruntung semalam David bertemu atasan adiknya, tempat Kinara bekerja dan tahu dimana bossnya membawa Kinara setelah insiden semalam.
“Bang David!“ panggil Nindy lari menghampiri David yang akan menyalakan mesin motornya.
“Nindy! ujarnya turun dari motornya.
“Kenapa abang membiarkan Kinara sendirian di rumah? Sesuatu telah terjadi pada Kinara. Aku sangat menyesal karena telah datang terlambat saat menemui Kinara. Maafkan aku,“ David mengangguk lemah dan paham akan kesibukan Nindy sebagai mahasiswi yang memiliki banyak aktivitas kampus.
Flashback Off,
“Assalamu'alaikum, Ma!“
“Waalaikumsalam, Sayang! Sudah pulang diantar siap, Nak?“ tanya mamanya tanpa menoleh menata pesanan kue kedalam kardus.
“Malam, tante!“ ucap Reno.
Mamanya Nindy menoleh. “Reno! Malam Reno, Terima kasih sudah mengantar Nindy pulang.
“Sama-sama, Tante,“ jawab Reno sopan, dan duduk setelah Nindy mempersilahkan.
“Kamu sudah makan Reno? Nindy ajak Reno makan malam dulu, Sayang!“ tanya mamanya menawarkan makan malam.
“Terima kasih, Tante. Sudah malam Reno mau langsung pulang saja, takut mama khwatir.“ tolak Reno sopan dengan alasan tepatnya.
“Beneran nggak mau makan malam malam dulu disini, Reno? Atau mau mencicipi kue buatan mamaKu?“ kini giliran Nindy yang menawarkan Reno dengan pilihan lainnya. Pria yang hampir satu tahun menjadi kekasih Nindy sekaligus kakak seniornya di kampus saat ospek.
Reno menggelengkan kepalanya. “Lain kali saja sayang sudah malam. Aku pamit ya!“ mencium punggung tangan mamanya Nindy.
“Duhh, pake sayang-sayangan segala bikin baper mama aja!“ goda mamanya tersenyum. Yang dibalas tawa renyah dari keduanya.
Reno pun pulang diantar Nindy sampai pintu depan. Dan masuk kedalam setelah motornya berlalu pergi dari halaman rumahnya.
Nindy masuk kamar, dan mengganti bajunya dengan yang lebih santai lalu kembali turun membantu mamanya merapikan semua kardus kue pesanan.
“Astagfirullahalazim, Nindy mama sampai lupa!“ seru mamanya menepuk keningnya.
“Mama! Bikin kaget Nindy aja, Ada apa sih, Ma?“ tanya Nindy kaget mengerucutkan bibirnya.
“Kinara datang kerumah mencari mu sore tadi, tapi kamu sudah pergi sama teman-teman kamu.“
“Kinara, datang ke rumah?“ ulang Nindy. Ada perlu apa ya, Ma?“ tanya Nindy bingung.
“Mama juga tidak tahu, mama nggak sempat tanya. Kinara juga tidak mengatakan maksud dan tujuannya.
Kinara menghentikan aktifitas tangannya sekejap, meraih ponselnya siapa tahu temannya itu telah menghubunginya.
“Mama! Nindy harus menemui Kinara ini sudah sangat telat,“ gugupnya berdiri mencari jaket serta kontak motor maticnya.
“Hati-hati, Nindy! Apa perlu mama antar?“ tanya mamanya cemas.
“Tidak perlu, Mah. Mama nggak usah nunggu Nindy, Aku akan menginap di rumah Kinara. Bang David pergi ke Surabaya Kinara takut di rumah sendiri.“ jelas Nindy, memantik gas motornya menuju rumah sahabat dekatnya.
...***...
“Kinara! Kinara... Pintunya terbuka tapi kemana Kinara?“ Nindy masuk kedalam memanggilnya lagi.
Melihat keadaan rumah Kinara yang sudah sangat berantakan, Nindy panik mencari keberadaan Kinara keseluruh ruangan. Membuka pintu kamar satu persatu tapi sosok yang dicarinya tidak ada, ia pun berjalan menuju dapur hanya ada sisa barang dan alat bekasnya makan.
Nindy pun kembali pulang ke rumah dan, mengatakan semua yang terjadi di rumah Kinara pada mamanya.
Flashback On,
“Ini bukan salah mu Nindy, Bang David yang salah sudah membiarkan Kinara sendirian di rumah.“ ucap David memutar gas motornya.
“Aku menemukan ini!“ ujar Nindy memberikan sebuah jam tangan dari tangannya.
David menerima sebuah jam tangan yang sangat ia kenali, nyalang matanya meremas jam tangan penuh amarah.
“GILANGGG!!“ teriak David memantik gas motornya memacu kecepatan tinggi menuju tempat biasa temannya nongkrong.
Tanpa lagi basa-basi David langsung menabrak tempat Gilang dan teman-temannya Nongkrong. Sebuah bangunan rumah tua yang tidak lagi terpakai dan dibiarkan terbengkalai oleh pemiliknya.
BRAKKK......Citttttt!!!!’’
“Apa-apaan Loe, Vid! Udah gila loe. Loe mau bunuh kita semua?“ Bentak Jovan teman satu komunitas motornya.
“Gue enggak ada urusan sama loe. Urusan gue cuma sama Gilang. Mendingan loe minggir atau gue tabrak loe!“ memantik gas motornyanya bak orang kesetanan.
“Stop, Dav! Gue mohon! Sorry Dav gue hilaf,“ mohon Gilang berjalan mundur, dalam duduknya yang tersungkur ke tanah. Menghindari serangan David yang seakan membabi-buta ingin menghabisinya.
“Pesertan sama maaf loe!“ sarakasnya memacu motornya kearah Gilang
Drennn...... Drenn....!!!
“David berhenti! Hentikan kegilaan loe ,Vid. Loe itu lebih brengsek dan lebih bejad dari Gilang.“ Hardik Jovan lagi menghentikan aksinya.
David melepaskan motornya ambruk ke tanah, menarik kerah baju Gilang dan melemparkan tinju kewajahnya berkali-kali.
“Brengsek, Loe gue habisin loe!“ Mendorong tubuh Gilang berang.
Diraihnya motor gdenya, memantik gas meninggalkan tempat teman-temannya berkumpul.
“Sialan!“ geram Gilang mengepalkan tangan, meninjukan
ke udara.
🌷 Bersambung ___
Terimakasih 🙏🙏 dukungan kalian semoga sehat selalu dan dilimpahkan rezekinya. Aminn