Sepintas ku lihat dua orang remaja sedang bergandengan di hadapanku berjalan dengan mesranya.Seakan membuatku ,berkhayal seperti mereka.
Nasib jomblo ini yang tidak enak.Pergi kemena-mana sendirian.Tak ada yang menemani.
Andai aku bisa menggaet salah seorang dari mereka untuk menjadi cowokku.Pasti hidupku bahagia.
Cewek manis yang ada di samping ku ,tersenyum-senyum sendiri.Dia memang selalu bahagia ,mentang-mentang punya pacar.
Lihatlah aku jomblo ....
~Si Aku ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha cicha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Di hari pertandingan bola basket.
"Baik untuk masing-masing kelas yang sudah ada perwakilannya.Di jurusan masing-masing ya. Untuk sesi pertama silakan anak cowok mewakili kelas masing-masing "! Ujar pak Bambang.
Beberapa saat perwakilan anak cowok pun masuk ke dalam lapangan basket.Tak begitu juga perwakilan dari kelasku ada Robin,Daden(kelas Serena),Ferry,Leo dan Rico(anak kelasku) perwakilan kelas IPS.Dan Perwakilan kelas IPA:Dicky,Tirta,Yolvi,Jerry dan Malvin.Permainan pun dimulai,semua siswa dan siswi kelas IPA dan IPS yang menjadi penonton bersorak menyemangati perwakilan kelas,demikian juga aku ,Serena dan Wenti .Walaupun beda haluan kami tetap kompak .Skors pun hanya selisih berapa angka saja.
"Ayo fokus ..fokus mainnya"! Ujar pak Bambang menyemangati kedua belah tim.Akhirnya ,di menit terakhir pemenangnya adalah kelas IPA.Walaupun begitu aku dan Serena menerima kekalahan tersebut .Ternyata anak kelas Wenti unggul juga main basket .
"Baik.. sekarang sesi kedua untuk anak cewek para perwakilan silakan memasuki lapangan ",ujar pak Bambang.
Dari perwakilan IPS:Ada Lia(aku),Metha,Serena,Dinda dan Alda(anak baru).Sementara perwakilan IPA:adaNuna,Wenti,Lily,Jeni,dan Intan.
Akhirnya,kami memasuki lapangan dan pertandingan pun dimulai.
"Emang si anak baru bisa main basket,aneh ..!
"Palingan ntar juga dah K.O bisik yang lainnya.Sementara aku dan Serena memilih tidak komen apa-apa .Mengingat di seberang sana si Wenti yang tersenyum sumringan mau melawan kami.Walaupun kami sahabatan tapi kali ini jadi lawan dalam pertandingan basket .
"Cih,kita liat saja,meremehkan banget kalian ",ujar anak baru itu terdengar songong bagiku .Dan aku pun malas untuk menggubrisnya .
Dengan tiupun peluit dari pak Bagas ,pertandingan pun dimulai yang tidak ku sangka ,Si Alda anak baru itu dengan lincah mendribbling bola dengan cepat tanpa bisa di rebut oleh lawan .Nuna yang melihat itu ingin mendorong Alda,namun Alda bisa baca dari pergerakan lawannya dengan cepat menghindar ,sehingga Nuna sendirilah yang terjatuh .Dan ,diakhir pertandingan perwakilan IPS lah pemenangnya .Tak lain adalah jurusan aku dan Serena .Wenti mengakui kekalahannya.Intinya kami harus sportif.
"Li,aku ke toilet dulu ya",ujar Wenti pada aku saat baru saja selesai dengan pertandingan basket .
"Oke Went!! ,jawabku singkat.
Wenti langsung pergi ke toilet sendiri .Sedangkan Serena masih berada di lapangan karena membantu pak Bagas menulis di buku nilai.
......................
Jam pulang sekolah,aku terus menunggu Wenti untuk pulang .Padahal kami sudah janjian akan pulang bareng tadi pagi.Aku jadi bingung terakhir jumpa Wenti di jam pelajaran olahraga dan dia minta izin pergi ke toilet .Setelah itu dia tidak telponan lagi apalagi WA .Di jam istirahat tadi juga aku dan Serena aja yang ke kantin.Awalnya,aku dan Serena pikir mungkin dia kekelas Robby.Dan nggak mungkin juga kami ganggu dia pacaran .Apalagi jam istirahat waktunya cuma sebentar.
"Li,pulang bareng yuk!"ujar suara itu membuyarkan lamunanku.Saat motor Serena berhenti di hadapanku.
"Rena,kamu lihat Wenti nggak?"Dah,berapa menit nggak muncul.kemana dia?"tanya ku terlihat panik sekarang .
Tiba-tiba aku teringat toilet
"Li, tungguin aku!"
