"Bagaimana? Apa kau menerima tawaranku?" tanya seorang pria yang berpenampilan dengan setelan jas bermerk dunia. Matanya menatap gadis dihadapannya dengan sejuta maksud.
"Apa anda akan memenuhi semua kebutuhan saya? Termasuk biaya perawatan tubuh saya yang terbilang tidak murah?" gadis itu mencoba memastikan kembali apa yang ditawarkan oleh pria yang tengah mengunci pergerakannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_yuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 29. Mulai Nagih
Bab. 29
"Hah?"
"Benci sama siapa? Aku?" ulang Revald yang berdiri di ambang pintu.
"Siapa lagi memangnya." sahut Arruna dengan wajah kesalnya. Wanita itu memang terbiasa berbicara apa adanya.
Revald melangkah mendekat, serta tatapan nya yang terus mengarah pada Arruna. Membuat Arruna menelan salivanya dengan susah.
Perlahan Arruna beranjak dan segera memakai sepatu. Namun, belum sempat melangkahkan kakinya, tangan Revald sudah lebih dulu menghadang jalan Arruna.
"Mau ke mana?" tanya Revald dengan tatapan yang tampak mengerikan di mata Arruna.
"Ma-mau kuliah," jawab Arruna sedikit gugup. Karena posisi Revald yang begitu dekat.
Revald melangkah maju, dan secara otomatis Arruna melangkah mundur dan mengalingkan wajahnya, karena pria yang ada di hadapannya ini terus menatap dirinya begitu intens. Membuat Arruna semakin gugup dan takut kalau pria ini melanggar janjinya.
"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Arruna di saat tubuhnya menabrak dinding dekat meja rias. "Jangan macam-macam kamu, ya! Ingat, di surat perjanjian nggak ada kontak fisik sama sekali." ingat Arruna yang semakin gugup dan menatap ke samping. Karena wajah Revald terlalu dekat dengannya.
Revald tersenyum. Ternyata cukup menyenangkan juga menggoda wanita ini. Revald ingin melihat bagaimana reaksi wanita yang semula begitu sombong, kini tampak tidak berdaya di depannya.
Kemudian Revald menempelkan tangannya di dinding, tepat di sebelah kepala Arruna hingga membuat wanita itu memejamkan mata. Mungkin berpikir kalau Revald akan melakukan sesuatu kepada dirinya.
Revald semakin mencondongkan wajahnya ke depan. Begitu dekat. Mungkin kalau Arruna menoleh sekarang, bibir dan hidung mereka bakalan bersentuhan.
Jantung Arruna berdebar tak beraturan di kala merasakan napas Revald yang menerpa wajahnya.
"Yakin? Nggak mau melakukan sentuhan fisik?" tanya Revald dengan nada begitu menggoda.
Pria itu ingin menguji Arruna. Karena bisanya wanita yang hidup lama di luar negeri akan menganggap biasa hal seperti ini. Bahkan mungkin mereka sering melakukannya dengan sembarang orang. Asal suka sama suka.
"Pak, jangan seperti ini," ingat Arruna lagi. Sangking gugupnya, panggilannya ke Revald selalu berubah rubah.
Dan ketika Revald ingin menggerakkan wajahnya, terdengar suara dering telephon yang terletak di atas nakas. Di layar ponsel Arruna tersebut tertera nama Naomi.
Sontak membuat Arruna menoleh seketika. Dan terjadilah hal yang sedari tadi ingin Revald lakukan.
Tatapan mereka saling bertemu. Terdiam dan saling menatap setelah bibir dsn hidung mereka saling bersentuhan di kala Arruna mencoba untuk meluruskan pandangannya.
Bibir Arruna gemetar. Walaupun ini bukan ciuman pertamanya, namun tetap saja membuatnya gugup.
Tidak ingin tenggelam lebih dalam lagi, Arruna mendorong dada Revald yang terasa begitu keras.
"Minggir, Nao udah nungguin aku," ucap Arruna yang berkata santai pada Revald. Tangannya seraya mendorong tubuh pria itu, namun sedikit pun tak beranjak.
"Siapa yang ijinin kamu pergi?" ujar Revald dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya.
"Hah?" Arruna kembali menatap ke arah Revald. Memherjapkan matanya. Tak percaya dengan sikap pria ini. "Aku mau kuliah. Nggak boleh?" tanya Arruna yang mulai kesal.
Baru juga menjadi suaminya beberapa hari, sudah main larang-larang. Di tambah lagi di surat perjanjian juga tidak ada larangan untuk Arruna dalam melanjutkan kuliahnya atau kerjanya.
"Nggak boleh." sahut Revald cepat.
"Ini nggak ada ya di perjanjian kita!" seru Arruna tidak terima jika dirinya terlalu di larang ini itu.
Sedangkan Revald semakin maju dan menarik pinggang Arruna serta tengkuk wanita itu hingga tubuh mereka saling menempel.
"Nggak boleh pergi sebelum melakukan ini." tekan Revald yang kemudian melakukan apa yang ingin dia lakukan. Membuat Arruna memukul berkali kali dada Revald. Meminta pria itu untuk berhenti namun sayangnya di abaikan oleh pria yang sialnya suaminya sendiri.
kampus rada elit bayar e
ubaya
petra
kampus yg standart
itats
unipra
stesia
wijaya
hangtua
upn
17agustus
tinggal pilih
itu bukan manja tp kebablasan
salah asuham
gkk bahaya tah