Kinan Maharani 23 tahun adalah sosok ibu idaman bagi para suami, dia sangat pandai mengurus anak-anaknya tanpa bantuan orang lain. Akan tetapi, satu kesalahan terbesar Kinan, dia melupakan akan peran istri yang ternyata juga penting dalam rumah tangga.
Muhammad Raka 27 tahun, sebenarnya adalah seorang laki-laki baik dan penyayang. Namun, melihat istrinya yang selalu fokus mengurus dua anaknya sehingga dirinya tak lagi mendapatkan perhatian, selalu saja diabaikan seakan peran nya sebagai seorang suami tak penting dalam hidup Kinan sejak kedua anak kembarnya lahir. Sebagai seorang laki-laki normal, Raka membutuhkan belaian manja dari istrinya walaupun itu hanya sebentar saja. Tapi Kinan tak pernah lagi memberikan kewajiban nya karena selalu anak yang menjadi mayoritas istrinya tersebut.
Merasa bosan dan jenuh, tak lagi mendapatkan hak kewajiban seorang istri untuk melayani dirinya. Raka mengambil jalan pintas yaitu mendua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertanyaan Kinan
" Maafkan aku sayang, semalam aku ketiduran di kantor, setelah menyelesaikan masalah disana aku malah ketiduran padahal hanya ingin beristirahat sebentar. Hp aku mati aku lupa cas dan lupa mengabari kamu. Maaf ya."
Raka memeluk istrinya dari belakang, dia belum tahu jika istrinya itu tahu semua kebohongannya mengenai masalah di kantor.
" Oh benarkah? Lalu kenapa kata Rey kantor kamu baik -baik saja. Jadi disni siapa yang sedang berbohong, Rey atau kamu!"
***
Deg ... deg ... Raka melupakan fakta tersebut, dia memang tidak menceritakan apapun pada asistennya apalagi soal rahasia pernikahannya. tentu dia tidak akan membocorkan hal tersebut kepada siapapun selain dirinya dan keluarga istri mudanya, namun Raka tidak menyangka jika Kinan akan menghubungi asistennya. Sekarang dia harus mengelak apalagi, Kinan sudah pasti tahu kebohongan dirinya tadi malam dan mungkin saja juga mengetahui kebohongannya seminggu belakangan ini yang dirinya berkata jika selalu lembur hingga pulang larut malam. Padahal kan, nyatanya dia memang tidak lembur karena mampir ke apartemen lebih dulu untuk bersama dengan Kiran.
" A-aku ..."
" Apa! Sekarang kamu mau mengelak apa lagi Mas? Semuanya sudah jelas, aku sudah tahu semuanya. Kenapa kamu membohongi aku Mas? Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari aku?"
Kiran bertanya menggebu dia sangat murka, ingin sekali marah, berteriak namun mengingat jika mereka berada di kamar anak-anak sehingga dia berkata pelan namun sangat menusuk hati Raka karena pertanyaan itu sangat mematikan untuk dia jawab.
"Kenapa diam Mas, jawab!" Kinan sedikit meninggikan nada bicaranya.
Raka tersentak kemudian dia sesaat menoleh ke tempat tidur anak-anak karena mereka sedikit bergumam mungkin mendengar nada tinggi dari ibunya tadi, Raka pun menarik pergelangan tangan Kinan.
" sebaiknya kita bicara di luar, takutnya anak-anak nanti terbangun."
Kinan tak bisa menolak melawan apalagi membantah dia juga takut jika anak-anaknya bangun akibat pertengkaran dirinya dan juga suaminya itu dia pun mengikuti langkah-langkah sambil melihat pergelangan tangannya yang dipegang oleh suaminya tersebut.
" Sebaiknya duduk dulu tidak baik berbicara dengan marah-marah, toh tidak akan menyelesaikan masalah."
Raka sengaja sepertinya menunda-nunda dia mempersilahkan Kinan untuk duduk di sofa kamar mereka bahkan laki-laki itu dengan santainya menurunkan minum dan menyerahkan segelas air putih kepada istrinya tersebut.
" Minumlah dulu biar hati kamu tenang."
" Jangan mengalihkan pembicaraan Mas, aku tahu kamu sengaja menunda-nundanya 'kan? sekarang jawab pertanyaan aku ..." Kinan menatap Raka tajam bahkan dia tidak mengambil gelas air putih yang di sodorkan oleh Raka. Tampaknya Kinan sudah tidak sabaran ingin mengetahui jawaban dari suami nya itu.
" Ke mana kamu tadi malam, dan apa yang kamu sembunyikan dari aku Mas? Bahkan selama ini kamu berkata lembur, tapi nyatanya tidak. Kamu bahkan sudah pulang dari sore, lalu ke mana kamu selama itu Mas hingga sampai di rumah jam 10.00 malam atau jam 11, apa sebenarnya yang kamu lakukan?"
Kinan sudah sangat marah lagi-lagi Raka tidak menjawab tatapan sorot matanya sangat tidak biasa Kinan bahkan berteriak dia berdiri menghadap Raka. Kesabarannya sepertinya sudah habis, dia ingin mengetahui kebohongan apa yang sebenarnya terjadi hingga dirinya tidak perlu tahu.
Apa yang selama ini sebenarnya terjadi terhadap suaminya itu, apa mungkin karena dirinya yang terlalu lama sudah mengabaikannya, tidak terlalu peduli bahkan tidak terlalu lagi memperhatikannya sehingga membuat suaminya itu berubah dan penuh banyak rahasia. Apa mungkin dirinya sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal? Kinan ingin tahu semuanya.
klo istri ad slh n kurang bkn jd alesan selingkih
Biarpun awalnya Kinan bersalah mengabaikan Raka, harusnya Raka ga seperti itu.