Serena pun turun dari motornya dan langsung mengikuti langkahku ke toilet .
Sesampainya aku disana aku pun melihat sekeliling tapi tak ada orang ,akupun memeriksa semua bilik toilet tapi tak satupun aku melihat muka sahabatku itu. Saat aku panik begitu Serena dan Robby pun datang menghampiriku.
"Wenti mana Li?"tanya Robby dengan wajah penuh kecemasan.
"Bukannya jam istirahat dia ke kelas kamu Rob,itulah makanya kami berdua tidak nggajak dia ke kantin."sahut Serena.
"Malah aku kira pacarku itu istirahat bareng kalian lho."
"Bukanlah Rob.."
"Wen,kamu di mana sih?" panggil Robby dengan keras .Sayangnya malahan tidak ada sahutan sedikitpun dari si Wenti untuk kali ini .
"Tunggu deh , feeling ku mengatakan kalau ada hal buruk ni yang telah menimpa Wenti.Coba pikir deh,Wenti hilang secara misterius begitu saja .Dan jangan bilang dia nggak balik dari toilet sejak pertandingan olahraga pagi tadi."
"Lho,bukannya Wenti pergi sama kamu Li,ke toiletnya?,"tanya Serena sedikit kaget .
"Bukan.Dia datang ke toilet sendirian ",jelasku lagi .
Sementara Robby semakin gusar dan tidak tenang saja.Apalagi dah berapa jam dari tadi Wenti nggak nongol juga .Dan seisi toilet malahan di telusuri .Nihil hasilnya tidak jejak dan kata petunjuk sama sekali dengan keberadaan Wenti sekarang.
"Gimana dong?"gumamku yang di dengar Serena ternyata .
"Tenang aja dulu,mungkin Wenti ada di sekitar sini ",ujar Serena lagi .
"Kalau begitu coba kita cari lagi deh .Aku yakin Wenti pasti dapat kita selamatkan ."timpal Robby
"Harus semangat dong!"
Dan kami pun saling tos -tosan dengan penuh semangat .Bagaimana pun caranya kita bertiga harus bisa menemukan keberadaan Wenti .Meskipun sebentar lagi suasana akan gelap dan sedikit pun mendung .Tapi,itu semua tidak kami hiraukan ini semua demi Wenti,Cewek itu harus secepatnya kita temukan.
Tiba-tiba saja saat Robby mau membalikkan badan kakinya menginjakkan sesuatu .
"Akh,payah apa ini?"kata cowok itu seraya jongkok dan melihat benda yang diinjaknya.Kami berdua yang begitu fokusnya,kembali berbalik ke belakang menuju kearah cowok itu berhenti.
"Ada petunjuk Rob?"tanyaku dengan rasa penasaran.
Robby memperlihatkan benda itu ke kami ,eh,ternyata dan ternyata .
"Puntung rokok,berharap sekali tadi.kecewa dah",sunggut Robby dengan kesal dan membuang jauh-jauh dari hadapannya.
"Bacot kau Rob,kiraiin petunjuk benaran tadi",sindir Serena seraya memiringkan mulut rombengnya.
"Yelah,Ren ..ni lagi usaha .Dasar ngenes ..alias jomblos ngenes..wkwkk",kata Robby tidak mau kalah.
"Biarlah,yang penting happy.",
Terjadilah perdebatan seru diantar mereka.Last nya aku juga yang jadi penengahnya .
"Udah..udah ah ,jangan ribut apa.kalo kalian masih bertengkar kayak gini .kapan kelarnya kita cariin Wenti",kataku menesahati mereka agar mereka berhenti beradu mulut dan mulai fokus mencari teman ku itu .
"Mari kita cari Wenti,malas ladeni si bucin ini"
Serena memilih menjauh dari kami.Demikian juga Robby,terjadilah sekarang mereka saling jauh-jauhan.
Dasar aneh kalian pikirku tanpa harus berbicara ke mereka berdua lagi.Sekuat tenaga kami mencari Wenti.Anehnya cewek itu tidak muncul-muncul juga .
"Ini aku beliin minum,diminum!"sahutku sempat keluar sebentar tadi beli minum.
"Terimakasih Li,"kata Robby seraya meneguk air itu yang tampak sangat kehausan sejak tadi .
"Haus banget ,thanks ",tambah Serena kali ini.Pencarian tetap kami lanjutkan hingga kaki kami sampai di gedung tua itu .Semoga disini ada petunjuknya soal keberadaan Wenti dan berharap sekali ada petunjuk di sekitar sini.
...****************...
perasaannya ke Martin lebih obsesi sih😊
tapi Li lagi salah tingkah alias salting 😄
penyusunan Kata-katanya juga rapi😍
sedangkan Martin belum tentu bisa seperti Aldi😁
ayo saling mendukung kak 🤗